Gelar Upacara HUT ke-54 Korpri, Sekdaprov Kalsel Tekankan ASN Adaptif di Era Digital

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tahun 2025, di halaman perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (1/12). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Dalam sambutannya, Syarifuddin menyampaikan, bahwa peringatan HUT Korpri bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali komitmen dan tanggung jawab seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menegaskan, Korpri memiliki peran strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

“ASN dituntut bukan hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman. Di era digital seperti saat ini, pola kerja konvensional sudah tidak relevan lagi. Masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, transparan, efektif, dan berbasis teknologi,” ungkap Syarifuddin.

Upacara Peringatan HUT Korpri 2025

Syarifuddin menekankan, bahwa transformasi digital harus menjadi budaya baru dalam tubuh pemerintahan. ASN diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, mulai dari penggunaan sistem administrasi modern, penerapan layanan publik berbasis aplikasi, hingga penguatan komunikasi digital antarinstansi.

Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam setiap sektor pelayanan. Menurutnya, ASN tidak boleh puas dengan pola kerja lama, melainkan harus terus mengembangkan ide dan terobosan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan kompetensi yang adaptif dan inovatif, ASN dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan responsif.

“Kontribusi ASN selama bertahun-tahun telah menjadi bagian penting dalam kemajuan pembangunan Banua. Pemerintah provinsi, katanya, sangat menghargai setiap pengabdian yang diberikan,” lanjut Syarifuddin.

Ia berharap momentum HUT ke-54 Korpri, dapat menjadi energi baru bagi seluruh ASN untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas. Kinerja ASN, tambahnya, akan menjadi salah satu penentu keberhasilan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam era digitalisasi yang semakin pesat.

“Korpri harus menjadi barisan yang kuat, profesional, dan mampu bertransformasi. ASN adalah ujung tombak yang menentukan wajah pelayanan pemerintah. Karena itu, adaptasi, inovasi, dan integritas menjadi kunci utama,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/RH)

Simpang Empat Handil Bakti Macet, Komisi III Usulkan Flyover dan Traffic Light

BARITO KUALA – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi III menyoroti persoalan kemacetan berkepanjangan di Simpang Empat Handil Bakti. Untuk memastikan kondisi di lapangan, rombongan komisi melakukan monitoring dan peninjauan langsung, baru-baru tadi.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah menyampaikan, bahwa kunjungan ini difokuskan pada evaluasi rekayasa lalu lintas serta jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat atau kecelakaan lalu lintas.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah

Menurutnya, kondisi simpang tersebut cukup krusial karena menjadi salah satu titik padat kendaraan yang setiap hari dilalui masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kemacetan di kawasan ini terjadi akibat berbagai faktor, mulai dari perbaikan jalan hingga keterbatasan akses yang membuat arus kendaraan tidak dapat mengalir dengan optimal. Situasi ini dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dan menurunkan aspek keselamatan.

“Kalau dari kami, harapannya adalah dibuatkan semacam flyover sehingga bisa mengurangi kemacetan. Kita tadi sudah berbincang, tapi kita melihat lagi dari sisi anggaran dan kita coba mengajukan lagi ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN),” ujarnya.

Komisi III juga meminta agar instansi teknis mempertimbangkan solusi bertahap, sambil menunggu realisasi rencana jangka panjang. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat melintas.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II, Sigit Mintarso, menyatakan dukungan terhadap pandangan Komisi III DPRD Kalsel. Ia sependapat bahwa peningkatan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas dalam penanganan kawasan tersebut.

“Mungkin solusi cepat yang realistis adalah paling tidak dilakukan pemasangan traffic light. Harapannya dengan ada penandaan-penandaan tersebut, bisa berguna terhadap pengguna jalan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Legislatif Kalsel, Terus Optimalisasi Layanan dan Insfrastruktur PP Batulicin untuk Perkuat PAD Daerah

BATULICIN – Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini, menjadi kabar baik bagi pemerintah daerah, termasuk bagi sektor perikanan yang turut memberi kontribusi strategis.

Sejalan dengan itu, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin (PPBTL) baru-baru tadi, untuk memastikan bahwa potensi Pendapat Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan, dapat terus diperkuat melalui optimalisasi fasilitas dan percepatan serapan anggaran di lapangan.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menegaskan, bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas arahan kepala daerah mengenai percepatan serapan anggaran, terutama bagi UPT maupun dinas yang masih memiliki PR di akhir tahun.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi

Ia mengapresiasi PP Batulicin yang berhasil mencapai 90 persen serapan anggaran, salah satu capaian terbaik di sektor perikanan.

