Resmi Ditutup, Peserta PKP Angkatan VII Siap Dorong Kalsel Sebagai Gerbang Logistik Kalimantan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VII Tahun 2025. Upacara penutupan digelar di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Rabu (3/12).

peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VII Tahun 2025

Penutupan pelatihan dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Adi menegaskan, betapa pentingnya PKP sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, serta penguatan peran ASN dalam pelayanan publik.

“Pada dasarnya, semua pelatihan itu sangat berguna untuk pengembangan potensi diri dan meningkatkan pelayanan publik. Apa pun jenis pelatihannya, kesemuanya diarahkan untuk membenahi kinerja organisasi agar mampu bekerja lebih cepat dan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi,” ucap Adi.

Peserta PKP Angkatan VII telah dibekali berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan penguatan sektor pelayanan publik, dan diwajibkan menyusun aksi perubahan yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing.

“Aksi perubahan dari peserta PKP Angkatan VII ini benar-benar dikelola secara berkelanjutan. Jangan sampai aksi perubahan hanya memenuhi syarat pelatihan saja, tetapi harus memberikan terobosan yang bermanfaat bagi terwujudnya pemerintahan yang baik dan berintegritas,” lanjut Adi.

Lebih jauh, Ia berharap para peserta kembali ke instansi masing-masing sebagai pemimpin yang lebih matang, dan siap berkontribusi dalam mendorong Kalsel menuju posisi strategis sebagai Gerbang Logistik Kalimantan.

“Setelah pelatihan ini, Bapak/Ibu semua sudah berubah menjadi seorang pimpinan yang keren, baik secara gagasan, kedisiplinan maupun terobosan. Saya optimis kematangan kepemimpinan itu telah terbentuk dalam jiwa seluruh peserta PKP Angkatan VII,” tutup Adi.

Di tempat yang sama, Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini dan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN, untuk mendukung visi-misi Provinsi Kalsel.

“Kita bersyukur ASN kita telah melaksanakan PKP dengan baik, dengan harapan semakin menyiapkan kompetensi mereka sehingga siap mendukung visi dan misi Gubernur Kalsel, yakni Kalsel Bekerja, Berkelanjutan, Berbudaya, Religi dan Sejahtera menuju Gerbang Logistik Kalimantan,” ucap Faried.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII Tahun 2025 ini diikuti 40 ASN, terdiri dari 28 ASN Pemerintah Provinsi Kalsel dan 12 ASN Pemerintah Kabupaten Tapin. Pelatihan berlangsung sejak 28 Juli hingga 3 Desember 2025.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para pejabat pengawas yang telah dibina selama beberapa bulan terakhir mampu membawa perubahan nyata dan mendorong peningkatan kualitas kinerja organisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/RH)

Tutup Pelatihan Dasar CPNS 2025, Gubernur Muhidin ekankan Integritas, Profesionalisme, dan Semangat Melayani

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II Angkatan I–II dan Golongan III Angkatan I–VII tahun 2025. Upacara penutupan digelar di Lapangan Kantor UPTD Sertifikasi Kompetensi SDM BPSDMD Provinsi Kalsel, Rabu (3/12).

Pelatihan yang berlangsung sejak 21 April hingga 5 November 2025 ini diikuti sebanyak 360 peserta ASN dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Provinsi Kalsel.

Para peserta mengikuti rangkaian pembelajaran mulai dari tahapan pembelajaran mandiri melalui MOOC LAN RI, distance learning, hingga tahap klasikal.

Penutupan pelatihan dilakukan secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum, Dinansyah.

Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa Pelatihan Dasar CPNS bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting bagi pembentukan karakter ASN profesional.

Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah

“Pelatihan Dasar CPNS bukan sekadar formalitas. Latsar adalah fondasi penting dalam membentuk karakter ASN yang berintegritas, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ucap Dinansyah.

Ia menjelaskan bahwa selama mengikuti pelatihan, para peserta telah dibekali berbagai kompetensi fundamental, mulai dari nilai-nilai dasar ASN, disiplin dan etika profesi, wawasan kebangsaan, kompetensi teknis sesuai bidang, kemampuan adaptasi di era digital, hingga penguatan manajemen kinerja.

