BANJAR – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan pelayanan kesehatan terpadu, di dua posko Momen 5 Rajab. Yakni di Posko 2, bergabung dengan beberapa SKPD Pemprov Kalsel, dan posko tersendiri di Jalan Pasayangan, Simpang 4 Darussalam Martapura Kabupaten Banjar.
Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Mashuda menyampaikan, kehadiran posko Kesehatan ini menjadi bagian penting, untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Mashuda
Untuk di posko 2, jajaran RSGM melayani sejumlah jemaah dengan beragam keluhan kesehatan. Dominan adalah tekanan darah tinggi, kelelahan, serta pusing akibat perjalanan jauh dan aktivitas fisik yang cukup intens.
Sinergi ini menghadirkan tenaga medis yang lengkap, mulai dari dokter umum, perawat, hingga apoteker, untuk memberikan pelayanan menyeluruh kepada jemaah.
“Tingginya mobilitas jemaah menjadi faktor utama munculnya keluhan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (28/12).
Suasana pelayanan kesehatan posko RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, di Jalan pasayangan, Simpang 4 Darussalam Martapura Kabupaten Banjar
Mashuda menyampaikan, untuk posko tersendiri di Jalan Pasayangan, Simpang 4 Darussalam Martapura Kabupaten Banjar, jemaah yang datang juga mengalami berbagai keluhan. Diantaranya hipertensi, asam lambung, sesak napas, hingga kelelahan akibat perjalanan jauh.
“Kami menyiagakan tenaga medis dan paramedis, obat-obatan, serta dua unit ambulans yaitu ambulan umum dan ambulan dental,” jelasnya.
Lebih lanjut Mashuda menambahkan, kehadiran Posko Kesehatan RSGM Gusti Hasan Aman ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang humanis, responsif, dan maksimal pada setiap kegiatan keagamaan berskala besar.
“Kita bekerja demi menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat selama kegiatan berlangsung,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)
BANJAR – Posko 2 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sukses memberikan pelayanan kepada jemaah momen 5 Rajab kegiatan rutin Guru Sekumpul. Berlokasi di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Ahmad Yani Kilometer 7 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. posko 2 dipadati jemaah dari berbagai daerah sejak Sabtu hingga Minggu 27 – 28 Desember 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady menyampaikan, bahwa pelayanan Posko 2 berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai H-2 sebelum puncak kegiatan, saat hari pelaksanaan, hingga H+1 setelah kegiatan rutin 5 Rajab. Posko dibuka untuk memenuhi kebutuhan jemaah yang jumlahnya terus meningkat pada hari puncak.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, didampingi Direktur RSUD Ulin Among Wibowo
“Kami menyediakan ribuan porsi makanan dan minuman gratis, di antaranya 4.000 porsi nasi yang terdiri dari 3.500 nasi putih dan 500 nasi samin, 3.000 roti, serta 2.500 porsi gorengan,” ujarnya.
Disampaikan Iwan, posko ini tidak hanya menyediakan konsumsi gratis, tetapi juga layanan kesehatan dan fisioterapi bagi jemaah. Seluruh layanan diberikan secara gratis sebagai bentuk kolaborasi lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Posko 2 ini merupakan hasil sinergi antara Dinas Pariwisata Kalsel, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Biro Kesra, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ulin, Among Wibowo menambahkan, posko kesehatan kolaborasi dari RSUD Ulin dan RSGM Gusti Hasan Aman, serta layanan terapi dari Dispora Kalsel, disiagakan membantu jemaah yang mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh, serta padatnya arus lalu lintas menuju Sekumpul, Kabupaten Banjar.
“Kami apresiasi jemaah yang datang dari berbagai daerah, seperti Palangkaraya, Sampit, Barito Kuala, hingga luar provinsi, yang telah memanfaatkan posko 2 dalam memberikan pelayanan tersebut,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Posko 1 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, sukses memberikan pelayanan kepada jemaah Momen 5 Rajab Kegiatan Rutin Guru Sekumpul, sejak H-1 hingga H+1.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni menyampaikan, posko 1 terdiri dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Perdagangan, Rumah Sakit Ansyari Saleh, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Sekretariat DPRD Kalsel.
