Komdiphoria 2025 Resmi Dimulai, Dorong Generasi Muda Kuasai Transformasi Digital

BANJARBARU – Rangkaian kegiatan Komunikasi Digital Uphoria (Komdiphoria) Tahun 2025 resmi dimulai, sebagai bagian dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan, yang berlangsung di salah satu mal terbesar di Banjarbaru, pada Jumat (26/9).

Gelaran ini diawali dengan Kelas Host bertajuk “The Art of Hosting : Seni Menyampaikan Pesan Tanpa Batas” yang menghadirkan narasumber, Aditya Agusta dari lembaga pelatihan Cue Card, yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Usai kelas tersebut, acara dilanjutkan dengan seminar bertema “Dukungan Perangkat Transformasi Digital, Monitoring Isu, Jaringan, SDM Digital, Kebijakan PEMDI, serta Keamanan Informasi.” Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Product Development PT Media Cepat Indonesia (Rapid Network), Rendy Giantara, Direktur PT Sifatama Selamaya Solusindo South Kalimantan IT, Muhammad Lazuardi Yunanda, serta Head of Creative Production Icons Nusantara, Santika Saraswati Pribadi.

Salah satu penampilan peserta lomba stand up comedy Komdophoria 2025

Tak hanya itu, Komdiphoria 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, mulai dari lomba stand up comedy hingga turnamen mobile legends yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus memahami pentingnya transformasi digital.

“Kami ingin generasi muda memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada publik, serta lebih memahami bagaimana transformasi digital berlangsung,” ujar Mashudi.

Lebih lanjut, Ia menegaskan Komdiphoria juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran dan fungsi Diskominfo kepada masyarakat.

“Selain mengenalkan program Diskominfo, kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, aman, dan efisien. Kami berharap ada masukan dari masyarakat agar layanan publik berbasis digital di Kalsel bisa semakin lebih baik kedepan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

WSFest 2025 dan MTN Seni Budaya Resmi Dibuka, Banjarbaru Jadi Panggung Kreativitas Nasional

BANJARBARU – Wabul Sawi Festival (WSFest) 2025 yang dipadukan dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, resmi dibuka di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Jumat (26/9).

Foto bersama saat pembukaan ikon inspirasi MTN Kebudayaan

Mengusung tema “Tahan Apilan Terus Bertahan”, kegiatan ini akan berlangsung hingga Sabtu (27/9) dengan menghadirkan 19 program yang tersebar di 6 titik di Kota Idaman.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional Kementerian Kebudayaan yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan menghubungkan talenta seni budaya Indonesia dengan peluang penguatan kapasitas maupun akses pasar.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, secara resmi membuka MTN Ikon Inspirasi di hadapan ribuan peserta. Ia menegaskan, program ini menjadi langkah strategis dalam mengelola potensi besar anak bangsa di bidang seni budaya.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, perlu sistem manajemen talenta yang modern agar para pelaku seni budaya dapat berkembang, mendapat kesempatan yang setara, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Mahendra menambahkan, pemerintah menyiapkan wadah pembinaan, akses pendanaan, kesempatan tampil di tingkat nasional hingga internasional, serta jejaring kolaborasi lintas sektor.

“Harapannya, ekosistem seni budaya yang produktif, inklusif, dan berkesinambungan dapat tercipta,” harapnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Ariadi menekankan pentingnya generasi muda tidak hanya cakap teknologi tetapi juga berakar kuat pada budaya.

Menurutnya, Wabul Sawi Festival menjadi ruang lahirnya generasi muda yang gemar membaca, menulis, merawat tradisi, dan menerjemahkannya dalam karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perayaan seni dan sastra, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebudayaan adalah identitas dan kekuatan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Wabul Sawi Festival, Hudan Nur, menyebutkan kegiatan ini melibatkan puluhan sekolah, komunitas sastra, mahasiswa dari berbagai daerah di Kalsel, serta perwakilan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Tak hanya itu, festival juga menghadirkan komunitas kampus, UKM, hingga warga binaan Lapas Perempuan yang memiliki talenta menulis.

“Targetnya kegiatan diikuti 1.000 peserta. Kita ingin semua kalangan bisa terlibat, termasuk mereka yang punya potensi namun jarang mendapat ruang tampil,” tutur Hudan yang juga dikenal sebagai penyair.

Program WSFest sendiri dikemas dalam beragam bentuk, mulai dari diskusi Oru (Obrolan Seru), Manyoto Tangah Hari, Malam Imaji, Edutown Selingkung Kota, hingga Antologi Karya Nusantara. (SYA/RIW/RH)

Gelar Mursprov VI, Pemprov Kalsel Dorong Peran PSMTI Majukan Pembangunan di Banua

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peran Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSTMI) Kalsel, dalam memajukan pembangunan di Banua.

