Sukses Gelar Kemah Pemuda, Ini Masukan Peserta Untuk Dispora

BANJARBARU – Peserta Kemah Pemuda, memberikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, yang sukses mengumpulkan 250 pemuda se Kalsel, di kawasan GOR Babussalam, Banjarbaru, Selasa (16/12). Apresiasi ini disampaikan salah satu peserta asal Kota Banjarmasin, Selamat Riyadi.

Peserta Kemah Pemuda Selamat Riyadi

“Kami mengapresiasi program yang dilaksanakan Dispora Kalsel, untuk menfasilitasi pemuda dalam Indeks Pengembangan Kepemimpinan serta temu Organisasi Kepemudaan se Kalimantan Selatan,” ungkap Selamat.

Pada kegiatan Kemah Pemuda ini, Selamat mengaku, dirinya dapat melatih kepemimpinan, kerjasama, serta keterampilan lainnya.

“Kami berharap, dengan mengikuti Kemah Pemuda ini, peserta dapat lebih terampil lagi, serta dapat menyokong Indeks Pembangunan Pemuda dari bidang kepemimpinan dan partisipasi pemuda,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemuda Pelopor asal Kota Banjarmasin ini memberikan masukan, kepada pemerintah, untuk peningkatan kualitas pemuda kedepannya.

“Kami berharap, program pemerintah untuk peningkatan kualitas pemuda ini, didasarkan pada keinginan pemuda,” tuturnya.

Pihaknya, lanjut Selamat, telah melakukan dialog bersama Dispora Kalsel, agar dapat mendengarkan, apa saja yang menjadi keinginan para pemuda.

“Keinginan dari pemuda seperti adanya fasilitas pendukung dari program yang diberikan, ada monitoring lanjutan, serta pembinaan lebih lanjut. Sehingga nantinya program yang diberikan dinas terkait, dapat selaras dengan keinginan kami, para pemuda,” ungkapnya.

Sehingga nantinya, tambah Selamat, dinas terkait dapat membuat program yang benar benar relevan dengan keadaan pemuda saat ini. Dengan kata lain, terjadi atau terjalin aspek dua arah antara pemerintah dengan pemuda.

“Apa yang menjadi kebutuhan pemuda, kemudian disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Dikatakan Selamat, terkadang program yang diberikan kepada pemuda berasal dari keinginan sepihak.

“Sehingga keinginan pemuda tidak diperhatikan,” ucap Selamat.

Namun, tambahnya, saat ini telah ada ruang untuk pemuda menyampaikan aspirasi, serta berbicara oleh Dispora Kalsel.

“Kami berharap, program yang diberikan kepada pemuda pada tahun berikutnya, berjalan dua arah, antar pemerintah serta pemuda, sehingga peningkatan kualitas pemuda dapat tercapai,” tutup Selamat. (SRI/RIW/RH)

Produksi Padi Tertinggi di Regional Kalimantan, Kalsel Evaluasi LTT 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui evaluasi dan perencanaan strategis. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta evaluasi kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Tahun 2025 di Aula Lantai 3 Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (17/12).

Rapat koordinasi ini dibuka langsung Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, dan dihadiri sejumlah pejabat strategis pusat dan daerah. Diantaranya Abdul Haris Bahrun selaku Tenaga Ahli Menteri Bidang Standardisasi dan Program Strategis, Pj Swasembada Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Mulyono, Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Akhmad Musyafak, serta perwakilan Dinas Pertanian dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Syamsir Rahman menyampaikan, bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian luas tambah tanam padi sekaligus merumuskan target produksi ke depan.

Ia mengungkapkan, Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan capaian produksi padi tertinggi di regional Kalimantan

“Berdasarkan data terakhir dari BPS, produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 1.177.860 ton. Angka ini menempatkan Kalsel sebagai yang tertinggi di regional Kalimantan dan berada di peringkat ke-12 secara nasional,” ungkap Syamsir.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Gubernur Kalsel Muhidin, bersama Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, dan Sekretaris Daerah, Syarifuddin, serta kuatnya kolaborasi lintas sektor.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, DPKP Kalsel, pemerintah kabupaten/kota, hingga dukungan SKPD terkait seperti Dinas PUPR dan BPS menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi.

