Mentaos, Jadi Percontohan Kelurahan Bebas Maladministrasi Pertama di Indonesia

BANJARBARU – Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, resmi ditetapkan sebagai Kelurahan Bebas Maladministrasi pertama di Indonesia, oleh Ombudsman Republik Indonesia.

Penetapan dilakukan bersamaan dengan pencanangan program serupa untuk seluruh kelurahan di Banjarbaru, serta peluncuran pembangunan zona integritas di lingkungan Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker), Kelurahan Guntung Manggis, Sungai Besar, dan Mentaos.

Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari strategi menjadikan Kota Banjarbaru sebagai model pemerintahan daerah yang bersih, adil, dan profesional dalam melayani masyarakat.

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby saat menyampaikan sambutan

“Melalui pencanangan ini, kami ingin seluruh aparatur memahami bahwa pelayanan publik tidak sekadar tugas administratif, tapi bagian dari amanah untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya, saat penetapan, Rabu (30/7).

Menurutnya, keberhasilan program bebas maladministrasi bergantung pada perubahan budaya kerja, terutama dalam hal etika pelayanan, akuntabilitas, dan konsistensi aparatur pemerintah.

“Semoga ini dapat memperkuat tata kelola pemerintahan visi Banjarbaru Emas,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, program ini merupakan terobosan baru bagi Ombudsman RI. Dimana pihaknya menerapkan inovasi terkait dengan pencanangan desa dan kelurahan bebas maladministrasi.

“Dan ini di mulai dari Kalimantan Selatan khususnya kota Banjarbaru,” terangnya.

Yeka juga menilai program Kelurahan Bebas Maladministrasi dapat menjadi role model nasional dalam memperbaiki wajah pelayanan publik secara menyeluruh, sekaligus mendorong kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

“Jika masyarakat disambut dengan ramah oleh petugas kelurahan atau puskesmas, itu sudah mencerminkan keberhasilan seorang kepala daerah,” jelasnya. (SYA/RIW/RH)

Sekdaprov Kalsel Raih Juara Tiga Tenis Lapangan Veteran FORNAS Di NTB

NUSA TENGGARA BARAT – Kontingen Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Kalimantan Selatan menorehkan prestasi membanggakan, pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke delapan yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (28/7).

Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, keberhasilan Tim Baveti Kalsel meraih juara tiga ini, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi Tenis Lapangan Veteran Kalsel di tingkat nasional.

Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin

“Keikutsertaan Baveti Kalsel dalam ajang ini, dinilai tidak hanya mempererat kekompakan antar atlet veteran, tetapi juga menjadi sarana promosi olahraga Tenis di Tanah Air,” ungkapnya.

Sekda Kalsel juga menyampaikan terimakasih, atas pelayanan panitia selama pelaksanaan FORNAS di NTB ini.

“Kami mengapresiasi kepada panitia yang telah melaksanakan FORNAS dengan sangat baik,” ucapnya.

Dalam ajang tersebut, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin berhasil meraih juara tiga, pada Tenis Veteran Lapangan FORNAS Tahun 2025.

“Saya bermain pada Tenis Veteran Lapangan spesialis ganda usia 115 tahun, berpasangan dengan Krisna,” ujarnya.

Mereka berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan tim dari Papua di babak semifinal, dengan skor 2-1

Pada babak perebutan tempat ketiga Tim Kalsel menghadapi Tim Sumatera Selatan, dengan kemenangan 2 – 1 untuk Tim Kalsel.

“Kami berharap kedepannya Inorga Baveti bisa lebih maju,dengan semangat dan daya juang yang tetap menyala meski usia sudah tidak muda lagi,” ucap Syarifuddin. (SRI/RIW/RH)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Perkuat Sinergi Tanggap Darurat Pelabuhan Lewat Forum Coffee Morning Bersama Stakeholder

BANJARMASIN — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat di lingkungan pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyelenggarakan forum Coffee Morning dengan tema “Sinergi Tanggap Darurat di Pelabuhan” yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Termasuk KSOP Kelas I Banjarmasin, Basarnas, TNI AL, Polairud, KPLP, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, dan asosiasi pengguna jasa pelabuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan ini dibuka Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono.

