Gelar Rapat Pemantapan, Dispar Kalsel Siap Gelar Jambore Pokdarwis se-Kalsel 2025
Suasana Rapat Pemantapan Jambore Pokdarwis se-Kalsel 2025, di Aula Dispar Kalsel
BANJAR – Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel), melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, menggelar rapat pemantapan internal terkait pelaksanaan Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kalimantan Selatan 2025. Rapat berlangsung di Aula Dispar Kalsel, Senin (29/9) siang.
Rapat dipimpin Plt Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Musrefinah Lediya, didampingi jajaran pejabat dan staf Dispar Kalsel. Selain itu, pertemuan juga dihadiri langsung pihak penyelenggara kegiatan, untuk memastikan kesiapan acara berjalan lancar dan sukses.
Kepada wartawan, usai rapat, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Wisata, Musrefinah Lediya, mengatakan, Jambore Pokdarwis se-Kalsel merupakan agenda tahunan yang diikuti perwakilan kelompok sadar wisata, seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Bekerja Bersama, Merangkul Semua Menuju Transformasi Pariwisata Kalsel yang Berkelanjutan dan Mendunia.”

“Tema dipilih sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sektor pariwisata yang tidak hanya berfokus pada pengembangan destinasi, tetapi juga mengutamakan keberlanjutan serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata,” ucapnya
Disampaikan Musrefinah, kegiatan Jambore Pokdarwis se-Kalsel 2025 akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 1 – 2 Oktober 2025, dan dipusatkan di Amanah Borneo Park, Kota Banjarbaru.
Dalam jambore ini, para peserta akan mengikuti beragam agenda, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas, diskusi dan pengembangan destinasi. Dimana ini merupakan ajang silaturahmi, tukar pengalaman, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
“Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan ujung tombak dalam mendukung transformasi pariwisata,” jelas Lediya

Lebih lanjut Lediya menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masyarakat, sebagai garda terdepan pembangunan sektor pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Pihaknya optimis pariwisata Kalsel dapat semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia.
“Adapun materi yang disampaikan tentang penguatan kelembagaan Pokdarwis dan pola kerjasama dengan Pemerintah Desa, peningkatan kapasitas dalam pengelolaan destinasi wisata, peran Pokdarwis dalam digitalisasi pembayaran destinasi wisata, dan Pokdarwis sebagai agen promotor destinasi di era digital,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)
