Tingkatkan Kualitas Adminduk, Disdukcapil Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan adanya keselarasan antara Pemprov Kalsel dan Pemkab/Pemko dalam penyusunan rencana strategis (renstra) khususnya di bidang kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).

Keinginan tersebut menyusul penetapan Kepala Daerah secara serentak di Indonesia tahun 2025 pada akhir Februari nanti, yang mengharuskan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terutama bidang dukcapil harus segera terlaksana.

“Turunan dari RPJMD itu adalah renstra dari masing-masing daerah sesuai dengan bidang kewenangannya untuk 2025-2029,” ujar Plt Kepala Disdukcapil Kalsel, Galuh Tantri Narindra, di sela Forum Perangkat Daerah di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (10/2).

Forum tersebut melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah, Disdukcapil se-Kalsel, LSM, akademisi, sektor swasta hingga media massa.

Plt Kepala Disdukcapil Kalsel Galuh Tantri Narindra (kiri) saat membuka forum

Tujuannya untuk mendiskusikan, mencari akar permasalahan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Terutama mengenai peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti perekaman KTP, akta perceraian, akta kematian, KIA dan sebagainya.

“Dari kondisi yang kita elaboriasi sebelumnya, akan dijadikan sebagai indikator kinerja utama, untuk dirincikan menjadi program prioritas. Sehingga target pemerintah pusat, Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, RPJMD Kalsel, renstra Disdukcapil Kalsel juga selaras dengan renstra Disdukcapil Kabupaten-Kota,” jelasnya.

Galuh Tantri mengakui sejauh ini masih ada beberapa daerah yang mengalami permasalahan dalam pencapaian perekaman KTP.

Hal itu menurutnya, dikarenakan ketidakhadiran yang bersangkutan saat proses perekaman.

Di sisi lain, kondisi geografis dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data kependudukan, menjadi penyebab sulitnya perekaman KTP.

“Ini yang kita jadi kebingungan apakah sudah pindah, orangnya sudah meninggal atau apa, jadi perlu ada pembaharuan dalam layanan kependudukan di Kalsel,” tuturnya.

Galuh Tantri berujar, Disdukcapil Kalsel selama ini sudah menyiasati permasalahan tersebut melalui inovasi jemput bola.

Di beberapa kabupaten/kota sudah dilaksanakan oleh Disdukcapil setempat, sembari terus di dorong dan di monitor langsung oleh Disdukcapil Kalsel.

“Dan disitulah kita intervensi beberapa inovasi agar target nasional maupun provinsi bisa dicapai,” pungkasnya. (SYA/RDM/APR)

Pelaku UKM di Kalsel Mengaku Terbantu dengan Pameran Hasil Kerajinan Dilaksanakan Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Kalimantan Selatan mengaku terbantu dengan, adanya pameran hasil kerajinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

PJ Bupati Tabalong Hamida Munawarah menyampaikan, harapan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dapat membantu Pemerintah Daerah dalam pemasaran produk UKM.

“Untuk produk Kopi khas Kabupaten Tabalong saat ini pemasarannya sudah sampai luar negeri,” ungkapnya, pada saat kunjungan ke Pameran UKM HPN 2025 di Kalsel, dikawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel, Minggu (9/2).

Pj Bupati Tabalong Hamida Munawarah

Hamida mengatakan, pada pameran ini pihaknya menampilkan produk unggulan, seperti kopi khas Tabalong, yang saat ini untuk pemasaran sudah sampai keluar negeri.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UKM di Kabupaten mereka. Agar dapat terus meningkat.

“Kami berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut membantu dalam pemasaran produk UKM yang ada di Kabupaten Tabalong,” ucap Hamida.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah Onie mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya Pameran UKM HPN ini, produk UKM anggotanya dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasinya, yang telah menfasilitasi keikutsertaan pada Pameran ini,” ungkap Wahidah.

Sehingga, lanjutnya, pengunjung pameran UKM ini dapat lebih mengenal lagi keberadaan produk produk mereka. Yang merupakan hasil kerajinan kuliner lokal.

“Produk lokal yang dihasilkan oleh anggota Perwira Kalsel ini, merupakan kearifan lokal yang ada di Banua,” ucapnya.