“Alhamdulillah serapan BLUD sudah bagus. Namun, Alangkah lebih bagusnya jika seluruh masterplan yang memuat delapan potensi prioritas ini didukung penuh oleh pemerintah provinsi, agar pengembangan pelabuhan bisa berjalan komprehensif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menekankan adanya kebutuhan mendesak terkait pabrik es yang kapasitasnya saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nelayan. Akibat keterbatasan itu, sebagian hasil tangkapan menjadi layu sebelum tiba di tempat pelelangan.

“Saya berharap ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar dapat meningkatkan PAD. Karena pembahasannya sudah diketok dan Banggar juga telah berjalan. Tidak memungkinkan untuk 2026, tapi akan kami perjuangkan di 2027 mendatang,” tegasnya.

Anggota Komisi II Burhanuddin, turut menyoroti fasilitas vital lainnya, yaitu SPBN dan pabrik es, yang keduanya sangat menentukan produktivitas nelayan serta kualitas ikan yang menjadi sumber PAD daerah.

Ia menilai bahwa penambahan kuota BBM dan peningkatan aktivitas kapal penangkap ikan akan berdampak langsung pada kenaikan produksi dan pendapatan daerah.

“Yang penting SPBN dan pabrik es, karena PAD di sini bersumber dari penjualan ikan. Usulan penambahan kuota dan peningkatan jumlah kapal sangat penting untuk mendukung hal itu,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap, Fajar P. Pramono, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Komisi II DPRD Kalsel. Menurutnya, kunjungan tersebut memberi dorongan moral bagi jajaran PP Batulicin untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola pelabuhan.

Melengkapi pertemuan tersebut, Kasi Tata Operasional PPBTL, Herry Isnaeni menegaskan, bahwa pihaknya siap menjalankan seluruh masukan dan rekomendasi yang diberikan Komisi II DPRD Kalsel. Ia menyampaikan bahwa PPBTL terus mengembangkan perbaikan manajemen operasional, pelayanan nelayan, serta percepatan fasilitas prioritas agar potensi ekonomi perikanan di Tanah Bumbu semakin maksimal. (ADV-NHF/RIW/RH)

Dukung Komunitas Pemuda, Dispora Kalsel Berikan Pelatihan Usaha dan Konten Kreator

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), melaksanakan Pelatihan Komunitas Pemuda dari berbagai organisasi dan kelompok anak muda, di salah satu hotel, di Banjarmasin, pada 29-30 November 2025.

Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Rokhyatin Effendi menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan koordinasi Dispora Kalsel, dengan komunitas pemuda pada awal November lalu.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

“Pelatihan ini adalah respon dari banyaknya masukan serta feedback yang diterima dari komunitas pemuda tersebut,” ungkap Rokhyatin.

Komunitas ini, lanjutnya, berharap pemerintah hadir untuk memberikan dukungan nyata, termasuk pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan komunitas masing masing.

“Aspirasi yang dihimpun itu, kemudian dirumuskan menjadi dua kelompok besar, yaitu komunitas kewirausahaan dan komunitas konten kreator, sehingga pelaksanaan pelatihan dibuat dalam dua sesi terpisah,” jelasnya lebih lanjut.

Dikatakan Rokhyatin, tujuan dari kegiatan ini, adalah memberikan dukungan dan ruang berkembang bagi anak muda, agar dapat berkiprah sesuai dunia mereka.

“Kami ingin komunitas pemuda ini semakin maju, berani melangkah, memulai usaha, serta mengembangkan kemampuan yang relevan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, para peserta pelatihan dapat berproses serta terhubung dengan program pengembangan pemuda lainnya di tingkat provinsi.

“Kami berharap, para peserta dapat berdaya dan mengikuti pelatihan lanjutan di bidang kewirausahaan maupun konten kreator, sehingga mereka memiliki peluang lebih besar lagi untuk berkembang,” ucapnya.

Pada pelatihan ini, Dispora Kalsel mendatangkan narasumber berpengalaman agar peserta mendapatkan wawasan yang komprehensif, mulai dari dasar membangun usaha, strategi pemasaran, hingga kemampuan komunitas yang baik.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan pembagian materi berdasarkan bidang komunitas.

