BANJAR – Komite Advokasi Daerah (KAD) Antikorupsi, bersama Pemerintah Provinsi Kalsel, menggelar Forum Group Discussion, pada Kamis (11/12). FGD yang digelar untuk memeringati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 ini, mengangkat tema “Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Mewujudkan Kalimantan Selatan Berintegritas Untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.
Hadir pada FGD sekaligus Raker KAD Antikorupsi Kalsel Tahun 2025 ini, Gubernur Muhidin, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso. Sementara dari KAD, dihadiri langsung Ketua, Shinta Laksmi Dewi yang juga selaku Ketua Umum KADIN Provinsi Kalsel.
Kepada wartawan, disela kegiatan, Shinta Laksmi Dewi menegaskan, bahwa KAD dan Pemerintah Provinsi Kalsel, terus berupaya untuk mendorong ekosistem bisnis di Kalsel tanpa korupsi.
“Dunia usaha terutama badan usaha memang menjadi wilayah yang paling rentan terhadap korupsi,” ujar Shinta kepada wartawan.
Karena alasan itulah, maka KADIN, KAD Antikorupsi dan tentunya pemerintah daerah, terus mendorong terwujudnya ekosistem usaha tanpa korupsi.
“Memang masih banyak celah korupsi dan ini yang terus kami upayakan untuk menutupnya, baik oleh dunia usaha dan juga pemerintah daerah,” tutupnya.
Sementara itu, Adi Santoso menegaskan, bahwa Gubernur Muhidin sangat konsisten dalam pencegahan korupsi. Apalagi Kalsel pernah tersangkut masalah dengan KPK belum lama tadi.
“Gubernur sangat mengapresiasi langkah KAD dan dunia usaha dalam pencegahan korupsi dan ini sangat mendukung pelaksanaan pembangunan di Kalsel yang bebas korupsi,” urainya.
Untuk membuktikan keseriusan pemerintah mencegah kasus berulang, menurut Adi, Gubernur Muhidin sudah mendatangkan langsung perwakilan KPK, untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada aparatur pemerintah, agar dapat menjalankan tugas dengan integritas tinggi. (RIW/RH)
BANJARBARU – Jelang berakhirnya tahun 2025, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, melaksanakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026-2029 Bersama Awak Media, pada Kamis (11/12) dikantornya di Banjarbaru. Sosialisasi dilakukan langsung Kepala Disbunnak Provinsi, drh. Suparmi, didampingi Kepala Biro Adpim Pemprov Kalsel, Berkatullah dan Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Kalsel, Siti Noorbayah.
Dalam pemaparannya, Suparmi memastikan, bahwa Disbunnak akan kembali melanjutkan sejumlah program unggulan bidang perkebunan dan peternakan, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
Diantaranya program SISKA KUINTIP atau Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak dan Inti Plasma. Dimana program ini, menjadikan Provinsi Kalsel sebagai pilot project dan percontohan, untuk pelaksanaan di seluruh Indonesia.
“Tahun 2026 nanti, kita juga masih akan menjalankan program pengembangan tanaman karet dan kopi,” jelasnya.
Sementara pada bidang peternakan, Disbunnak Kalsel juga tetap memprioritaskan pembangunan peternakan berkelanjutan. Khususnya untuk ketersediaan daging dan telur unggas, melalui program SITI HAWALARI.
“Untuk program baru, mulai tahun depan kami akan mengembangkan tanaman kelapa dalam, khususnya jenis kelapa Genjah Entok,” urainya.
Untuk program prioritas baru ini, setidaknya sudah disiapkan lahan seluas 3.000 ha di Kabupaten Batola, yang siap ditanami dan dikembangkan mulai tahun 2026-2029.
“Kelapa jenis Genjah Entok ini, memiliki karakter pohon yang tidak terlalu tinggi, namun produktivitas buahnya sangat bagus,” tambahnya.
Program ini, menurut Suparmi, juga merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui ketersediaan bahan baku, khususnya coconut milk atau santan.
“Bahkan ke depan, kita sudah memiliki rencana membangun pabrik pengolahan Coconut Milk untuk tujuan ekspor,” tutupnya. (RIW/RH)
BANJARMASIN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil meraih Juara Pertama Penanganan Aduan Terbaik melalui kanal Lapor! untuk kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada ajang Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK) dan Pengelolaan Pengaduan LAPOR Terbaik se-Kalimantan Selatan Tahun 2025.
