Sempurnakan Perda Sapu Jagat, Pansus II DPRD Kalsel Kunjungi Badan Pangan Nasional RI

JAKARTA – Pansus II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan kunjungan ke Badan Pangan Nasional RI untuk membahas tentang penyelenggaraan pangan. Tujuan dari kunjungan pada Kamis (3/7) ini, adalah untuk mempelajari dan memahami strategi serta kebijakan pangan nasional yang dapat diterapkan di Kalimantan Selatan.

Suasana pertemuan Pansus II DPRD Kalsel, bersama Badan Pangan Nasional RI, DKI Jakarta

Ketua Pansus II Muhammad Yani Helmi, melalui Wakil Ketua Pansus Firmansyah, menekankan pentingnya pembentukan payung hukum yang kuat untuk menjamin ketahanan pangan di daerah.

Pihaknya berharap, kunjungan ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin mempelajari strategi dan kebijakan pangan nasional yang efektif dan efisien yang dapat diterapkan di Kalimantan Selatan, dimana kita akan membuat perda ” Sapu Jagat “. Sebab kita menggabungkan dua perda menjadi satu Perda,” katanya.

Foto bersama : Sumber (HumasDPRDKalsel)

Dalam kunjungan tersebut, Pansus II DPRD Kalsel membahas tentang arah kebijakan ketahanan pangan Badan Pangan Nasional 2025-2029. Mereka juga mempelajari program-program yang telah dilaksanakan Badan Pangan Nasional RI, untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan sejalan dengan kebijakan nasional. Kami berharap dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga dari Badan Pangan Nasional RI,” jelasnya.

Pansus II DPRD Kalsel juga meminta penjelasan tentang program – program ketahanan pangan yang telah dilaksanakan Badan Pangan Nasional RI, termasuk program – program yang terkait dengan peningkatan produksi pangan, pengelolaan stok pangan, dan peningkatan kualitas pangan.

Menurut Badan Pangan Nasional RI, melalui Kepala Biro Perencanaan, Kerja sama dan Humas, Budi Wiryanto, pihaknya telah melaksanakan beberapa program ketahanan pangan yang efektif dan efisien, termasuk program peningkatan produksi pangan dan pengelolaan stok pangan.

“Kami berharap dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan Pansus II DPRD Kalsel,” ucapnya

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan Pansus II DPRD Kalsel dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga dalam penyelenggaraan pangan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Kami percaya bahwa dengan mempelajari pengalaman dan praktik terbaik di tingkat nasional, kami dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan,” tutup Firmansyah.

Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Badan Pangan Nasional RI dalam bidang ketahanan pangan, serta memperbaiki kebijakan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, kunjungan Pansus II DPRD Kalsel ke Badan Pangan Nasional RI dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan dan memperbaiki kebijakan ketahanan pangan di daerah. (ADV-NHF/RIW/RH)

Agustus 2025, BUMDesa Expo Kembali Digelar Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pagelaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Expo akan kembali digelar, di mal terbesar di Kota Banjarmasin. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), siap menyelenggarakan BUMDesa Expo tahun 2025, yang akan digelar pada 9–10 Agustus, dengan melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari menyampaikan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, expo kali ini akan melibatkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangka mendorong inovasi, terutama dalam pengemasan dan pemasaran produk desa.

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari

“Sejumlah persiapan telah dilakukan bersama kabupaten/kota, mulai dari desain stan hingga lay out acara. Lokasi kegiatan dipastikan akan berpusat di pusat perbelanjaan terbesar di Banjarmasin,” ungkap Novi, saat ditemui di kantornya, Kamis (3/7).

Menurutnya, BUMDesa Expo 2025 akan melibatkan 11 kabupaten di Kalimantan Selatan. Masing-masing kabupaten diwajibkan membawa lebih dari satu BUMDesa untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka.

Produk yang dipamerkan merupakan hasil inovasi desa yang dinilai mampu bersaing dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

“Tahun ini kami secara khusus bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Selatan. Kami ingin membuat expo ini semenarik mungkin, dengan mengakomodasi permasalahan yang selama ini dihadapi BUMDesa, seperti dalam hal pengemasan produk,” lanjut Novi.

