13 Januari 2026

Operasi Sikat 2 Intan 2025, Polda Kalsel Berhasil Amankan Ratusan Pelaku Kejahatan

Suasana konferensi pers ungkapan kasus Operasi Sikat 2 Intan Tahun 2025 oleh Polda Kalsel

BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmen nyata, dalam memberantas tindak kriminal yang mengganggu ketertiban umum melalui Operasi Sikat 2 Intan Tahun 2025.

Barang bukti yang diamankan Polda Kalsel

Operasi Sikat 2 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 3-16 November 2025 ini, berhasil mengungkap berbagai tindak pidana yang berkaitan dengan aksi premanisme dan kejahatan jalanan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang menyampaikan, bahwa selama operasi, jajaran berhasil mengungkap 13 kasus kriminal. Mulai dari kepemilikan senjata tajam, penipuan, peredaran minuman beralkohol ilegal, perjudian, penipuan dan penggelapan kendaraan, hingga pencurian dengan pemberatan, seperti baterai BTS telekomunikasi.

“Operasi ini kami laksanakan untuk menekan berbagai bentuk premanisme dan kriminalitas yang merugikan masyarakat. Dalam dua minggu, kami melihat hasil yang cukup signifikan dalam upaya menjaga keamanan wilayah,” kata Kombes Frido saat konferensi pers pengungkapan hasil pelaksanaan Operasi Sikat 2 Intan Tahun 2025, di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (11/12).

Selama operasi, Polda Kalsel mengamankan sedikitnya 230 orang, terdiri dari 25 target operasi dan 209 non-target operasi. Secara keseluruhan, terdapat 234 tersangja yang ditangkap dan kini seluruhnya telah menjalani proses penahanan.

Wilayah pelaksanaan operasi mencakup Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin, Polres Hulu Sungai Utara, Polres Tanah Laut, Polres Tanah Bumbu, dan Polres Kotabaru.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain senjata tajam, minuman beralkohol ilegal, obat-obatan terlarang, BPKB, kunci kontak, STNK, ponsel, baterai perangkat telekomunikasi, uang tunai, kendaraan roda dua dan empat, timbangan sabu, pipet kaca, serta barang bukti lainnya.

Menurut Kombes Frido, para pelaku menggunakan berbagai modus saat menjalankan aksinya.

“Ada yang beraksi di lokasi sepi dengan melakukan kekerasan, ada yang melakukan pencurian kendaraan, penggelapan, hingga peredaran narkotika dan miras ilegal. Bahkan kami temukan modus penipuan dengan iming-iming keuntungan besar kepada korban,” ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa kepolisian akan terus meningkatkan langkah pemberantasan premanisme di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan publik. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk meresahkan masyarakat. Penindakan akan terus kami lakukan secara tegas dan terukur,” tegas Frido. (BDR/RIW/RH)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.