Syamsir menambahkan, kontribusi produksi padi Kalsel turut menopang kebutuhan regional, termasuk membantu menutup penurunan produksi di Kalimantan Tengah yang pada 2025 tercatat berkurang sekitar 32 ribu ton.

“Ini adalah bukti bahwa kerja bersama mampu memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan regional,” lanjut Syamsir.

Dalam rapat tersebut juga dibahas target luas tambah tanam Desember 2025 yang mencapai sekitar 102 ribu hektare. Diharapkan, target ini dapat dicapai dengan dukungan dari kegiatan keprograman seperti optimalisasi lahan dan cetak sawah.

Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat hingga dinamika iklim seperti El Nino dan La Nina, Syamsir menegaskan, bahwa Kalimantan Selatan mampu bertahan dan bahkan meningkatkan produksinya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, baik pemerintah maupun swasta, serta penyuluh swadaya yang menjadi ujung tombak keberhasilan sektor pertanian di daerah.

“Tanpa kerja keras bapak dan ibu petani serta para penyuluh, capaian ini tidak mungkin terwujud,” ucapnya.

Selain itu, Syamsir juga mengapresiasi dukungan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang selama ini aktif melakukan pembahasan bersama pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan pertanian.

Terkait realisasi luas tambah tanam satu tahun berjalan, Ia mengakui terdapat kabupaten/kota yang mengalami peningkatan maupun penurunan. Namun demikian, dinamika tersebut dinilai sebagai bagian dari proses bersama dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah.

“Semua tetap satu kesatuan. Kita bekerja bersama, saling merangkul, dan bergerak ke arah yang sama untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Gelar Pekan Aksel 2025, Bank Kalsel Dorong Transaksi Digital dan Gaya Hidup Sehat

BANJARMASIN – Menutup tahun dengan semangat kolaborasi dan gaya hidup digital, Bank Kalsel menghadirkan Pekan AKSEL 2025 pada 19-21 Desember 2025 di Area Parkir Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 7, Banjarmasin.

Event ini, mengintegrasikan layanan perbankan digital dengan UMKM, olahraga, hobi, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan untuk masyarakat Kalimantan Selatan.

Pekan AKSEL 2025 dirancang sebagai langkah strategis Bank Kalsel, dalam meningkatkan brand awareness sekaligus memperkuat citra sebagai bank daerah yang inovatif, adaptif terhadap digitalisasi, dan dekat dengan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel juga mendorong peningkatan pemahaman dan penggunaan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel serta perluasan transaksi non-tunai berbasis QRIS, sejalan dengan upaya percepatan ekosistem cashless society di daerah

Selama tiga hari pelaksanaan, Pekan AKSEL 2025 akan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, antara lain Press Conference Pekan AKSEL yang dirangkaikan dengan Outlook Akhir Tahun Bank Kalsel, Expo Pekan AKSEL yang melibatkan UMKM dan pelaku usaha lokal dengan sistem transaksi QRIS, AKSEL Fun Night Run 5K, Fun Walk Family Bank Kalsel, serta berbagai lomba anak, pelajar, dan komunitas seperti lomba mewarnai, fashion show anak, modern dance, cosplay, RC Rally, dan Beyblade.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aktivitas sehat seperti Zumba bersama serta hiburan musik dan art performance yang terbuka untuk masyarakat umum.

Selain menghadirkan hiburan dan aktivitas olahraga, Pekan AKSEL 2025 menjadi wadah promosi dan pemberdayaan bagi UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan literasi transaksi digital.

Seluruh konsep kegiatan dirancang inklusif dan menyesuaikan karakteristik berbagai segmen masyarakat, termasuk Generasi Z, dengan tujuan membangun brand recall Bank Kalsel sejak dini sebagai pilihan utama layanan perbankan di masa depan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025 merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.