Selain pameran produk, Expo BUMDesa 2025 juga akan menghadirkan sesi talkshow interaktif yang membahas strategi pengemasan produk yang baik, branding, serta tantangan-tantangan lain yang dihadapi pelaku usaha desa. Kolaborasi dengan HIPMI juga akan memperlihatkan implementasi nyata dari pengemasan dan pemasaran yang efektif.

“Expo ini akan lebih interaktif dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya pameran, tapi juga ada talkshow dan contoh nyata bagaimana mengemas produk yang menarik. Tujuannya tentu agar produk desa memiliki nilai jual lebih tinggi dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” tambah Novi.

Meskipun belum melibatkan peserta dari luar provinsi, expo ini tetap diharapkan menjadi etalase produk desa Kalimantan Selatan yang inspiratif dan mampu menarik perhatian investor maupun masyarakat luas. Produk-produk yang ditampilkan diharapkan mencerminkan potensi dan kreativitas masing-masing daerah.

Expo BUMDesa 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi desa melalui inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha desa. Pemerintah Provinsi Kalsel optimis kegiatan ini akan menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

“Tahun ini kami secara khusus bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Selatan. Kami ingin membuat expo ini semenarik mungkin, dengan mengakomodasi permasalahan yang selama ini dihadapi BUMDesa, seperti dalam hal pengemasan produk,” tutup Novi. (MRF/RIW/RH)

Lapangan 17 Mei, Disiapkan Jadi Kandang PS Barito Putera Pada Liga 2

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, terus mempersiapkan Lapangan Sepakbola 17 Mei sebagai kandang Tim Sepakbola Barito Putera, dalam kompetisi Liga 2 musim mendatang.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernadi menjelaskan, persiapan sampai saat ini terus dilakukan dengan berkoordinasi berbagai pihak, diantaranya Dinas PUPR serta Manajemen Barito Putera.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi

“Sampai saat ini Pemprov Kalsel terus melakukan pembenahan,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Begitu juga, lanjutnya, dari segi keamanan Lapangan Sepakbola 17 Mei, akan ditinjau langsung Mabes Polri, yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan, sebelum dilakukan peninjauan kepolisian tersebut, seluruh persiapan telah rampung semuanya di Lapangan Sepakbola 17 Mei tersebut,” ucapnya.

Selain itu, tambah Fitri, pihaknya juga menargetkan Lapangan Sepakbola 17 Mei lolos pada verifikasi keamanan olahraga Mabes Polri, sebagai kandang Tim Sepakbola Barito Putera pada Liga 2 musim mendatang.

“Pemerintah menargetkan skor minimal 60 pada penilaian sebagai syarat awal kelayakan dari segi keamanan,” ujarnya.

Lapangan sepakbola 17 Mei, ditargetkan menjadi salah satu tempat pertandingan pada Liga 2 musim mendatang.

“Ada beberapa elemen yang menjadi perhatian dalam penilaian tersebut. Diantaranya sistem evakuasi, keamanan penonton, serta kesiapan sarana dan prasarana lapangan sepakbola 17 Mei,” tuturnya lebih lanjut.

Dimana penilaian ini bertujuan, untuk mencegah terulangnya insiden seperti di Stadion Kanjuruhan Malang. Sehingga saat ini faktor keamanan sangat perlu diperhatikan.

“Penyelesaian pembenahan lapangan sepakbola 17 Mei ini dapat rampung, pada Agustus mendatang,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)

Hadiri Peresmian Gedung Kejati Kalsel, Supian HK Harap Layanan Hukum Semakin Profesional

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK hadiri peresmian kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel bertempat di Komplek Perkantoran Provinsi di Banjarbaru, pada Kamis (3/7) pagi.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK berjabat tangan dengan Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin (ki-ka)

Acara peresmian dihadiri langsung Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, yang secara simbolis menandai operasional gedung baru dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Supian HK menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung baru, yang dinilainya sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat institusi penegakan hukum di daerah.

Ia berharap keberadaan gedung baru ini mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan Kejaksaan kepada masyarakat.

“Dengan diresmikannya gedung yang baru tadi, semoga semakin meningkatkan sinergi antar instansi dan membawa pelayanan hukum yang lebih baik, cepat, dan profesional kepada masyarakat,” ujar Supian HK.

