Kolaborasi Lintas Sektor di Harjad Banjarmasin, Gelorakan Gerakan Bersih Sungai

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin serta HUT ke-80 TNI dan TNI Angkatan Laut, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI dan Polri, melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dari kilometer 1 hingga kilometer 6, pada Senin (22/9). Kegiatan ini juga diikuti SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Yang pertama, hari ini adalah awal dari kegiatan bersih bersih sungai di sepanjang Ahmad Yani dari Pal 1 sampai Pal 6. Ini bersama TNI–Polri dalam rangka Hari Jadi Kota Banjarmasin dan HUT ke-80 TNI serta TNI AL,” ujarnya.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Wali Kota Yamin menekankan kondisi sungai yang masih dangkal di banyak titik, serta adanya pencemaran di sepanjang aliran. Ia meminta upaya yang lebih maksimal dalam pengerukan dan pengangkatan lumpur, serta perbaikan sanitasi di bantaran sungai.

Selain itu, Yamin menyoroti keberadaan jembatan yang mempersempit aliran sungai. Dinas terkait diminta melakukan peneguran agar struktur jembatan dapat disesuaikan dan tidak menghambat aliran, khususnya di koridor Jalan Ahmad Yani kilometer 1 hingga kilometer 6.

“Nanti saya minta dinas terkait berdialog dengan pemilik lahan yang berada di pinggir sungai sepanjang Ahmad Yani agar memperbaiki jembatannya. Jangan sampai mempersempit sungai kita, karena aliran air akan terganggu jika semakin sempit,” tutur Yamin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polresta Banjarmasin, serta jajaran SKPD Pemko Banjarmasin. Ia juga mengajak warga serta pelaku usaha di sepanjang Jalan Ahmad Yani untuk terus berpartisipasi aktif.

“Ke depan, kami berharap masyarakat dan para pengusaha di pinggir sungai bisa ikut serta, misalnya dengan menurunkan karyawan dalam setiap kegiatan bersih bersih, agar lingkungan di Pal 1 sampai Pal 6 semakin bersih dan sehat,” ucap Yamin.

Sementara itu, Lanal Banjarmasin mengajak seluruh warga kota seribu sungai, untuk ikut menjaga keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut Ahmad Ahsan mengatakan, sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani merupakan beranda depan dari sungai sungai yang ada di Kota Banjarmasin.

“Dengan kata lain, sungai ini menjadi hal pertama yang dilihat dari pendatang saat berkunjung ke Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, seluruh warga Kota Banjarmasin diminta untuk dapat bersama sama menjaga kebersihan, serta keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut.

“Dukungan dari warga Kota Banjarmasin diperlukan, dalam menjaga keberadaan sungai di Kota ini,” ucap Ahmad Ahsan. (ADV-SRI/RIW/RH)

Bisnis Emas dan Haji Dorong Kinerja Solid, BSI Bukukan Laba Rp3,7 Triliun

JAKARTA – Bisnis emas dan haji menjadi mesin utama pertumbuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Triwulan II 2025. Per Juni 2025, laba BSI tumbuh solid di angka 10,21% (YoY) mencapai Rp3,74 triliun (audited), menjadikan BSI salah satu bank di Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi. Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit, atau di atas industri.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja yang kuat pada Triwulan II/2025 adalah buah dari konsistensi Perseroan, fokus pada bisnis khas bank syariah, yakni emas dan islamic eco system terutama layanan haji dan umrah.

‘’Bisnis tersebut tentu saja didukung transformasi digital sehingga memudahkan nasabah mengakses layanan,” ujarnya pada Paparan Kinerja BSI Triwulan II 2025, Senin (22/9).

Bisnis emas dan haji yang ditopang digitalisasi adalah strategi BSI untuk tetap tumbuh dalam kondisi makro ekonomi pada awal tahun yang cukup menantang. Produk dan layanan BSI, kata dia, saat ini dapat diakses melalui aplikasi mobile banking BYOND.

Per Triwulan II 2025, pembiayaan BSI tumbuh lebih tinggi dari industri perbankan nasional yakni pada level 13,93% (YoY) dengan outstanding mencapai Rp293,24 triliun. Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen Ritel dan Konsumer, termasuk emas sebesar Rp211,78 triliun yang mengomposisi 72,22%, disusul segmen Wholesale sebesar 27,78%.