Bekal tersebut, menurutnya, menjadi langkah awal perjalanan panjang para ASN sebagai pelayan masyarakat.

“ASN bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah. Masyarakat membutuhkan aparatur yang cepat tanggap, jujur, inovatif, dan siap bekerja melampaui rutinitas,” lanjut Dinansyah.

Dinansyah juga menekankan empat hal yang harus dipegang teguh ASN dalam menjalankan tugas: menjaga integritas sebagai modal terbesar, meningkatkan kompetensi melalui budaya belajar, memberikan pelayanan humanis, serta menjadi inovator di lingkungan kerja.

“Saya berharap energi positif, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat selama mengikuti Latsar dapat diteruskan dalam melaksanakan tugas di unit kerja masing – masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Sertifikasi Kompetensi SDM, BPSDMD Provinsi Kalsel, Abdul Haris menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan. Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK serta mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”.

“Melalui kurikulum pembentukan karakter PNS dan kurikulum PKTBT, output yang ingin dicapai adalah pegawai negeri sipil profesional yang berkarakter, berlandaskan pada core values ASN BerAKHLAK dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat pemersatu bangsa,” ucap Abdul Haris.

Penutupan Latsar CPNS 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi para peserta untuk mengaplikasikan ilmu, nilai-nilai, dan sikap yang diperoleh selama pelatihan.

Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur sebagai pilar utama pemerintahan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (MRF/RIW/RH)

Wamendagri Tinjau Program Makan Bergizi Gratis SMA Negeri 1 Gambut

BANJAR – Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, didampingi Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (3/12). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan dengan baik sekaligus tepat sasaran bagi peserta didik.

Wamendagri bersama Wagub Kalsel melakukan peninjauan program MBG di SMAN 1 Gambut

Setibanya di sekolah, Wamendagri disambut hangat para siswa dan tenaga pendidik. Ia kemudian mengamati proses distribusi makanan bergizi yang diberikan kepada ratusan pelajar pada jam istirahat.

Dalam keterangannya, Akhmad Wiyagus mengatakan, bahwa pemerintah pusat terus memantau implementasi MBG di seluruh daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Seperti kita lihat sendiri anak-anak kita mendapat asupan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasinya,” jelasnya.

Wamendagri juga mengapresiasi menu MBG yang menurutnya sudah memenuhi standar pemenuhan gizi siswa.

“Menunya sangat bagus, saya lihat tadi sudah lengkap semua ada sayur, buah dan daging juga,” ungkapnya.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten Banjar. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi karena program MBG dirasakan membantu meringankan beban orang tua siswa serta meningkatkan antusiasme belajar.

Program Makan Bergizi Gratis di Kalsel sendiri telah berjalan secara bertahap sejak awal tahun ajaran 2025, dengan sasaran siswa sekolah negeri dan swasta di tingkat SD hingga SMA sederajat.(SYA/RIW/RH)

Diksar Menwa Kalsel 2025 Resmi Ditutup, 100 Peserta Selesaikan Pelatihan Bela Negara

BANJARBARU – Pelatihan Bela Negara dan Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Suryanata Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, resmi ditutup dalam upacara yang berlangsung di Rindam XXII Tambun Bungai, Banjarbaru, pada Rabu (3/12).

Danrindam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan saat memberikan arahan kepada anggota Menwa Kalsel

Komandan Rindam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan ketekunan peserta selama mengikuti kegiatan. Ia menilai seluruh rangkaian pelatihan mampu membentuk karakter dan mental para peserta.

“Para peserta menunjukkan sikap disiplin dan semangat yang tinggi. Ini menjadi modal penting dalam menanamkan nilai-nilai bela negara serta jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelatihan bela negara dan pendidikan dasar yang telah dijalani, para peserta dapat kembali ke kampus masing-masing sebagai pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.