Selain meresmikan gedung baru, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan peninjauan fasilitas oleh Jaksa Agung RI bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.

Gedung Kejati Kalsel yang baru ini dilengkapi dengan fasilitas modern dan representatif untuk menunjang tugas dan fungsi lembaga kejaksaan di tingkat provinsi. (ADV-NHF/RIW/RH)

HUT ke-79 Bhayangkara, Gubernur Muhidin Apresiasi Polda Kalsel Jaga Keamanan Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, terus menjalin sinergitas yang solid, dengan Polda Kalimantan Selatan. Dengan adanya sinergitas ini, maka kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya, akan teratasi dengan baik.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin menyampaikan, pihaknya mengapresiasi seluruh jajaran Polda Kalsel, yang terus bersinergi bersama Pemerintah Provinsi, Sehingga masyarakat Kalsel dapat merasa aman dalam kondisi apapun di Banua.

Gubernur Muhidin (kanan) bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman (Kiri)

“Pemerintah Provinsi juga mengapresiasi kinerja Polda Kalimantan Selatan, dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ungkap Muhidin, usai menghadiri syukuran HUT ke-79 Bhayangkara tahun 2025, di Aula Mapolda Kalsel, Selasa siang (1/7/2025).

Terkait piagam penghargaan yang diberikan kepada Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Gubernur Muhidin juga menyampaikan, hal itu atas keberhasilan kinerja Polda Kalimantan Selatan yang terus mengayomi masyarakat, bahkan mengamankan kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya. Termasuk juga menjaga Kamtibmas selama pelaksanaan Pilkada 2024 lalu.

“Piagam ini diberikan atas keberhasilan kinerja Polda Kalimantan Selatan, yang terus mengayomi masyarakat, bahkan mengamankan kondisi daerah yang rawan dari kasus kriminal, peredaran narkoba dan sebagainya,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)

Kalsel Tuan Rumah Kejurnas Triathlon Seri 3 Tahun 2025

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan nasional (Kejurnas) Triathlon Tahun 2025, oleh PB Federasi Triathlon Indonesia (FTI).

Ketua FTI Kalsel Budiono mengatakan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan kehormatan, untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Kejurnas Triathlon Tahun 2025 ini.

Ketua FTI Kalsel Budiono

“Alhamdulillah Kalsel ditunjuk sebagai tuan rumah Kejurnas Triathlon Seri 3, tentu ini menjadi kehormatan dan tantangan,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan, Rabu (2/7).

Saat ini, lanjutnya, persiapan sudah dilakukan secara intensif, baik melalui rapat daring maupun tatap muka dengan Pengurus Pusat FTI serta Pengprov FTI Kalsel.

“Kejurnas Triathlon di Provinsi Kalimantan Selatan akan dilaksanakan, di Kawasan Kebun Raya Banua, Perkantoran Gubernur Kalsel, di Banjarbaru,” ujarnya.

“Ajang ini akan dipusatkan di Kebun Raya Banua serta komplek perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, dengan lintasan yang telah memenuhi standar nasional,” jelasnya.

Sedangkan, waktu pelaksanaan Kejurnas akan dilaksanakan, pada 24 sampai 27 Juli 2025 mendatang.

Kejurnas Triathlon Seri 3 ini mempertandingkan tiga kategori utama, yaitu Triathlon, Duathlon, dan Aquatlon, dan akan diikuti atlet atlet dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam kepengurusan FTI di masing-masing provinsi.

“Kami berharap, dukungan semua pihak agar pelaksanaan Kejurnas Triathlon Tahun 2025 mendatang, dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)

Kembangan Destinasi Pariwisata, Dispar Kalsel Lanjutkan Bimtek Story Telling di Kabupaten Kotabaru

KOTABARU – Dalam rangka mengembangkan destinasi pariwisata, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Kotabaru, Selasa (1/7).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni,
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tidak hanya harus mampu mengelola suatu objek wisata, tetapi juga wajib memiliki kemampuan untuk bercerita (story telling). Baik sejarah, budaya, dan keunikan dari objek wisata yang dikelola.

