Hingga Triwulan II 2025, Lab K3 Kalsel Capai PAD Hampir 50 Persen

BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil mencapai pendapatan asli daerah hampir 50 persen, pada Triwulan II Tahun 2025.

Kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, Kamis (24/7) Kepala Lab K3 Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah menjelaskan, untuk pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi perusahaan saat ini, pihaknya telah mencapai pendapatan sebesar Rp1,2 miliar dari target Rp2,5 miliar.

“Dengan Sumber Daya Manusia yang profesional dan peralatan yang dimiliki Laboratorium K3 Kalsel, kami optimis target tahun 2025 akan tercapai pada akhir tahun nanti,” ucapnya

Pengujian Lingkungan Kerja Faktor Fisika, Emisi Genset, Kesehatan Kerja, di PT Kalimantan Prima Persada Site Sungai Puting Kab Tapin, sumber (HumasLabK3Kalsel)

Disampaikan Noorlianisyah, untuk jumlah yang dilayani hingga saat ini ada sekitar 152 perusahaan . Bentuk pelayanan berupa pengujian lingkungan kerja dan kesehatan kerja meliputi iklim kerja, kebisingan, pencahayaan, getaran seluruh tubuh dan juga kualitas udara baik didalam serta luar ruangan.

“Layanan kita juga mencakup kesehatan kerja meliputi audiometri, sphirometri, ergonomi, kelelahan kerja, dan higiene sanitasi perusahaan,” ungkapnya

Pengujian lingkungan kerja dan ergonomi di PT Sebuku Iron Lateritic Ores, sumber (HumasLabK3Kalsel)

Lebih lanjut Noorlianisyah menambahkan,
Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, tahun 2025 ini kembali menerima sertifikat re-akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.

Dimana,
re-akreditasi dilaksanakan setiap lima tahun sekali, untuk memastikan pelayanan bermutu bagi perusahaan, sudah diberikan secara maksimal. Diantara layanan yang diberikan Laboratorium K3 saat ini, adalah pengujian faktor fisika dan kimia lingkungan kerja, udara ambien dan emisi sumber tidak bergerak, serta kesehatan kerja.

“Dengan adanya sertifikat ini, pihaknya termotivasi mempertahankan dan meningkatkan mutu layanan bagi perusahaan, yang tersebar tidak hanya di 13 kabupaten kota, juga lintas provinsi yaitu Kalimantan Tengah,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

RDP Bersama Dinas PUPR, Komisi III DPRD Kalsel Bahas Progres Fasilitas Publik

BANJARMASIN – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, membahas progres fasilitas publik, melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Suasana rapat Komisi III DPRD Kalsel

Dalam pernyataannya, usai rapat, Rabu (23/7), Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Maulana menegaskan, bahwa pembahasan kali ini merupakan tindak lanjut dari ketuk palu perubahan APBD, yang telah dilakukan pada Juli ini.

“Titik beratnya hari ini yang saya tekankan adalah penggunaan beberapa sarana, yang menurut pandangan umum sudah selesai. Namun, kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan agar berjalan sesuai prospek yang direncanakan,”
ujarnya.

Suasana rapat Komisi III DPRD Kalsel

Salah satu sorotan penting dalam pembahasan, adalah kesiapan penggunaan beberapa fasilitas umum yang telah selesai dibangun. Termasuk Masjid Muhammad Arsyad Al-Banjari. Menurut informasi dari Plt. Kepala Dinas PUPR, masjid tersebut dalam waktu dekat sudah dapat difungsikan. Namun, terkait peresmian dan launching, akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

“Masjid ini bukan hanya akan difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga akan dikembangkan sebagai destinasi wisata religi,” jelas Maulana.

Selain itu, isu yang dibahas adalah penyelesaian kawasan Titik Nol Kilometer. Ia menjelaskan bahwa meskipun secara kasat mata terlihat sudah selesai, terdapat bagian atas yang tampak rongga, yang ternyata bukan merupakan kekurangan dalam pengerjaan, melainkan untuk arus angin.

