Perkuat Tata Kelola dan Struktur Pengawasan Bank Kalsel, Gubernur Muhidin Lantik 4 Dewan Komisaris Baru

BANJARBARU – Dalam upaya memperkuat struktur manajemen dan memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, secara resmi melantik empat anggota Dewan Komisaris baru.

Dewan Komisaris Bank Kalsel saat prosesi pelantikan

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mempertahankan Tingkat Kesehatan Bank (TKB) pada peringkat “Sehat” serta memastikan keberlanjutan peran strategis bank dalam pembangunan daerah. Pelantikan ini, juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasayang digelar pada 13 Maret 2025. Dimana pemegang saham menyetujui pengunduran diri Hatmansyah (Komisaris Utama Independen), Syahrituah Siregar (Komisaris Independen), dan Rizal Akbar Sarupi (Komisaris).

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test), serta dikuatkan melalui Akta Penetapan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Perseroda) Nomor 04 Tanggal 11 Juli 2025, berikut adalah nama-nama Dewan Komisaris periode 2025-2030 yang resmi dilantik

Yakni Subhan Nor Yaumil sebagai Komisaris Utama Non Independen, Riza Aulia – Komisaris Independen, Karmila Muhidin – Komisaris Non Independen, dan Widya Ais Sahla – Komisaris Independen.

Dewan Komisaris berfoto bersama Dirut Bank Kalsel usai pelantikan

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, bersamaan dengan pelantikan Sekretaris Daerah dan Pejabat Eselon II Provinsi Kalsel. Acara ini turut dihadiri para Bupati/Wali Kota se Kalimantan Selatan, jajaran FORKOPIMDA Kalsel, Kepala Dinas Provinsi Kalsel, perwakilan OJK dan BI, Direksi Bank Kalsel, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga, termasuk kalangan BUMN/D dan media.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Dewan Komisaris yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, komitmen, dan integritas tinggi.

“Dewan Komisaris memiliki peran strategis sebagai pengawas dalam memastikan Bank Kalsel tetap berada pada jalur yang sehat dan berkelanjutan. Tugasnya bukan semata mengawasi kinerja keuangan, tetapi juga memastikan bahwa bank ini hadir sebagai penggerak ekonomi daerah,mendukung UMKM, memperluas inklusi keuangan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muhidin menyampaikan optimisme, bahwa sinergi antara Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh pemangku kepentingan akan membawa Bank Kalsel menjadi institusi yang lebih kuat dan terpercaya.

“Mari kita bersama-sama mewujudkan Bank Kalsel sebagai bank yang terdepan, terpercaya, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya.

Setelah dilantik, Komisaris Utama No-Independen Bank Kalsel, Subhan Nor Yaumil, mewakili seluruh Dewan Komisaris Bank Kalsel, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Pemegang Saham, dan komitmennya untuk mengemban tugas pengawasan secara optimal demi kemajuan bank.

“Kami menyadari bahwa peran Dewan Komisaris sangat krusial dalam memastikan arah kebijakan dan pelaksanaan operasional bank tetap sesuai dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepentingan pemegang saham serta masyarakat luas. Kami akan menjalankan fungsi pengawasan dengan objektif, profesional, dan bersinergi penuh bersama Direksi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap proses pengambilan keputusan, serta menjadikan Bank Kalsel sebagai institusi keuangan daerah yang berdaya saing tinggi dan responsif terhadap kebutuhan nasabah serta pembangunan Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Perkenalkan Kalsel ke Kancah Nasional dan Internasional, Dispar Kalsel Kembali Gelar Tour De Loksado

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata Kalsel, kembali menggelar Tour De Loksado 2025.

Suasana tour de loksado sumber (BiroadpimKalsel)

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, yang juga sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, resmi mengibaskan bendera start, pada Sabtu (12/7) di Siring 0 Km Banjarmasin.

Menurut Syarifuddin, Tour De Loksado ini merupakan event tahunan, dalam rangka mengenalkan destinasi wisata di Banua, kepada wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, nasional hingga mancanegara. Pihaknya
menyambut suka cita atas partisipasi para pesepeda sebanyak 465 peserta, yang tersebar dari 15 provinsi berbeda.