Kadispersip Kalsel Sri Mawarni
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, bahwa amanah yang diberikan kepada kami untuk mengawal suksesnya Momen 5 Rajab ini, di Posko 1 sampai arus balik masih memberikan pelayanan,” ungkapnya.
Pada arus balik Senin (29/12), Posko 1 tetap memberikan pelayanan berupa makanan dan minuman gratis kepada para jemaah yang singgah.
Dikatakan Mawar, selama pelaksanaan kegiatan tersebut, total makanan yang disediakan sebanyak 3 ribu porsi lebih, begitu juga dengan aneka kue sekitar 2 ribu porsi lebih, serta minuman.
“Pelayanan pada Posko 1 ini, dibuka sejak sehari sebelum pelaksanaan, puncak pelaksanaan, serta sehari setelah pelaksanaan kegiatan Momen 5 Rajab tersebut,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, para jemaah antusias singgah di posko 1, untuk beristirahat.
“Posko 1 ini, dilengkapi dengan halaman yang luas, tempat istirahat, sehingga banyak jemaah yang memanfaatkan fasilitas tersebut,” tutur Mawar.
Ke depan, lanjutnya, pada pelaksanaan tahun depan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan agar jemaah terlayani dengan sebaik-baiknya.
“Sekali lagi kami mengucapkan syukur telah memberikan pelayanan kepada para jemaah di posko 1 ini, sesuai dengan arahan dari Gubernur Kalsel Muhidin. Kami berharap, tahun depan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutup Mawar. (SRI/RIW/RH)
BANJAR – Pelaksanaan Momen 5 Rajab Sekumpul 1447 Hijriah di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu (28/12), berlangsung aman, tertib, dan sukses, meskipun dihadiri jutaan jemaah dari berbagai daerah.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapan aparat keamanan dan seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Kapolres Banjar AKBP Fadli menyampaikan, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 5 juta orang, berdasarkan analisis data sinyal seluler dari sejumlah operator telekomunikasi yang masuk ke wilayah Martapura dan sekitarnya.
Kapolres Banjar saat memberikan keterangan kepada wartawan
“Berdasarkan data sinyal dari provider Telkomsel, XL, dan Indosat, jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 4,95 juta jiwa. Dengan jumlah sebesar itu, Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar AKBP Fadli, Minggu (28/12).
Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan Momen 5 Rajab tidak lepas dari perencanaan dan persiapan matang jajaran Polda Kalimantan Selatan di bawah pimpinan langsung Kapolda Kalsel, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan relawan.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah disiapkan sejak awal, mulai dari pendirian dapur lapangan, penyiapan kantong – kantong parkir, pengamanan jalur sungai, hingga pengaturan lalu lintas dan koordinasi lintas sektor.
“Di bawah komando langsung Bapak Kapolda Kalimantan Selatan, seluruh jajaran menyiapkan pelayanan maksimal bagi jemaah. Koordinasi dilakukan secara intensif dengan instansi terkait dan para relawan, sehingga pengamanan dan pelayanan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
AKBP Fadli juga menyampaikan, pengaturan lalu lintas, baik saat kedatangan maupun kepulangan jemaah, berhasil dilakukan secara menyeluruh sehingga arus pergerakan massa tetap terkendali meski jumlah jemaah sangat besar.
“Alhamdulillah, mulai dari kedatangan hingga kepulangan jemaah dapat terorganisasi dengan baik. Situasi secara umum aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.
Meski demikian, Kapolres Banjar mencatat terdapat empat jemaah yang meninggal dunia pada hari H kegiatan. Seluruhnya disebabkan faktor kesehatan dan telah ditangani sesuai prosedur.
“Dua orang meninggal dunia saat dirawat di RS Ratu Zaleha Martapura, satu orang sempat dirawat di kawasan Simpang Empat, dan satu orang lainnya meninggal di lokasi lalu langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkapnya.
Keberhasilan pelaksanaan Momen 5 Rajab Sekumpul juga didukung pengelolaan transportasi, khususnya melalui jalur sungai.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Widhiyana, menyebut ribuan jemaah memanfaatkan transportasi air untuk menuju lokasi kegiatan.
“Hingga siang hari tercatat ada 1.400 kapal tercatat bersandar di dermaga-dermaga yang telah kami siapkan. Secara keseluruhan ada 13 dermaga yang difungsikan untuk melayani jemaah,” terangnya.
