BANJARMASIN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, berkomitmen mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang transparan dan akuntabel.
Hal tersebut Ia sampaikan, ketika memberi sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Supervisi, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi oleh KPK RI yang dilaksanakan secara daring, pada Rabu, (23/7) di Banjarmasin.
“Perencanaan dan penganggaran merupakan hal yang penting untuk memitigasi kerawanan korupsi. DPRD Kalsel melalui fungsi pengawasan penganggaran dan pembentukan perda tetap mengawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan perundang-undangan,” ujar politisi Golkar tersebut.
Suasana zoom meeting di ruang B DPRD Kalsel
Sejalan dengan pihak eksekutif, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman yang turut berhadir dalam rapat koordinasi tersebut, menyatakan komitmen yang sama, guna mewujudkan tata kelola daerah yang bersih, transparan dan akuntabel.
Ketua DPRD Kalsel menambahkan, fungsi pengawasan yang melekat pada lembaga legislatif akan terus dioptimalkan untuk memastikan bahwa setiap proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan pemerintah daerah, berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ketua DPRD Kalsel, didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel dan Sekretaris DPRD Kalsel
“Dengan sinergi yang baik antara eksekutif, legislatif, dan KPK, kita optimis upaya pencegahan korupsi di daerah akan semakin efektif,” ujar Supian HK.
Tak hanya itu, Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kalsel, untuk berkomitmen menanamkan nilai-nilai integritas, tidak hanya di tataran kebijakan, tetapi juga dalam pelaksanaan di lapangan. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen, dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Terkait Perencanaan dan Penganggaran yang digelar secara daring, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Rabu (23/7).
Wakil Gubernur Kalsel beserta jajaran menghadiri rakor bersama KPK secara daring.(foto: Biro Adpim)
Hasnuryadi menyampaikan apresiasi kepada KPK RI, yang telah menginisiasi forum ini. Menurutnya, hasil evaluasi maupun rekomendasi yang disampaikan, akan menjadi landasan penting untuk perbaikan tata kelola keuangan daerah ke depan.
“Pemprov berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang disampaikan. Kami berharap seluruh pemerintah daerah se-Kalsel memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.
Hasnuryadi menilai, rakor seperti ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antar lembaga demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Forum seperti ini penting untuk memastikan sinergi antar lembaga dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya
Paparan utama dalam rakor disampaikan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Ely Kusumastuti. Ia mengulas berbagai titik rawan dan modus korupsi dalam proses perencanaan dan penganggaran di daerah.
Situasi ini, menurut Ely, berisiko tinggi memunculkan praktik korupsi dalam perencanaan anggaran daerah.
“Titik rawan korupsi sering kali muncul dalam proses pokok pikiran dan penyaluran hibah karena minimnya transparansi dan potensi konflik kepentingan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel, Ayi Riyanto menyampaikan hasil evaluasi, terhadap perencanaan dan penganggaran APBD Tahun Anggaran 2025 di seluruh pemerintahan daerah se-Kalsel.
Tanggapan dari Pemprov Kalsel atas hasil evaluasi ini disampaikan Kepala Inspektorat Akhmad Fydayeen, dan dilanjutkan Plt. Kepala Bappeda Kalsel, Galuh Tantri Narindra.
Keduanya menyatakan kesiapan Pemprov Kalsel untuk memperbaiki proses perencanaan dan penganggaran sesuai rekomendasi yang diberikan.
Rakor tersebut juga diikuti staf ahli dan tenaga ahli gubernur, para asisten, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Sementara dari lokasi terpisah, hadir pula Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan anggota, para bupati/wali kota, serta pihak-pihak terkait lainnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, termasuk penyesuaian suku bunga acuan ekonomi nasional yang lesu, perlambatan pertumbuhan kredit perbankan nasional, serta meningkatnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit, Bank Kalsel tetap menunjukkan kinerja yang stabil dan terkendali sepanjang Kuartal II 2025.
Hal tersebut dapat dilihat dari Bank Kalsel yang berhasil membukukan laba konsolidasi sebesar Rp261,55 miliar, tumbuh 15,36% secara tahunan.
Per Juni 2025, Bank Kalsel juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp29,26 triliun, meningkat 17,87% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY).
