Efektifkan Dana Hibah Keagamaan, Pemprov Kalsel Luncurkan SIABAH

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimanatan Selatan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Administasi Hibah atau disebut “SIABAH”.

Aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan proses pengajuan proposal, penyaluran, serta pelaporan hibah secara digital.

Sosialisasi Monev dan Kinerja Hibah Tahun 2025

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan, dengan aplikasi tersebut, sistem hibah daerah menjadi lebih transparan, tertib, dan efisien, serta mempermudah proses administrasi. Baik bagi pemerintah daerah maupun para penerima hibah.

“Pemprov Kalsel terus berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah, termasuk dalam hal pemberian hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), agar tetap sesuai prinsip efektif, efisien, dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, usai menghadiri sosialisasi Monev dan Kinerja Hibah Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (10/7).

Syarifuddin menambahkan, dana hibah merupakan bentuk bantuan yang harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan. Sebab dana hibah juga akan diperiksa BPK, karena itu setiap lembaga harus hati-hati dan teliti dalam menggunakan agar tidak terjadi penyimpangan.

“Dana hibah merupakan bagian dari belanja pemerintah yang diperuntukkan untuk mendorong partisipasi masyarakat, dalam pembangunan dan juga melayani masyarakat,” tutup Syarifuddin.

Sementara itu, Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra, Fahrurazi, mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya bagi penerima hibah dana keagamaan, berbagai lembaga dan organisasi di Kalsel.

“Kita mengundang para penerima hibah sekaligus memberikan pemahaman melalui sosialisasi, melakukan monitoring, dan evaluasi penggunaan dana hibah. Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana pemerintah,” ucap Fahrurazi.

Adapun hibah akan diberikan Pemprov Kalsel melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) Setdaprov Kalsel kepada sarana prasarana spiritual, seperti rumah ibadah, hingga kelembagaan seperti tsanawiah dan madrasah ibtidaiyah. (MRF/RIW/RH)

Pulihkan Sumber Daya Perikanan, Dislutkan Kalsel Laksanakan Pembuatan dan Penenggelaman Rumah Ikan

TANAH BUMBU – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan pemulihan sumber daya ikan melalui Pembuatan dan Penenggelaman Rumah Ikan, di wilayah perairan Desa Setarap, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, sejak 7 hingga 9 Juli 2025.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono menjelaskan, kegiatan Penenggelaman Rumah Ikan sebagai upaya dalam nyata pemulihan sumber daya ikan, akibat pemanfaatan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Pemanfaatan tidak ramah lingkungan mengakibatkan rusaknya ekosistem perairan, terutama kerusakan habitat ikan seperti terumbu karang,” ungkap Rusdi.

Rusaknya terumbu karang dapat mengakibatkan penurunan sumber daya ikan. Hal tersebut dikarenakan, terumbu karang memiliki fungsi sebagai daerah pemijahan (spawning ground), sebagai areal pengasuhan serta pertumbuhan (nursery ground), dan mencari makan (feeding ground).

“Penurunan sumber daya ikan dapat dilihat dari menurunnya hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.

Selain itu, semakin mengecilnya ukuran ikan yang tertangkap, sulit dan jauhnya mencari daerah penangkapan (fishing ground) dan langkanya beberapa spesies ikan.

“Salah satu upaya untuk pemulihan sumber daya ikan di perairan yang rusak dan mulai terlihat berkurangnya sumber daya ikan di tempat tersebut, salah satunya dengan pembuatan dan penenggelaman fish apartment atau rumah ikan ini,” tutur Rusdi.

Seperti diketahui, apartemen ikan atau yang di kenal dengan nama ‘Rumah Ikan” adalah hasil rekayasa teknologi penangkapan ikan, yang dirancang dengan menggunakan komponen partisi plastik jenis polypropylene yang ramah lingkungan.

Rumah ikan ini dirancang dengan mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan menyerupai apartemen atau sebuah rumah, yang terdiri atas 123 partisi yang bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan. Sehingga memudahkan para nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100-200 meter di luar areal rumah ikan, dan daya tahan rumah ikan ini diperkirakan mencapai 30-50 tahun.