Pembiayaan bisnis emas BSI melesat 88,25% (YoY) mencapai Rp16,88 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp9,09 triliun tumbuh 155,41% (YoY), dan Gadai Emas Rp7,79 triliun tumbuh 44,08% (YoY).

Melesatnya pembiayaan emas mendorong pembiayaan Konsumer BSI naik 16,20% dengan oustanding Rp162,19 triliun.

Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,87% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri yang berada pada level 2,22%.

Sementara itu Direktur Finance and Strategy, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, bahwa strategi lain yang juga mendorong kinerja solid yakni pengelolaan dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun.

Ekosistem payroll dan haji terbukti mampu mendorong pertumbuhan DPK 8,83% (YoY) mencapai Rp323 triliun. Tabungan BSI mencapai Rp141,30 triliun, tumbuh 9,71% (YoY).

Melesatnya bisnis berbasis emas, kata Ace Cahyo, meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%. Di sisi lain, peningkatan DPK menjaga aset BSI pada angka Rp401 triliun.

Layanan bulion bank yang dibuka pada Februari 2025, juga turut berkontribusi pada kinerja perseroan karena dapat menghasilkan fee based income dari transaksi jual dan beli emas melalui BYOND. Total Tabungan Emas masyarakat telah menyentuh 1 ton.

“Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur”, pungkasnya. (RIW/RH)

Roda Warisan Budaya, Lomba Pushbike Anak Meriahkan Gebyar Museum Kalsel

Banjarbaru – Suasana Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Sabtu (20/9), tampak semarak oleh tawa dan semangat puluhan atlet cilik yang beradu kecepatan di lintasan pushbike race. Lomba ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru.

Mengusung tema “Roda Warisan Budaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Museum Lambung Mangkurat: Eksplorasi Tanpa Batas, yang menggabungkan edukasi, olahraga, dan pelestarian budaya dalam satu kemasan menarik.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru, Agung, menjelaskan bahwa lomba diikuti 70 peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tahun kelahiran.

“Ada kelas (kelahiran) 2023 mix boys and girls, serta kelas FFA mix gabungan untuk kelahiran 2019 hingga 2017,” ujarnya.

Sebanyak 70 peserta mengikuti lomba Pushbike di Museum Lambung Mangkurat

Agung menuturkan, minat terhadap olahraga pushbike di Banjarbaru terus berkembang pesat. Selain melatih keberanian dan daya saing, kegiatan ini juga menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan anak pada gawai.

“Setiap tahun selalu ada rider Barbados yang lolos ke tingkat nasional. Bahkan pada November nanti, enam rider kami akan tampil di ajang pushbike internasional di Jakarta,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan, atlet-atlet muda Banjarbaru tidak hanya menorehkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional.

Secara teknis, perlombaan berlangsung dalam tiga moto atau race. Peserta dibagi ke dalam tiga klasemen berdasarkan hasil kualifikasi, posisi 1–6 masuk final utama, posisi 7–12 final novice, dan posisi 13–18 final rookie.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya museum dalam memperluas jangkauan edukasi publik melalui pendekatan kreatif dan kekinian.

“Kami ingin menampilkan wajah baru museum yang tidak hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang ekspresi dan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Agus menambahkan, kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci sukses kegiatan ini.

“Museum Lambung Mangkurat akan terus membuka ruang bagi ide-ide segar agar masyarakat semakin dekat dan bangga terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

Rayakan Nilai Kebudayaan dan Pendidikan, Gebyar Museum Lambung Mangkurat Resmi Digelar

BANJARBARU – Gebyar Museum Lambung Mangkurat Kalsel resmi dibuka, Jumat (19/9) sore. Kegiatan yang diisi dengan beragam lomba dan kegiatan ini, diikui 300 peserta mulai tingkat PAUD hingga masyarakat umum.