Ia menambahkan, mengingat debit air sungai masih cukup tinggi akibat curah hujan, pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Tercatat satu insiden kapal terbalik, namun seluruh penumpang berhasil diselamatkan.
“Secara umum, pelaksanaan angkutan sungai berjalan aman dan lancar. Kami tetap mengimbau jemaah untuk berhati-hati, khususnya saat perjalanan pulang,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Hafiz, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I kategori Best Employee pada ajang Anugerah ASN Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.
Kegiatan penganugerahan tersebut digelar di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (23/12).
Penghargaan diserahkan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kinerja, serta inovasi ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Muhammad Hafiz merupakan ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang bertugas sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) pada UPTD BPTPH, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia dinilai unggul berkat kinerja konsisten serta inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan di sektor pertanian.
Dalam keterangannya, pada Rabu (24/12), Hafiz mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraihnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat dan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih Juara I Best Employee Anugerah ASN 2025. Sebelumnya, saya juga memperoleh beberapa penghargaan tingkat nasional, di antaranya POPT Teladan Nasional, POPT Berprestasi Nasional, serta POPT Inspiratif dan Inovatif Tahun 2025,” ungkap Hafiz.
Salah satu inovasi unggulan yang mengantarkan Hafiz meraih penghargaan tersebut adalah pengembangan aplikasi berbasis Android bernama Si Yakin Aman (Sistem Informasi Pelayanan Terkini Pertanian Aman).
Aplikasi ini dirancang sebagai sarana digital untuk memudahkan petani dan masyarakat dalam menyampaikan laporan, pengaduan, serta permohonan layanan pertanian secara cepat dan terintegrasi.
Hafiz menjelaskan, aplikasi Si Yakin Aman saat ini telah dimanfaatkan oleh para petugas POPT di Kalimantan Selatan dan akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak petani di seluruh wilayah provinsi.
“Harapan saya, aplikasi ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petani dan petugas, sehingga permasalahan di lapangan dapat ditangani lebih cepat dan tepat,” ujar Hafiz.
Selain itu, Hafiz juga menyampaikan bahwa ajang Anugerah ASN menjadi wadah positif untuk mendorong budaya inovasi dan kompetisi sehat di kalangan aparatur sipil negara.
“Saya ingin membuktikan bahwa ASN P3K juga mampu berprestasi, berinovasi, dan bersaing secara profesional. Ke depan, saya berharap perhatian terhadap kesejahteraan ASN P3K juga semakin meningkat,” tutur Hafiz.
Sementara itu, Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga, atas prestasi yang diraih Muhammad Hafiz.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi dan inovasi ASN di lingkungan UPTD BPTPH mendapat pengakuan di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah, tahun ini petugas kami atas nama Muhammad Hafiz berhasil meraih Juara I Best Employee Anugerah ASN 2025. Inovasi aplikasi Si Yakin Aman telah kami jalankan sejak tahun 2023 dan terus kami kembangkan hingga sekarang,” ucap Lestari, saat ditemui dikantornya pada Rabu (24/12).
Ia menambahkan, sosialisasi dan implementasi aplikasi tersebut telah dilakukan kepada petugas POPT di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan melalui sejumlah rapat koordinasi di tiga wilayah laboratorium, yakni LPHP Sungai Tabuk untuk wilayah Banjarbakula, LPHP Sungai Raya untuk wilayah Banua Enam, serta Laboratorium Undalang untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu.
“Ke depan, aplikasi ini tidak hanya akan digunakan di UPTD BPTPH, tetapi akan terus dikembangkan agar mampu mengakomodasi berbagai layanan dan data pertanian di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkas Lestari.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi ASN lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/RH)
BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar pasar murah dalam rangkaian kegiatan Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (23/12).
Pasar murah ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus membantu ASN mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah potensi fluktuasi harga menjelang akhir tahun.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono, pada Rabu (24/12), mengatakan, bahwa pelaksanaan pasar murah ini juga bertujuan mendukung petani dan kelompok usaha tani lokal.
“Pasar murah ini kami gelar sebagai bentuk pelayanan kepada ASN sekaligus upaya menjaga keterjangkauan harga pangan. Selain itu, kami ingin memperpendek rantai distribusi dengan membeli langsung dari sumbernya,” ujar Saptono.