Rumah Ikan (Fish Apartement) sendiri sudah terbukti menjadi salah satu solusi dalam memperbaiki ekosistem perairan yang rusak hal ini dapat dilihat dari pertambahan jenis ikan, meningkatnya hasil tangkapan hingga, jarak penangkapan yang dekat dan efisien dalam waktu penangkapan. Dengan adanya Rumah Ikan ini menjadikan wilayah perairan tersebut sebagai sentra ekonomi perikanan wisata bahari. (DislutkanKalsel-SRI/RIW/RH)

Kuatkan Sinergitas, Gubernur Muhidin Bersama Forkopimda Silaturahmi ke Pangdam VI/ Mulawarman

BALIKPAPAN – Menguatkan sinergitas, Gubernur, Muhidin bersama jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, silaturahmi ke Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha pada Rabu (9/7).

Gubernur dan Forkopimda Kalsel melihat alutsista milik Kodam VI/Mulawarman

Dalam silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodam VI/Mulawarman itu, tampak mendampingi Gubernur, Muhidin diantaranya Kepala BINDA Kalsel Brigjen Pol Nurullah, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI ilham Yunus, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andayana, dan Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan.

Gubernur Kalsel menerima cinderamata dari Pangdam VI/Mulawarman

Tiba di Makodam VI/Mulawarman, Gubernur Muhidin dan Forkopimda Kalsel, disambut para prajurit TNI, dan diterima langsung Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.

Mendapat kunjungan Gubernur Kalsel dan Forkopimda, Pangdam Rudy Rachmat Nugraha menyampaikan ucapan selamat datang, dan apresiasi setinggi-tingginya atas silaturahmi ini.

Mendapatkan sambutan istimewa dari Pangdam dan jajarannya, Gubernur, Muhidin pun juga menyampaikan rasa bangga dan terkesan.

“Alhamdulilah. Kami bersama jajaran Forkopimda Kalsel hari ini disambut dengan sangat istimewa dan penuh rasa kebersamaan,” ujar Muhidin.

Gubernur, Muhidin pun menyampaikan, dirinya bersama jajaran Forkopimda Kalsel selalu bersama-sama dan solid dalam berbagai kegiatan di Banua.

“Semoga jalinan silaturahmi ini semakin memperkuat sinergitas kita bersama dalam membangun Banua untuk kemajuan masyarakat,” ungkap Muhidin.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur, Muhidin beserta jajaran Forkopimda Kalsel bersama Pangdam meninjau Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Kodam Mulawarman. Dengan lokasi strategis adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim, maka peralatan Alutsista Kodam kini semakin canggih dan lengkap. Mulai dari kendaraan taktis TNI, alat komunikasi dan sebagainya.

Tak lama, Gubernur, Muhidin diajak Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, untuk latihan menembak.

Pada akhir silaturahmi itu, Gubernur, Muhidin menerima cinderamata dari Pangdam VI Mulawarman dan dilanjutkan dengan melakukan foto bersama. (Biroadpim-RIW/RH)

Ketua Dekranasda Kalsel Fathul Jannah Bangga, Kain Sasirangan Diborong di Expo Dekranas ke-45

BALIKPAPAN – Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah dan Wakilnya, drg. Ellyana Trisya, menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Rabu (9/7).

Puncak HUT Dekranas itu dibuka langsung Selvi Gibran Rakabuming, istri Wakil Presiden RI yang juga Penasihat Utama Dekranas.

Rombongan Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah dan Wakil Dekranasda Kalsel, drg. Ellyana Trisya beserta Ketua DWP Provinsi Kalsel, Masrupah, tiba di lokasi acara pada pukul 08.20 WITA.

Mengusung tema “Perajin Berdaya, Mendunia”, yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan budaya. Sehingga, kegiatan ini menampilkan banyak rangkaian yaitu Pameran Kerajinan Nusantara, Gelar Budaya, Pagelaran Seni, Talkshow bersama perajin inspiratif dan pelaku industri kreatif, demo kerajinan serta Fashion Show Wastra Nusantara, yang menggambarkan kekayaan busana tradisional dan daerah.

Produk-produk unggulan Dekranasda seperti manik-manik, tas, batik khas daerah, tenun, kalung, hingga pernak-pernik lainnya dipamerkan dan tampil dalam sesi fashion show bertema kearifan lokal.

Cinderamata khas seperti amplang, batik, souvenir dari kentang, hingga tas manik-manik akan dibagikan kepada tamu kehormatan.

“Alhamdulillah, hari ini ditanggal 9 Juli memperingati Hari Dekranas ke-45 di Balikpapan. Harapan kita, Kalimantan Selatan bisa berdaya saing dengan kabupaten/kota lain dan mendunia,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah usai kunjungan di Expo Dekranas.