Ia juga berkomitmen, untuk terus tumbuh dan berkembang bersama, serta berperan aktif dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui inovasi layanan, digitalisasi transaksi, dan dukungan nyata terhadap UMKM lokal.

“Pekan AKSEL 2025 ini, tidak hanya menjadi ajang hiburan akhir tahun, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan Bank Kalsel dengan masyarakat dan pelaku UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini, kami dapat mengajak masyarakat banua untuk semakin memanfaatkan layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman dan nyaman serta ingin menghadirkan pengalaman akhir tahun yang sehat, edukatif, dan menghibur bagi seluruh lapisan Masyarakat di Kalimantan Selatan,” ungkap Fachrudin.

Melalui penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025, Bank Kalsel berharap dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadikan layanan digital Bank Kalsel sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Akhiri Tahun 2025, Kalsel Raih Apresiasi Cagar Budaya Tingkat Nasional

JAKARTA –Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, atas komitmennya melestarikan Cagar Budaya, dengan menerima Apresiasi Cagar Budaya Peringkat Nasional Tahun 2025, dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satunya untuk Bangunan Rumah Banjar Bubungan Tinggi Desa Teluk Selong Ulu di Kabupaten Banjar.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda.

Foto : sumber Humas Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel

Penyerahan anugerah, dilakukan pada Apresiasi Pelestarian Cagar Budaya Nasional bertempat di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kompleks Kemendikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/12) malam.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, apresiasi ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah sekaligus aset bangsa.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Tantri menegaskan, Pemprov Kalsel akan terus memperkuat kebijakan dan program pelestarian cagar budaya, baik yang bersifat benda, bangunan, struktur, situs, maupun kawasan cagar budaya, agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dengan diraihnya apresiasi nasional ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan semakin termotivasi untuk memperkuat peran daerah dalam menjaga kekayaan budaya lokal.

“Kami akan terus mendukung pembangunan berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal,” tutupnya.(DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/RH)

Pansus II DPRD Kalsel, Matangkan Raperda Penyelenggaraan Perdagangan

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perdagangan, kembali menggelar rapat kerja bersama sejumlah mitra kerja, Selasa (16/12). rapat kerja dipimpin langsung Ketua Pansus II, Muhammad Yani Helmi.

Ia menjelaskan, pertemuan ini merupakan rapat lanjutan yang difokuskan pada pembahasan pasal demi pasal dari raperda yang tengah digodok. Dimana ini merupakan raperda pertama di Indonesia, yang secara khusus mengatur penyelenggaraan perdagangan di daerah.

“Kementerian Perdagangan RI juga memberikan apresiasi sekaligus mendorong penyusunannya, tinggal nanti kita sesuaikan dengan regulasi terbaru yang ada di tingkat pusat,” ujarnya

Yani Helmi menambahkan, setelah pembahasan internal bersama mitra kerja ini, Pansus II berencana segera melaksanakan uji publik. Menurutnya, raperda yang menjadi yang pertama di Indonesia tersebut harus membuka ruang partisipasi seluas – luasnya agar mendapatkan beragam masukan dan sudut pandang dari masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Kita berharap raperda ini benar-benar menjadi jawaban atas berbagai persoalan perdagangan yang dihadapi daerah. Jadi bukan sekadar formalitas regulasi, tetapi mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan, payung hukum ini nantinya akan mengatur tata kelola perdagangan berbagai komoditas unggulan di Kalimantan Selatan.

“Mulai dari komoditas hasil pertambangan seperti batubara, sektor perkebunan sawit, hingga produk pertanian lainnya, agar tercipta sistem perdagangan yang tertib, berkeadilan, dan berkelanjutan. (NHF/RIW/RH)

Luncurkan Bakula Water, Gubernur Muhidin Instruksikan SKPD Kalsel Gunakan Air Kemasan Produksi BPAM Banjarbakula

BANJARBARU – Gubernur, Muhidin, menginstruksikan seluruh dinas dan instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menggunakan serta menyajikan air minum dalam kemasan Bakula Water pada setiap kegiatan resmi pemerintahan.