BKD Kalsel foto bersama usai menerima penghargaan AMPK 2025
Penghargaan tersebut diserahkan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Noor Rif’at, kepada Plt. Kepala BKD Kalsel, Noryadi, pada malam penganugerahan yang digelar di salah satu hotel di Banjarmasin, pada Rabu (10/12) malam.
Usai menerima penghargaan, Noryadi menyampaikan, bahwa capaian ini merupakan hasil dari arahan dan dukungan penuh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, serta Sekretaris Daerah Kalsel, khususnya dalam memastikan setiap laporan terkait kepegawaian ditangani dengan cepat dan sesuai aturan.
“e-Lapor menjadi bentuk respon cepat kami dalam menerima aduan ASN, baik di lingkungan Pemprov Kalsel maupun kabupaten/kota. Kami selalu berupaya memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku di bidang kepegawaian,” ujar Noryadi.
Ia menegaskan, bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat bagi BKD Kalsel untuk terus mempercepat proses penanganan pengaduan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada ASN.
“Aduan yang masuk merupakan kritik membangun agar kami terus berbenah. Kami berkomitmen memberikan respon yang cepat, tepat, dan berkualitas,” tutupnya.
Dengan raihan ini, BKD Kalsel semakin mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan aparatur di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/RH)
JAKARTA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi tinggi kepada LPPL Radio Abdi Persada FM, atas keberhasilannya masuk nominasi Kategori Lembaga Penyiaran Publik Lokal Terbaik, pada Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, saat menghadiri malam puncak Anugerah KPI 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (10/12) malam.
Muslim menyampaikan, bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa kinerja LPPL Abdi Persada FM terus menunjukkan peningkatan dan mampu bersaing dengan ratusan LPPL lainnya di Indonesia.
Kepada Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim (tengah) saat diwawancara
“Memang belum beruntung menjadi yang terbaik, namun ini merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan tentu harus terus ditingkatkan ke depannya,” ujar Muslim.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong jajaran LPPL Abdi Persada FM agar melakukan berbagai inovasi, sehingga pada Anugerah KPI tahun berikutnya mampu meraih hasil yang lebih maksimal.
“Kami berharap semangat inovasi tetap dijaga, agar tahun depan bisa memberikan hasil yang lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, Direktur LPPL Abdi Persada FM, Syarifah Norhani mengaku bangga, karena lembaga penyiaran yang dipimpinnya berhasil masuk nominasi nasional, meskipun belum menjadi yang terbaik.
Ia menegaskan, pencapaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memberikan layanan informasi yang berkualitas di tengah pesatnya perkembangan informasi digital.
“Kita harus tetap memberikan informasi terbaik untuk masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh media pemerintah pada malam penganugerahan Apresiasi Media Pemprov Kalsel (AMPK) 2025 dan Pengelolaan Pengaduan LAPOR! Terbaik se-Kalimantan Selatan, yang digelar di Banjarmasin, Rabu (10/12) malam.
Acara ini diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai bentuk penghargaan terhadap media yang dikelola SKPD Pemprov Kalsel, UPTD, serta Diskominfo kabupaten/kota, yang selama ini berperan penting, menyebarluaskan informasi pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Hasnuryadi menegaskan, bahwa media internal pemerintah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penyampaian informasi publik. Menurutnya, komunikasi pemerintah harus mengedepankan kecepatan, akurasi, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, saat memberikan sambutan pada kegiatan AMPK 2025
“Prestasi dan kerja keras pemerintah harus hadir di ruang publik melalui komunikasi yang aktif, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujar Hasnuryadi.
Ia juga mengajak seluruh SKPD di lingkup Pemprov Kalsel untuk semakin memperkuat kanal informasi dan terus meningkatkan kualitas konten publik yang edukatif dan informatif.
“Saya berharap seluruh SKPD dapat terus memperkuat kanal informasi, meningkatkan kualitas konten publik, serta menghadirkan informasi yang akurat dan mudah dipahami sehingga setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim, melalui Sekretaris Diskominfo, Mashudi menjelaskan, bahwa AMPK merupakan momentum penting untuk meningkatkan mutu layanan informasi, memperkuat diseminasi program pembangunan, sekaligus mendorong respons cepat terhadap aduan masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan.
Ia juga mengungkapkan, bahwa AMPK tahun ini diikuti puluhan peserta dari berbagai SKPD, UPTD, dan kabupaten/kota, dengan enam kategori penilaian yang melibatkan dewan juri dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi media.
“AMPK menjadi momentum bagi seluruh instansi untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi dan memperkuat diseminasi program pembangunan, sekaligus mendorong respons yang lebih cepat terhadap setiap aduan masyarakat,” ujar Mashudi.