Dalam sambutannya, Sugiono menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas instansi guna menciptakan sistem tanggap darurat yang lebih tangguh, khususnya dalam menghadapi meningkatnya kompleksitas operasional dan risiko pelayaran.

“Pelabuhan adalah titik temu berbagai kepentingan, keselamatan, pelayanan publik, dan keamanan. Maka, tidak ada pilihan selain membangun kolaborasi nyata untuk menghadapi berbagai potensi risiko darurat secara terpadu dan proaktif,” ujar Sugiono.

Dari sisi regulator, KSOP Kelas I Banjarmasin menekankan pentingnya pengembangan prosedur dan rencana kontinjensi tanggap darurat. Contoh konkret mitigasi yang diangkat mencakup penanganan tumpahan B3, evakuasi kapal, pengendalian kebakaran, serta koordinasi pencarian dan penyelamatan korban secara terintegrasi antar instansi.

“Sinergi adalah kunci. Dalam operasi SAR (Search And Rescue), waktu adalah segalanya. Oleh karena itu, komunikasi dan pemahaman prosedur antarlembaga harus terus diasah,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Dalam sistem operasi SAR, Basarnas memiliki struktur komando mulai dari SAR Coordinator (SC), SAR Mission Coordinator (SMC), On Scene Coordinator (OSC), hingga Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak cepat sesuai kondisi di lapangan.

Operasi SAR tidak hanya menanggulangi kecelakaan kapal, namun juga evakuasi medis, pencemaran, hingga korban yang terperangkap di lokasi sulit dijangkau.
Pelindo sebagai operator pelabuhan juga memaparkan upaya konkret yang telah dilakukan, antara lain penyusunan SOP tanggap darurat, pelaksanaan simulasi tahunan, penguatan peralatan APAR, sistem safety patrol, dan implementasi SMK3 serta ISPS Code.

Dalam paparannya, Junior Manager HSSE menyebut bahwa berbagai potensi bahaya seperti tumpahan bahan berbahaya, kebakaran kapal, hingga kecelakaan kerja menjadi fokus penguatan prosedur mitigasi di lapangan.
Forum ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman penanganan insiden dan penyusunan drill skenario terpadu ke depan.

Diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan beberapa action plan, termasuk peningkatan jadwal latihan gabungan, pembentukan tim reaksi cepat di terminal utama, dan harmonisasi SOP tanggap darurat antar instansi.

Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen Pelindo untuk tidak hanya menghadirkan pelayanan jasa pelabuhan yang efisien, tetapi juga membangun pelabuhan yang aman, tanggap, dan adaptif terhadap risiko.

“Melalui forum ini, kami ingin menyatukan tekad dan langkah bersama agar pelabuhan bukan hanya pusat logistik, tapi juga ruang kerja yang selamat dan tangguh dalam segala situasi,” tutup Sugiono. (Pelindo-RIW/RH)

Tingkatkan Kesiapan Penilaian Indeks KAMI 5.0, Diskominfo HSS Belajar ke Diskominfo Kalsel

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan kerja Diskominfo Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), di Kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (28/7).

Rombongan dari Diskominfo HSS dipimpin langsung Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Nani Yuniarty, dan diterima Plt. Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar. Turut mendampingi, Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Persandian dan Keamanan Informasi, Abdul Gafur, serta Pranata Komputer, Abdul Hafidz.

Kunjungan ini bertujuan, memperdalam pemahaman Diskominfo HSS terhadap pengisian Indeks Keamanan Informasi (KAMI) versi 5.0, sebagai langkah awal persiapan menghadapi penilaian serentak untuk 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan apresiasi atas semangat jemput bola Diskominfo HSS.