“Resimen Mahasiswa merupakan komponen cadangan yang sewaktu-waktu dapat diberdayakan apabila negara membutuhkan. Karena itu, para mahasiswa Menwa dibina dan dilatih agar siap menjalankan peran tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menilai pelatihan ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat.

“Kami berharap hasil pelatihan ini memperkuat ketahanan ideologi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh paham-paham negatif,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Komandan Menwa Suryanata Provinsi Kalsel, Supiyannor, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini melalui Kesbangpol Kalsel.

“Dukungan Pemerintah Provinsi sangat membantu terlaksananya pelatihan ini. Kami berharap peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang didapat saat kembali ke kampus,” katanya.

Supiyannor juga mengingatkan peserta untuk tetap menempatkan peran utama mereka sebagai mahasiswa dan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.

“Mereka adalah mahasiswa terpilih yang menjalani pelatihan di Rindam selama 14 Hari dengan materi kemenwaan dan bela negara, yang kami harapkan bisa memberi dampak positif di lingkungan kampus dan masyarakat,” tutupnya.

Pada penutupan Diksar tersebut, sebanyak 100 anggota Menwa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan yang telah menjalani pelatihan selama 14 hari menampilkan beragam parade, mulai dari atraksi bela diri hingga demonstrasi keterampilan lainnya. (BDR/RIW/RH)

Peringati Hari Disabilitas International, BSI Tingkatkan Layanan Ramah Difabel

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan yang dapat diakses seluruh nasabah termasuk penyandang disabilitas. Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas International 2025, pada Rabu (3/12), BSI menunjukkan layanan di cabang yang ramah disabilitas dengan tersedia kursi roda, jalur landai ATM yang telah dilengkapi huruf Braille, toilet ramah penyandang disabilitas, layanan e-channel dan BSI Call 14040 yang responsif, serta mesin ATM yang telah dilengkapi huruf Braille.

Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas International, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo didampingi Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy dan SEVP Operations BSI, Ana Nurul Khayati berkesempatan menyapa nasabah penyandang disabilitas di Kantor Pusat BSI di Jakarta Selatan.

Sementara Wakil Direktur Utama Bob Tyasika Ananta dan SEVP Funding and Transaction BSI Ida Triana Widowati menyapa nasabah di kantor BSI Tower, Medan Merdeka Selatan Jakarta.

Selain di Jakarta, peringatan hari disabilitas juga dilakukan seluruh kantor BSI, salah satunya dihadiri Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, yang menyapa nasabah di kantor layanan di Bandung. Selain menyapa, BSI memberikan apresiasi dalam bentuk tabungan dan souvenir hasil karya disabilitas kepada nasabah yang datang.

Direksi juga menyapa pegawai disabilitas yang bekerja di BSI. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 10 yaitu berkurangnya kesenjangan.

Anggoro Eko Cahyo mengungkap, bahwa saat ini 100% outlet BSI atau sekitar 1.032 cabang ramah bagi penyandang disabilitas. Terdapat lantai landai untuk akses kursi roda serta toilet yang ramah disabilitas.

Sementara 75% layanan ATM/CRM atau 4.500 mesin dilengkapi huruf Braille yang memudahkan nasabah penyandang tunanetra melakukan transaksi. BSI juga menyediakan e-channel BSI di antaranya BSI Call 14040, BYOND by BSI, BSI Net Banking maupun BSI Agen yang jumlahnya lebih dari 100 ribu agen di seluruh Indonesia yang mudah diakses nasabah.

“Kami mengucapkan selamat Hari Disabilitas Internasional bagi teman-teman disabilitas semoga tetap berdaya, berkarya, dan mandiri. BSI sebagai bank syariah yang inklusif bertekad untuk mendorong terus akselerasi layanan yang bisa diakses seluruh elemen nasabah termasuk teman-teman disabilitas,’’ kata Anggoro.

Anggoro menambahkan, saat ini BSI memberi kesempatan atau ruang berdaya bagi disabilitas untuk bekerja sesuai bidangnya. Saat ini sedikitnya 13 orang pegawai BSI tergolong penyandang disabilitas.