Kabid Pengembangan Destinasi Dispar Kalsel, Mugeni, saat memberikan sambutan

“Bimbingan Teknis Story Telling bagi sejumlah perwakilan Pokdarwis, sangat penting dilakukan saat ini,” ucapnya

Mugeni menjelaskan, kemampuan story telling atau bercerita sangat membantu mengembangkan destinasi wisata di daerah. Terutama di era persaingan yang semakin ketat, wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi yang indah atau terkenal. Namun, mencari pengalaman, makna, dan cerita untuk mengenal sejarah, budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.

“Pokdarwis tidak hanya menjual destinasi juga harus memberikan pengalaman yang mengesankan, dengan menciptakan ikatan emosional dengan wisatawan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Objek Wisata Disparpora Kabupaten Kotabaru, Zulham Fathoni menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi Dinas Pariwisata Kalsel, dalam meningkatkan kompentensi SDM di daerahnya. Ia berharap, hasil story telling ini dapat diimplementasikan dengan baik, guna menunjang kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke seluruh tempat wisata

“Lewat Bimtek ini memberikan dampak positif dan manfaat yang sebesar besarnya,” tutup Zulham.

Narasumber Novyandi Saputra, menyampaikan materi bertemakan Narasi Lokal, Impact Global

Dalam Bimtek tersebut, Dispar Kalsel menggandeng praktisi story telling Novyandi Saputra, dengan menyampaikan materi bertemakan “Narasi Lokal, Impact Global”. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/RH)

IPSI Kalsel Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tahun 2025

BANJARMASIN – Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Tahun 2025 Piala Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel, digelar di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Rabu (2/7). Kejuaraan dibuka secara resmi Ketua IPSI Kalsel Supri Muyono.

Supri mengatakan, digelarnya Kejuaraan Terbuka Pencak Silat ini, dalam rangkaian Pelaksanaan Pelantikan Ketua dan Pengurus IPSI Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua IPSI Kalsel Supri Muyono (Menggunakan Kopiah)

“Kejuaraan Terbuka Pencak Silat Piala Ketua IPSI Kalsel ini, perdana yang dilaksanakan,” ungkapnya.

Kejuaraan terbuka ini, lanjutnya, diikuti atlet usia dini, pra remaja, serta remaja, untuk memperebutkan Piala Bergilir Ketua IPSI Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.

“Diharapkan kejuaraan terbuka Pencak Silat ini, dapat melahirkan atlet muda potensial kedepannya,” ucapnya.

Sehingga, tambah Supri, Kejuaraan Terbuka Piala Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Kalsel ini, akan dijadikan sebagai kegiatan rutin.

“Kejuaraan terbuka Pencak Silat Piala Ketua IPSI ini, merupakan kegiatan perdana, yang akan dilaksanakan secara rutin atau setiap tahunnya,” tutur Supri.

Sehingga dengan begitu pembinaan atlet usia dini di Provinsi Kalimantan Selatan, dapat berjalan.

“Kami berharap, pada kepengurusan IPSI Kalsel kedepannya dapat meningkatkan prestasi atlet Pencak Silat di Banua ini,” ucap Supri. (SRI/RIW/RH)

Tim Kalsel Borong Lima Medali Di Kejurnas Terbuka Binaraga dan Fitness 2025

BALI – Kontingen binaraga Kalimantan Selatan (Kalsel) mencetak prestasi gemilang, dengan keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Terbuka Binaraga dan Fitness 2025 yang digelar di Bali, akhir pekan lalu.

Tim Kalsel sukses memborong lima medali yang terdiri dari dua emas, dua perak, dan satu perunggu, sekaligus mengungguli peserta dari berbagai provinsi lainnya.

Dua medali emas disumbangkan Ahmad Midkholudin di kelas over 75 kilogram, dan Muhammad Iberahim di kelas Men’s Sport Physique. Sementara dua perak diraih Iswahyudi dari kelas Binaraga up to 65 kilogram dan Dedy di kelas Men’s Fitness. Adapun satu perunggu diperoleh Junaidi dari kelas Men’s Sport Physique.

Atas capaian ini, Ahmad Midkholudin mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menyebut kemenangan ini menjadi motivasi menjelang keikutsertaannya dalam ajang-ajang berikutnya.