Peningkatan aset tersebut turut ditopang tumbuhnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp22,05 triliun, tumbuh 18,04% YoY. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi, terhadap layanan perbankan Bank Kalsel, di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa kinerja positif pada Kuartal II ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dalam menjaga keberlanjutan bisnis secara hati-hati dan bertanggung jawab.
“Kami bersyukur dapat melalui paruh pertama tahun ini dengan tetap menjaga kestabilan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Di tengah tantangan eksternal dan perlambatan beberapa sektor, fokus kami tetap pada penguatan fundamental yakni kredit yang berkualitas, efisiensi operasional, dan peningkatan kualitas layanan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, total penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp14,32 triliun, atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,49% secara tahunan.
Kinerja ini dipengaruhi penyesuaian internal dalam menjaga kualitas portofolio, seiring dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi dinamika ekonomi dan potensi risiko pembiayaan di beberapa sektor.
Rasio-rasio keuangan utama Bank Kalsel tetap berada dalam batas sehat dan terkendali, di antaranya, ROA 1,85%, NIM 5,30%, BOPO 80,34%, NPL (gross) 3,56%, LDR: 64,97%, Fee Based Income 22,50%, dan CASA (Current Account Saving Account): 66,72%.
Kinerja ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel tetap mampu menjaga kinerjanya di tengah kondisi yang menantang.
“Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan semata, tetapi juga menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang. Kuartal III ke depan, kami akan terus memperkuat fungsi intermediasi, mendorong inovasi layanan, serta memperluas dukungan pembiayaan khususnya bagi sektor-sektor produktif di daerah,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RH)
BANJAR – Kalimantan Selatan kini memiliki destinasi wisata alam terbaru yang memadukan keindahan lanskap hutan tropis, dengan sentuhan modern bernama Kalsel Park Mandiangin.
Kalsel Park Mandiangin dilengkapi dengan fasilitas menginap setara hotel bintang tiga
Bertempat di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, destinasi ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Selasa (22/7) petang.
Berlokasi di ketinggian perbukitan yang sejuk dan asri, Kalsel Park menghadirkan konsep wisata yang menyatu dengan alam, namun tetap mengutamakan kenyamanan. Fasilitas seperti glamping (glamorous camping), mini kabin, camping ground, cafe dengan panorama alam, hingga amfiteater budaya, menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari destinasi wisata lain di Kalimantan Selatan.
Wakil Gubernur Hasnuryadi menyebut, kerja sama jangka panjang antara Pemprov Kalsel dan Shafwah Group, sebagai langkah strategis yang diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang.
“Kerjasama awal selama lima tahun ini dapat diperpanjang hingga 20 tahun, dan saya berharap ini menjadi legacy (warisan) kita bersama. Kata kuncinya adalah keberlanjutan, bukan hanya mampu membangun, tetapi bagaimana menjaga dan merawatnya,” ujar Hasnuryadi dalam sambutannya.
Wagub juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata, mengingat sampah, menurutnya, merupakan tantangan utama di berbagai destinasi, baik lokal maupun internasional. Selain itu, penggunaan energi baru terbarukan (EBT) juga menjadi perhatian serius.
“Saya senang karena sudah ada lampu tenaga surya. Ke depan kita dapat eksplorasi lebih jauh, mungkin dengan tenaga air. Kita harus adil, bukan hanya kepada manusia, tapi juga kepada alam, flora dan fauna,” tambahnya.
Founder dan CEO Shafwah Group, Muhammad Helmi menyampaikan, bahwa Kalsel Park bukan hanya tempat wisata, tapi juga panggung pelestarian budaya Banua. Amfiteater yang dibangun di kawasan ini akan menjadi ruang ekspresi seni lokal.
“Kami menggandeng berbagai komunitas seni untuk tampil secara rutin setiap pekan. Ini adalah ruang bagi budaya lokal untuk hidup dan berkembang,” ujarnya.
Selain itu, kawasan sekitar Kalsel Park juga akan dikembangkan untuk menarik wisatawan mancanegara, terutama yang berminat pada ekowisata dan konservasi.
Jalur trekking edukatif akan dibangun bersama UPTD Tahura Sultan Adam, dengan papan informasi mengenai spesies tanaman, usia pepohonan, hingga karakteristik geologi kawasan.