Dalam kegiatan tersebut, DPKP Kalsel menyediakan berbagai komoditas pangan strategis seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, serta beragam jenis sayuran segar.
Menariknya, ASN yang membeli bawang merah dan bawang putih mendapatkan tambahan sayuran secara gratis.
Saptono menjelaskan, bawang merah dan bawang putih yang dijual pada pasar murah tersebut diperoleh langsung dari distributor, sehingga harganya lebih stabil dan terjangkau. Sementara itu, sayuran gratis yang dibagikan berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan DPKP Kalsel.
“Untuk bawang merah dan bawang putih kami ambil langsung dari distributor. Sedangkan sayuran gratis berasal dari KWT, sehingga sekaligus membantu pemasaran hasil pertanian kelompok wanita tani di Kalimantan Selatan,” jelas Saptono.
Selain itu, DPKP Kalsel juga menyediakan komoditas cabai merah dan sayuran pak choi yang berasal dari kebun hidroponik serta hasil panen di kawasan Bukit Merangkul.
Produk-produk tersebut merupakan hasil pembinaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan pasar murah ini, Saptono berharap dapat meningkatkan kesadaran ASN akan pentingnya mendukung produk pertanian lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk ASN tetapi juga menyasar masyarakat luas, sehingga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani di Kalimantan Selatan dapat terus terjaga,” pungkas Saptono.
Kegiatan pasar murah tersebut mendapat sambutan positif dari ASN yang hadir, karena selain harga yang lebih terjangkau, kualitas bahan pangan yang disediakan juga dinilai segar dan layak konsumsi. (MRF/RIW/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi mengukuhkan 6.398 tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Selasa (23/12).
Gubenur Kalsel didampingi Kepala BKN RI menyerahakan SK PPPK Paruh Waktu
Pengukuhan yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru tersebut, ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Gubernur Muhidin, yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arief Fakrulloh.
Foto bersama saat penyerahan SK PPPK Paruh Waktu di halaman kantor Gubernur Kalsel
Pengangkatan ini tercatat sebagai yang terbanyak secara serentak di Indonesia untuk tingkat pemerintah provinsi, sekaligus menjadi kado akhir tahun bagi ribuan tenaga kontrak yang selama ini telah mengabdi di berbagai sektor pelayanan publik.
Gubernur Muhidin menegaskan, pengangkatan PPPK Paruh Waktu harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah.
“Hari ini kita mengangkat sekitar 6.398 PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan pengangkatan serentak terbanyak di Indonesia untuk tingkat provinsi. Kami berharap dengan menerima SK ini, kinerjanya semakin rajin, profesional, dan semangat dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin kerja, dan kepatuhan terhadap arahan pimpinan perangkat daerah. Menurutnya, setiap PPPK wajib melaksanakan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Apabila tidak melaksanakan pekerjaan sesuai arahan kepala SKPD, maka dapat diberikan teguran hingga pemberhentian. Saya selaku Gubernur akan menindak tegas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKN RI Zudan Arief Fakrulloh, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang dinilainya responsif dan progresif, dalam penataan manajemen ASN, khususnya dalam pengangkatan PPPK Paruh Waktu.
Menurut Zudan, kebijakan tersebut merupakan solusi strategis pemerintah daerah dalam memberikan kepastian status bagi tenaga non-ASN, sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik.
“Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini merupakan bagian dari kebijakan nasional penataan tenaga non-ASN. Kalimantan Selatan menjadi contoh yang baik karena mampu melaksanakan pengangkatan secara besar, tertib, dan sesuai regulasi,” ujarnya.
Zudan juga mengingatkan agar seluruh PPPK Paruh Waktu yang telah menerima SK dapat menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta bekerja dengan penuh tanggung jawab.
“Status PPPK ini adalah amanah. Tunjukkan kinerja terbaik, patuhi aturan, dan berikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” pesannya. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan momen 5 Rajab Guru Sekumpul, dengan membagikan ikan segar ke dapur – dapur umum.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono menjelaskan, partisipasi ini dilakukan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian, sebagai dukungan terhadap kegiatan keagamaan, sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono
“Syukur Alhamdulillah kami ikut berpartisipasi dalam momentum 5 Rajab sekaligus pengajian rutin malam Senin di Sekumpul, sesuai arahan Bapak Gubernur,” ungkap Rusdi, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, serta ikhtiar untuk menebar kebaikan, maka menurutnya, dibagikan ikan sebanyak 2,1 ton.