“Tadi sudah ditekankan oleh Plt. Kepala PUPR bahwa penyelesaian Titik Nol KM akan dituntaskan tahun ini. Penganggaran dimurni kemarin itu untuk penyelesaian 100 persen di akhir tahun,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

TMMD di Kuin Kecil, TNI dan Pemko Banjarmasin Dukung Infrastruktur Sektor Pertanian

BANJARMASIN – Walikota Muhammad Yamin, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin, meninjau lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125, di Kuin Kecil Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (23/7).

Pada kunjungan tersebut, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Dandim 1007 Banjarmasin, Kolonel Inf Sigit Purwoko, dan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi.

Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Dandim 1007/Banjarmasin serta Kapolresta Banjarmasin

“Peninjauan langsung ke lokasi TMMD ini, menjadi salah satu bukti bahwa TNI dan masyarakat, saling mendukung dan siap bergotong royong untuk membangun,” ucap Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, kepada sejumlah wartawan.

Pada pelaksanaan TMMD Tahun 2025 ini, Pemerintah Kota Banjarmasin mengucurkan dana sebesar Rp1,5 miliar, untuk pengerjaan fisik. Jumlah ini ditambah Rp125 juta, dari Dinas PMD Provinsi Kalsel, untuk sasaran tambahan.

“Pemko Banjarmasin berharap adanya pemerataan pembangunan infrastruktur di Kuin Kecil Mantuil dapat terpenuhi,” ucap Yamin.

Sementara itu, Komandan Kodim 1007 Banjarmasin, Kolonel Inf Sigit Purwoko menjelaskan, Kodim 1007 Banjarmasin akan mengerjakan pembangunan pada TMMD, dengan sasaran pembangunan fisik dan non fisik. Salah satunya perbaikan jalan, dengan tujuan mendukung sektor pertanian setempat.

“Pada TMMD ini akan melakukan peningkatan dan pembuatan jalan, jembatan, gorong gorong, RTLH hingga perbaikan mushola, termasuk MCK dan sanitasinya,” ucapnya.

Sedangkan untuk non fisik, menyasar program penyuluhan, mulai dari bidang kesehatan hingga ranah pertanian.

“Kami berharap pengerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujarnya.

Selain itu, tambah Sigit, TMMD kali ini diutamakan pekerjaan jalan di sektor pertanian, disesuaikan dengan program prioritas Presiden soal Swasembada Pangan.

“Sebagian besar masyarakat di Desa Kuin Kacil bertani, sehingga jalan tersebut untuk memudahkan petani mengirimkan hasil panennya,” ucap Sigit. (SRI/RIW/RH)

Lepas Kontingen Kalsel Menuju FORNAS VIII di NTB, Wagub Targetkan 3 Besar Nasional

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melepas Kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Selatan, ke ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII tahun 2025, di Nusa Tenggara Barat (NTB) .

Pelepasan secara resmi dilakukan Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman di Mahligai Pancasila, Rabu (23/7) sore.

“Alhamdulillah, banyak pihak yang turut membantu dan bahkan berangkat secara mandiri. Ini menunjukkan kecintaan mereka terhadap olahraga yang digeluti. Kita sangat mengapresiasi semua dukungan tersebut,” ucap Hasnuryadi, kepada sejumlah wartawan.

Kontingen Kalsel tahun ini berangkat dengan kekuatan besar, sebanyak 742 orang yang terdiri dari penggiat, serta official dari 58 Induk Organisasi (Inorga).

Jumlah ini jauh meningkat dibanding kontingen FORNAS sebelumnya yang hanya sekitar 280 orang.

Lonjakan ini dimungkinkan berkat dukungan masif dari berbagai pihak, baik pemerintah, kabupaten/kota, hingga pihak swasta dan sponsor.

“Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Gubernur memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun anggaran, agar semakin banyak pegiat olahraga masyarakat bisa berangkat mewakili daerah,” ujarnya.

Target pun tak main main, Kalsel membidik posisi tiga besar nasional.

“FORNAS bukan hanya tentang medali. Ini momentum menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta mengangkat harkat dan martabat daerah. Jaga sportivitas, adab, dan semangat pantang menyerah khas Banua, Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kalsel yang juga Ketua Kontingen, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya keberangkatan besar ini.