“Kami juga akan menyediakan fasilitas penyewaan sepeda agar pengunjung dapat menjelajahi Tahura dengan cara yang lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Fathimatuzzahra menegaskan, dukungan terhadap pengembangan Kalsel Park sebagai ikon wisata alam baru di Kalimantan Selatan. Pihaknya tengah menyiapkan berbagai paket wisata tematik untuk mendongkrak kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun internasional.
Tak hanya itu, Dishut Kalsel juga menandatangani kerja sama operasional dengan PT Sinergi untuk mengelola aktivitas wisata Jet Ski di kawasan Bukit Batu, bagian dari Tahura Sultan Adam, sebagai tambahan atraksi wisata berbasis air.
“Kami ingin pengalaman wisata di Tahura semakin lengkap. Wisata alam, budaya, edukasi, hingga wisata air, semuanya bisa dinikmati di sini,” ungkapnya. (SYA/RIW/RH)
TANAH BUMBU – Puluhan pelajar SMAN 1 Kusan Hilir mendapatkan pengalaman berbeda saat belajar sejarah. Melalui program Museum Keliling yang digelar Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, siswa bisa melihat langsung koleksi benda bersejarah tanpa harus pergi ke museum di Banjarbaru.
Kegiatan yang melibatkan 100 pelajar ini menghadirkan pameran mini bertema Kerajaan Pagatan dan Lintasan Sejarah Kalimantan Selatan. Koleksi yang dipamerkan mencakup berbagai era sejarah, mulai dari prasejarah, masa Hindu-Buddha, Kesultanan Banjar, hingga masa kolonialisme.
Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan bahwa Museum Keliling merupakan cara untuk mendekatkan sejarah kepada pelajar secara langsung dan menyenangkan.
“Kami ingin museum hadir di tengah masyarakat. Lewat program ini, pelajar tidak hanya belajar dari buku, tapi bisa melihat langsung bukti-bukti sejarah yang nyata,” ujarnya, di sela kegiatan, Rabu (16/7).
Kepala Muslam Kalsel (kiri) menyerahkan cinderamata kepada perwakilan SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)
Koleksi yang dibawa meliputi kapak prasejarah, naskah kuno, senjata tradisional, naskah perjanjian VOC dengan Kesultanan Banjar tahun 1787, hingga lukisan tokoh-tokoh penting seperti Sultan Adam dan Pangeran Antasari. Semua ditata dalam bentuk pameran mini yang disesuaikan dengan ruang sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik kehadiran museum di lingkungan mereka. Wakil Kepala SMAN 1 Kusan Hilir Bidang Sarana dan Prasarana, Agus Pramono, menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman langka.
“Sejak sekolah ini berdiri, baru kali ini ada kegiatan seperti ini. Siswa sangat antusias, dan kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun,” ungkapnya.
Museum Lambung Mangkurat akan terus melanjutkan kegiatan Museum Keliling ke berbagai sekolah lain di Kalimantan Selatan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman sejarah lokal sejak bangku sekolah.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)
TANAH BUMBU – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya.
Melalui program Ceramah dan Dialog Permuseuman, museum milik Pemprov Kalsel ini, menyasar tenaga pendidik sejarah di Tanah Bumbu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang warisan budaya lokal.
Suasana ceramah dan dialog permuseuman di SMAN 1 Kusan Hilir.(foto: MuslamKalsel)
Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan edukatif kultural yang diberikan museum kepada masyarakat, khususnya kalangan pendidik dan pelajar.
“Ceramah dan Dialog Permuseuman bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi bagian dari strategi kami dalam memposisikan museum sebagai ruang belajar yang hidup, tempat masyarakat mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal secara langsung,” ujarnya di sela kegiatan yang digelar di SMAN 1 Kusan Hilir, Tanah Bumbu, Selasa (15/7).
Dalam kegiatan ini, sebanyak 100 guru bidang studi sejarah dari wilayah Pagatan mengikuti sesi dialog yang menghadirkan narasumber akademisi dari FKIP Ilmu Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur.
Ia membawakan materi tentang Sejarah Kerajaan Pagatan, salah satu entitas penting dalam sejarah lokal Kalimantan Selatan.
Menurut Taufik Akbar, pendekatan langsung ke sekolah-sekolah adalah salah satu langkah untuk memperluas jangkauan museum sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah daerahnya sendiri.