“Kami bangga dengan Diskominfo HSS karena mereka langsung datang belajar. Ini akan sangat membantu mereka untuk memahami lebih cepat elemen-elemen penilaian dalam indeks KAMI versi terbaru,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Diskominfo Kalsel membuka ruang bagi Diskominfo kabupaten/kota untuk menggunakan dokumen milik provinsi sebagai referensi penyusunan dokumen penilaian masing – masing.

“Masih ada waktu satu bulan. Silakan manfaatkan dokumen yang kami miliki sebagai contoh agar bisa langsung diadopsi sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” tambah Sucilianita.

Diharapkan, melalui kunjungan ini, nilai Indeks Keamanan Informasi Diskominfo HSS dapat meningkat dan selaras dengan standar yang telah diterapkan di tingkat provinsi. (BDR/RIW/RH)

Tulis Ulang Buku Sejarah Indonesia, Kementrian Kebudayaan RI dan ULM Gelar Diskusi Publik

BANJARMASIN – Direktorat Sejarah dan Permuseuman, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Rl, bekerjasama dengan Program Studi Pendldikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat, menggelar Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia tahun 2025, Senin (28/7), di ULM Banjarmasin. Diskusi publik ini dibuka langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon secara daring.

Dalam sambutannya, Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan mengatakan, Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia tahun 2025, bertujuan memperkaya khazanah sejarah nasional. Baik dari sisi data, fakta, interpretasi, perspektif dan metodologi, untuk memenuhi kebutuhan bangsa dalam lanskap global yang terus berubah.

Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, saat memberikan sambutan

“Diskusi publik ini kita gelar untuk menjaring kritik dan masukan substantif dari pemangku kepentingan,” ucapnya

Disampaikan Restu Gunawan, diskusi publik ini menghadirkan para Editor Umum dan Editor Jilid, draft penulisan Buku Sejarah Indonesia, dan terbuka untuk umum. Baik secara luring maupun daring melalui zoom dan kanal YouTube.

Suasana Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia 2025, di ULM Banjarmasin

Ia berharap, berbagai saran dan masukan baik dari perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas, dan pemerhati sejarah, akan memberikan penyempurnaan nantinya.

“Penulisan sejarah sangat penting, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas,” tutupnya

Diskusi publik dihadiri Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, serta beberapa SKPD Kota Banjarmasin. Diantaranya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Banjarmasin.

Hadir pula Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Tim Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIII. (NHF/RIW/RH)

Dispersip Kalsel Dorong Kreativitas Anak Dengan Penguatan Literasi Digital

BANJARMASIN – Memeriahkan Hari Anak Nasional dan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan,
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan dongeng bersama anak anak serta talkshow parenting, di Taman Edukasi Lalu Lintas, Minggu (27/7).

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni menyampaikan, kegiatan yang mengangkat Tema Parenting, Pengasuhan Sesuai Zaman dengan Mengoptimalkan Potensi Genetik Anak Berbasis Penguatan Literasi ini, menghadirkan pendongeng Kampung Dongeng Intan Kalsel Irgatenia, serta narasumber parenting Rimalia.

Kadispersip Kalsel Sri Mawarni

“Generasi saat ini merupakan generasi alpa dimana pemenuhan kebutuhan literasi digital bagi anak anak sudah sangat diperlukan,” ungkap Mawar, kepada sejumlah wartawan.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan pula pola pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan anak saat ini.

“Dengan literasi digital orangtua dapat menemukan mana yang baik untuk anak anaknya di era kemajuan teknologi saat ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan mengajak orangtua, untuk terus membudayakan mendongeng, bagi anak anaknya.

“Alasan dipilihnya mendongeng sebagai bagian dari Peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Jadi ke -75 Provinsi Kalsel ini, karena melalui dongeng atau bercerita anak anak tidak dipaksakan untuk memahami sesuatu,” tuturnya lebih lanjut.

Karena dongeng disampaikan dengan gembira, sehingga anak anak dapat dengan mudah memahaminya. Seperti penyampaian pesan untuk tidak selalu bermain telepon selular.