Bendera Kontingen Kormi Kalsel dikibarkan Ketua Kormi Muhammad Syarifuddin

“Kami bangga bisa memberangkatkan 742 orang. Ini berkat kolaborasi dari Pemprov, kabupaten/kota, sponsor, dan swasta. Target kami adalah masuk tiga besar dan mengharumkan nama Kalsel di tingkat nasional,” ujar Syarifuddin.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pengiat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama perjalanan dan pertandingan.

Tema kontingen Kalsel tahun ini adalah Lestarikan Adat, Selalu Beradab, Junjung Tinggi Sportivitas, yang mencerminkan semangat budaya dan kebersamaan dalam olahraga masyarakat. (KORMIKALSEL/SRI/RIW/RH)

Terima PGM Award 2025, Bupati Tanbu Bertekad Tingkatkan Mutu Pendidikan

JAKARTA – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, menerima penghargaan dari Perkumpulan Guru Madrasah (PGM), untuk kategori Pemerintahan.

Foto bersama

PGM Award 2025 itu, diserahkan Ketua Umum PGM Indonesia Yaya Ropandi dan diterima langsung Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, dalam acara Harlah ke-17 dan PGM Award Tahun 2025, yang bertempat di Auditorium H.M Rasjidi Kemenag RI, Rabu (23/7).

Foto : sumber (DisdikbudKalsel)

PGM Award diberikan atas berbagai program dan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu, dalam mendukung kemajuan madrasah diseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Pemkab Tanah Bumbu memiliki sejumlah program unggulan terkait madrasah. Yaitu Beasiswa Madrasah, Insentif Guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan guru pondok pesantren (Ponpes), serta pemberian biaya makan santri yatim di ponpes yang melaksanakan pendidikan kesetaraan

“Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan laporan dari pimpinan daerah dan wilayah, dengan memperhatikan beberapa aspek serta melalui penilaian secara seksama,” ucap Yaya.

Lebih lanjut, Yaya menambahkan, banyak pimpinan daerah, baik bupati maupun walikota, yang dalam aktivitasnya selalu membantu guru-guru madrasah. Berbagai pertimbangan itulah yang membuat pimpinan daerah dianugerahi PGM Award

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun kemitraan, lahirnya madrasah yang mandiri, berprestasi, bermutu, dan mendunia.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” katanya

Andi menambahkan, pihaknya bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan PGM kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam memajukan madrasah. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu, serta seluruh pihak yang berkontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan.

“Semoga bisa selalu berkontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa dan ikut dalam membantu pemerintah, dalam pembangunan di bidang pendidikan,” pungkasnya. (DISDIKBUD.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Jadi Saksi Nikah Massal 2025, Ini Pesan Sekdaprov Kalsel

BANJARMASIN – Suasana haru dan bahagia mewarnai pelaksanaan kegiatan Nikah Massal se-Kalimantan Selatan, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan ini, dipusatkan di Ruang Induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Rabu (23/7).

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, yang juga menjadi saksi nikah dalam prosesi tersebut.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan, kepada semua pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Mudah-mudahan, acara ini menjadi wasilah keberkahan, tidak hanya bagi pasangan-pasangan yang dinikahkan, tetapi juga bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat,” ucapnya.

Ia menambahkan nikah massal ini merupakan bentuk kepedulian sosial bersama, untuk membentengi generasi muda dari pergaulan bebas, memperkuat institusi keluarga serta menanamkan nilai-nilai mulia dalam kehidupan berumah tangga.

“Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga dua keluarga, dua jiwa, dan dua harapan. Ini adalah momentum sakral yang menjadi tonggak bagi lahirnya keluarga – keluarga baru yang Insya Allah menjadi berkah bagi Banua kita,” ujarnya

Syarifuddin juga berharap para pasangan yang mengikuti nikah massal dapat membangun rumah tangga yang harmonis, saling menghargai dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

“Ingatlah, rumah tangga bukan sekadar tentang kebahagiaan hari ini, tetapi tentang perjuangan jangka panjang. Bukan hanya membangun rumah bersama, tapi membangun surga bersama,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, menjelaskan, bahwa sebanyak 325 pasangan dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan ini secara serentak.

“Lima pasangan menjalani prosesi akad nikah secara simbolis di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, sementara ratusan pasangan lainnya mengikuti prosesi nikah dari Kantor Urusan Agama masing-masing melalui sambungan virtual,” jelas Tambrin.

Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pernikahan yang sah secara hukum dan agama.

“Melalui kegiatan nikah massal ini, kita berharap dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan kepastian hukum atas pernikahannya, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Tambrin juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam menjadikan peringatan Hari Jadi bukan hanya sebagai seremoni, tetapi juga momentum yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

“Acara ini sesuai dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bahwa peringatan Hari Jadi harus memberikan dampak dan keberkahan bagi masyarakat, bukan sekadar perayaan seremonial,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Kembali Gelar Pelatihan Wiramuda, Dispora Kalsel Sasar Pemuda Tanbu dan Kotabaru

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan Pelatihan Wirausaha Muda, Pelatihan kali ini untuk Pemuda Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, yang berlangsung di Kota Banjarmasin, Rabu (23/7).

Pelatihan dibuka Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernadi, didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah.

Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kalsel Muhammad Anugrah

Anugrah menyampaikan, Pelatihan Wirausaha Muda bagi Pemuda Kabupaten Tanah Bumbu serta Kotabaru ini, dilaksanakan selama 3 hari terhitung 23 hingga 25 Juli 2025.

“Peserta pelatihan Wiramuda, akan diberikan materi mengenai bagaimana meningkatkan kreativitas Wiramuda, memasarkan produk di era digital,” ungkapnya.

Tujuannya agatlr Wiramuda di daerah dapat bersaing, di tengah kemajuan teknologi saat ini.

“Pelatihan Wiramuda kali ini, mendatangkan narasumber dari pelaku usaha muda, yang telah sukses menjalankan usahanya di usia muda,” ucapnya.

Sehingga diharapkan, lanjutnya, dapat memberikan ilmunya untuk para Wiramuda yang mengikuti pelatihan ini.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menilai, sektor usaha yang diminati pemuda Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, sudah merata. Dengan kata lain, tidak lagi hanya terfokus pada satu bidang yaitu kuliner.

“Di Tanah Bumbu, minat usaha para pemuda tidak hanya didominasi sektor kuliner, tetapi sudah merata pada sektor lainnya. Contohnya pada usaha cinderamata,” ujarnya.

Anugrah berharap, minat berwirausaha di Kabupaten Tanah Bumbu serta Kotabaru, kedepannya akan bertambah tinggi.

“Dispora Kalsel terus memberikan dukungan terhadap peningkatan minat Wiramuda di Banua, dengan memberikan pelatihan kepada pemuda di 13 Kabupaten dan Kota secara bergantian,” ucap Anugrah. (SRI/RIW/RH)

Resmi Dimulai, TMMD Ke-125 Tahun 2025 Targetkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar

BANJARMASIN – Program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-125 Tahun 2025, resmi dimulai di Banjarmasin, Rabu (23/7). Peresmian ditandai dengan upacara pembukaan di halaman balaikota, dengan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, sebagai pembinanya.

Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus menyampaikan, TMMD di Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan di dua tempat. Yaitu di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus

“Saat ini untuk pelaksanaan TMMD di Kalsel dilaksanakan di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

TMMD, menurut Ilham merupakan bukti nyata, komitmen TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah, mewujudkan percepatan pembangunan di kawasan pedesaan.

“Selain itu, TMMD juga menjadi wadah bagi Korem, Kodim, dan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” ucapnya.

TMMD tahun ini, mengangkat tema Mewujudkan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah, termasuk di Kota Banjarmasin. Khusus di kota seribu sungai ini, TMMD dipusatkan di kawasan Mantuil, dengan rencana pembangunan jalan, jembatan, tempat ibadah, serta perbaikan sanitasi.

Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarmasin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa ke-125 Tahun 2025 di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Seperti disampaikan Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin.

“Pemerintah kota berharap kedepannya dapat terus bersinergi dengan pihak TNI. Terutama terkait TMMD, yang diharapkan dapat terus dilanjutkan serta ditingkatkan,” ujar Yamin.

Dimana tujuannya, agar wilayah tertinggal di Kota Banjarmasin dapat terjangkau seluruhnya, dan tidak ada lagi wilayah tertinggal.