“Tour De Loksado 2025 ini peserta akan menyaksikan landscape dari keindahan Meratus terbentang sepanjang perjalanan yang telah diakui dunia melalui UNESCO Geopark Meratus,” ucapnya

Para peserta antusias mengikuti tour de loksado sumber (BiroadpimKalsel)

Disampaikan Syarifuddin, setiap peserta akan menjadikan moment ini menjadi istimewa, tidak hanya disimpan sebagai kenangan pribadi, tetapi diceritakan kepada kawan dan kerabat. Bahkan diabadikan dalam unggahan digital sehingga lebih banyak orang tahu akan keindahan Kalsel.

“Rute pesepeda kali ini cukup panjang. Para pesepeda mulai menggowes sepeda mereka dari titik 0 km Banjarmasin, melewati Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin hingga berakhir di Losado Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin mengharapkan,
panitia memastikan keamanan maupun pelayanan medis setiap titik, dan bagi para peserta untuk tetap berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan.

“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan sukses hingga 13 Juli 2025,” tutupnya. (Biroadpim-NHF/RIW/RH)

Perbanyak Lahan Hortikultura, Pemprov Kalsel Coba Tanami Lahan Sport Center

BANJAR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya memperbanyak area lahan hortikultura di Banua ini.

Kepala DPKP Kalsel turut serta dalam pembersihan area lahan sport center

Salah satu lahan yang baru digarap DPKP Kalimantan Selatan, yakni area Sport Center, yang terletak di area Jl H Mistar Cokrokusumo, dekat Bukit Merangkul, Kabupaten Banjar.

Pada Jum’at (11/7) pagi, Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengarahkan seluruh tenaga kontrak dan ASN lingkup DPKP Kalsel, untuk membersihkan area tersebut, sehingga dapat dilakukan penanaman tanaman hortikultura nantinya.

Syamsir mengungkapkan, penanaman tanaman hortikultura di area Sport Center nantinya, salah satu upaya untuk menanggulangi inflasi pangan. Khususnya pada komoditas cabai dan bawang yang mengalami kenaikan harga signifikan.

“Pemerintah Provisni Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel akan mengembangkan lahan bekas sport center menjadi lahan pertanian yang produktif,” ungkap Syamsir.

Pemanfaatan lahan Sport Center, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, yang berinisiatif memanfaatkan bekas lokasi Sport Center sebagai lahan pertanian. Di lokasi ini, nantinya akan ditanami cabai rawit, cabai besar dan bawang, serta berbagai tanaman lainnya.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan SKPD lainnya, salah satunya Dinas PU untuk pengairan lahan nantinya,” lanjut Syamsir.

Lahan Sport Center yang akan dimanfaatkan nantinya, dengan area seluas 40 hingga 50 hektare. Luasnya lahan ini tidak menjadi halangan dalam penanaman, dikarenakan DPKP Kalsel bersama seluruh UPT naungannya, bergotong royong dalam membersihkan lahan agar nantinya mudah ditanami.

“Kami telah melakukan pembersihan lahan seperti menyingkirkan kayu kayu di area lahan, setelah itu akan kami tutupi dengan mulsa agar lahan lembab dan siap ditanami nantinya,” tutup Syamsir.

Selain cabai dan bawang, DPKP Kalsel juga berencana akan menanam berbagai jenis buah-buahan, seperti pepaya, jeruk, serta komoditas singkong, dan kacang-kacangan. (MRF/RIW/RH)

Lampaui Target Nasional, Diskominfo Kalsel Raih 71 Persen Keamanan Siber

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, mencatatkan lonjakan signifikan dalam penilaian tingkat kematangan keamanan siber dan sandi, yang dilaksanakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 8-10 Juli 2025 di kantor Diskominfo Provinsi Kalsel.

Suasana Penilaian Keamanan Siber di Diskominfo Kalsel

Penilaian ini merupakan bagian dari upaya BSSN dalam mengukur kesiapan dan ketangguhan sistem keamanan informasi dan siber di instansi pemerintahan.

Hasilnya, indeks keamanan informasi Diskominfo Kalsel meningkat dari skor 475 menjadi 651. Sementara itu, indeks keamanan siber dan administrasi pemerintahan naik dari 2,75 menjadi 3,48.

Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel yang juga Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar menyampaikan, bahwa capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat sistem keamanan digital.

“Kami berhasil melampaui target nasional sebesar 60 persen. Saat ini, indeks kami mencapai 71 persen. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim,” ungkapnya, Jumat (11/07).

