20 Mei 2026

Peringati Harkitnas, Diskominfo Kalsel Perkuat Semangat Pelayanan Publik dan Literasi Digital Anak

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di halaman kantornya di komplek Kantor Gubernur di Banjarbaru, Rabu (20/5).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti seluruh jajaran pegawai Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan sebagai momentum memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan pelayanan publik di era transformasi digital.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Mashudi

Bertindak selaku pembina upacara, Sekretaris Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Mashudi.

Pada kesempatan tersebut, Mashudi menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen aparatur pemerintah, dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut seluruh instansi pemerintah untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan berbasis digital.

“Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat persatuan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi bagian penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Selain memeringati Hari Kebangkitan Nasional, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan juga terus memperkuat edukasi literasi digital kepada masyarakat, khususnya terkait perlindungan anak di ruang digital.

Mashudi mengungkapkan, pihaknya terus mensosialisasikan larangan bagi anak di bawah usia 16 tahun untuk memiliki akun pada platform digital sebagai langkah perlindungan terhadap anak dari dampak negatif penggunaan media sosial dan internet.

Menurutnya, pengawasan dan pendampingan orang tua sangat penting agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman, sehat, dan sesuai dengan usia mereka.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak di ruang digital, terutama dari berbagai risiko penyalahgunaan media sosial dan konten negatif,” katanya.

Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mengedukasi literasi digital kepada sekolah, orang tua, dan masyarakat agar lebih memahami pentingnya keamanan digital bagi anak-anak dan remaja.

“Selain itu, penggunaan internet secara sehat dan bertanggung jawab terus didorong guna menciptakan lingkungan digital yang aman, positif, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda,” tutup Mashudi. (MRF/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.