Diksar Menwa Kalsel 2025 Resmi Ditutup, 100 Peserta Selesaikan Pelatihan Bela Negara
Suasana penutupan Pelatihan Bela Negara dan Diksar Menwa Kalsel 2025
BANJARBARU – Pelatihan Bela Negara dan Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) Suryanata Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, resmi ditutup dalam upacara yang berlangsung di Rindam XXII Tambun Bungai, Banjarbaru, pada Rabu (3/12).

Komandan Rindam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan ketekunan peserta selama mengikuti kegiatan. Ia menilai seluruh rangkaian pelatihan mampu membentuk karakter dan mental para peserta.
“Para peserta menunjukkan sikap disiplin dan semangat yang tinggi. Ini menjadi modal penting dalam menanamkan nilai-nilai bela negara serta jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Ia berharap melalui pelatihan bela negara dan pendidikan dasar yang telah dijalani, para peserta dapat kembali ke kampus masing-masing sebagai pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan akademik maupun masyarakat.
“Resimen Mahasiswa merupakan komponen cadangan yang sewaktu-waktu dapat diberdayakan apabila negara membutuhkan. Karena itu, para mahasiswa Menwa dibina dan dilatih agar siap menjalankan peran tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Muhidin diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menilai pelatihan ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat.
“Kami berharap hasil pelatihan ini memperkuat ketahanan ideologi mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh paham-paham negatif,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Komandan Menwa Suryanata Provinsi Kalsel, Supiyannor, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini melalui Kesbangpol Kalsel.
“Dukungan Pemerintah Provinsi sangat membantu terlaksananya pelatihan ini. Kami berharap peserta dapat menerapkan nilai-nilai yang didapat saat kembali ke kampus,” katanya.
Supiyannor juga mengingatkan peserta untuk tetap menempatkan peran utama mereka sebagai mahasiswa dan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Mereka adalah mahasiswa terpilih yang menjalani pelatihan di Rindam selama 14 Hari dengan materi kemenwaan dan bela negara, yang kami harapkan bisa memberi dampak positif di lingkungan kampus dan masyarakat,” tutupnya.
Pada penutupan Diksar tersebut, sebanyak 100 anggota Menwa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan yang telah menjalani pelatihan selama 14 hari menampilkan beragam parade, mulai dari atraksi bela diri hingga demonstrasi keterampilan lainnya. (BDR/RIW/RH)