Wahidah berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan memperbanyak kegiatan pameran, sebagai upaya pemasaran produk lokal hasil kerajinan UKM yang ada di Banua.

“Tentunya kami berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya. (SRI/RDM/APR)

Sambut HUT Ke-50, IWAPI Kalsel Bagikan 3.200 Makanan Bergizi Gratis

Banjar – Tanggal 10 Februari tahun 2025, menjadi momen bersejarah bagi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). Karena pada tanggal tersebut, organisasi para pengusaha perempuan ini, memasuki usia emas, atau 50 tahun setelah didirikan pada 1975 lalu. Memperingati tahun emasnya ini, IWAPI merayakan nya dengan membagikan 60.000 porsi lebih Makanan Bergizi Gratis (MBG) di puluhan titik diseluruh Indonesia, pada Senin (10/2).

Di Banua, IWAPI Kalimantan Selatan, membagikan sebanyak 1.500 porsi MBG di Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri Kabupaten Banjar. Pembagian MBG dipimpin langsung Ketua DPD IWAPI Kalsel, Shinta Laksmi Dewi. Turut hadir menyaksikan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalsel, Sri Wahyuni, serta jajaran pengurus IWAPI kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua Umum DPD IWAPI Kalimantan Selatan, Shinta Laksmi Dewi menjelaskan, kegiatan ini merupakan konsistensi IWAPI dalam pemberdayaan perempuan, serta mendukung terwujudnya program Indonesia Emas.

Ketua Umum DPD IWAPI Kalsel saat membagikan MBG di Ponpes Darul Hijrah Puteri

“Dalam hal ini kita berkegiatan di Darul Hijrah Puteri, pondok pesantren yang selama ini sudah menjadi rekan kerja IWAPI, sejak masa pandemi COVID 19 lalu. Dimana kami mengadakan vaksinasi gratis,” urai Shinta.

Ditambahkan Shinta, bersama dengan teman – teman IWAPI Kalsel, juga dibagikan sebanyak 3.264 pax makanan gratis untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto.

“Program ini secara strategis mencerdaskan anak bangsa, untuk mewujudkan cita cita membentuk Generasi Emas 2045. Bebas stunting juga, Insya Allah,” tutupnya.

Usai membagikan MBG kepada santriwati Ponpes Darul Hijrah Puteri, IWAPI Kalsel merayakan HUT ke-50 IWAPI, dengan memotong tumpeng. Potongan pertama tumpeng HUT IWAPI, diserahkan Ketua Umum, Shinta Laksmi Dewi kepada Kepala DPPPAKB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni. (RIW/RDM/APR)

Menbud RI Akui Museum Lambung Mangkurat Kalsel Miliki Koleksi Benda Sangat Bagus, Museum Standar A

BANJARBARU – Ribuan benda koleksi di Museum Lambung Mangkurat (Muslam) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon.

Saat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel, bersama rombongan dari Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon menilai museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel itu mempunyai koleksi yang sangat bagus dan menceritakan berbagai perjalanan peradaban Kalsel.

Hanya saja, menurutnya harus ada sedikit sentuhan agar lebih menarik pengunjung.

“Saya melihat potensi untuk menjadi tempat yang menjadi daya tarik sangat besar. Tinggal mungkin ada revitalisasi terkait dengan tata pamer, dan juga perbaikan di dalam desain untuk pameran, story line (alur cerita),” katanya, Sabtu (8/2).

Sebagaimana museum di daerah lainnya, Menbud berharap kedepannya Muslam Kalsel menjadi pusat budaya sekaligus pusat untuk mengenali sejarah perjalanan peradaban.

Melalui dukungan dari Pemprov, Kepala Dinas dan seluruh jajaran, Fadli Zon menginginkan agar museum, taman budaya dan ruang seni (art space) bisa diaktivasi, sehingga menjadi sentra berkumpulnya para seniman dan budayawan.

“Juga dikunjungi oleh siswa lebih banyak lagi,” tuturnya.

Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Di samping itu, Fadli Zon menyarankan adanya sentuhan teknologi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Misalnya penggunaan barcode dan Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai alat untuk menampilkan tulisan, arsip, dan sejarah lisan. Sehingga akan menyedot minat generasi milenial, gen Z dan gen Alpha untuk datang ke museum.