Selain AMPK, penghargaan Pengelolaan Pengaduan LAPOR! juga diberikan kepada SKPD dan pemerintah kabupaten/kota yang dianggap paling responsif dalam menindaklanjuti aduan masyarakat, berdasarkan jumlah laporan yang masuk, kecepatan penyelesaian, serta kualitas pengelolaan kanal pengaduan.
Pada malam penganugerahan tersebut, sejumlah instansi berhasil keluar sebagai yang terbaik di masing-masing kategori. Untuk kategori Website SKPD, Biro Pembangunan meraih penghargaan terbaik, disusul Sekretariat DPRD Kalsel dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Pada kategori Media Massa Online, Disdikbud Kalsel berhasil menjadi yang terbaik, diikuti Dinas Kehutanan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Kategori Top Influencer menempatkan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Syamsir Rahman, sebagai peraih penghargaan utama. Sementara posisi kedua ditempati Kadis Perhubungan M. Fitri Hernadi, serta Fathimatuzzahra, dari Dinas Kehutanan.
Pada kategori Media Sosial SKPD, Biro Pengadaan Barang dan Jasa menjadi yang terbaik, disusul RSJ Sambang Lihum dan RSGM Gusti Hasan Aman.
Adapun kategori Media Sosial UPTD menempatkan KPH Hulu Sungai sebagai yang terbaik, diikuti Balai Perbenihan Tanaman Hutan serta Laboratorium Bahan Konstruksi.
Untuk penghargaan Pengelolaan Pengaduan LAPOR!, BKD Kalsel berhasil menempati posisi terbaik untuk kategori SKPD, disusul Dinas PUPR dan Disdikbud Kalsel. Sementara untuk kategori kabupaten/kota, Kabupaten Hulu Sungai Selatan meraih posisi pertama, disusul Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Disabilitas Internasional, dengan menggelar kegiatan pemberdayaan serta penyaluran bantuan alat bantu disabilitas di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan, Kamis (11/12).
Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Kalsel, PRSPDNF Fajar Harapan, dan Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Iskaya Banaran.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Farhanie menyampaikan, peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap para penyandang disabilitas di Banua.
Kepala Dinas Sosial provinsi Kalimantan Selatan (kacamata) saat menyerahkan bantuan kursi roda.(foto : MC Kalsel)
“Harapan kami, melalui kegiatan ini kita semakin memaknai pentingnya menghargai dan meningkatkan kesejahteraan saudara – saudara kita di kalangan disabilitas,” ujarnya.
Farhanie menjelaskan, Dinas Sosial melalui PRSPDNF Fajar Harapan selama ini memberikan berbagai pelatihan keterampilan dan pemberdayaan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat para penerima manfaat menjadi semakin mandiri ketika kembali ke masyarakat.
“Dari Fajar Harapan, berbagai keterampilan sudah diberikan. Kami berharap mereka nanti bisa berdaya guna dan menghasilkan karya sesuai apa yang mereka pelajari selama di panti,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan alat bantu disabilitas. Bantuan terdiri dari 42 kursi roda standar, 10 kursi roda adaptif, serta 5 kaki palsu.
“Pak Gubernur selalu berkomitmen untuk terus memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas. Bantuan seperti kursi roda adaptif dan kaki palsu ini akan terus kita usulkan setiap tahun melalui tim anggaran,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Momen 5 Rajab Guru Sekumpul. Hal tersebut dibuktikan dengan diadakannya, Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Momen 5 Rajab Guru Sekumpul, di Ruang Rapat Lantai 7 / Gedung Ulin Tower, Kamis (11/12). Rapat dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo.
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Among Wibowo
“Kami telah melaksanakan rapat untuk persiapan RSUD Ulin, untuk turut serta dalam kegiatan momen 5 Rajab mendatang,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan.
Pada Momen 5 Rajab nanti, lanjutnya, RSUD Ulin Banjarmasin membuka Posko Kesehatan di lima titik. Yaitu titik pertama di Langgar Ar Raudah atau di Ring Satu, titik dua di dekat Langgar Ar Raudah, titik ketiga di kawasan Sungai Ulin, titik keempat di kawasan depan kantor salah satu parpol, serta titik ke lima di depan kantor Dinas Pariwisata Kalsel.
“Kelima Posko Kesehatan ini menyiapkan tenaga kesehatan tanpa biaya,” ucapnya.
Sedangkan untuk dua posko yang berada di ring satu, Among menambahkan, RSUD Ulin Banjarmasin akan berkoordinasi dengan pihak panitia terlebih dahulu.