Dengan pencapaian tersebut, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan berhak menerima sertifikat keamanan dari BSSN. Penyerahan sertifikat dijadwalkan berlangsung pada November 2025.

“Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi instansi pemerintah lainnya untuk terus meningkatkan keamanan data dan sistem informasi, seiring dengan meningkatnya tantangan di dunia siber,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Peringati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Gubernur Muhidin: Momen Tingkatkan Takwa

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, pada Kamis (10/7) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut, diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Acara diisi dengan tausiyah agama oleh penceramah Ustadz Ilham Humaidi yang mengangkat tema hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengajak seluruh masyarakat muslim di Banua, untuk menjadikan momen pergantian tahun baru Islam sebagai waktu untuk muhasabah diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur

“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar penanda waktu, tapi juga momen penting untuk meninggalkan keburukan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi, Gubernur juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

“Mudah-mudahan tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan harapan baru bagi Banua,” harapnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriah erat kaitannya dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Ia menjelaskan pentingnya memahami makna hijrah secara utuh, tidak hanya dalam konteks sejarah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Tinggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya,” pesan Ustadz Ilham.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan yang baik, termasuk sahabat yang mendorong dalam kebaikan, dan menjauh dari pergaulan yang dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

“Pilihlah teman yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Apresiasi Para Penyuluh Agama, Subdirektorat Bina PAI Gelar Pembinaan, Evaluasi dan Serap Aspirasi PAI Kalsel

BANJARBARU – Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag RI, menyelenggarakan kegiatan pembinaan, evaluasi kinerja dan menyerap aspirasi para PAI di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut diselenggarakan berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Kalsel di Gedung Jabal Rahmah UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (11/7).

Panitia pelaksana kegiatan Heru Susanto selaku Kasubtim Evaluasi Kinerja Penyuluh mengungkapkan, kegiatan diikuti 100 peserta, dengan komposisi unsur PAI 80 orang, Bidang Penais 16 orang, Kasi Bimas Islam 2 orang dan Ormas 2 orang dari NU dan Muhammadiyah.

“Kegiatan ini kami laksanakan di Kalsel sebagai bentuk apresiasi kami kepada Bidang Penais Kemenag Kalel yang konsen dan aktif terhadap PAI, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini kinerja PAI di Kalsel dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya melibatkan Narasumber Dosen Fakultas Dakwah dari UIN Antasari serta praktisi Media Sosial.

Selanjutnya, Kepala Subdirektorat Bina PAI Direktorat Penerangan Agama Islam, Jamaluddin M Marki mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiasi Direktorat Bina PAI. Dilaksanakan di daerah dengan harapan dapat diikuti lebih banyak penyuluh.

“Walaupun singkat tetapi padat dan bermanfaat, dapat lebih banyak menyapa para penyuluh yang ada di daerah yang jarang dapat kita sapa,” katanya.

Dalam kegiatan ini ada pembinaan, evaluasi kinerja dan juga serap aspirasi.

“Ini nanti mungkin yang sangat dinanti teman teman penyuluh silakan nanti pada waktunya kita akan buka ruang diskusi dan informasi-informasi yang bisa kita sampaikan,” katanya.

Kegiatan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, yang dalam sambutannya menyampaikan, jumlah penyuluh agama islam di Kalsel sampai Juli 2025 berjumlah 549 orang.

Dengan rincian 131 orang penyuluh PNS, 261 orang penyuluh PPPK, 114 orang Penyuluh Non PNS, dan 43 orang penyuluh CPNS.

“Saya berharap melalui pertemuan hari ini akan memberikan pencerahan dan semangat bagi penyuluh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja yang kita lakukan pada hari ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas tugas serta peran penyuluh agama Islam dalam masyarakat sekaligus menggali potensi dan gagasan baru dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan umat,” ujarnya.

Tambrin selanjutnya menilai, serap aspirasi dalam kegiatan tersebut sangat penting untuk mendengarkan langsung suara dari para penyuluh agama Islam yang berada di lapangan.

“Bersama-sama akan kita dengarkan apa yang menjadi tantangan, harapan, dan kebutuhan yang dihadapi oleh para penyuluh agama Islam di Kalimantan Selatan agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat guna dan lebih responsif terhadap dinamika yang ada.,” ujarnya.