Seusai pembukaan Expo Dekranas ke-45, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah bersama wakilnya drg. Ellyana Trisya, mengunjungi sejumlah stand Kabupaten/Kota. Diantaranya Kota Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Dalam momentum itu, Fathul Jannah bersyukur, bahwa kain sasirangan di Expo Dekranas ke-45 kali ini diborong pengurus Dekranas Pusat. Sejumlah pengunjung juga sempat bertanya – tanya soal jualan kerajinan khas Banjar tersebut.

Ketua Dekranasda Kalsel saat menghadiri Expo Dekranas di Balikpapan

“Buhan kita (Dekranasda Kalsel) terkait kain sasirangan khas Banjar di borong pengurus Dekranas Pusat. Laris manis untuk semuanya, UMKM berkembang maju mendunia,” harap Fathul Jannah.

Sementara itu, Penasihat Utama Dekranas Pusat Selvi menyampaikan, bahwa pihaknya ingin mempromosikan kerajinan Dekranasda seluruh Indonesia yang belum tersentuh di Nasional. Sehingga, isteri Wakil Presiden RI itu berjanji, satu per satu UMKM lokal yang belum terkenal akan dikembangkan Dekranasda di masing – masing daerah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur yang telah menjadi tuan rumah tahun ini. Dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu dan menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Selvie.

Selama 45 tahun ini, Selvie melihat banyak tantangan yang telah dilewati dalam mendorong pengembangan kerajinan daerah. Dia meyakini ke depan, Dekranasda semakin maju selama berkomitmen untuk menguatkan pelaku ekonomi kreatifnya.

“Semakin hari Dekranasna mampu terus menguatkan perannya sebagai mitra pemerintah. Tentunya dalam mengembangkan industri kerajinan Indonesia serta mendorong UMKM lokal, sehingga ini telah berkontribusi untuk kemajuan perekonomian Nasional,” harap Selvie.

Dalam kesempatan itu, Selvie berharap, Dekranasda di seluruh Indonesia dapat menjadi motor penggerak dan penyemangat bagi UMKM lokal di daerah, serta bekerja keras yang penuh dedikasi.

Berdasarkan laporan data Dekranas Pusat bahwa terdapat 60.000.000 UMKM di Indonesia, terdiri 18.000.000 bidang fashion dan craft binaan pemerintah daerah.

Sebagai informasi bahwa Perayaan HUT ke-45 Dekranas ini menampilkan kegiatan pameran kriya dan fashion yang menghadirkan 170 stan berasal dari 38 provinsi. Ditambah 118 dari kabupaten/kota, kemudian juga ada dari tiga kementerian yang bergabung.

Sejak didirikan pada 3 Maret tahun 1980, Dekranas memiliki semangat untuk terus melestarikan budaya bangsa, mendorong inovasi kerajinan, serta memperkuat peran perajin lokal dalam membangun ekonomi nasional. Rangkaian akhir acara, dihibur penyanyi Indonesia, Charly Van Houten yang membius para peserta ibu-ibu PKK daerah. (Biroadpim-RIW/RH)

Rakor Gubernur Daerah Penghasil SDA, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Ajak Gali Sumber Energi Terbarukan

BALIKPAPAN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur Daerah Penghasil Sumber Daya Alam di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (9/7).

Wagub Kalsel saat rakor berlangsung

Dalam rakor yang mengangkat tema “Sinergi Daerah Penghasil Sumber Daya Alam untuk Menggali Potensi Dana bagi Hasil Sektor Pertambangan dan Kehutanan Guna Penguatan Fiskal Daerah” ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman didampingi Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Isharwanto, Kadis Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, serta Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel, drh. Suparmi dan Kepala Bapenda Kalsel Subhan Nor Yaumil yang diwakili Plt. Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Jaya Abadi.

Suasana Rakor Gubernur Daerah Penghasil SDA pertambangan kehutanan dan perkebunan

Tarian Amaranggana dari Yayasan Gubang Kutai Kartanegara, menyambut peserta rapat yang merupakan Kepala Daerah dan perwakilan dari daerah-daerah penghasil SDA di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan.

Pada rakor yang dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan diikuti 12 gubernur atau wakil gubernur daerah penghasil SDA itu, Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh hasil yang diputuskan dalam rapat kali ini.

“Mudah-mudahan ada kecocokan data, dan ada waktu menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan hasil dari rapat ini,” ucap Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.

Wagub Kalsel juga menyampaikan harapannya agar daerah-daerah penghasil ini mencari lagi sumber daya terbarukan.