“Kami berkoordinasi dengan panitia khusus, untuk posko satu serta dua yang berada di ring satu,” ujarnya.
Among menambahkan, sebelum waktu pelaksanaan pihaknya akan terus melakukan pemantauan langsung ke lapangan, agar pada saat kegiatan berlangsung, dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala.
“Kami akan melakukan pemantauan terlebih dahulu, terhadap lokasi lokasi yang akan menjadi Posko Kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin, pada kegiatan 5 Rajab mendatang,” kata Among.
Selain menyiapkan posko kesehatan, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga akan membagikan makanan gratis kepada para jamaah Momen 5 Rajab Guru Sekumpul.
“RSUD Ulin Banjarmasin pada momen 5 Rajab mendatang, turut menyediakan makanan gratis, untuk jamaah yang datang dari berbagai daerah,” ungkapnya lagi.
Among menjelaskan, pada posko lima di depan Kantor Dinas Pariwisata Kalsel, di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 7, Kabupaten Banjar, RSUD Ulin Banjarmasin tergabung dengan 5 SKPD lainnya.
“Pada posko tersebut, disediakan fasilitas kesehatan, makanan yang disediakan berupa nasi bungkus, kue, serta minuman,” ucapnya.
Fasilitas ini diberikan secara gratis, sejak H minus satu hingga H plus 1, kepada jamaah Momen 5 Rajab Guru Sekumpul.
“Bagi jamaah yang melintasi kawasan tersebut, dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan,” ujar Among.
Sedangkan, tuturnya, untuk tenaga medis yang disiapkan sebanyak 60 sampai 70 orang, yang akan bertugas di seluruh posko.
“Mereka akan bekerja dalam dua shift, yaitu pagi hingga pukul 20.00 WITA, dan shift malam hingga pukul 08.00 WITA hari berikutnya,” ucapnya.
Jika terdapat jamaah yang mengalami gangguan kesehatan, Among mengimbau untuk segera datang ke posko posko terdekat. Karena posko juga menyediakan layanan rujukan ke rumah sakit terdekat, yang sudah berkoordinasi dengan RSUD Ulin Banjarmasin. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah provinsi, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025. Pembukaan berlangsung khidmat di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, pada Kamis (11/12), dengan dihadiri para peserta, serta perwakilan KORPRI dari berbagai instansi pemerintah.
MTQ KORPRI merupakan agenda rutin yang digelar untuk mendorong aparatur sipil negara (ASN), agar terus meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Sekdaprov Kalsel (tengah) bersama duta KORPRI Kalsel
Adapun MTQ VIII KORPRI tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025, diikuti sebanyak 218 peserta, dengan pembiayaan kegiatan berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta bantuan dan kontribusi pihak terkait yang tidak mengikat. Yakni dari Bank Kalsel berupa bantuan barang untuk doorprize di setiap tempat cabang lomba.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan, bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan sarana pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh anggota KORPRI.
Menurut Syarifuddin, ASN dituntut tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas teknis pemerintahan, tetapi juga harus memiliki integritas dan moralitas yang kuat.
Sekdaprov Kalsel (kanan)
Nilai-nilai Al-Qur’an, katanya, menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter aparatur yang berakhlak mulia dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“MTQ KORPRI menjadi momentum untuk memperkuat karakter ASN yang berintegritas serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Pemprov Kalsel akan terus mendukung kegiatan bernuansa keagamaan seperti ini, sebagai bagian dari pembinaan ASN agar profesional dan berakhlak mulia,” ungkap Syarifuddin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan MTQ juga bertujuan memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat kompetisi yang sehat antarperangkat daerah.
Dengan adanya ruang kompetisi ini, ASN diharapkan mampu menyalurkan bakat serta meningkatkan kualitas pembacaan dan pemahaman terhadap kitab suci.
“Melalui ajang ini, kita berharap para ASN tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat pelayanan publik,” sahut Syarifuddin.
Pada tahun 2021 yang lalu, Kalimantan Selatan berhasil meraih juara umum MTQ KORPRI tingkat nasional. Karenanya, pada tahun 2026 mendatang, diharapkan peserta MTQ KORPRI dapat kembali memberikan yang terbaik.
Penyelenggaraan MTQ KORPRI tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ASN yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga unggul dalam integritas, spiritualitas, dan etika pelayanan. (MRF/RIW/RH)
BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali memperkuat kapasitas pengelolaan karya seni melalui kegiatan sosialisasi hasil kajian tata ruang pamer Gusti Sholihin, yang digelar pada Kamis (11/12).