“Jadi museum ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak lama, tetapi justru menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini dan masa depan,” jelasnya.

Lewat seluruh upaya tersebut, menurutnya akan menjadikan museum sebagai tujuan pertama wisatawan saat berkunjung ke Kalsel, sebelum mengeksplorasi berbagai tempat sejarah dan wisata.

“Saya kira penting. Karena kalau di berbagai negara yang memiliki peradaban sudah maju, yang menjadi etalase terdepan mereka adalah museum, perpustakaan dan taman budaya,” pungkasnya.

Koleksi Muslam Kalsel mencapai 12.149 jenis benda

Sementara itu, Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat pengunjung.

Setiap tahunnya, Muslam Kalsel diakuinya memiliki berbagai program yang bernilai sejarah dan budaya. Termasuk mendatangi langsung ke sekolah-sekolah untuk mengajak kerjasama, sekaligus mendatangkan benda koleksi museum sebagai bahan materi pembelajaran sejarah dan budaya di sekolah.

“Kita juga sudah menggunakan sistem kode barkode untuk registrasi pengunjung,” ungkapnya.

Muslam Kalsel sendiri sudah memiliki standar A dari Kementerian Kebudayaan RI.

Sejak diresmikan pada tahun 1979, Muslam Kalsel hingga saat ini memiliki 12.149 benda koleksi berupa geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, koleksi seni rupa, filologima, hingga keramologika. (SYA/RDM/APR)

Tingkatkan Perlindungan Data Pribadi, Diskominfo Kalsel Gelar Sosialisasi KAMI Versi 5.0

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi Keamanan Informasi (KAMI) versi 5.0 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (10/2) siang.

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, yang diwakili oleh Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, menyampaikan bahwa keamanan informasi versi 5.0 merupakan pembaruan dari versi sebelumnya (4.2).

“Keamanan informasi versi 5.0 ini merupakan versi terbaru karena adanya beberapa poin tambahan, termasuk perlindungan data pribadi yang belum ada di versi sebelumnya yaitu versi 4.2,” katanya.

Sucialinita menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel serta Diskominfo kabupaten/kota se Kalsel.

Sosialisasi ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat melakukan pengisian indeks keamanan informasi secara mandiri, yang nantinya akan diverifikasi oleh Pemprov Kalsel dan Badan Siber di masing-masing SKPD.

Dengan demikian, setiap instansi diharapkan mampu meningkatkan keamanan informasi secara optimal.

“Sosialisasi berlangsung selama dua hari, pada 10–11 Februari 2025. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga melakukan praktik pengisian indeks keamanan informasi versi 5.0,” terangnya.

Sucialinita menambahkan pada 2024, indeks KAMI Pemprov Kalsel mengalami peningkatan hingga mencapai angka 4 lebih, yang dinilai cukup tinggi dan sudah dalam kategori baik.

“Saat ini, Pemprov Kalsel tengah melakukan transisi dari versi 4.2 ke 5.0. Mengingat hal ini ada keterkaitan bahwa pemprov Kalsel telah membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di 13 kabupaten/kota,” tambahnya.

Sucilianita menambahkan provinsi Kalsel menjadi salah satu perhatian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam penguatan indeks keamanan informasi. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ke depan indeks keamanan informasi di Kalsel semakin meningkat.

Sementara itu, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Sandiman Madya di Direktorat Pemerintah Daerah dan Sandi BSSN, Dr. Lukmanul Hakim, mengapresiasi langkah Pemprov Kalsel yang menjadi daerah kedua di Indonesia yang telah membentuk CSIRT di seluruh kabupaten/kota. Hal ini, menurutnya, menunjukkan komitmen kepala daerah yang tinggi dalam menjaga keamanan informasi di wilayahnya.