‘’Kami juga punya UMKM disabilitas binaan bekerjasama dengan BSI Maslahat dan ekosistem BSI Agen. Harapan kami, BSI bisa menjadi sahabat finansial, sosial dan spiritual untuk menjadi mitra bagi seluruh stakeholders dengan layanan inklusif,” tambahnya.

BSI juga memiliki perhatian kepada penyandang disabilitas dengan setiap tahun menyediakan fasilitas mudik gratis bertepatan menyambut Idul Fitri. Akses kendaraan khusus ini mempermudah para penyandang disabilitas merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman dengan kendaraan khusus. (RIW/RH)

Buka Rakor Bappeda Se-Indonesia, Wamendagri: Perkuat Sinergi Perencanaan Nasional dan Daerah

BANJARMASIN – Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Indonesia di Banjarmasin, Rabu (3/12). Kegiatan yang digelar pada 2-4 Desember 2025 ini, diikuti lebih dari 550 peserta perencana pembangunan dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Suasana Rakor Bappeda se Indonesia tahun 2025 di Banjarmasin

Dalam sambutannya, Wamendagri menegaskan, bahwa rakor ini merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi pembangunan nasional menjelang masa transisi pemerintahan.

Wamendagri Akhmad Wiyagus, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Rakor Bappeda se Indonesia

“Ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum penting untuk melakukan penajaman, penyelarasan, dan sinkronisasi target pembangunan pusat dan daerah,” tegasnya.

Melalui tema “Sinergitas Perencanaan Daerah Melalui Program Strategis Nasional dalam Mendukung Asta Cita”, Wamendagri menekankan pentingnya Bappeda dalam menjaga kesinambungan perencanaan, mulai dari RPJPD, RPJMD hingga Renstra perangkat daerah.

Rakor ini juga diarahkan untuk memperkuat peran Bappeda sebagai koordinator pelaksanaan pencapaian Program Strategis Nasional (Pro-SN) 2026, serta memastikan kebijakan pembangunan tetap adaptif terhadap perubahan global.

“Kita adalah dapur perencanaan. Bappeda harus memastikan seluruh dokumen pembangunan daerah benar-benar selaras dengan prioritas nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan terima kasih, atas kepercayaan menjadikan Kalsel sebagai tuan rumah Rakor 2025. Ia berharap forum ini menghasilkan solusi konkret bagi percepatan pembangunan daerah.

“Kami berharap Rakor Bappeda ini dapat melahirkan langkah strategis untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan jejaring kerja antarlembaga perencana, sebagai kunci harmonisasi pembangunan pusat dan daerah.

“Pemprov Kalsel akan selalu mendukung agenda pembangunan nasional. Sinergi ini harus terus diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Kalsel turut menyampaikan dukacita mendalam atas bencana banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan para penyintas diberikan kekuatan dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucapnya.

Sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, Wamendagri mengukuhkan Dewan Pengurus Forum Bappeda Se-Indonesia. Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Dikky Anugerah, dikukuhkan sebagai Ketua Forum untuk periode 2025-2027.

“Mudah-mudahan pengukuhan ini menjadi penguat koordinasi teknis antar Bappeda di seluruh Tanah Air dalam memastikan arah pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelas Dikky. (SYA/RIW/RH)

Dukung Penurunan Angka Stunting, Program Gemarikan Dilanjutkan Tahun 2026

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), melanjutkan program Gerakan Memasyarakat Makan Ikan (Gemarikan) di Tahun 2026 mendatang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, diwakili Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Martiah Akhdianti menyampaikan, Program Gemarikan ini merupakan lokus yang sangat penting, dalam mendukung penurunan angka stunting, dengan mengomsumsi daging ikan.

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti

“Gemarikan ini merupakan program penting yang dilakukan,” ungkap Martiah, Rabu (3/12).

Sehingga, lanjutnya, pada tahun 2026, kegiatan ini tetap berlanjut di 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan.

“Pada kegiatan Gemarikan ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan TP PKK Provinsi maupun daerah,” ujarnya.

