1 Mei 2026

Dorong Kerja ke Luar Negeri, Disdikbud Kalsel Siapkan Strategi Tingkatkan Serapan Lulusan SMK

Praktek pembuatan pastry di SMK Negeri 4 Banjarmasin.(foto : SMKN 4 Banjarmasin)

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas dan serapan kerja lulusan SMK pada tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada perluasan peluang kerja, termasuk ke luar negeri, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudika).

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel, Firna Arsika mengatakan, pihaknya tengah memfasilitasi seluruh SMK negeri dan swasta untuk terlibat pada program penempatan kerja luar negeri yang diinisiasi pemerintah pusat.

Kantor Disdikbud Kalsel di Banjarbaru.(foto : net)

“Untuk tahun 2026, kami mendukung program pusat terkait keberkerjaan di luar negeri. Seluruh SMK sudah kami fasilitasi untuk menyampaikan usulan melalui Takola,” ujarnya di Banjarbaru, belum lama tadi.

Selain membuka peluang kerja ke luar negeri, Disdikbud Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap kerja sama antara sekolah dengan pihak industri. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami mencoba memperbaiki pola kerja sama dengan Dudika. Selama ini kami melihat dari sisi bargaining masih belum optimal untuk mendorong keberkerjaan lulusan,” jelas Firna.

Untuk itu, Disdikbud menggandeng Biro Pemerintahan Otonomi Daerah (Otda), untuk memfasilitasi penyusunan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan dunia usaha.

Upaya lain yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Bappeda Kalsel dalam penyusunan Peraturan Daerah, tentang Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial Perusahaan (TJLSP).

Menurut Firna, regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang dapat membuka peluang dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya SMK.

“Perda TJLSP ini nantinya menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan, termasuk dalam mendorong peningkatan kualitas dan peluang kerja bagi lulusan SMK,” katanya.

Meski berbagai program telah disiapkan, Disdikbud Kalsel mengakui masih ada tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait sikap dan mentalitas kerja lulusan SMK.

“Masukan dari Dudika, yang masih belum optimal itu adalah sikap keberkerjaan, seperti kedisiplinan dan budaya kerja yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ungkap Firna.

Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memberikan pembekalan kepada siswa terkait kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Kami rencanakan sosialisasi peningkatan kapasitas ini dilaksanakan pada triwulan kedua tahun 2026,” tambahnya. (SYA/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.