Tema kegiatan tahun ini adalah Museum Lambung Mangkurat Sebagai Ruang Belajar “Eksplorasi Tanpa Batas”, yang sejalan sengan visi dan misi pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

Pembukaan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Dinas Hadeli Rosyaidi, di halaman depan museum, Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Hadeli menyampaikan apresiasi, terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Gebyar Museum ini merupakan perayaan nilai-nilai kebudayaan, pendidikan dan persaudaraan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel saat menyampaikan sambutan

“Karena disinilah kita menyaksikan generasi muda kita berani tampil, belajar, berkompetisi sekaligus menjaga tradisi,” katanya.

Hadeli menegaskan, museum bukan lagi tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan tempat interaktif yang hidup, mengajak generasi muda untuk belajar, menggali dan mengembangkan potensi diri.

Hadeli mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap museum yang seringkali dikenal sebagai tempat sunyi dan tempat menyimpan benda yang hanya dilihat sekilas lalu dilupakan.

“Museum harus kita hidupkan sebagai ruang belajar interaktif. Disinilah kita bisa melihat sejarah, memahami identitas dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Agus Antasari menjelaskan, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2025 dan dikemas dalam bentuk rangkaian acara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirangkaikan dengan lomba-lomba yang memiliki nilai edukatif dan kebudayaan seperti lomba keagamaan, lomba sepeda, dan bela diri tradisional.

“Hari pertama yaitu lomba Maulid Habsyi, hari kedua lomba push bike, dan terakhir belajar bersama tentang tradisi Kuntau,” jelasnya.

Agus berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan sejarah dan budaya lokal yang dikemas dalam kegiatan menarik dan edukatif.

“Mudah-mudahan kegiatan ini juga mampu meningkatkan kunjungan dan minat masyarakat terhadap museum, serta menyalurkan bakat di bidang keagamaan, olahraga, dan seni bela diri tradisional,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Pupuk dan Program Luas Tambah Tanam, Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk, dan keberlanjutan program Luas Tambah Tanam (LTT), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menjelaskan, bahwa pupuk menjadi salah satu indikator vital dalam mendukung produktivitas pertanian. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran sangat memengaruhi hasil produksi tanaman pangan maupun hortikultura.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah)

Karena itu, distribusi pupuk bersubsidi maupun non-subsidi terus diawasi ketat agar benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan digunakan sesuai aturan.

“Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian. Karena itu, distribusi pupuk di Kalsel kami awasi ketat agar benar-benar sesuai kebutuhan petani,” ungkap Syamsir, baru – baru ini.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Dukungan pupuk yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian Kalsel secara signifikan, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat. Apalagi, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, peran pupuk semakin penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan meminimalkan risiko gagal panen.

Syamsir juga menyoroti pentingnya program Luas Tambah Tanam atau LTT. Program ini digencarkan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada sekaligus memperluas areal tanam padi serta komoditas pangan lainnya.

“Program LTT ini bertujuan untuk memperluas areal tanam, sehingga ketersediaan pangan di Kalsel tetap terjamin. Dengan bertambahnya luas tanam, kita bisa memperkuat stabilitas ketahanan pangan di daerah,” lanjut Syamsir.

Menurutnya, keberhasilan LTT tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan perlu dukungan aktif dari petani, penyuluh pertanian, hingga pihak swasta. Dukungan lain yang juga sangat menentukan adalah ketersediaan benih unggul serta akses pupuk yang memadai.

Dengan adanya sinergi antara semua pihak, baik pemerintah, petani, maupun stakeholder terkait, target peningkatan produksi pertanian di Kalsel dapat tercapai.

“Pupuk dan LTT adalah dua faktor kunci yang saling melengkapi. Dengan keduanya berjalan optimal, kita bisa mendorong swasembada pangan daerah dan mendukung kesejahteraan petani,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Gelar Sertijab, Sejumlah Pejabat Diskominfo Kalsel Resmi Berganti Posisi

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar penandatanganan berita acara sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) pejabat struktural, di Aula Kantor Diskominfo Kalsel Banjarbaru, pada Jumat (19/9).

Serah terima jabatan ini turut disaksikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, dengan sejumlah pejabat yang resmi menduduki posisi baru sesuai penugasan yang telah ditetapkan.

Foto bersama usai Sertijab Diskominfo Kalsel

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Ia juga menyambut pejabat baru dengan penuh harapan agar mampu membawa semangat baru bagi organisasi.