Hari pertama, diperuntukkan bagi komunitas kewirausahaan, sedangkan hari kedua bagi komunitas konten kreator. (SRI/RIW/RH)

Resmi Berakhir, Kalsel Raih Peringkat 6 Nasional Kejurnas Tenis Meja 2025

BANJARMASIN – Kontingen Kalimantan Selatan berhasil menorehkan pencapaian membanggakan, dengan menembus 10 besar klasemen akhir perolehan medali pada Kejurnas Tenis Meja 2025 di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, yang berlangsung sejak 23-30 November 2025.

Penyerahan medali dilakukan langsung Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili Kepala Dispora Kalsel, Perbiadin Hapiz.

Perbiadin Hapiz menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Kalsel, Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, atas dukungan penuh, sehingga Kejurnas tahun ini dapat terselenggara dengan sukses.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz (Topi Putih)

“Beliau memberikan dukungan sehingga kami bisa men-support kegiatan dari pengurus provinsi PTMSI Kalimantan Selatan untuk menyelenggarakan Kejurnas tenis meja tahun 2025,” ungkap Pebriadin, kepada sejumlah wartawan.

Pebriadin menilai, capaian Kalsel pada Kejurnas ini menjadi modal berharga menuju ajang PON mendatang.

“Untuk cabang-cabang bergengsi, kita hampir semuanya masuk final. Ini kalau kita seriusi, puncaknya nanti adalah untuk PON yang akan datang. Kita berharap prestasi bisa ditorehkan pada kesempatan tersebut,” ujar Pebriadin.

Pada kesempatan ini, Perbiadin juga menyampaikan, Provinsi Kalsel mendapatkan tiga slot masuk ke pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dengan pembiayaan langsung dari Ketua Umum PB PTMSI Indonesia, Peter Layardi Lay.

“Ini memotivasi kita untuk mengasah keterampilan dan kemampuan teknik agar mampu menorehkan prestasi lebih baik di masa mendatang,” ucapnya.

Sehingga, tambah Pebriadin, kejurnas ini menjadi momen bersejarah, mengingat terakhir kali pelaksanaan Kejurnas tenis meja digelar di Kalsel adalah 49 tahun lalu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejurnas Tenis Meja 2025 Ahmad Faridi menilai, penyelenggaraan Kejurnas di Kalsel berlangsung sangat sukses. Tercatat 23 provinsi mengikuti kejuaraan dengan 17 kategori pertandingan.

“Antusias peserta luar biasa. Ini menunjukkan tingginya minat para atlet dari berbagai provinsi untuk bertanding di Kalsel,” ungkap Ahmad Faridi.

Karena itu, PTMSI Kalsel mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel serta sponsor sehingga event berjalan lancar dan dinilai terbaik.

“Panitia pusat menilai Kejurnas tahun ini merupakan yang paling sukses dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Ahmad Faridi berharap, kejurnas dapat kembali digelar di Kalsel pada tahun-tahun mendatang dengan prestasi yang semakin meningkat.

Berdasarkan data resmi pelaksana, Kalsel menempati peringkat 6 dengan mengoleksi 2 medali perak dan 1 medali perunggu, sehingga total mengumpulkan 3 medali.

Sementara itu, Jawa Tengah keluar sebagai juara umum dengan total 19 medali, disusul Jawa Barat dan DKI Jakarta yang masing-masing meraih 9 medali. (SRI/RIW/RH)

Sukses Gelar Festival Gerbang Nusantara, Ini Harapan Gubernur Muhidin

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, sukses menggelar Festival Gerbang Nusantara 2025, di DKI Jakarta, pada 28–29 November 2025. 

Pertunjukan seni khas Banjar, Tari Kuda Gipang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini, merupakan agenda budaya tahunan yang menjadi wadah interaksi, apresiasi, dan pelestarian seni budaya daerah.

Festival tahun 2025 mengangkat tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya”,, artinya menegaskan komitmen Pemprov Kalsel untuk mendorong inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya sebagai identitas bangsa.

“Beragam agenda dilaksanakan untuk semakin memperkuat jejaring budaya, serta menghidupkan kembali ruang-ruang publik sebagai pusat interaksi kultural masyarakat,” ungkapnya.

Hasnuryadi menyampaikan, adapun rangkaian acara lebih beragam dibanding tahun – tahun sebelumnya. Diantaranya penampilan kesenian khas Madihin, Fashion Show Wastra Kalimantan dan Sajian Rasa Suguhan Budaya. Kemudian dilanjutkan, parade tari daerah di Taman Mini Indonesia Indah, ditampilkannya film tentang sejarah perjuangan revolusi fisik Kalimantan Selatan melalui audio visual, pergelaran seni budaya hingga tarian tradisional.