Dijelaskan Martiah, di sepanjang tahun 2025, Dislutkan Kalsel telah menjalankan Program Gemarikan sebanyak 6 kali, di beberapa daerah di 13 kabupaten kota.

“Karena adanya efisiensi anggaran, maka Gemarikan hanya dilakukan di 6 daerah, diantaranya Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Kabupaten Balangan, serta Tanbu,” ucap Martiah.

Gemarikan telah dilaksanakan secara keseluruhan pada 2025, dan akan dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang.

“Di sepanjang tahun 2025 ini, untuk Gemarikan telah dilaksanakan di 6 kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Dengan sasaran lokus pada anak anak PAUD, di daerah rawan stunting,” ujarnya.

Diharapkan, lanjut Martiah, program Gemarikan tepat sasaran, ,dalam rangka penurunan angka stunting.

“Dengan adanya Gemarikan ini, konsumsi ikan ditengah masyarakat semakin meningkat,” ucap Martiah. (SRI/RIW/RH)

Dukung Wirausaha Muda, Dispora Kalsel Gelar MudaPreneur Meet Up

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, menyelenggarakan MudaPreneur Meet Up, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Selasa (2/12). Kegiatan dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz.

Pebriadin menyampaikan dukungannya, terhadap peningkatan wirausaha muda di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, terus memberikan dukungan terhadap peningkatan usaha yang dilakukan oleh pemuda di Banua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Dengan adanya kegiatan MudaPreneur Meet Up ini, lanjut Pebriadin, para wirausaha muda dapat memanfaatkan kesempatan ini, agar dapat mengembangkan usahanya.

“Para pemuda yang mengikuti kegiatan ini, dapat membuktikan dirinya memang memiliki potensi sebagai wirausaha muda,” ucapnya.

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz

Dispora Kalsel, tambahnya, ingin para pemuda ini, dapat membuktikan bahwa mereka bukan generasi mager atau males bergerak.

“Generasi muda yang mengikuti kegiatan ini, bukanlah gen z yang melekat pada stereotipe negatif selama ini,” ucapnya.

“Kami percaya mereka adalah pemuda yang berpotensi, kami pertemukan mereka dengan segala potensinya, kita pertemukan mereka dengan dunia kooperasi, sehingga terjalin kerjasama kedua belah pihak,” tutur Pebriadin.

Pihaknya berharap, dengan mempertemukan wirausaha muda dan perusahaan perusahaan yang memiliki minat bersama untuk mengembangkan potensi usaha para pemuda tersebut, maka semakin besar peningkatan usaha yang dijalankan para pemuda.

“Dengan adanya pertemuan ini, pihak perusahaan dapat memberikan bimbingan kepada para wirausaha muda. Sehingga kedepannya dapat menjadi mitra bersama,” ucapnya.

Hadir pada kegiatan yang berlangsung sejak 2 sampai 4 Desember 2025 ini, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Anugrah, Kasi Kewirausahaan Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Dispora Kalsel Deny Saputra, Ketua FKP Kalsel Arisandi Hidayatullah, serta perwakilan wirausaha muda berprestasi dari 13 Kabupaten Kota di Kalsel. (SRI/RIW/RH)

Kunker ke Tala, Komisi IV Dukung Peningkatan Yankes Puskesmas Pelaihari

TALA – Untuk memastikan terpenuhinya pelayanan kesehatan bagi masyarakat banua, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (DPRD Kalsel), melakukan kunjungan kerja ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, baru-baru tadi.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Pramono, usai memantau aktivitas pelayanan kesehatan sekaligus berdialog dengan kepala puskesmas beserta jajarannya, menilai, fasilitas layanan kesehatan yang dimiliki puskesmas tertua di pelaihari ini sudah cukup memadai.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Pramono

“Kita tadi melihat fasilitasnya juga cukup memadai, ada poli anak, poli gigi, lansia, bahkan ada laboratorium segala. Semua fasilitas kita lihat cukup baguslah”, ujarnya

Meski fasilitas layanan kesehatan sudah cukup bagus, namun Bambang menilai, masih ada beberapa kekurangan yang perlu mendapat perhatian. Seperti ketersediaan bahan untuk tambal gigi yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tingginya pasien yang berobat.