“Pemko Banjarmasin selama ini juga telah mendapatkan dukungan dari TNI, untuk melaksanakan program program pembangunan,” ucap Yamin. (SRI/RIW/RH)

Koperasi Merah Putih di Kalsel, Segera Miliki Apotek dan Klinik Desa

BANJAR – Upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa di Kalimantan Selatan, terus dilakukan pemerintah provinsi. Salah satunya melalui pembentukan Apotek Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Apotek dan Klinik Desa ini direncanakan tidak hanya terdapat pada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, namun juga diseluruh Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin menyampaikan, bahwa upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat desa terus dilakukan pemerintah provinsi, salah satunya melalui pembentukan Apotek Koperasi Desa Merah Putih di Desa Indrasari, Kabupaten Banjar.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin

Program ini bertujuan untuk memperkuat integrasi pelayanan dasar di desa, dimana setiap Koperasi Merah Putih nantinya, akan memiliki apotek dan klinik desa yang merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan, kepada masyarakat.

“Setiap Koperasi Merah Putih nantinya akan memiliki apotek dan klinik desa. Ini bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan desa,” ungkap Diauddin.

Diauddin menambahkan, Program ini merupakan bagian dari inisiatif program nasional Koperasi Merah Putih, yang menargetkan pendirian apotek dan klinik desa di seluruh Indonesia.

“Kami dari Dinas Kesehatan siap mendampingi agar apotek desa ini dapat berjalan lancar dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” lanjut Diauddin.

Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, ungkap Diauddin, memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran proses perizinan apotek dan klinik desa. Dimana diharapkan, kehadiran apotek dan klinik desa mampu memberikan dampak peningkatan ekonomi, yang sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal berbasis desa.

“Di Kalimantan Selatan sendiri program ini ditargetkan menjangkau seluruh desa secara bertahap, melalui kolaborasi antara koperasi, pemerintah, dan pelaku UMKM,” tutup Diauddin. (MRF/RIW/RH)

Hadiri Milad ke-17, Gubernur Muhidin Terima PGM Award 2025

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menghadiri milad atau hari jadi ke-17, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) pada Rabu (23/7) di Auditorium H.M. Rasyidi Kemenag RI di Jakarta.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan berfoto bersama usai menerima PGM Award 2025 mewakili Gubernur Muhidin

Pada kesempatan ini, Gubernur, Muhidin menerima penghargaan PGM Award 2025, atas dedikasi dan kontribusi dalam membangun kemitraan lahirnya madrasah yang Mandiri, Berprestasi, Maju Bermutu dan Mendunia.

Penghargaan diserahkan Menteri Agama RI, yang diwakili Dirjen GTK Kementrian Agama RI, Tobib Al Asyhar, yang juga membuka milad ke-17 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM).

“Gubernur sangat mengapresiasi penghargaan ini, dan berharap dapat memotivasi para kepala daerah di Kalimantan Selatan, untuk mendukung pendidikan agama Islam, dan kegiatan belajar mengajar diseluruh tingkatan madrasah,” ujar Ariadi Noor saat dikonfirmasi Abdi Persada FM.

Lebih lanjut Ariadi menegaskan, perhatian Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap peningkatan kesejahteraan para guru madrasah, sejalan dengan visi misi Gubernur, Muhidin dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman. Yakni Berkelanjutan Berbudaya Religi dan Sejahtera.

“Gubernur juga berkomitmen untuk memodernisasi pesantren, agar kualitas pendidikannya meningkat, yang ujung – ujungnya juga akan meningkatkan kesehatan para guru”, tutupnya.

PGM Award 2025 untuk kepala daerah tingkat provinsi, hanya diberikan kepada dua gubernur di Indonesia. Yakni Gubernur Maluku Utara, dan Gubernur Kalsel, Muhidin. Sementara di tingkat kabupaten kota, 6 daerah di Kalsel juga berhasil mendapatkan PGM Award. Yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Balangan, Tanah Bumbu dan Tanah Laut.

Dengan raihan 7 penghargaan ini, Kalimantan Selatan menjadi provinsi yang paling banyak menerima PGM Award 2025. Hal ini juga menjadi bukti, bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Kota di Kalimantan Selatan, berkomitmen terhadap pembangunan SDM yang cerdas dan berakhlak mulia, sebagai bagian penting dari peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia. (RIW/RH)

Exit mobile version