Suasana sosialisasi hasil kajian tata ruang pamer di Museum Lambung Mangkurat
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan standar penataan karya seni yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Galuh Tantri Narindra menyampaikan, sosialisasi ini tidak hanya membahas penataan karya, tetapi juga menyangkut perawatan, penyajian, hingga pemahaman publik terhadap karya seni.
“Dalam sosialisasi ini kami melibatkan akademisi dan kurator yang sudah diakui, sehingga karya-karya yang ditampilkan benar-benar kurasi terbaik. Yang hadir di museum adalah karya yang memang layak dipamerkan,” ujarnya.
Galuh Tantri menegaskan, kegiatan tersebut memperkaya wawasan tidak hanya bagi pengelola museum, tetapi juga masyarakat dan pelaku seni.
“Sosialisasi ini bukan hanya soal karya, tetapi juga bagaimana cara menampilkan dan memelihara karya seni tersebut. Tadi saya lihat ada beberapa yang mengalami kerusakan, dan bagaimana proses perbaikannya itu menjadi pengetahuan penting. Museum Lambung Mangkurat melakukan semua tahap itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan standar tata pamer juga akan mendorong para seniman untuk semakin produktif dan menghadirkan karya berkualitas.
“Melalui sosialisasi ini, para seniman Banua semakin terdorong untuk berkarya. Masyarakat juga mendapat tambahan pengetahuan tentang seni rupa, khususnya lukisan, sehingga ekosistem seni di Kalsel ikut tumbuh,” tuturnya.
Sosialisasi tata pamer Museum Lambung Mangkurat menghadirkan sejumlah pakar ahli
Sementara itu, Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati menyampaikan, bahwa sosialisasi kajian tata ruang pamer menjadi ruang belajar bersama, untuk semakin memperkuat kualitas museum sebagai wadah edukasi kebudayaan.
“Tidak hanya soal penempatan karya, tetapi bagaimana karya dapat bercerita kepada pengunjung. Kami ingin museum menjadi tempat yang hidup, tidak hanya menyimpan benda, tetapi juga membangun pengalaman,” ujarnya.
Raudati menambahkan, kegiatan ini juga menjadi evaluasi internal untuk meningkatkan standar konservasi dan pemeliharaan.
“Dengan adanya masukan dari kurator dan akademisi, kami jadi lebih memahami metode terbaik dalam menjaga kondisi karya. Ini penting agar setiap lukisan dan benda pamer dapat dipertahankan kualitasnya dalam jangka panjang,” katanya. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Museum Lambung Mangkurat, kembali menghadirkan ruang apresiasi seni bagi masyarakat dengan menggelar Pameran Temporer ke-4 Tahun 2025.
Kepala Disdikbud Kalsel (putih) memotong pita tanda dimulainya Pameran Temporer ke-4 Museum Lambung Mangkurat
Pameran ini mengangkat tema “Lanskap Banjar Kontemporer” yang menampilkan karya lukisan para perupa Banua. Tema tersebut menggambarkan keindahan alam, budaya, serta dinamika kehidupan masyarakat Banjar dari sudut pandang seniman kontemporer.
Sejumlah karya maestro turut dipamerkan, termasuk lukisan milik Gusti Sholihin, perupa asal Kalsel yang telah menembus panggung seni internasional hingga ke Sao Paulo, Brazil.
Pameran dibuka secara resmi pada Kamis (11/12), oleh Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Di sela pameran, Ia memberikan apresiasi kepada para seniman yang telah mempercayakan karya mereka untuk dipamerkan di museum kebanggaan Banua tersebut.
“Museum Lambung Mangkurat adalah salah satu UPT kami. Saya ingin museum ini semakin sering menjadi ruang pamer karya, budaya, dan aktivitas para maestro Banua. Saya berterima kasih kepada para seniman yang telah mempercayakan karya – karyanya di sini,” ujarnya.
Ia menyebut, beberapa karya yang tampil dalam pameran ini berasal dari seniman yang sudah dikenal di tingkat nasional, bahkan menjadi favorit Menteri Kebudayaan.
“Insya Allah saya juga ingin membeli salah satu karya beliau. Harapan saya semakin banyak seniman Banua yang melahirkan karya terbaiknya, mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ucapnya.
Galuh Tantri juga menyinggung rencana peningkatan fasilitas museum, mengingat beberapa bangunan sudah tampak kusam karena usia.
“Mudah-mudahan tahun depan dapat kita renovasi tanpa menghilangkan unsur budaya yang ada,” tuturnya. (SYA/RIW/RH)