Ia juga menambahkan, kehadiran guru-guru sebagai peserta, diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang mereka dapatkan kepada para siswa di sekolah masing-masing.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami tidak hanya ingin menambah wawasan peserta, tapi juga memantik kesadaran pentingnya pelestarian benda-benda bersejarah. Museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang kuno, tapi laboratorium pembelajaran sejarah yang dinamis,” tambahnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan pihak sekolah dan pemerintah daerah setempat atas terselenggaranya kegiatan ini, serta mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan benda-benda bersejarah yang ada di lingkungan mereka agar dapat diverifikasi dan dilindungi.
Taufik Akbar menegaskan, Museum Lambung Mangkurat akan terus menggencarkan program serupa di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari upaya mendekatkan museum kepada publik.(MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional Tahun 2025, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moch. Ansari Saleh Banjarmasin menggelar kegiatan bakti sosial, kepada anak-anak yang tengah menjalani perawatan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan RSUD Moch. Ansari Saleh, dengan Dharma Wanita Persatuan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, yang berlangsung di lingkungan RSUD Moch. Ansari Saleh, pada Senin (21/7).
Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo menyampaikan, bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral kepada para pasien anak.
“Bakti sosial ini bertujuan untuk memberikan semangat dan perhatian khusus kepada anak-anak yang sedang dirawat. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dalam memperingati Hari Anak Nasional,” ujarnya.
Suasana Bakti Sosial di RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya membagikan secara langsung paket makanan bergizi kepada puluhan anak yang dirawat sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Banua tetap mendapatkan perhatian, baik dari sisi kesehatan maupun gizi, meskipun mereka sedang dalam masa perawatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat memberi dampak positif bagi anak-anak agar tetap bahagia dan termotivasi menjalani proses penyembuhan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak tetap merasa bahagia, diperhatikan, dan tidak kehilangan semangat meski sedang berada di rumah sakit. Kebahagiaan mereka adalah bagian dari proses penyembuhan itu sendiri,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua serta keluarga pasien dan menjadi salah satu bentuk komitmen RSUD Moch. Ansari Saleh dalam memberikan layanan yang humanis dan peduli terhadap seluruh lapisan masyarakat. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin, menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Koperasi Merah Putih, di Kecamatan Banjarmasin Utara, di Aula Kantor Kecamatan setempat, Selasa (22/7).
NIB diserahkan langsung Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Kepala DPMPT Kota Banjarmasin Ari Yani, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Banjarmasin Isa Anshari.
“Kami memberikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin, yang telah menyerahkan NIB kepada 10 Koperasi Merah Putih yang ada di Kecamatan Banjarmasin Utara,” ungkap Yamin, kepada sejumlah wartawan.
Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin
Yamin berharap, keberadaan Koperasi Merah Putih ini di tengah masyarakat kota, dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, yang salah satu layanannya adalah simpan pinjam, maka tidak ada lagi warga Kota Banjarmasin, yang terjerat rentenir atau pun pinjaman berbunga besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin, juga meminta seluruh Koperasi Merah Putih di kota ini, untuk melengkapi perizinan usahanya.
Seperti yang disampaikan Kepala DPMPT Kota Banjarmasin Ari Yani.
“Koperasi merupakan Badan Usaha sehingga diwajibkan untuk memiliki Nomor Induk Berusaha dalam menjalankan usahanya tersebut,” ucapnya.
Dimana dengan adanya NIB tersebut, dapat memberikan identitas serta legalitas koperasi tersebut.
“Kedepannya, 52 Koperasi Merah Putih yang ada di Kota Banjarnasin, seluruhnya memiliki NIB,” ujarnya.
NIB dapat diajukan langsung ke Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong masuknya investasi sebagai salah satu strategi utama, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri mengatakan, investasi menjadi sektor yang sangat cepat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri
Endri memaparkan, beberapa kegiatan prioritas yang diusulkan untuk tahun 2026 berangkat dari visi-misi Gubernur. Yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Karena itu, kami berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi,” katanya, di Banjarbaru, Selasa (22/7).
Endri menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kalsel, saat ini masih berada di kisaran 5%, seiring dengan capaian realisasi investasi yang masuk. Namun, pemprov menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara bertahap, hingga mencapai 8% pada tahun 2029.