Foto bersama

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, kepada sejumlah wartawan, usai membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Jumat (26/9).

Adi menjelaskan, masyarakat Tionghoa di Kalsel dikenal aktif dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Baik di bidang pendidikan, kepemudaan, maupun sosial. Ia berharap, dengan terpilihnya ketua baru dalam Musprov kali ini, PSMTI semakin memperkuat kiprahnya dalam pembangunan di Kalimantan Selatan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, saat diwancara

“PSMTI punya peran penting dalam memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Kami berharap pengurus yang baru dapat melanjutkan kontribusi positif ini,” ujarnya

Sementara itu, Ketua PSMTI Kalsel periode sebelumnya, Herman Chandra menyampaikan, Ketua dan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan periode 2025–2027 diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi kreatif untuk memajukan Banua. Dengan mengangkat tema “Bersinergi Menjalin Harmoni Demi Kemajuan Bersama”, Musprov kali ini diharapkan itu dapat menjadi wadah lahirnya gagasan, usulan, dan program kerja yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Forum ini penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan,” jelas Herman

Herman menambahkan, peran PSMTI ke depan tidak hanya terbatas pada bidang sosial, tetapi juga perlu didorong ke sektor ekonomi dan pendidikan. Dengan begitu, kontribusinya akan semakin nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap pengurus baru dapat melahirkan ide-ide segar dan menjalin kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya

Musprov VI PSMTI Kalsel ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Turut hadir Wakil Ketua Umum PSMTI Pusat, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rais Ruhayat, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. (NHF/RIW/RH)

Resmi, RSUD Ulin Laksanakan Tindakan Coiling Perdana

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin bersinergi dengan RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, melaksanakan tindakan Coiling Perdana melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Stroke, di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/9). Kegiatan ini dibuka Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta, Al Rasyid menjelaskan, pelaksanaan coiling perdana ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Al Rasyid (Batik) bersama Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Kami bersama RSUD Ulin Banjarmasin telah mempersiapkan pelaksanaan tindakan coiling ini, beberapa bulan lalu. Dan, hari ini bisa terlaksana,” ungkap Al Rasyid.

Pihaknya melihat semangat kerja dari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam pelaksanaan tindakan coiling perdana ini, yang juga menandai langkah maju RSUD Ulin, meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke dan penyakit serebrovaskular, dari tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan RSUD Ulin Banjarmasin mampu memperkuat layanan prioritas stroke di Kalimantan Selatan, serta mendekatkan pelayanan kesehatan unggulan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menjadi rumah sakit rujukan, bagi Rumah Sakit di Kalimantan Tengah, serta Timur.

Dalam kesempatan ini, Al Rasyid berpesan kepada masyarakat di Kalsel, apabila menemukan gejala stroke, maka segera bawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Gejala awal dari stroke dapat dilihat dari bentuk senyum yang miring sebelah, kesulitan bicara atau artikulasi tidak jelas, sakit kepala, serta penglihatan menjadi buram atau kabur,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Al Rasyid, penanganan penyakit stroke ini berkejaran dengan waktu. Maka, sesegera mungkin untuk mendapatkan pertolongan medis apabila mendapatkan serangan, ataupun gejala awal tersebut.

“Jangan menunda nunda untuk mendapatkan pertolongan dari penanganan gejala stroke tersebut,” ucapnya.

Begitu juga, tambahnya, jika mendapatkan serangan di malam hari, jangan menunda besok hari ke rumah sakit.

“Segera bawa secepat mungkin meski malam hari untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, RSUD Ulin Banjarmasin resmi memberikan layanan tindakan coiling, sebagai salah satu penanganan penyakit stroke.

“Dengan didukung RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, RSUD Ulin Banjarmasin telah siap memberikan layanan Coiling bagi pasien stroke di Kalsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan penanganan yang dilakukan langsung tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin, pada tindakan perdana, yang didampingi tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo.

“Diharapkan, dengan semakin seringnya tindakan coiling di RSUD Ulin Banjarmasin, pasien dapat segera ditindaklanjuti, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi, serta angka kecacatan semakin rendah,” jelas Diauddin.

Selain itu, menurut Diauddin, dengan layanan ini, maka pasien dari Kalimantan Selatan dan sekitarnya, tidak perlu lagi pergi keluar daerah atau luar negeri, untuk mendapatkan penanganan tersebut, dan cukup dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk diketahui, coiling adalah sebuah prosedur medis minimal invasif, untuk menangani aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah otak, dengan cara memasukkan kumparan logam (Coil) melalui kateter ke dalam aneurisma untuk menutupnya dan mencegah pendarahan atau pecah.

Prosedur ini bertujuan memblokir aliran darah ke aneurisma sehingga mengurangi risiko terjadinya stroke hemoragik, kerusakan otak, dan komplikasi serius lainnya. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version