“Kami ingin menghadirkan ruang bersama untuk seniman, budayawan, pelaku kreatif. Kolaborasi dan transformasi bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga komitmen membawa budaya sebagai kekuatan daerah,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha menyampaikan, Festival Gerbang Nusantara ini menjadi ajang untuk menampilkan potensi seni dan budaya khas masing – masing, dengan keterlibatan komunitas kreatif dan para generasi muda, semakin memperkaya keberagaman aktivitas, yang dinilai memiliki potensi besar memperkenalkan Kalsel ke kancah Internasional.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha

“Gelaran ini dapat memberi dampak yang lebih luas, tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga peningkatan ekonomi kreatif, penguatan identitas daerah, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya,” tutupnya. (BidKebudayaanDisparKalsel-NHF/RIW/RH)

Bank Kalsel Raih Penghargaan Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik, PTBI Tahun 2025

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, melalui siaran langsung, dengan acara utama terpusat di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta.

Pada acara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran kementerian, lembaga negara, industri keuangan, perbankan, dan pelaku ekonomi nasional tersebut, Bank Kalsel dianugerahi penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik”, yang diraih Kas Titipan Bank Kalsel Batulicin.

Penghargaan ini diberikan Bank Indonesia kepada mitra perbankan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar, khususnya di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), serta mendukung kelancaran distribusi uang rupiah ke masyarakat.

Kas Titipan Batulicin dinilai sebagai unit layanan yang sangat aktif, sigap, dan konsisten dalam menjalankan perannya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini, sebagai wujud pengakuan terhadap kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, khususnya tim di Kas Titipan Batulicin.

“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Bank Kalsel dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaan dan apresiasi ini. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat layanan kas titipan dan meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki jangkauan luas di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait pengedaran uang rupiah, penguatan layanan kas, dan edukasi ciri keaslian uang.

Melalui Kas Titipan Batulicin, Bank Kalsel mampu menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, sehingga distribusi rupiah dapat berjalan lancar dan merata.

Fachrudin menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim serta sinergi yang baik antara Bank Kalsel dan Bank Indonesia.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kas Titipan Batulicin telah bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan uang layak edar, memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman. Kami akan terus memperbaiki layanan demi mendukung kelancaran sistem pembayaran dan kenyamanan transaksi masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik” ini semakin menegaskan posisi Bank Kalsel, sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia serta menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Sambangi Panti Mulia Satria Banjarbaru, RSGM Gusti Hasan Aman Gelar Aksi Sikat Gigi Bersama

BANJARBARU — Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak, melalui bakti sosial penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama. Kegiatan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria, Banjarbaru, Sabtu (29/11).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, diwakili Kabid Pelayanan Efrin Riyadi, mengatakan, kegiatan yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-61 ini, menyasar 50 anak penghuni panti.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, dan Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati. (Ki-Ka)

Rangkaian acara meliputi edukasi kesehatan gigi dan mulut serta praktik sikat gigi bersama, untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Alhamdulillah, RSGM Gusti Hasan Aman pada hari ini melaksanakan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di Panti Mulia Satria Banjarbaru, dengan sasaran 50 anak-anak,” katanya

Efrin Riyadi menjelaskan, bakti sosial ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang agar anak-anak benar-benar memahami praktik menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Foto bersama : sumber humas RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Selain penyuluhan, tim RSGM memandu anak-anak melakukan praktik menyikat gigi yang benar, serta memberikan bingkisan kebutuhan kebersihan mulut.

“Upaya ini diharapkan mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan anak-anak, mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka dengan kondisi kesehatan mulut yang lebih baik,” harapnya

Sementara itu, Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati, menyampaikan apresiasi atas perhatian tim RSGM. Ia mengungkapkan antusiasme tinggi dari anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Dimana pihaknya sangat berbahagia dengan kedatangan tim RSGM. Antusiasme anak-anak juga sangat tinggi, dan tertarik mendengarkan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut.

“Dengan kebiasaan baik yang dikenalkan dapat diterapkan sehari-hari oleh penghuni panti sehingga tumbuh menjadi generasi sehat,” tutupnya.

Kegiatan bakti sosial RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, di Panti Mulia Satria Banjarbaru, merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial institusi kesehatan terhadap masyarakat rentan.