“Memang ada permasalahan, bahan tambal gigi memang kekurangan. Kita mengimbau nantinya, melewati Dinas Kesehatan Provinsi untuk memperhatikan hal-hal semacam itu”, ucapnya.

Sumber Humas DPRD Kalsel

Selain itu, pihaknya juga berjanji mengupayakan ketersediaan mobil ambulance yang baru dan penambahan perangkat elektronik untuk kelancaran layanan digital. Pihaknya juga akan meminta penambahan tenaga kesehatan dan bidan untuk di tempatkan di desa-desa di wilayah Kabupaten Tanah Laut khususnya.

“Kita nanti akan membicarakan dengan dinas (kesehatan provinsi) supaya mengarahkan kepada dinas kebupaten/kota untuk memberikan peluang atau masukan supaya memperbanyak tenaga medis atau bidan yang mau dipekerjakan di desa-desa”, jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pelaihari dr. Nurlatifah Apriani, selain menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel, Ia juga berharap berbagai masukan yang disampaikan, mendapat perhatian dari semua pihak.

“Tadi masukan-masukan sudah kami sampaikan. Besar harapan kami mudah-mudahan nanti dari Komisi IV bisa membantu untuk pelayanan yang lebih baik lagi ke depan”, tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Usai Aksi Demo, Tuntutan BEM se-Kalsel Diteruskan DPRD Kalsel ke DPR RI

JAKARTA – Menindaklanjuti aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan pada Senin (24/22) lalu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rosehan Noor Bahri dan Agus Mulia Husin, didampingi Sekretariat DPRD Kalsel, menuju Gedung DPR/MPR RI di Jakarta Senin (1/12).

Maksud kunjungan tersebut, adalah untuk menyerahkan secara langsung enam tuntutan BEM se-Kalsel kepada DPR RI, sebagai tindaklanjut dari aksi yang berlangsung di Rumah Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.

Setibanya di Gedung Senayan, rombongan diterima Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Al Habsyi, serta Anggota Fraksi PAN, Endang Agustiana. Pertemuan berlangsung hangat dan diisi dengan dialog terkait tuntutan mahasiswa yang mewakili kepentingan masyarakat Kalimantan Selatan.

Rosehan Noor Bahri menyampaikan, bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk komitmen DPRD Kalsel dalam mengawal tuntutan mahasiswa yang mewakili suara rakyat.

Rosehan Noor Bahri dan Agus Mulia Husin

“Kami mewakili kawan-kawan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menyerahkan tuntutan dari kesepakatan yang dilakukan BEM se-Kalimantan Selatan. Alhamdulillah tadi diterima oleh Habib Aboe Bakar dan Endang Agustiana, kita sudah menyampaikan dan berdialog agar tuntutan ini bisa dipahami, dipelajari, dan direalisasikan,” ujarnya.

Senada, Agus Mulia Husin menambahkan, bahwa aspirasi mahasiswa telah diteruskan sesuai prosedur dan akan ditangani komisi terkait di DPR RI.

Ada enam tuntutan dari berbagai bidang akan ditanggapi sesuai bidang Komisi III. Sementara tuntutan di bidang lain akan disampaikan ke masing-masing komisi agar dibahas sesuai kewenangannya.

“Alhamdulillah apa yang disampaikan oleh mahasiswa mewakili masyarakat Kalimantan Selatan sudah kami sampaikan,” jelasnya

Sementara itu, Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan mahasiswa Kalsel yang dinilainya sangat peduli terhadap isu-isu kebangsaan. Dengan rasa bangga dan bahagia, masyarakat Kalsel sangat atensi dan melek dalam masalah politik.

“Ini kebanggaan kami sebagai wakil pian di pusat. Aspirasi yang dibawa melalui DPRD Kalsel telah kami terima dengan baik dan akan kami jelaskan serta tindaklanjuti sesuai bidang masing-masing. Jangan bosan memberi masukan kepada kami,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Exit mobile version