Tambrin mengungkapkan, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tantangan dakwah dan dunia penyuluhan agama juga semakin kompleks. Oleh karena itu, evaluasi dan serap aspirasi yang kita adakan hari ini sangatlah penting dan strategis.

“Saya berharap, forum ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, namun benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan langkah – langkah konkret dalam menjalankan tugas kepenyuluhan,” harapnya. (KanwilKemenagKalsel-RIW/RH)

Dislutkan Bersama Forikan Kalsel, Dukung Pencegahan Stunting Dengan Konsumsi Ikan

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi se-kabupaten dan kota, di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (10/7). Rakor dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

Rusdi mengatakan, FORIKAN ini sebagai wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam edukasi dan kampanye makan ikan.

“Sehingga forum ini bukan hanya sekedar wadah formal, tetapi menjadi penggerak utama dalam meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat,” ucap Rusdi.

Mengingat, lanjut Rusdi, ikan adalah sumber protein hewani yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama bagi balita dan ibu hamil yang rentan risiko stunting.

“Mengkonsumsi ikan secara rutin terbukti dapat mencukupi kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.

Rusdi berharap, melalui rakor ini seluruh FORIKAN di kabupaten dan kota semakin aktif dan terarah. Dapat berkomitmen bersama agar konsumsi ikan terus mengalami peningkatan.

“Masyarakat semakin sadar gizi, dan angka stunting dapat ditekan sesuai target nasional,” ucap Rusdi.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor Forikan Tahun 2025 Martiah Akhdianti menjelaskan, Rakor FORIKAN ini digelar, dalam rangka persiapan mendukung pencegahan stunting di Provinsi Kalimantan Selatan.

FORIKAN di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat peran dan fungsi kelembagaan, tercipta komitmen bersama, peningkatan pemahaman, serta rumusan langkah langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan di daerah masing masing.

Peserta Rakor FORIKAN ini berasal dari perwalian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemenuhan gizi masyarakat. FORIKAN sebagai wadah koordinasi dan sinergi antara pemangku kepentingan, memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat, dan mendorong peningkatan konsumsi ikan secara berkelanjutan. (SRI/RIW/RH)

Sukses Gelar Audisi, Kalsel Tempatkan 4 Wakilnya di Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar audisi paduan suara Gita Bahana Nusantara 2025. Audisi yang digelar dari 9 hingga 10 Juli 2025 itu, dibuka langsung Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha.

Kepada sejumlah wartawan, usai audisi hari kedua Kamis (10/7) Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati mengatakan, audisi paduan Gita Bahana Nusantara ini, merupakan kegiatan tahunan, untuk menjaring bakat di kalangan generasi muda khususnya seni musik.

Foto bersama

Setelah terpilih 4 peserta yang memiliki jenis suara alto, bass, tenor dan sopran, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan tim Purwacaraka, untuk memberikan pembinaan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

“Kami ingin mereka siap tampil di tingkat nasional pada 17 Agustus mendatang, atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya

Disampaikan Raudati, audisi paduan suara Gita Bahana Nusantara 2025, diikuti sebanyak 52 peserta yang tersebar dari kabupaten dan kota. Ada lima juri berkompeten yang memberikan penilaian,
Yakni, Sirajudin sebagai musisi dan pencinta lagu, Sabransyah pengajar vokal dan piano Dosen FKIP ULM Banjarmasin, Sinta Sinaga sebagai Pianis, serta Maryanto Dosen Seni Musik FKIP ULM Banjarmasin, dan satu juri tamu, musisi nasional kenamaan, Purwa Tjaraka.

“Juri satu ini dari Pemerintah Pusat, empat dari Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Dewan juri Gita Bahana Nusantara Purwa Tjaraka, mengapresiasi pelaksanaan audisi. Ia berharap segala kekurangan peserta yang ditemukan selama audisi bisa diperbaiki sebelum tampil di Jakarta. Diantaranya tidak bisa membaca not lagu.