“Konteks kegiatan ini adalah bagaimana Pemprov Kalsel serta pemerintah kabupaten/kota dapat melakukan self-assessment secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan mereka dalam pengendalian keamanan informasi di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Lukmanul Hakim berharap sosialisasi ini dapat mendorong seluruh instansi di Kalsel untuk semakin proaktif dalam meningkatkan keamanan informasi guna menghadapi tantangan di era digital. (NRH/RDM/APR)

Bank Kalsel Dukung Pembangunan Gazebo Anjungan Kalsel di TMII

Jakarta – Bank Kalsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin. Salah satunya terkait optimalisasi promosi potensi daerah dan pembangunan Kalimantan Selatan. Dukungan yang diberikan Bank Kalsel berupa pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung optimalisasi promosi pariwisata di Kalimantan Selatan dan memberikan ruang bagi masyarakat maupun wisatawan untuk lebih mengenal potensi alam dan budaya daerah yang berkunjung ke Anjungan Kalimantan Selatan.

Penyerahan dukungan pembangunan gazebo secara simbolis dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang juga turut didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Terpilih, Hasnuryadi Sulaiman, Plh Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, dan Dirjen Bina Marga Kementrian PU, Roy Rizali Anwar, saat acara Rapat Kerja Koordinasi Provinsi Kalimantan Selatan belum lama tadi di Anjungan Kalsel di Taman Mini Indonesia Indah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dalam keterangannya menyampaikan, Bank Kalsel selalu berkomitmen untuk mendukung program – program pemerintah provinsi untuk kemajuan Kalimantan Selatan, salah satunya melalui dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang mendukung promosi pariwisata dengan memperkenalkan keindahan dan potensi Kalsel kepada lebih banyak orang.

“Pembangunan gazebo di Anjungan Kalsel ini kami harapkan dapat menjadi salah satu daya tarik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” harap Fachrudin.

Gazebo yang dibangun dua lantai ini diharapkan menambah daya tarik bagi para pengunjung. Selain memberikan fasilitas bagi pengunjung untuk beristirahat, gazebo ini juga berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan berbagai produk lokal, keindahan alam, serta kearifan budaya Kalsel. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Kalsel dalam berperan aktif dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya Kalimantan Selatan.

Dengan adanya gazebo tersebut, Bank Kalsel juga ingin menunjukkan kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah, melalui kolaborasi bersama pemerintah dan berbagai pihak terkait. (ADV-RIW/RDM/APR)

Inilah Pesan Presiden Prabowo untuk Peserta HPN 2025 di Kalimantan Selatan

Banjarbaru – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi pesan penting bagi insan pers nasional dalam memperingati Hari Pers Nasional 2025 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/2). Presiden Prabowo mengingatkan agar pers Indonesia harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa.
Prabowo juga meminta pers nasional harus waspada terhadap usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar.

“Walau kita menjunjung tinggi kebebesan pers, tapi kita harus selalu waspada dengan penyebaran informasi yang tak benar, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara dan upaya memecah belah bangsa. Ini harus selalu kita waspadai,” ucap Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (9/2) 2025.

Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa pers Indonesia pada ujungnya akan selalu setiap pada cita-cita pendiri bangsa Indonesia. Ia meminta insan pers untuk menjadi pers Pancasila, yaitu pers yang terlibat dalam pembangunan bangsa. “Pers harus komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Prabowo.

Pesan penting dari Presiden Prabowo ini sejalan dengan amanatnya yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (9/2).

Fadli Zon mengatakan, pers berperan sangat penting dalam kehidupan bangsa, karena pers penjaga memori kolektif bangsa. Ia menyebutkan pers yang baik adalah pers yang mengajar dan mendidik, bukan hanya mengabarkan.
Menteri Fadli Zon juga mengajak insan pers merenungkan kembali peran pers dalam menjaga kedaulatan bangsa dan penjaga ketahanan sosial. “Pers punya peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan. Bukan hanya mengabarkan, tapi mengawal kebijakan, dan mengawasi transparansi dalam sektor vital dan pangan. Tanpa jurnalisme berbasis data, masyarakat bisa terjebak dalam disinformasi,” ujar Fadli Zon.

Setelah memberi sambutan, Menteri Fadli Zon menerima buku Bumi Lambung Mangkurat yang diserahkan oleh Plh Sekdaprov Kalsel. Menteri Fadli Zon pun memberikan buku tentang Pewayangan kepada tuan rumah HPN 2025.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, PWI ingin kembali ke jati diri untuk aktif menjaga kedaulatan bangsa. “PWI merah putih dan NKRI harga mati. Pers harus menjaga kedaulatan bangsa merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu berdasarkan keputusan Kongres PWI Pertama, 9 Februari 1946 di Solo,” kata Hendry dalam sambutannya dalam acara puncak HPN 2025.
Salah satunya adalah mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi visi utama Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini, lanjut Hendry Ch Bangun bukan berarti mengekor. “Kita tidak mengekor, tapi melayangkan kritik dengan memberi solusi untuk mencari kebaikan,” ujar Hendry Ch Bangun.