“Setiap tahun kami upayakan peningkatan satu hingga dua persen. Untuk mencapainya, tentu dibutuhkan masuknya lebih banyak investasi,” jelasnya.
Guna menarik minat investor, Pemprov Kalsel tengah menyusun sejumlah dokumen kajian potensi investasi atau Investment Project Ready to Offer (I-PRO).
Dokumen ini dinilai penting karena menjadi acuan utama para calon investor dalam menilai kepastian dan kelayakan investasi di daerah.
Selain itu, Kalsel juga tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanaman Modal yang kini masih dalam pembahasan di DPRD.
“Perda ini nantinya akan memberikan kepastian hukum serta berbagai kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Lambung Mangkurat,” ungkapnya.
Meski begitu, Endri mengakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi, salah satunya keterbatasan anggaran promosi. Sebelumnya, promosi investasi secara nasional banyak difasilitasi BKPM RI melalui berbagai event. Namun saat ini pola promosi itu tidak lagi dilakukan, sehingga daerah perlu berinovasi dalam memperkenalkan potensi investasinya.
“Karena itu, kami mulai mengoptimalkan promosi investasi digital. Salah satunya melalui aplikasi Bekantan yang kini sudah tersedia di Playstore,” ucapnya.
Aplikasi tersebut menampilkan seluruh potensi investasi yang ada di Kalimantan Selatan. Bahkan, DPMPTSP Kalsel berencana mengembangkan aplikasi tersebut ke dalam berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Mandarin, untuk menjangkau investor internasional.
Endri berharap, dengan program-program prioritas ini, Kalsel mampu menarik lebih banyak investor.
“Investasi bukan sekadar hitungan satu atau dua tahun. Dampaknya jangka panjang, mampu menumbuhkan sentra ekonomi baru, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan berbagai layanan, seperti kimia medik dan kimia lingkungan sebagai layanan unggulan.
Kepada Abdi Persada FM, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/7) Plt Kepala Labkesda Kalsel Arlan Prabowo mengatakan, saat ini layanan kimia medik yang diberikan berupa pemeriksaan laboratorium, mencakup berbagai jenis pengujian untuk mendukung pelayanan kesehatan. Diantaranya kolesterol, gula darah, dan asam urat.
Plt Kepala Labkesda Kalsel, Arlan Prabowo, saat memberikan komentarnya
Selain itu, Labkesda Kalsel juga mendukung program pemerintah, yaitu pemeriksaan DNA virus untuk skrining kanker leher rahim, dan mempersiapkan pelayanan pemeriksaan bayi baru lahir untuk menekan angka stunting.
“Pengembangan layanan ini merupakan bentuk dukungan Labkesda Kalsel terhadap program pemerintah,” ucapnya
Disampaikan Arlan, untuk memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat, pihaknya juga melakukan jemput bola, bagi pasien yang mengalami keterbatasan fisik, lansia atau pun konsumen – konsumen yang memiliki kesibukan, sehingga tidak dapat datang langsung ke Labkesda Kalsel.
“Ada petugas sampling akan datang langsung untuk memberikan layanan, khusus yang bertempat tinggal di kawasan Banjarmasin,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Seksi Kimia Patologi, Murliani, menambahkan, untuk layanan kimia lingkungan memberikan pengawasan kualitas air, pengamanan penggunaan zat berbahaya dalam makanan dan minuman, serta pemeriksaan sampel lingkungan seperti udara dan makanan.
Kepala Seksi Kimia Patologi, Murliani, saat diwancara
“2025 ini Labkesda akan mengembangkan layanan kimia lingkungan untuk meningkatkan pengawasan kesehatan dan lingkungan, termasuk pemeriksaan sampel lingkungan dan medik,” jelasnya
Murli menambahkan, Labkesda Kalsel juga melakukan pemeriksaan baku mutu emisi (termasuk TSP) dan kebisingan umumnya dilakukan oleh laboratorium yang terakreditasi dan/atau memiliki izin dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian metode pemantauan emisi yang digunakan harus sesuai dengan SNI atau metode lain setara dan tervalidasi.
Tujuan utama dari pemeriksaan Total Suspended Particulate (TSP) dan kebisingan 24 jam adalah untuk memperoleh data kualitas udara dan lingkungan sekitar.
“Dengan demikian dapat diketahui tingkat pencemaran, dan mengevaluasi dampak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan hidup,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)