“Untuk tahun ini Pemprov Kalsel menyalurkan bantuan ikan segar sebanyak 2 ton lebih, yang disalurkan kepada dapur-dapur umun,” jelasnya.
Adapun, tambah Rusdi, bantuan tersebut terdiri dari ikan Peda, ikan Lajang, serta ikan Patin.
Dimana pendistribusian ikan, akan dilaksanakan pada H-2 hingga H-1 puncak kegiatan momen 5 Rajab.
Menurut Rusdi, jumlah bantuan ikan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan momen 5 Rajab sebelumnya. Pada 2024 lalu, bantuan disalurkan sebanyak 1,2 ton, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 2,1 ton.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah bantuan meningkat, mudah mudahan apa yang kami berikan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kegiatan momen 5 Rajab Guru Sekumpul dapat berjalan lancar dan khidmat,” ucap Rusdi.
Rusdi berharap, setiap langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan, senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, resmi menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (23/12).
Gubernur Muhidin bersama Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh menyerahkan penghargaan Anugerah ASN 2025
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakhrulloh, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Anugerah ASN Tahun 2025, memperebutkan empat kategori penghargaan, yakni Pejabat Administrator Terbaik, Pejabat Pengawas Terbaik, Best Employee bagi Pejabat Fungsional Umum dan Tertentu (non-guru), serta Guru Terbaik.
Tahun ini, penganugerahan juga dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) PPPK Paruh Waktu serta pengukuhan Kepala Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa Anugerah ASN merupakan instrumen penting dalam pembinaan kinerja serta penguatan budaya kerja profesional di lingkungan birokrasi.
Gubernur Muhidin saat menyampaikan sambutan
“Saya mengucapkan selamat kepada para penerima Anugerah ASN Tahun 2025. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus menjaga konsistensi kinerja, menjunjung tinggi integritas, serta menjadi teladan yang menularkan semangat inovasi bagi ASN lainnya,” kata Muhidin.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, Noryadi, melalui Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menyampaikan, bahwa antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Tercatat sebanyak 113 ASN mengikuti seleksi Anugerah ASN Tahun 2025, meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Peningkatan jumlah peserta ini didorong dukungan kepemimpinan yang berkelanjutan, semangat pengembangan kompetensi ASN, serta sistem apresiasi yang terus diperkuat pemerintah daerah.
Ia menambahkan, sebagai bentuk apresiasi nyata, para pemenang menerima piala, piagam, dan uang pembinaan. Khusus bagi peraih juara pertama, Pemprov Kalsel memberikan rekomendasi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
“Selain itu, juara 1, 2, dan 3 di setiap kategori memperoleh tambahan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) sebesar 100 persen selama satu bulan, serta uang pembinaan,” tambahnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, pelaksanaan Anugerah ASN Tahun 2025 juga dimeriahkan dengan Bazar ASN antar-Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan ini merupakan arahan langsung Gubernur Kalimantan Selatan untuk mempererat kebersamaan ASN sesuai dengan slogan Bekerja Bersama, Merangkul Semua.
“Melalui penyelenggaraan Anugerah ASN ini, diharapkan budaya prestasi dan inovasi di kalangan ASN terus tumbuh, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, mengapresiasi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Provinsi Kalimantan Selatan, yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel, Muhidin kepada perwakilan penerima SK.
Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalsel, turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, Selasa (23/12)
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh (ki-ka)
Supian HK menilai kebijakan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam memberikan kepastian status dan perlindungan kerja bagi tenaga honorer yang selama ini telah mengabdi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam penataan birokrasi yang profesional, tertib administrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini sebagai wujud penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para pegawai. Dengan adanya kepastian status kepegawaian, diharapkan kinerja aparatur semakin optimal dalam melayani masyarakat,” ujarnya
Sumber Humas DPRD Kalsel
Supian HK menilai, kehadiran langsung Kepala BKN RI, menunjukkan bahwa proses pengangkatan PPPK Paruh Waktu di Kalsel telah berjalan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku serta mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Supian HK berharap para penerima SK dapat meningkatkan disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik di Kalsel.
“Kami akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada peningkatan kualitas aparatur dan tata kelola pemerintahan yang baik,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)