Selain penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama, Aksi sosial kali ini juga diisi berbagi kepada anak-anak seperti memberikan sajadah dan tumbler, serta sembako untuk operasional kebutuhan Panti perlindungan dan rehabilitasi sosial remaja dan anak Mulia Satria Banjarbaru. (RSGM.KALSEL-NHF/RIW/RH)

PTBI Kalimantan Selatan 2025, Sinergi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Berdaya Tahan

BANJARMASIN – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Kalimantan Selatan 2025, merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia pada PTBI Nasional 2025 di Jakarta. Sebagai kelanjutannya di daerah, PTBI Kalimantan Selatan menjadi sarana echoing agenda dan arah kebijakan PTBI Nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi di tingkat regional untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras dari pusat hingga daerah.

Dalam arahannya pada PTBI Nasional 2025, Jumat (28/11) malam, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonomi yang tinggi di tengah ketidakpastian global, dan capaian ini merupakan hasil kolaborasi kuat seluruh elemen bangsa.

Presiden mendorong agar pertumbuhan dan stabilitas harus terus berjalan beriringan, sembari memperkuat kepercayaan diri nasional.

“Kemandirian ekonomi sangat penting, saling membantu, dan menghadirkan solusi cepat kepada rakyat melalui kebijakan yang dirumuskan dengan ketenangan, dilaksanakan dengan keyakinan, dan dijiwai tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Presiden dalam arahannya.

Optimisme senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia diprakirakan tumbuh lebih tinggi dan tetap berdaya tahan pada 2025–2027, didukung konsumsi dan investasi yang solid, serta ekspor yang tetap baik, meski ekonomi global melambat.

“Inflasi nasional diperkirakan tetap rendah dalam sasaran 2,5 ± 1%, didukung konsistensi kebijakan moneter, sinergi pengendalian inflasi pusat–daerah, dan penguatan ketahanan pangan nasional,” paparnya.

Di tengah prospek yang baik, Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan sinergi kebijakan dalam lima area strategis, termasuk stabilitas makro dan sistem keuangan, pembiayaan perekonomian, akselerasi digitalisasi, serta kerja sama ekonomi internasional sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan global.

Sejalan dengan optimisme pada tingkat nasional, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H.W., menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan tetap tumbuh kuat, sebesar 5,19% (yoy) pada triwulan III 2025, dengan inflasi yang terkendali, ditopang peningkatan produksi pertanian, akselerasi investasi di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, serta berkembangnya ekonomi digital.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kalsel tetap solid pada 2025 di kisaran 4,8–5,6% dan meningkat pada 2026, dengan dukungan hilirisasi SDA, penguatan UMKM, potensi pariwisata Geopark Meratus, serta perluasan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” paparnya saat PTBI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, pass Jumat (28/11) malam.

Untuk menjaga momentum tersebut, Donanto menambahkan, BI Kalsel mendorong tiga fokus strategi daerah. Yakni akselerasi sumber pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan efisiensi transaksi melalui digitalisasi, serta penguatan stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi ruang apresiasi atas sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat Banua.

Mewakili Wakil Gubernur Kalsel, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil menyampaikan, bahwa sejumlah capaian daerah sepanjang tahun 2025 merupakan buah kerja bersama yang konsisten dan berkelanjutan.

Kalimantan Selatan berhasil mencatat prestasi nasional dan regional, antara lain, Peringkat 1 nasional Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan skor 81,98%,
Kota Banjarmasin meraih predikat TPID Terbaik se-Kalimantan dalam TPID Award 2025, Kabupaten Tanah Laut meraih predikat TP2DD Terbaik se-Kalimantan dalam TP2DD Award 2025, dan Kas Titipan Batu Licin, BPD Kalsel sebagai Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik.

“Prestasi tersebut, menjadi bukti bahwa sinergi, konsistensi, dan keberlanjutan program mampu menghasilkan kemajuan nyata,” tegas Subhan.

Kalimantan Selatan disebut memiliki modal besar untuk memainkan peran strategis dalam transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi batu bara dan kelapa sawit, penguatan UMKM dan perdagangan, realisasi investasi bernilai tambah tinggi, dan percepatan pariwisata Geopark Meratus sebagai destinasi global.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menguatkan kolaborasi demi ketahanan dan kebangkitan ekonomi Bumi Banua, selaras dengan tema PTBI 2025.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin erat, PTBI Kalimantan Selatan 2025 meneguhkan komitmen bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berdaya tahan, inklusif, dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif yang konsisten, inovatif, dan terarah. (BIKalsel-RIW/RH)

Exit mobile version