20 Juli 2026

DPRD Dorong Banjarbaru Manfaatkan Teknologi Modern Cegah Karhutla

Penanganan Karhutla, (sumber foto Google)

Banjarbaru – DPRD mendorong Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi modern, sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan karhutla tidak lagi bergantung pada metode konvensional yang dinilai kurang efektif.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Neni Hendriyawaty mengatakan, perkembangan teknologi saat ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung deteksi dini maupun penanganan karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan biasa.

“Perkembangan teknologi saat ini sudah sangat pesat. Karena itu, kita perlu memanfaatkan inovasi yang ada dan mempelajari bagaimana negara lain menangani kebakaran lahan agar peristiwa serupa tidak terus berulang setiap tahun,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Neni Hendriyawaty

Menurut Neni, pemanfaatan teknologi perlu dikaji secara menyeluruh agar solusi yang diterapkan benar – benar efektif.

Ia menilai rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan kebakaran yang sempat diwacanakan belum tentu mampu menjawab persoalan, mengingat luasnya wilayah yang harus dipantau.

Ia menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah sehingga kebakaran dapat terjadi tanpa harus diawali unsur kesengajaan.

“Lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi memicu kebakaran. Karena itu, kita perlu mencari teknologi yang tepat untuk mendeteksi dan mengatasinya,” katanya.

Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Neni juga menekankan pentingnya pengelolaan lahan-lahan tidur agar tidak dibiarkan terbengkalai dan menjadi kawasan yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Ia berharap pemerintah kota bersama seluruh pemangku kepentingan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan tersebut, disertai pemeliharaan yang berkelanjutan agar program yang telah dijalankan memberikan hasil yang maksimal.

“Setelah lahan dimanfaatkan, pemeliharaannya juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi hasilnya tidak dijaga. Hal seperti itu tentu tidak akan memberikan manfaat yang optimal,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.