Rayakan Hari Jadi ke-28,SMA Negeri 3 Banjarbaru Perkuat Komitmen Mutu dan Pendidikan Berkarakter
Penyerahan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang lomba
Banjarbaru – SMA Negeri 3 Banjarbaru menggelar puncak peringatan Hari Jadi ke-28, Kamis (29/1). Momentum ini menjadi refleksi perjalanan sekolah sekaligus penguatan komitmen, dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Sekretaris Dinas, Hadeli Rosyaidi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi SMA Negeri 3 Banjarbaru, dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.

“Yang pertama kami sangat mengapresiasi apa yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Banjarbaru. Kami berharap SMA 3 Banjarbaru ini selalu tetap jaya, unggul, dan bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Banjarbaru, Rahmah, mengungkapkan rasa syukur atas eksistensi sekolah, yang selama 28 tahun telah menjadi bagian dari penguatan pendidikan, khususnya di wilayah Kecamatan Cempaka.
“Yang jelas kita bahagia, dan kami merasa bersyukur bahwa dengan hadirnya SMA Negeri 3 Banjarbaru di lingkungan wilayah Cempaka, kami juga bisa berkontribusi untuk memajukan pendidikan di masyarakat. Membuat anak-anak di sini sekolah dengan nyaman,” tuturnya.
Rahmah menegaskan, ke depan SMA Negeri 3 Banjarbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman, serta menumbuhkan semangat belajar peserta didik.
“Kami berharap SMA Negeri 3 Banjarbaru mampu memberikan layanan yang lebih, terutama dalam hal mutu. Anak-anak lebih semangat bersekolah, merasa nyaman, dan kami berusaha memuliakan murid sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, bahwa memuliakan murid merupakan tujuan utama pendidikan,” jelasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-28 SMA Negeri 3 Banjarbaru juga dirangkai dengan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik, tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba yang melibatkan siswa SD dan SMP, bakti sosial donor darah, serta kunjungan ke panti asuhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter secara nyata.
“Pendidikan itu tidak harus selalu diteorikan, tapi juga dilakukan. Bakti sosial dan kunjungan ke panti asuhan ini menjadi contoh bagi anak didik kami untuk berempati. Ini sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam membiasakan anak untuk bermasyarakat,” pungkas Rahmah. (SYA/RIW/EPS)