“Energi baru terbarukan juga diharapkan lebih kita utamakan, serta tak kalah pentingnya kita menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebaik-baiknya,” tutup Wagub Kalsel Hasnuryadi, mengakhiri paparannya di hadapan peserta dan undangan yang hadir

Sementara pada rakor yang diawali dengan paparan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menyampaikan, bahwa rapat ini merupakan momen membangun sinergitas antar daerah penghasil.

“Pertemuan ini bukan hanya forum koordinasi, tapi juga wadah silaturrahmi, berbagi pengalaman dan mempersiapkan langkah demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Ditambahkan Rudy, pertemuan ini dalam rangka membangun sinergitas antara sesama provinsi, baik provinsi penghasil Sumber Daya Alam dan penghasilan lainnya untuk mencari peluang-peluang terhadap potensi, baik itu dari Dana Bagi Hasil (DBH) maupun potensi lainnya yang dimungkinkan diperluas terkait dengan optimalisasi pendapatan asli daerah.

Untuk diketahui, hadir dalam rapat koordinasi ini 12 Kepala Daerah Provinsi di Indonesia serta perwakilannya, diantaranya Provinsi Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Riau dan Maluku Utara.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil Rakor Gubernur Daerah Penghasil Sumber Daya Alam di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan oleh semua Kepala Daerah atau perwakilan yang hadir, bersama Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, yang ditutup dengan foto bersama. (Biroadpim-RIW/RH)

Supian HK Dorong Optimalisasi Serapan APBD Perubahan 2025

BANJARMASIN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, berharap serapan APBD perubahan Tahun Anggaran 2025, dapat terserap dengan baik untuk kepentingan masyarakat dan “Banua”.

Anggota Banggar DPRD Kalsel Achmad Maulana, saat menyampaikan saran

Hal itu disampaikan Ketua DPRD, usai memimpin rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pada Rabu, (9/7) sore.

Dalam pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, hasil rapat telah disepakati dan sejalan. Ia berharap, serapan APBD perubahan ini dapat terserap secara optimal.

“Semuanya untuk hajat orang banyak sesuai dengan usulan dewan per masing-masing dapil dan SKPD terkait,” ucap politisi Partai Golkar itu.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK, saat memimpi. Rapat Banggar

Supian HK juga menegaskan, bahwa percepatan serapan anggaran harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat, agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita ingin setiap rupiah yang dibelanjakan dari APBD ini membawa manfaat nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur, layanan publik, maupun program-program sosial lainnya,” pintanya

Sementara itu, Pj. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, yang juga Ketua TAPD, menyambut baik harapan ketua DPRD Provinsi Kalsel. Menurutnya, harmonisasi dan keselarasan antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci pembangunan yang ada di Kalsel.

“Dalam waktu dekat, Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 ini akan disahkan, tentunya setelah melalui sejumlah tahapan pembahasan yang matang serta persetujuan dari seluruh fraksi di DPRD Kalsel,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Diikuti Puluhan Peserta, Wamenbud RI Apresiasi Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara Kalsel 2025

BANJARMASIN – Sebanyak 52 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, mengikuti Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025.

Audisi yang dibuka Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, didampingi Gubernur Kalsel diwakili Asisten Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan ini, dilaksanakan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (9/7).

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha

Audisi tahun ini menjadi istimewa karena menghadirkan musisi nasional kenamaan, Purwacaraka, sebagai salah satu dewan juri.

Penilaian ajang vokal tersebut dilakukan, berdasarkan warna suara peserta yang terbagi dalam empat kategori, yaitu Sopran, Alto, Tenor dan Bas.

Para peserta akan diseleksi menjadi empat terbaik yang nantinya mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional dalam paduan suara Gita Bahana Nusantara, yang akan tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan audisi ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni dan budaya, khususnya di kalangan generasi muda.

“Audisi ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan talenta muda dalam seni vokal yang membawa semangat kebangsaan,” ujar Giring.

Ia berharap, melalui ajang ini akan lahir bakat-bakat terbaik dari Kalimantan Selatan, yang mampu bersaing dan tampil membanggakan di kancah nasional.

“Saya percaya, anak muda Kalimantan Selatan memiliki potensi luar biasa yang dapat mengharumkan nama daerah hingga ke kancah nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Muhidin, melalui Asisten Administrasi Umum Setda Kalsel, Ahmad Bagiawan, menyampaikan harapan agar peserta yang terpilih tidak hanya menampilkan kemampuan vokal terbaik, tetapi juga membawa semangat persatuan dan menjunjung tinggi etika selama mengikuti kegiatan di tingkat nasional.

