30 April 2026

Pastikan Kamtibmas Ramadan, Polda Kalsel Gelar Apel Kesiapsiagaan

Banjarbaru – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan, dalam rangka menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (23/2).

Apel dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan, serta dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, bersama jajaran Forkopimda.

Ket : Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan saat memimpin Apel Kesiapsiagaan

Kapolda Kalsel menegaskan, bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Kalimantan Selatan tetap aman, damai, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir jajaran kepolisian berhasil mengungkap sejumlah kasus kriminalitas di beberapa wilayah. Hal tersebut menjadi perhatian bersama agar potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

“Beberapa kasus kriminalitas telah berhasil kami ungkap. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa potensi gangguan Kamtibmas tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ket : Foto bersama usai Apel Kesiapsiagaan Bulan Ramadan 1447 Hijriah

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama bulan Ramadan, khususnya dalam menciptakan suasana yang aman di lingkungan masing-masing.

“Pesan kami, mari kita jaga ketertiban dan saling menghormati agar pelaksanaan ibadah di bulan suci ini dapat berjalan dengan khusyuk. Kami berharap tidak ada kejadian menonjol yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat,”katanya.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Banua. Menurutnya, pendekatan kearifan lokal dan nilai-nilai religius menjadi kekuatan tersendiri bagi Kalimantan Selatan.

“Kami menggandeng para Tuan Guru dan tokoh agama, karena Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang religius. Sinergi antara ulama dan umara sangat penting dalam memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga Kamtibmas. Dengan kebersamaan, insyaallah Banua kita akan tetap aman dan damai selama Ramadan,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.