7 Mei 2026

Rubuha, Metode Alami Pengendalian Hama Tikus

Rumah Burung Hantu (Rubuha) yang ada di area persawahan

BANJARBARU – Balai Pengendalian dan Pengawasan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, mengimbau para petani agar tidak melakukan pembasmian hama tikus dengan cara melepas ular di area pertanian.

Kepala BPTPH Provinsi Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni mengatakan, bahwa pelepasan ular dinilai berisiko bagi keselamatan manusia dan sulit dikontrol pergerakannya di lapangan. Sebagai alternatif, Lestari menyarankan penggunaan rumah burung hantu (Rubuha) yang dinilai lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kepala BPTPH Provinsi Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni

Burung hantu merupakan predator alami tikus yang mampu memangsa tikus dalam jumlah cukup besar setiap malam. Dengan menempatkan rubuha di sekitar lahan pertanian, populasi tikus dapat ditekan tanpa mengganggu ekosistem.

“Pergerakan ular sulit diawasi, sehingga berpotensi membahayakan petani maupun masyarakat sekitar,” ujarnya baru-baru ini.

Sementara, burung hantu cenderung menetap di area yang disediakan rubuha, sehingga pengendalian hama lebih terfokus. Ini membantu petani melindungi hasil panen secara berkelanjutan tanpa menimbulkan ancaman bagi manusia.

Ia juga mendorong petani untuk membangun rubuha secara berkelompok atau gotong royong, sehingga cakupan pengendalian hama menjadi lebih luas dan biaya pembuatan lebih efisien.

“Jika rubuha dibangun secara kolektif, maka satu kawasan persawahan bisa dilindungi secara menyeluruh dan hasilnya akan lebih maksimal,” lanjut Lestari.

Selain menggunakan rubuha, BPTPH Kalsel juga mengimbau petani menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu kombinasi antara pengendalian hayati, kultur teknis, dan monitoring rutin terhadap populasi hama. Dengan pendekatan ini, ancaman serangan tikus bisa ditekan sejak dini tanpa merusak keseimbangan lingkungan.

Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kerugian hasil panen akibat serangan hama tikus yang sering kali menyebabkan penurunan produksi padi secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen mendukung petani melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, serta edukasi terkait pengendalian hama yang ramah lingkungan.

“Tujuannya agar ketahanan pangan daerah tetap terjaga dan produktivitas pertanian tidak terganggu,” tutup Lestari. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.