Hendry juga mengatakan jurnalis lahir bukan hanya bicara jurnalistik di atas meja. Akan tetapi menjaga kedaulatan bangsa yang ujungnya kemandirian, khususnya dari impor pangan. “Kami juga terus memperbaiki internal dengan meningkatkan kualitas wartawan, salah satunya uji kompetensi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Syarifuddin mengatakan, Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen mendukung pers bertanggung jawab dan kegiatan seperti HPN dan Porwarnas. Provinsi Kalsel telah menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas masing-masing dua kali. “Kami siap kerja bersama dan merangkul semua,” ujar Muhammad Syarifuddin.
Hadir dalam acara tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan; Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizal Anwar, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Anton Charlian, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie. Selain itu, hadir juga Ketua PWI Provinsi, Kabupaten/Kota dari ujung barat Aceh sampai Papua Selatan. (ADV/RDM/APR)

Refleksi HPN 2025: Ikhtiar Bersama Mengawal Kemerdekaan Pers

Oleh: Zainal Helmie, Ketua PWI Kalimantan Selatan

Pers dan kepemimpinan bangsa adalah dua aspek yang tak bisa dipisahkan dalam perjalanan demokrasi bangsa. Sejarah juga membuktikan bahwa pers menjadi bagian dalam perjuangan anak bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Melekatnya pers dengan nilai-nilai perjuangan membuktikan bahwa insan pers adalah pejuang tangguh yang setia mengawal visi besar bangsa. Dalam setiap lintasan sejarah bangsa, dari zaman perjuangan, kemerdekaan awal, hingga kuasa Orde Baru sampai Reformasi, pers memberi warna yang tak pernah lepas dengan kepemimpinan bangsa.
Saya sangat bersyukur, sebagai insan pers yang saat ini memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, hubungan pers daerah dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat harmonis. Siapa pun kepala daerah atau gubernur yang memimpin Kalsel, selalu terjalin hubungan kemitraan yang sejajar dan setara.

Sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, PWI Kalsel selalu menjadi mitra strategis bagi Pemprov Kalsel dalam mengawal visi dan misi kepala daerah. Hubungan dan relasi yang harmonis ini membuktikan bahwa kemerdekaan pers sesungguhnya adalah hak rakyat, bukan hanya hak sekelompok orang atau institusi.

Pers memiliki peran vital dalam memberikan informasi yang jujur dan objektif, menjadi pengawas jalannya pemerintahan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang baru saja kami rayakan di Kalimantan Selatan, kita dapat melihat betapa kemerdekaan pers di daerah ini telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan HPN di Kalimantan Selatan berjalan lancar dan sukses berkat kolaborasi yang solid antara berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, pers, hingga masyarakat.

Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk merayakan kebebasan pers, tetapi juga untuk menegaskan komitmen kita terhadap kemerdekaan media sebagai bagian dari pilar demokrasi. Tahun ini, kita patut berbangga, karena Kalimantan Selatan berhasil meraih nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers.

Pencapaian ini tentu bukan kebetulan, melainkan bukti dari hubungan yang harmonis antara pers dan pemerintah provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung kebebasan pers dengan memberikan ruang bagi media untuk melaksanakan tugasnya secara independen.

Tidak hanya itu, adanya saling pengertian antara pemerintah dan pers membuat proses penyampaian informasi kepada publik berjalan efektif dan tidak terhambat oleh tekanan-tekanan politik atau ekonomi.
Kemerdekaan pers yang terjamin ini juga tercermin dalam keberhasilan media di Kalimantan Selatan dalam memberikan informasi yang berimbang dan berkualitas kepada masyarakat. Pers yang bebas dapat berfungsi sebagai kontrol sosial yang kuat, memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, serta memberi solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Dalam situasi ini, pers bukan hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sebagai pendorong perubahan positif bagi pembangunan daerah. Tentu saja, kemerdekaan pers tidak hanya ditentukan oleh sejauh mana media dapat mengekspresikan diri mereka, tetapi juga oleh sejauh mana pemerintah memberikan kebebasan itu tanpa takut diintervensi.

Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh nyata bahwa ketika pers dan pemerintah bekerja bersama dalam suasana saling percaya dan mendukung, kemerdekaan pers yang sejati dapat tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Dengan nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers, kita menyadari bahwa kebebasan yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil dari kerja keras bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga dan teruskan hubungan harmonis ini.

Kemerdekaan pers adalah milik rakyat, dan ini adalah tanggung jawab kita semua untuk memastikan bahwa kebebasan tersebut terus terjaga, agar media dapat terus menjalankan fungsinya untuk kepentingan rakyat, mendorong kemajuan daerah, dan mendukung demokrasi yang sehat.

Pada Hari Pers Nasional 2025 ini, mari kita rayakan bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai momentum untuk terus memperkuat kemerdekaan pers di Kalimantan Selatan dan di seluruh Indonesia. Pers adalah kekuatan rakyat, dan kemerdekaan pers adalah pilar utama dalam menjaga kebebasan, keadilan, dan demokrasi kita. (ADV/RDM/APR)

2025, DPPPA KB Kalsel Terus Perkuat Program Perlindungan Perempuan dan Anak

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Kalsel terus mengoptimalkan berbagai program yang mendukung perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak di tahun 2025.

Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kualitas keluarga. Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan perlindungan hak-hak anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kepala Dinas PPPA KB Kalsel, Sri Mawarni

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini termasuk kampanye anti-kekerasan serta pemberian penguatan baik secara mental maupun ekonomi,” ungkap Mawar, belum lama tadi.

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sejahtera tanpa kehilangan kodratnya. Oleh sebab itu, kesetaraan dalam harkat dan martabat menjadi aspek yang terus diperjuangkan.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak berjalan efektif di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mawarni menyebutkan bahwa semakin banyak perempuan di Kalimantan Selatan yang berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah laporan yang masuk ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalsel.

“Tingginya angka pelaporan menunjukkan bahwa kesadaran perempuan untuk melindungi diri semakin meningkat. Kami menyediakan layanan UPTD PPA serta call center SAPA 129 sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

HPN 2025 Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045

BANJARMASIN – Peran perempuan dalam Indonesia Emas 2045 sangat penting karena perempuan berperan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

Hal ini menjadi topik utama dalam Seminar Nasional Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 di Indonesia, pada rangkaian HPN 2025 di Hotel Aria Barito Banjarmasin, (7/2).

“Untuk mendukung peran perempuan dalam sebagai pondasi generasi Emas 2045, harus kita siapkan mulai sekarang,” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel diwakili Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Ermina.

Dikatakan Ermina tantangan perempuan kedepan, bagaimana kita mampu mencetak anak kita menjadi generasi yang berkarakter, unggul, dan berakhlak baik.

“Ibu sebagai madrasah dalam kehidupan keluarga. Selalu memberikan pembelajaran dan petunjuk untuk anak-anaknya. Seminar ini sangat penting bagi perempuan dalam melahirkan generasi emas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua HPN 2025 Raja Parlindungan Pane dalam sambutannya mengatakan, perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pembangunan.

Apalagi lanjut Raja Parlindungan Pane, 2045 Indonesia mencita-citakan lahirnya sebuah generasi emas, yang mau tidak mau harus dengan menyiapkan sumber daya yang unggul dan berkualitas.

“Tanpa peran serta perempuan sangat sulit menggapai itu semua,” terangnya.

Pada Seminar Nasional Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 di Indonesia, diikuti ratusan peremupan dari berbagai organisasi seperti Fathayat NU Kalsel, Muslimat NU Kalsel, IKWI se-Indonesia, TP PKK se Kalsel dan lainnya, menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya seperti Dosen Fakultas Kedokteran UNLAM DR. dr. Hj. Siti Wasilah M.Si, Med, Komisioner Komnas Perempuan T. Sri Endras Iswarini, Kepala Dinas Kominfo Kalsel M. Muslim dan Kepala Pemberitaan RRI Besty Charmin Simatupang. (ADV/RDM/RH)

Exit mobile version