“Dengan dongeng dapat mengajarkan pembentukan karakter anak, sehingga anak anak dapat tumbuh dengan kepribadian yang hebat kedepannya,” ucap Mawar.

Kegiatan ini juga dihadiri Perwakilan PKK Provinsi KalimanBanjarmasin, serta perwakilan TK di Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/RH)

Angkat Semangat Keberagaman dan Kreativitas, Gila Marketing Unity Festival 2025 Resmi Dibuka

BANJARBARU – Gila Marketing Unity Festival 2025 resmi dibuka di halaman Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia (STIEPAN) Banjarbaru, Sabtu (26/7) malam.

Pembukaan festival dilakukan Wakil Ketua II Bidang Administrasi Aset dan Pengembangan SDM STIE Pancasetia, Asruni.

Wakil Ketua II Bidang Administrasi, Aset dan Pengembangan SDM STIEPAN Banjarmasin, Asruni saat menyampaikan sambutan

Asruni mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merayakan keberagaman, sekaligus memperkuat semangat persatuan di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ia juga menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan perwujudan nyata dari semangat kebersamaan dan inklusivitas yang harus terus dirawat.

“Karena di kampus kita ini memiliki latar belakang yang berbeda baik dari suku, agama, budaya, maupun minat,” ujarnya.

Asruni mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan festival ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa saling pengertian, serta membangun hubungan harmonis yang inklusif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Kepada seluruh panitia, kami atas nama sivitas akademika STIE Pancasetia mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya dalam mempersiapkan acara ini. Semoga festival berjalan lancar dan sukses,” tambahnya.

Ketua pelaksana Unity Festival 2025, Dera Jelita, menyampaikan, bahwa acara tahun ini mengusung tema “Crazy For Creativity! One Festival, Infinite Expressions!” yang mencerminkan semangat untuk merayakan keberagaman melalui kreativitas dan kolaborasi antar generasi muda.

Festival diselenggarakan selama dua hari, yakni 26–27 Juli 2025, dengan menghadirkan tiga cabang lomba utama. Yakni vocal solo, tari kreasi tradisional, dan turnamen e-sport Mobile Legends.

Selain itu, tersedia pula bazar UMKM kampus yang diikuti oleh 20 kelompok praktik bisnis dari program Gila Marketing STIE Pancasetia.

“Untuk lomba vocal solo diikuti 25 peserta, tari kreasi tradisional sebanyak 7 tim, sementara turnamen Mobile Legends diikuti 22 tim,” bebernya.

Jelita berharap Unity Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga wadah mengekspresikan bakat, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kolaborasi antarpeserta maupun penyelenggara. (SYA/RIW/RH)

Triwulan Kedua 2025, RSUD Ansari Saleh Catatkan SKM Kategori Sangat Baik

BANJARMASIN – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, terus menunjukkan tren positif. Terbukti, hingga triwulan kedua tahun 2025, rumah sakit ini mencatat nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebesar 90,63 poin, yang masuk dalam kategori Sangat Baik dengan nilai A.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo mengungkapkan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari evaluasi dan peningkatan berkelanjutan diberbagai lini layanan.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo

“Data yang kami himpun menunjukkan Survei Kepuasan Masyarakat sebesar 90,63. Ini mencerminkan kualitas layanan kami, baik di rawat jalan, rawat inap, poliklinik, farmasi, laboratorium, maupun layanan lainnya,” katanya, Jumat (25/7).

Ia menjelaskan, masing-masing unit layanan memiliki sistem pengukuran indeks tersendiri. Pendekatan ini dilakukan guna mengetahui aspek mana saja yang perlu ditingkatkan dan mana yang harus dipertahankan agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Evaluasi ini menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan mutu layanan. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan layanan yang semakin optimal dan berkualitas,” tambahnya.