Gubernur Muhidin menjelaskan, Bakula Water merupakan produk air minum dalam kemasan yang diproduksi Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga sudah sepatutnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Penggunaan Bakula Water di setiap kegiatan resmi, dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan produk milik daerah.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kemandirian daerah, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menggunakan produk sendiri, perputaran ekonomi dapat kembali ke daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan Kalimantan Selatan.

“Ini adalah upaya kita untuk memajukan produk milik sendiri dengan menggunakan produk sendiri. Dari situ, kita bisa menambah pemasukan atau pendapatan daerah,” ucap Muhidin, saat launching Bakula Water, yang dirangkaikan dengan kegiatan Puncak Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (16/12).

Selain mendukung produk daerah, Muhidin juga menilai Bakula Water memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Air minum ini memiliki kandungan pH berkisar antara 7 hingga 8, yang dinilai dapat membantu menetralkan kadar asam dalam tubuh, mendukung sistem pencernaan, serta menjaga hidrasi karena kualitas airnya yang murni dan terjaga.

“Oleh karena itu, saya menganjurkan seluruh dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar menggunakan Bakula Water,” lanjut Muhidin.

Muhidin menekankan, agar Bakula Water selalu disajikan dalam setiap kegiatan pemerintahan, termasuk saat kunjungan kerja Gubernur dan pejabat daerah lainnya. Ia meminta seluruh jajaran perangkat daerah benar-benar melaksanakan instruksi tersebut secara konsisten.

“Jangan sampai pada saat gubernur melakukan kunjungan, tetapi yang disajikan justru bukan Bakula Water,” tegas Muhidin.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap penggunaan Bakula Water dapat semakin meluas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung produk daerah, memperkuat kemandirian ekonomi, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.

“Penggunaan Bakula Water ini juga dalam rangka meningkatkan PAD, sehingga pendapatan daerah dapat meningkat,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)

Hari Ibu ke-97, Pemprov Kalsel Dorong Perempuan Berdaya dan Berkarya

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tahun 2025 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (16/12).

Peringatan tahun ini mengusung tema Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, yang menjadi semangat bersama dalam mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai aspek kehidupan.

Peringatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin, serta berbagai organisasi perempuan di Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa Peringatan Hari Ibu tidak semata bersifat seremonial, melainkan harus dimaknai sebagai aksi nyata yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, Peringatan Hari Ibu merupakan momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial kemasyarakatan.

Sekda Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur Muhidin pada Peringatan Hari Ibu

“Peringatan Hari Ibu bukan sekadar mengenang peran perempuan di masa lalu, tetapi menjadi ruang untuk membangun aksi nyata yang berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui langkah-langkah strategis dan kolaborasi lintas sektor guna mendorong transformasi perempuan dalam membangun kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, Peringatan Hari Ibu tahun ini juga menyoroti kepedulian perempuan terhadap upaya pencegahan dan penanganan kanker di Kalimantan Selatan.

Hal tersebut mencerminkan peran strategis perempuan dan ibu sebagai aktor kunci dalam membangun kepedulian sosial, khususnya dari perempuan untuk perempuan, termasuk dalam merangkul kelompok perempuan rentan.

“Perempuan bukanlah objek pembangunan semata, melainkan subjek pembangunan sekaligus agen perubahan. Dari perempuan, oleh perempuan, dan untuk perempuan, kita bangun kepedulian sosial serta hubungan antar komunitas yang lebih kuat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan dan ruang partisipasi yang setara bagi perempuan guna meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup kaum perempuan di daerah.

“Ibu yang bekerja maupun yang mengurus rumah tangga, ibu pelaku usaha besar maupun menengah, serta ibu yang aktif di organisasi dan lingkungan masyarakat, semuanya merupakan mutiara berharga dalam pembangunan negeri yang kita cintai ini,” ucapnya.

