Alamtri Resources Juara Umum 4th KFRC 2025, Gubernur Muhidin : Jadi Motivasi Untuk Meningkatkan Kemampuan
Alamtri Resource juara umum 4th KFRC 2025
BANJARBARU – Perusahaan tambang Alamtri Resources Indonesia (ATRI) berhasil menjadi Juara Umum dalam ajang bergengsi 4th Kalimantan Fire & Rescue Challenge (KFRC) 2025 yang digelar sejak 27 Juli – 1 Agustus 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Kompetisi ini mempertemukan tim-tim tanggap darurat dari perusahaan pertambangan se-Kalimantan, dan menjadi ajang peningkatan kapasitas profesional di bidang penyelamatan dan kebencanaan industri.
Kegiatan resmi ditutup Gubernur Kalsel, Muhidin, diwakili Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalimantan Selatan, Muhammad Muslim, di salah satu hotel berbintang Kota Banjarbaru, Kamis (31/7) malam.

Dalam sambutan tertulis, Gubernur menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan KFRC keempat, yang dinilai sarat manfaat dan semangat kolaboratif.
“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah berbagi pengetahuan, keterampilan, serta mempererat koordinasi dan kerja sama antar tim tanggap darurat di wilayah Kalimantan,” katanya.
Gubernur juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang, khususnya Alamtri Resources Indonesia yang meraih prestasi tertinggi.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga profesionalisme, dan menginspirasi rekan – rekan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Profesi Tanggap Darurat Pertambangan Kalimantan (PPTDPK) sekaligus Ketua Penyelenggara KFRC, Dany Irawan menyampaikan, KFRC bukan sekadar lomba, tetapi forum penguatan kapasitas dan budaya keselamatan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu serta meningkatkan skill, pengetahuan dan pengalaman tim rescue perusahaan pertambangan di Kalimantan,” jelasnya
Ia menyebut KFRC menjadi sarana perusahaan dalam menunjukkan komitmen terhadap kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja.
Lebih lanjut, Dany menjelaskan bahwa KFRC 2025 juga menghadirkan uji kompetensi sertifikasi tanggap darurat secara gratis, melalui LSP Tanggap Darurat PERTAPINDO. Dimana setiap tim mendaftarkan dua personelnya.
Program ini akan berlanjut dalam bentuk pengembangan kompetensi secara regular dan berjenjang, sesuai peraturan pemerintah.
“Kami ingin memastikan peningkatan kompetensi ini tidak hanya berhenti di ajang ini, tetapi berkelanjutan dan sesuai standar nasional,” tuturnya.
Tercatat ada 14 tim dari berbagai perusahaan ambil bagian dalam KFRC tahun ini. Peserta datang dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan satu tim tamu dari Morowali, Sulawesi Tengah. Mereka mengikuti berbagai skenario penyelamatan dan penanganan kebakaran dengan kondisi yang menyerupai kejadian nyata di lapangan.
“Melalui serangkaian tantangan yang realistis, peserta diuji mulai dari operasi di medan sulit hingga simulasi insiden kebakaran,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