“Sangat bersyukur dan bangga sekali bisa kembali meraih emas. Dalam waktu dekat saya akan ikut kejuaraan di Tangerang, lalu bersiap menuju Porprov,” ujar Ahmad.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kalimantan Selatan, Mustohir Arifin, menilai prestasi ini tak lepas dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pihaknya.

“Alhamdulillah, atlet-atlet kita sudah berjuang dengan sangat baik. Sebelumnya, kami memang mempersiapkan mereka secara matang untuk tampil di Kejurnas Bali ini,” ungkap Mustohir.

Dalam Kejurnas kali ini, Kalsel menurunkan delapan atlet dan berhasil menempatkan sejumlah nama di posisi 10 besar nasional. Usai ajang ini, para binaragawan Banua dijadwalkan melanjutkan persiapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan yang akan digelar di Kabupaten Tanah Laut. (PBFI-KALSEL/SRI/RIW/RH)

Rakor Monitoring dan Evaluasi, Pemprov Kalsel Siapkan Langkah Penanganan dan Mitigasi Karhutla

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, didampingi Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Faried Fakhmansyah, mengikuti Rapat Koordinasi secara virtual, terkait Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2025 di Command Center Setda Provinsi Kalsel, di Banjarbaru, Rabu (2/7).

Rapat yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Suharyanto ini, juga dihadiri kementerian/lembaga terkait serta sejumlah kepala daerah, TNI dan Polri dari 7 (tujuh) Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla, termasuk Kalimantan Selatan.

Dalam rakor, Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin memaparkan, bahwa Kalsel sudah melakukan langkah-langkah penanganan dan mitigasi Karhutla.

“Apel siaga sudah dilakukan, peningkatan kolaborasi serta penguatan Regulasi (Revisi Perda Nomor 1 tahun 2008) tentang pengendalian karhutla, juga sudah dilakukan,” ucap Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin.

Selain itu, menurut Syarifuddin, PKS terkait pendataan lahan dengan ATRBPN, Penyiapan Rencana Kontingensi Karhutla, serta Pemetaan Wilayah Rawan di 3 zona prioritas penanganan terutama di wilayah ring 1 bandara Syamsudin Noor, juga sudah pihaknya laksanakan.

“Peningkatan sosialisasi di daerah rawan seperti kerjasama multi sektor, baik pertanian, perkebunan, Kesehatan, sekolah dan dunia usaha, sudah kami lakukan. Begitu juga pendirian posko dan pos lapangan, penyiapan dan distribusi sarpras, penyiapan personal dan pembagian tugas / aktivasi renkon,” paparnya lagi.

Tidak hanya sampai disitu, disampaikannya pula, patroli di ring 1, dengan melihat kondisi tinggi muka air dan pemeriksaan dan pengisian air hingga tingkat tapak/desa di kanal untuk mitigasi, juga pihaknya telah lakukan.

“Kami mengusulkan OMC dan Operasi Udara/Heli ke Pemerintah Pusat untuk penguatan kesiapsiagaan karhutla,” tutupnya.

Sementara dalam arahannya, Kepala BNPB Suharyanto meminta Gubernur Kalsel segera mengeluarkan Surat Keputusan penetapan status Kedaruratan Karhutla, agar usulan bantuan yang diperlukan kepada pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla, dapat segera terealisasi.

“Segera saja tetapkan status, kemudian usulkan, apa saja yang diperlukan untuk menangani kejadian Karhutla. Apakah itu modifikasi cuaca atau sarpras lain yang diperlukan,” ujar Suharyanto.

Terkait hal itu Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin menyampaikan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti arahan Kepala BNPB tersebut.

Untuk diketahui, Kalsel menjadi salah satu Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla selain Provinsi Riau, Jambi, Sulsel, Kalbar, Kalteng dan Kaltim (IKN) yang menjadi Provinsi Prioritas Khusus.

Sepanjang tahun 2025 periode 1 Januari – 1 Juli, sudah ada 143 kejadian Karhutla di Indonesia. Sementara Data BMKG mempredisi, bahwa musim kemarau di Kalsel terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

Dijadwalkan pada pekan kedua Juli 2025, akan kembali dilakukan rapat lanjutan dengan pembahasan yang sama, bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan. (Biroadpim-RIW/RH)

Exit mobile version