“Gelaran GBN ini mempunyai arti penting bagi anak-anak muda,” tutupnya

Dari 52 peserta audisi, dipastikan sudah ada empat pemenang yang akan mewakili Kalsel untuk tampil di tingkat nasional, sebagai bagian dari paduan Gita Bahana Nusantara. Yakni Wisnu Hadi dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Maycella Chantiqa Wijaya dari SMA Negeri 2 Banjarbaru Hesekiel Redi Partomuan Tobing dari SMA Negeri 1 Banjarbaru, dan Yolanda Yemima Fasenga dari SMA Negeri 1 Tanjung. (NHF/RIW/RH)

Bangun Wisata Berkelanjutan, Dispar Kalsel Lanjutkan Bimtek Story Telling Ke HSS

HULU SUNGAI SELATAN – Demi membangun wisata berlanjutan, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (10/7).

Suasana Bimtek Story Telling sumber (HumasDisparKalsel)

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya Kabupaten HSS Kecamatan Loksado, karena pernah menjadi salah satu destinasi wisata Kalsel yang mendunia pada zamannya. Selain itu, juga sering dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Lewat Bimtek ini kita bangun wisata berkelanjutan dan mengembangkan kejayaan destinasi tersebut,” ucapnya

Disampaikan Mugeni, pelaksanaan
Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, menggandeng praktisi story telling asli Banua, Novyandi Saputra sebagai narasumber utama, menyampaikan materi bertemakan “Narasi Lokal, Impact Global”. Ia berharap, hasil dari kegiatan dapat meningkatkan SDM untuk menjual destinasi wisata.

“Loksado ini dikenal masih kental dengan adat dan budaya Dayak Meratusnya” ungkapnya

Mugeni menjelaskan, pihaknya juga
memberikan bantuan hibah kepada Pokdarwis di daerah. Untuk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2025 ini, diberikan berupa gazebo kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) destinasi Kilat Api. Guna mengembangkan wisata dan potensi ekonomi kreatifnya.

“Bagi Pokdarwis yang lain bisa mengajukan proposal bantuan hibah ke Disporapar setempat, agar nanti bisa diteruskan ke Dispar Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Salapudin mengapresiasi pelaksanaan Bimtek Story Telling yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kalsel.

Plt. Kepala Bidang Pariwisata Disporapar HSS (ditengah) didamping Kabid Bidang Pengembangan Destinasi, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel, (ki-ka)

Ia mengakui, kompetensi SDM Pokdarwis di Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih kurang, oleh karena itu dengan pelatihan sangat penting meningkatkan kemampuan dan membagikan ilmunya kepada rekan yang lain, agar bersama-sama untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di desanya.

“Para peserta memperoleh pemahaman menyampaikan narasi tentang destinasi wisata. Dalam membangun pariwisata berkelanjutan, karena keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya dari pemerintah. Namun, peran serta aktif di masyarakat, khususnya Pokdarwis menjadi ujung tombak di lapangan,” tutupnya. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/RH)

Realisasikan Sekolah Rakyat, Pemprov Kalsel Buka Kuota Tambahan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial mulai merealisasikan Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Sebanyak 225 peserta didik telah diterima pada tahap awal. Mereka ditempatkan di dua lokasi, yakni Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) sebanyak 125 siswa, dan Sentra Budi Luhur sebanyak 100 siswa.

Plt. Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menyebutkan, bahwa pemerintah kembali membuka pendaftaran tahap 1C untuk 100 siswa tambahan.

Mereka akan belajar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel, dengan rincian 50 jenjang SD dan 50 jenjang SMA.

Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai

“Program ini mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dijadwalkan dimulai pada bulan Agustus 2025, sementara pembukaan program berlangsung pada Juli 2025 ini,” kata Rifai, Kamis (10/7).

Dijelaskan Rifai, bahwa gedung permanen Sekolah Rakyat sendiri saat ini masih dalam proses pembangunan dan berlokasi di sekitar kawasan RSJ Sambang Lihum. Sambil menunggu penyelesaiannya, pembelajaran akan dilakukan di BBPPKS, Panti Sentra Budi Luhur, serta BLK Provinsi Kalsel.

“Mayoritas peserta berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS). Mereka benar-benar masuk kategori miskin yang berhak mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong agar kuota terus ditambah agar lebih banyak anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan akses pendidikan.

Pendaftaran dibuka hingga 12 Juli 2025. Syaratnya antara lain terdaftar dalam desil 1 atau 2 DTKS (atau menyertakan SKTM), siap tinggal di asrama, dan untuk jenjang SD boleh dari kelas yang sedang dijalani saat ini. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan ditanggung negara.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan, khususnya di wilayah Kalsel,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version