30 Mei 2026

Terapkan WFH, Dinsos Kalsel Pastikan Pelayanan Kebencanaan Tetap Optimal

Banjarbaru – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memastikan kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku bagi bidang yang menangani kedaruratan, khususnya penanggulangan bencana.

Seluruh personel tetap bekerja normal dan siaga penuh untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Ket : Kabid Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana, Achmadi menegaskan, bidang penanganan bencana tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sesuai arahan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Berdasarkan arahan Presiden dan Bapak Gubernur, untuk bidang kedaruratan terutama penanganan bencana, WFH tidak diberlakukan. Kami tetap masuk dan siaga seperti biasa,” ujar Achmadi.

Ia menjelaskan, personel penanganan bencana dibagi menjadi dua tim yang bertugas di dua lokasi berbeda, yakni Posko Siaga Bencana di Banjarmasin dan posko di kantor baru di Banjarbaru.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Kami membagi dua tim, ada yang bertugas di Banjarmasin dan ada di Banjarbaru. Keduanya tetap siaga penuh untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelasnya.

Selain kesiapan personel, Dinas Sosial Kalsel juga memastikan seluruh peralatan dan logistik penanganan darurat tetap tersedia dan dalam kondisi siap digunakan kapan saja.

“Peralatan dan logistik tetap kami siapkan seperti biasa. Tidak ada perubahan dalam kesiapsiagaan,” tambahnya.

Achmadi menegaskan, seluruh jajaran di bidang penanganan bencana, mulai dari kepala bidang hingga kepala seksi, tetap menjalankan tugas di kantor dan tidak mengikuti skema WFH.

“Tidak ada alasan untuk tidak masuk. Untuk bidang penanganan bencana, semua tetap bekerja normal dan siaga penuh,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut menjadi bentuk komitmen Dinas Sosial Kalsel dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, khususnya saat terjadi kondisi darurat maupun bencana alam.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan maksimal. Penanganan bencana tidak bisa menunggu, sehingga seluruh personel harus selalu siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (BDR/RIW/ESP)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.