1 Mei 2026

Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat, BI dan TNI AL Hadirkan Rupiah Berkualitas di Pulau Terluar Kalsel

Gubernur dan Forkopimda Kalsel melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat

BANJARMASIN – Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut, kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) di wilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen negara menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Forkopimda Kalsel berfoto bersama di atas KRI Hiu-634

Pelepasan tim ekspedisi dilakukan di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Rabu (6/8), yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan Bank Indonesia, serta perwakilan TNI AL.

Kepada wartwan, Gubernur Muhidin mengatakan, ekspedisi ini bukan hanya sekadar mendistribusikan uang, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan ekonomi dan memperkuat kedaulatan nasional hingga pelosok negeri.

“Kami mendukung penuh misi ini demi pemerataan layanan keuangan, khususnya di daerah kepulauan dan pesisir Kalimantan Selatan,”
ujar Gubernur Muhidin.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menjelaskan, bahwa ERB 2025 mengemban tiga misi strategis. Yakni pertama, Peredaran Uang Rupiah, dimana Bank Indonesia membawa uang tunai senilai Rp6 miliar untuk melayani penukaran uang lusuh dengan uang layak edar di lima pulau sasaran. Pulau Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Pulau Laut Timur.

“Kami ingin memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap Rupiah yang berkualitas, di mana pun mereka berada,” ujar Fadjar.

Selanjutnya menurut Fadjar, misi kedua adalah Edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Dimana
ERB menghadirkan kegiatan edukatif seperti BI Mengajar, Dongeng Rupiah, dan kunjungan pelajar ke kapal perang TNI AL (open ship).

“Kami ingin menanamkan nasionalisme dan pemahaman mendalam tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, khususnya kepada generasi muda,” tambahnya.

Misi ketiga, tambah Fadjar, adalah QRIS untuk Negeri. Yakni
Mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Dimana ERB 2025 menghadirkan QRIS Experience dan fasilitasi pendaftaran merchant QRIS.

“Kami ingin seluruh masyarakat di wilayah terluar termasuk UMKM juga merasakan manfaat ekonomi digital secara merata,” tegas Fadjar.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut, Laksda TNI Yayan Sofiyan menegaskan, bahwa TNI AL siap mendukung misi ini sebagai bagian dari bela negara.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan yang harus dijaga bersama. Kolaborasi BI dan TNI AL menunjukkan sinergi kekuatan negara untuk memastikan Rupiah menjadi tuan rumah di seluruh wilayah NKRI,” ujar Laksda Yayan.

Untuk mendukung pelaksanaan ekspedisi, TNI AL mengerahkan KRI Hiu-634, kapal patroli laut andalan yang akan menempuh pelayaran sepanjang 503 Nautical Miles, menjangkau lima pulau tujuan, membawa tim dari Bank Indonesia dan TNI AL dari 6-12 Agustus 2025.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmen penuh mendukung pelaksanaan ERB, baik dari sisi koordinasi lapangan maupun pelibatan masyarakat lokal.

“ERB 2025 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan investasi sosial dan ekonomi jangka panjang untuk membangun ketahanan daerah, memperluas literasi keuangan, dan mempererat ikatan antara negara dan rakyat,” tutup Gubernur Muhidin. (RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.