“Kepada pejabat yang baru, saya berharap dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta menghadirkan inovasi untuk kemajuan Diskominfo. Mari kita bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan semangat kolaborasi, demi mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muslim.

Muslim menambahkan, melalui momentum serah terima jabatan ini, pihaknya berharap para pejabat yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi optimal dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah di bidang komunikasi dan informatika.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, karena keberhasilan Diskominfo adalah hasil kerja bersama. Saya percaya, dengan semangat kebersamaan, kita mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni Sucilianita Akbar, selaku Plt. Sekretaris Dinas menyerahkan jabatan kepada Mashudi sebagai Sekretaris Dinas yang baru.

Chairun Ni’mah, selaku Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik menyerahkan jabatan kepada Siti Norbayah.

Satyawirawan, selaku Plt. Kepala Bidang Aplikasi Informatika sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi, menyerahkan jabatan kepada Hasnan Ash Shiddieqy sebagai Kepala Bidang Aplikasi Informatika yang baru, serta Muhammad Dong sebagai Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi.

Kharis Elyani, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik menyerahkan jabatan kepada Muhammad Hidayatullah. (BDR/RIW/RH)

Sosper Ke Tanbu, DPRD Minta Pemprov Kalsel Perhatikan Pendidikan ABK

TANAH BUMBU – DPRD Kalimantan Selatan melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) No. 3 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Posko Relawan Peduli Kemanusiaan Satui (RPKS) Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama tadi. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rahman, menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), diseluruh kabupaten kota, pada 2026 mendatang. Tujuannya agar ABK memiliki kesempatan yang sama, untuk tumbuh dan berkembang mencapai potensi terbaik.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rahman

“Sejumlah strategi yang dapat dilakukan, di antaranya penerapan pendidikan inklusif, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru agar terampil dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, serta pengembangan kurikulum yang fleksibel,” ucapnya

Alpiya mengatakan, dukungan orang tua juga sangat penting, termasuk menjalin kerja sama dengan lembaga terkait dan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang ramah anak berkebutuhan khusus. Dimana, keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) sangat diharapkan masyarakat, sebagai wadah khusus bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kita ingin Pemprov berupaya agar SLB terakomodir, sehingga anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan setara,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang khusus dihimpun di Kecamatan Satui saja, sudah terdapat sedikitnya kurang lebih 300 anak berkebutuhan khusus, yang perlu mendapat perhatian dan ditampung dalam lembaga pendidikan yang sesuai. (ADV-NHF/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Banjarmasin Job Fair 2025 Terima 407 Lamaran

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menutup rangkaian kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) 2025, yang berlangsung sejak 17 hingga 19 September 2025, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Jumat (19/9). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjembatani dunia usaha dengan masyarakat pencari kerja.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Isa Anshari

“Job Fair ini bukan sekadar ajang perekrutan, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, menambah wawasan, dan memotivasi generasi muda agar mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ungkap Ikhsan.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus memperluas kesempatan kerja, sebagai upaya menekan angka pengangguran.

“Jangan berhenti berusaha dan belajar, rezeki sudah diatur, tetapi ikhtiar, doa, dan semangat pantang menyerah adalah kunci masa depan yang lebih baik,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menyampaikan, antusiasme masyarakat cukup tinggi mengikuti Job Fair kali ini.

“Tercatat sebanyak 768 pengunjung menghadiri pameran, dengan 407 pelamar kerja yang mendaftarkan diri ke 28 perusahaan peserta,” ungkap Isa.

Meski, tambahnya, ditargetkan 500 lowongan kerja belum dapat terpenuhi, karena jumlah pelamar masih di bawah target.

“Kami berharap sebanyak mungkin dari 407 pencari kerja ini bisa terserap oleh perusahaan yang membuka kesempatan,” ujarnya.

Penutupan Banjarmasin Job Fair ini, lanjut Isa, juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin lebih fokus pada program keberlanjutan ketenagakerjaan.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan membuka jalan bagi Banjarmasin yang lebih maju serta sejahtera,” ucap Isa.

Seperti diketahui, Banjarmasin Job Fair 2025 menghadirkan beragam peluang dari sektor perdagangan, perbankan, kuliner, hingga jasa teknologi.

