21 April 2026

Ditopang Sektor Akomodasi dan PMTB, Perekonomian Kalsel 2025 Tumbuh 5,22 Persen

Press Release BPS Kalsel, pada Kamis (5/2/2026)

Banjarbaru – Perekonomian Kalimantan Selatan pada tahun 2025, menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Kalimantan Selatan atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp305,13 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp164,96 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif mengatakan, bahwa secara tahunan perekonomian Kalimantan Selatan tahun 2025 tumbuh sebesar 5,22 persen dibanding tahun 2024.

Kepala BPS Provinsi Kalsel, Mukhammad Mukhanif

“Capaian ini menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan tetap tumbuh stabil di tengah berbagai dinamika ekonomi. Pertumbuhan ini ditopang kinerja sejumlah lapangan usaha dan komponen pengeluaran,” ujar Mukhanif, saat menggelar press release, Kamis (5/2).

Dari sisi produksi, Mukhanif menjelaskan, bahwa lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun 2025, yakni sebesar 9,88 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, jasa, serta konsumsi masyarakat.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 5,42 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas investasi dan pembangunan di Kalimantan Selatan.

“Pertumbuhan PMTB mengindikasikan masih kuatnya minat investasi serta berjalannya berbagai proyek pembangunan yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah,” jelasnya.

Selain kinerja tahunan, BPS Provinsi Kalimantan Selatan juga mencatat pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV tahun 2025. Dibanding Triwulan IV tahun 2024, perekonomian Kalimantan Selatan tumbuh sebesar 5,46 persen.

Pada periode ini, dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum kembali mencatatkan pertumbuhan tertinggi, bahkan mencapai 13,83 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi pada akhir tahun.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen PMTB kembali menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian sebesar 7,95 persen.

Mukhamad Mukhanif menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi ini mencerminkan ketahanan ekonomi Kalimantan Selatan serta peran penting sektor jasa dan investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.

“Ke depan, kami berharap tren positif ini dapat terus terjaga melalui penguatan sektor-sektor produktif dan peningkatan kualitas pembangunan, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh masyarakat,” tutup Mukhanif. (MRF/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.