BANJARMASIN – Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil mencapai pendapatan asli daerah hampir 50 persen, pada Triwulan II Tahun 2025.
Kepada Abdi Persada FM, di ruang kerjanya, Kamis (24/7) Kepala Lab K3 Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah menjelaskan, untuk pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi perusahaan saat ini, pihaknya telah mencapai pendapatan sebesar Rp1,2 miliar dari target Rp2,5 miliar.
“Dengan Sumber Daya Manusia yang profesional dan peralatan yang dimiliki Laboratorium K3 Kalsel, kami optimis target tahun 2025 akan tercapai pada akhir tahun nanti,” ucapnya
Disampaikan Noorlianisyah, untuk jumlah yang dilayani hingga saat ini ada sekitar 152 perusahaan . Bentuk pelayanan berupa pengujian lingkungan kerja dan kesehatan kerja meliputi iklim kerja, kebisingan, pencahayaan, getaran seluruh tubuh dan juga kualitas udara baik didalam serta luar ruangan.
“Layanan kita juga mencakup kesehatan kerja meliputi audiometri, sphirometri, ergonomi, kelelahan kerja, dan higiene sanitasi perusahaan,” ungkapnya
Lebih lanjut Noorlianisyah menambahkan,
Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, tahun 2025 ini kembali menerima sertifikat re-akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional.
Dimana,
re-akreditasi dilaksanakan setiap lima tahun sekali, untuk memastikan pelayanan bermutu bagi perusahaan, sudah diberikan secara maksimal. Diantara layanan yang diberikan Laboratorium K3 saat ini, adalah pengujian faktor fisika dan kimia lingkungan kerja, udara ambien dan emisi sumber tidak bergerak, serta kesehatan kerja.
“Dengan adanya sertifikat ini, pihaknya termotivasi mempertahankan dan meningkatkan mutu layanan bagi perusahaan, yang tersebar tidak hanya di 13 kabupaten kota, juga lintas provinsi yaitu Kalimantan Tengah,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