Kehadiran kegiatan ini diharapkan, mampu mengurangi beban masyarakat dalam mencari pekerjaan sekaligus memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (SRI/RIW/RH)

Bank Muamalat Luncurkan Pembiayaan Investasi Syariah Berbasis Sosial

JAWA TENGAH – Bank Muamalat Indonesia meluncurkan layanan pembiayaan investasi perbankan syariah, atau Sharia Restricted Investment Account (SRIA) berbasis sosial yang pertama di Indonesia

Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia, Imam Teguh Saptono, saat peluncuran SRIA berbasis sosial di Semarang, Kamis (18/9) mengatakan, pembiayaan syariah perdana itu akan membiayai kebutuhan pembelian alat kesehatan RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

“Bank Muamalat sebagai manajer investasi memastikan proyek tersebut visibel dan mempunyai kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Teguh.

Investasi pembiayaan syariah berbasis sosial tersebut, menurut dia, merupakan yang pertama di Indonesia.

Dalam investasi, imbal hasil yang diperoleh tidak hanya berbentuk finansial, namun juga sosial. Amal dan pahala dari pemanfaatan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut akan dikelola secara profesional.

“Investasi ini terbatas karena hanya untuk membiayai pengadaan alat kesehatan di RS Roemani yang kembaliannya punya manfaat sosial yang dirasakan banyak orang,” katanya.

Menurut dia, target investasi pembelian alat kesehatan RS Roemani sebesar Rp2 miliar dengan jangka waktu selama 4 tahun.

SRIA berbasis sosial, lanjut dia, ke depan akan terus bergulir yang dimungkinkan bagi pembiayaan di sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Sri Mulyani, mengatakan siap menjalankan amanah sosial untuk kemaslahatan masyarakat.

Ia mengatakan pembelian alat kesehatan tersebut merupakan salah satu syarat pemenuhan kompetensi rumah sakit.

“Pengadaan alat kesehatan ini sebagai syarat pemenuhan kompetensi sebagaimana diatur Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia mengharapkan penggunaan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. (Muamalat-RIW/RH)

Tingkatkan IKP Nasional, Pemprov Kalsel dan Kemenko Polhukam Gelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi

BANJARMASIN – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (18/9).

Suasana paparan dan diskusi Forum Koordinasi dan Sinkronisasi IKP 2025

Forum tersebut membahas peningkatan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) baik di tingkat nasional maupun daerah tahun 2025. Kegiatan dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel, Rospana Sofian.

Rospana Sofian menyampaikan, bahwa forum ini penting sebagai ruang evaluasi dan perumusan strategi bersama dalam menjaga serta meningkatkan kualitas kemerdekaan pers di Indonesia.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan komunikasi dan informasi dalam konteks hukum dan ketahanan nasional. Kami tentu mengapresiasi forum ini sebagai wadah sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya sebatas diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang nyata bagi peningkatan kualitas kemerdekaan pers.

“Harapan kami, forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk peningkatan indeks kemerdekaan pers, sekaligus memperkuat peran pers dalam menjaga demokrasi dan stabilitas bangsa,” tambahnya.

Kalimantan Selatan sendiri, menjadi salah satu provinsi percontohan kemerdekaan pers dengan nilai indeks 80,91 poin, tertinggi se-Indonesia pada tahun 2024.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko Indarto menegaskan, bahwa forum ini menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan IKP di provinsi lain.

“Rekomendasi dari forum ini akan ditujukan kepada kementerian, lembaga teknis, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang komunikasi dan informasi. Implementasinya diharapkan dapat langsung dirasakan oleh insan media, masyarakat, dan semua pihak demi kestabilan politik serta keamanan negara,” jelasnya.

Eko juga berharap provinsi lain dapat mencontoh capaian Kalimantan Selatan, sehingga peningkatan kemerdekaan pers dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

“Melalui forum ini, kami ingin mendorong provinsi-provinsi lain agar terus meningkatkan indeks kemerdekaan pers, sehingga tidak hanya Kalsel yang menjadi percontohan, tetapi juga daerah lain bisa ikut menorehkan prestasi serupa,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version