“Kami berharap peserta yang mewakili Kalsel mampu menjaga etika dan sopan santun saat bergabung dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia,” ungkap Bagiawan.

Ia juga menambahkan bahwa ajang ini tidak hanya menjadi tempat unjuk kemampuan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air melalui seni.

“Hari ini, dengan bangga saya dapat menjumpai putra-putri terbaik Banua di bidang tarik suara, dalam ajang Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara Provinsi Kalimantan Selatan. Putra-putri terbaik Banua akan berkompetisi secara positif, dalam memperebutkan posisi paduan suara yang luar biasa,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Tetapkan Status Karhutla, Pemprov Kalsel Segara Gelar Rakor

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), segera melakukan rapat koordinasi untuk menetapkan status siaga bencana karhutla, dalam menghadapi kemarau 2025 .

Penetapan status siaga bencana karhutla, merupakan salah syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Puncak musim kemarau di Kalsel, diprediksi terjadi di awal Agustus 2025 mendatang.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi menyampaikan, bahwa penetapan status siaga didasarkan pada data dan analisis cuaca dari BMKG. Jika Kalsel berstatus siaga, maka seluruh upaya penanggulangan akan lebih maksimal dan ekstra, termasuk penempatan helikopter yang akan menyesuaikan dengan status tersebut.

“Dalam waktu dekat, BPBD Kalimantan Selatan akan menggelar rapat koordinasi, untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi, yang sepenuhnya akan didasarkan pada data dan analisis cuaca dari BMKG,” ungkap Bambang, baru – baru ini.

Bambang menambahkan, saat ini, Kota Banjarbaru menjadi daerah pertama di Kalsel, yang telah menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan.

BPBD Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama di wilayah rawan karhutla, untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

“BPBD Kalsel sendiri sudah mengajukan usulan bantuan 5 helikopter water bombing dan 2 heli patroli ke BNPB. Termasuk operasi modifikasi cuaca ke BMKG,” tutup Bambang. (MRF/RIW/RH)

Dislutkan Kalsel Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi di Kotabaru

KOTABARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, melakukan kegiatan sosialisasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi di Desa Teluk Tamiang, Kotabaru, pada Selasa (8/7).

Kegiatan sosialisasi ini dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono, didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kotabaru, Sonny Tua Halomoan.

Rusdi mengatakan, kegiatan ini berkolaborasi dengan Satker PSDKP Tarakan serta Akademisi ULM.

“Tujuan dari sosialisasi untuk memastikan, bahwa aturan dan ketentuan dalam Kepmen KKP No 69 Tahun 2020, telah diimplementasikan secara efektif di Kabupaten Kotabaru,” ungkap Rusdi.

Hal ini, lanjutnya, meliputi pengaturan penggunaan kawasan konservasi, pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merusak ekosistem laut.

“Kemudian untuk mendorong partisipasi masyarakat lokal, nelayan, dan pihak swasta dalam menjaga dan mengelola kawasan konservasi laut, secara berkelanjutan,” jelas Rusdi.

Dengan harapan ke depan, kehidupan masyarakat pesisir dapat semakin sejahtera.

Kegiatan ini, diikuti para pelaku usaha, dari berbagai segmen masyarakat, yaitu kelompok masyarakat pesisir, kelompok nelayan, akademisi, serta aparat desa. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)

Tingkatkan Minat Wirausaha, Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Pemuda di HST dan HSU

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, melaksanakan pelatihan wirausaha bagi pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Rabu (9/7). Kegiatan dibuka Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi, diwakili Sekretaris Dispora Fathul Bari.

Fathul menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan, untuk meningkatkan minat para pemuda di kedua daerah tersebut, dalam berwirausaha.

“Kegiatan ini diikuti sebanyak 50 pemuda dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta Hulu Sungai Utara,” ucapnya.

Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bari

Dispora Kalsel berharap, para peserta usai mengikuti pelatihan ini, dapat meningkatkan usahanya, dari segi pemasaran serta lainnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, memberikan dukungan terhadap wirausaha petani muda, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta Hulu Sungai Utara.

Kasi Kewirausahaan Kemitraan dan Penghargaan Pemuda Dispora Kalsel Deny Saputra mengatakan, dukungan tersebut diberikan, mengingat kedua daerah tersebut, masih banyak lahan pertanian dan perkebunan.

“Sehingga pengembangan produk pertanian dan perkebunan, perlu mendapatkan dukungan dari pemuda setempat,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemuda yang menjalankan usaha pada bidang pertanian dan perkebunan semakin meningkat kedepannya. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version