Among juga menegaskan, RSUD Moch. Ansari Saleh berkomitmen kuat dalam menjaga mutu pelayanan serta mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Koordinasi internal dan eksternal terus diperkuat demi menjaga standar layanan yang profesional dan berkelanjutan.

“Komitmen kami adalah menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien. Semua lini pelayanan kami evaluasi agar terus meningkat dan dapat memberikan kepuasan maksimal bagi masyarakat,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Kunker ke DPRD Kalsel, Pansus RPJMD Sulteng Bahas Keberhasilan Strategi Pembangunan

BANJARMASIN – Rombongan Panitia Khusus DPRD Provinsi Sulawasi Tengah, study komparasi ke DPRD Kalsel, membahas berbagai strategi dan program yang telah berhasil di Kalsel.

Suasana pertemuan di Ruang Komisi III DPRD Kalsel

Dalam sambutannya, Ketua Pansus RPJMD Sulawesi Tengah Yas Simangun menyampaikan, tujuan kunjungan ini, untuk mempelajari berbagai pengalaman dan praktik terbaik di Kalimantan Selatan khususnya bidang pembangunan.

“Kami ingin mempelajari dan mengadopsi beberapa strategi dan program yang telah berhasil di Bumi Lambung Mangkurat,” ucapnya saat kunker di DPRD Provinsi Kalsel belum lama tadi.

Sementara itu, Anggota Pansus RPJMD DPRD Kalsel, Mustaqimah menyampaikan, pihaknya membahas berbagai isu terkait pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi.

Anggota Pansus RPJMD Kalsel Mustaqimah

“Kita berbagi pengalaman dan pengetahuan,” jelasnya

Lebih lanjut Mustaqimah menambahkan, dalam pertemuan juga membahas kesiapan
kerjasama dengan Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Indonesia. Sehingga, tercipta saling sinergi antar daerah.

“Kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman,” tutup Mustaqimah

Untuk diketahui, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menerima tamu dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, terkait study komparasi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2025 – 2029, pada Rabu (23/7). (NHF/RIW/RH)

Lulus Fit and Proper Test OJK, Dewan Komisaris Baru Bank Kalsel Resmi Menjabat

BANJARMASIN – Dewan Komisaris Bank Kalsel periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni di Auditorium Idham Khalid, Banjarbaru, pada 14 Juli 2025 lalu. Prosesi ini dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan dihadiri Forkopimda, para kepala daerah, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, DPRD, dan mitra strategis lainnya.

Pelantikan ini merupakan tindaklanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 13 Maret 2025 lalu. Proses pengangkatan seluruh calon Dewan Komisaris dipastikan telah melalui mekanisme dan tata cara perundang-undangan yang berlaku. dimulai dari penetapan calon Dewan Komisaris oleh seluruh peserta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 13 Maret 2025, seleksi administratif, tes kesehatan, serta ujian sertifikasi perbankan. Yaitu Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6 yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selanjutnya seluruh calon Dewan Komisaris mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, sebagai lembaga independen yang bertujuan untuk memastikan, bahwa para calon Dewan Komisaris memiliki kualifikasi yang memadai, dan memenuhi standar integritas serta kompetensi yang telah ditetapkan OJK.

Setelah seluruh tahapan dilalui dan dinyatakan memenuhi syarat, pengangkatan resmi dilakukan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: SR-242/PB.02/2025 dan Akta Penetapan Nomor 04 tanggal 11 Juli 2025.

Susunan Dewan Komisaris Bank Kalsel yang menjabat untuk periode 2025–2030 adalah Subhan Nor Yaumil – Komisaris Utama Non-Independen, Riza Aulia – Komisaris Independen, Karmila Muhidin – Komisaris Non-Independen, dan Widya Ais Sahla – Komisaris Independen.

“Pengukuhan jajaran Dewan Komisaris ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat struktur pengawasan dan memastikan keberlanjutan tata kelola Perusahaanyang baik. Bank Kalsel senantiasa menjadikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran sebagai landasan utama dalam menjalankan seluruh proses bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Firmansyah, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version