Foto bersama Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 Tingkat Provinsi Kalsel

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-97 diawali dengan Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, serta ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas perjuangan para pahlawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan hingga puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 di Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Pada peringatan ini, turut dilakukan berbagai penyerahan penghargaan dan apresiasi sebagai bentuk sinergi antara DPPPA-KB Provinsi Kalimantan Selatan dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Yayasan Kanker Indonesia, serta Yayasan Lestari Anggrek Nusantara.

Adapun bentuk apresiasi yang diberikan antara lain penyerahan donasi kepada Rumah Singgah Kanker, piagam penghargaan bagi Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) yang aktif dan inovatif, hadiah dan sertifikat lomba digital beserta sertifikat juri, serta penyerahan simbolis bantuan sembako kepada kader PKK, guru PAUD, anggota Portadin, dan perempuan penyapu jalan, serta diberikan pula apresiasi khusus Hari Ibu dari Yayasan Lestari Anggrek Nusantara kepada perempuan-perempuan inspiratif di Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/RH)

Samakan Persepsi, Dispora Kalsel Gelar Kemah Pemuda

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), melaksanakan Kemah Pemuda Tahun 2025, di kawasan GOR Babussalam, Banjarbaru, Selasa (16/12). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah.

Pebriadin menjelaskan, kegiatan ini diikuti perwakilan Pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan yang ada di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz

“Puluhan pemuda mengikuti kegiatan Kemah Pemuda,” ungkap Pebriadin.

Kemah Pemuda ini, lanjutnya, bertujuan untuk mengumpulkan pemuda, menyamakan persepsi, membangun jejaring, serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan.

“Dengan berkumpulnya para pemuda ini, melalui kebersamaan, mereka dapat saling bertukar pengalaman,” ujarnya.

Pada kegiatan ini para pemuda diberikan berbagai aktivitas, untuk meningkatkan kemampuan peserta.

“Kami berharap, para peserta Kemah Pemuda ini dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal, untuk dapat menyerap ilmu yang diberikan,” ucapnya.

Selain itu, tambah Pebriadin, para peserta Kemah Pemuda ini dapat menyebarkan ilmu yang didapat, kepada pemuda lainnya, yang ada di daerah masing masing.

“Sehingga angka Indeks Pembangunan Pemuda serta Olahraga Kalsel mengalami peningkatan,” tutur Pebriadin.

Pada kesempatan tersebut, Pebriadin mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di kawasan GOR Babussalam ini, juga untuk mengenalkan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, kepada masyarakat luas.

“Kami sengaja melaksanakan kegiatan Kemah Pemuda di kawasan fasilitas olahraga milik pemerintah,” ucapnya.

Karena, lanjut Pebriadin, fasilitas di kawasan ini cukup lengkap, seperti air bersih, lahan yang luas, penerangan yang cukup, serta keamanan yang terjaga.

“Kegiatan yang dapat dilakukan di GOR Babussalam dapat berupa in door ataupun out door,” ujarnya.

Pebriadin berharap, kegiatan seperti Kemah Pemuda ini dapat terus dilaksanakan, di kawasan tersebut.

“Kami berharap keberadaan GOR Babussalam ini kedepannya dapat lebih kenal publik,” ucap Pebriadin. (SRI/RIW/RH)

Apresiasi Wajib Pajak, Pemprov Kalsel Gelar Puncak Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Puncak Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2025, yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel, Selasa (16/12). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah, kepada masyarakat yang taat dan patuh dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Gebyar Panutan PKB merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran strategis pajak daerah, dalam mendukung pembangunan Banua.

Menurutnya, pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat berpengaruh terhadap pembiayaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Gubernur kalsel muhidin

“Pajak yang dibayarkan masyarakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga investasi bersama untuk kemajuan Kalimantan Selatan. Dari pajak inilah pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, serta berbagai program kesejahteraan masyarakat dapat terus berjalan,” ucap Muhidin.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang mudah, transparan, dan akuntabel kepada para wajib pajak.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga secara konsisten memberikan apresiasi kepada masyarakat yang disiplin dan tepat waktu, dalam membayar pajak. Salah satunya melalui kegiatan Gebyar Panutan PKB ini.

Gubernur Muhidin berharap, melalui kegiatan ini, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk menjadikan kepatuhan pajak sebagai budaya bersama demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kesadaran pajak adalah kunci kemandirian daerah. Semakin tinggi kepatuhan masyarakat, maka semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Muhidin.

Pada puncak Gebyar Panutan PKB Tahun 2025 ini, dilakukan pengundian berbagai hadiah menarik bagi wajib pajak yang memenuhi kriteria, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Kegiatan tersebut juga disaksikan Bupati/Wali Kota se Kalimantan Selatan, jajaran Forkopimda, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, serta perwakilan masyarakat.

“Melalui Gebyar Panutan PKB, diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai warga yang berkontribusi langsung terhadap pembangunan Banua,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)

Akhir Tahun 2025, Pemprov Kalsel Raih Penghargaan Warisan Budaya Tak Benda

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menerima penghargaan Apresiasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia, dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bersama Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo, kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda, yang berlangsung bertempat di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kompleks Kemendikbudristek, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/12) malam.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narinda menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada Kalimantan Selatan.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemprov Kalsel hingga pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Menurutnya, proses penetapan suatu karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional bukanlah hal yang mudah. Diperlukan pendataan yang akurat, kajian mendalam, serta sinergi lintas sektor agar budaya daerah dapat diakui secara resmi oleh pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan mendapatkan penghargaan nasional berupa apresiasi Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Ini merupakan kerja keras semua tim di kabupaten dan kota yang terlibat, karena proses penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda di tingkat nasional tidaklah mudah,” ujar Tantri.

Lebih lanjut, Tantri menjelaskan, bahwa pencatatan dan penetapan WBTb sangat penting sebagai upaya perlindungan terhadap kekayaan budaya daerah, agar tidak diklaim daerah lain maupun negara lain. Oleh karena itu, pendataan dan dokumentasi budaya akan terus diperkuat Pemprov Kalsel.

Ia juga menegaskan, bahwa komitmen Pemprov Kalsel tidak berhenti pada penerimaan penghargaan semata. Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda merupakan tugas berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pendataan dan edukasi mengenai Warisan Budaya Tak Benda Kalimantan Selatan. Tujuannya agar generasi muda semakin mencintai dan terlibat aktif dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya yang tak ternilai harganya ini,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Galuh Tantri Narinda juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten kota di Kalimantan Selatan, yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan ini.

“Selamat kepada kabupaten dan kota yang telah mendukung keberhasilan Kalimantan Selatan. Mudah – mudahan ke depan semakin banyak Warisan Budaya Tak Benda yang dapat dicatatkan dan ditetapkan secara nasional,” ungkapnya.

Tantri menambahkan, Kalimantan Selatan memiliki potensi budaya yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut perlu terus digali, dilindungi, dan dikembangkan, salah satunya melalui pencatatan dan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, bahkan hingga pengakuan di tingkat global sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO.

Selain penetapan, Warisan Budaya Tak Benda yang telah diakui, juga harus terus dihidupkan dan diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sebagai wujud nyata pelestarian kekayaan budaya Banua.

Upaya pelestarian ini dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan kebudayaan yang terus ditingkatkan serta mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Kalimantan Selatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam pemajuan kebudayaan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi agar pada tahun-tahun mendatang semakin banyak karya budaya Kalimantan Selatan yang dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” pungkasnya.

Adapun Daftar WBTb yang ditetapkan, diantaranya kota Banjarmasin, pembuatan tanggui, manopeng banyiur, pembuatan Tajau. Kabupaten Hulu Sungai Selatan tari bakanjar dan babangsai, parang bungkul. Kabupaten Hulu Sungai Utara Kain Sarigading, serta Pais Sagu. (DISDIKBUDKALSEL-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version