23 Januari 2026

Gubernur Muhidin Bahas Perpanjangan Runway Bandara Syamsuddin Noor; Penerbangan ke Luar Negeri Masyarakat Diminta Tunggu Informasi Pemprov

Gubernur Kalsel Muhidin saat mengikuti rapat di Kemenhub

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengikuti Rapat Perpanjangan Runway Syamsudin Noor dan Pengembangan Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru, di Ruang Rapat Mulawarman Lantai IV Gedung Karsa Kemenhub, Jakarta pada Rabu (16/7) siang.

Tampak hadir juga Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Ditjen Hubdara, Bupati Kotabaru, Sekdakab Kotabaru, Kadishub Provinsi Kalsel, Kadishub Kotabaru dan para pejabat lainnya.

Rapat ini dipimpin Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, terkait pengembangan 2 bandara yang berada di Kalsel yaitu Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kota Banjarbaru, dan Bandara Gusti Syamsir Alam di Kotabaru.

Sehubungan status bandara internasional yang saat ini sudah diperoleh Bandara Syamsudin Noor, Gubernur Muhidin pun membahas tentang beberapa penerbangan internasional, yang difasilitasi pesawat berbadan lebar dengan kapasitas penumpang banyak. Kondisi ini tentu membutuhkan prasarana landasan yang panjangnya mencukupi.

Panjang Runway Bandara Syamsuddin Noor saat ini adalah sepanjang 2.500 m x 45 m. Rencana penambahan runway sesuai dengan Master Plan Bandara (KP 2033 Tahun 2018) adalah 500 m dengan estimasi biaya ±356 milyar Rupiah.

“Kami hari ini berada di Kementerian Perhubungan RI bersama Dirjen Perhubungan Udara dan Direktur Angkasa Pura I, Yanindya Bayu Wirawan. Dalam pertemuan ini, kami membahas permasalahan tentang perpanjangan runway di Kalsel,” sampai Gubernur Muhidin seusai kunjungan kerjanya.

Selain mengenai perpanjangan, Gubernur Muhidin menjelaskan, bahwa mereka juga mendiskusikan tentang ketahanan daripada runway tersebut. Karena, menurutnya hal itu perlu disiapkan lebih matang lagi.

Dengan kondisi runway saat ini, Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, hanya mampu melayani pesawat jenis Airbus A330-300, yang membutuhkan standar landasan pacu minimal 2.500 meter. Dengan penambahan runway sepanjang 500 meter, maka Bandara Syamsuddin Noor akan memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter, yang akan memungkinkan Pesawat dengan berukuran besar seperti Boeing 777 dan Airbus A380 untuk mendarat dan lepas landas.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga membicarakan perihal Bandara Internasional Syamsuddin Noor, terkait rute penerbangan baru pada November mendatang. Yakni dari Banjarmasin ke Malaysia, kemudian penerbangan langsung ke Mekkah, Arab Saudi.

“Jadi masyarakat Kalsel tunggu saja nanti dibuka dan diinformasikan oleh Pemerintah Provinsi dalam mensosialisasikannya. Jadi persiapkan saja bagi yang ingin melakukan penerbangan ke Malaysia dan ke Mekkah bagi yang umroh,” ungkap Gubernur.

Perpanjangan runway ini, diyakini akan menunjang penerbangan Internasional terutama untuk penerbangan langsung haji, umrah, dan Rute Internasional. Selain penerbangan yang ditargetkan ke Malaysia dan Arab Saudi, pemerintah juga merencanakan membuka penerbangan langsung ke China dan Singapura pada Oktober mendatang.

Adapun, upaya pendanaan perpanjangan runway yang terkendala, disepakati agar lebih dulu melihat prospek perkembangan peningkatan jumlah penumpang. Salah satunya dengan strategi melakukan pengerasan runway (PCN Runway) Pavement Classification Number pada landasan pacu (runway), yang meningkatkan kemampuan suatu landasan pacu untuk menahan beban pesawat.

“Saat penerbangan internasional nantinya sudah semakin ramai, tentu semakin banyak maskapai yang meramaikan bandara Syamsudin Noor serta semakin layak untuk dilakukan perpanjangan runway. Karena sudah memenuhi prospek dan persyaratan dari Kemenhub untuk menggelontorkan dana pembangunan perpanjangan runway,” ujar Kadishub Kalsel, M. Fitri Hernadi

Penerbangan perdana AirAsia ke Malaysia, yang semula pada 20 Oktober, dimajukan menjadi 22 September. Hal ini, menurut Fitri Hernadi bahwa pada pekan terakhir Oktober, maskapai Garuda Indonesia akan melakukan penerbangan 2 kali seminggu ke Jeddah (umroh), dengan melakukan Technical Landing di Hyderabad, India menggunakan pesawat dengan kapasitas 365 penumpang.

“Maskapai Lucky Air sedang melakukan persiapan untuk melayani penerbangan dari dan ke Syamsudin Noor menuju China (Guangzhou), perkiraan pada Oktober atau November 2025,” ungkap Fitri Hernadi.

Dengan telah dilakukannya penerbangan internasional melalui Bandara Syamsudin Noor, maka evaluasi 24 bulan sebagaimana Kepmenhub Nomor 30 Tahun 2025 terhadap status Internasional Bandara Syamsudin Noor, tidak perlu dilakukan. Sehingga status internasional akan tetap bertahan melekat di Bandara Syamsudin Noor.

Diketahui saat ini traffic penumpang di Bandara Syamsudin Noor sekitar 3,5 juta penumpang per tahun, dengan fasilitas terminal yang sudah semakin lengkap serta kapasitas yang mencukupi untuk melayani hingga 7-9 juta penumpang per tahunnya. Dalam prosedur penganggaran perpanjangan runway oleh Kemenhub dan PT Angkasa Pura Indonesia dipersyaratkan jumlah penumpang telah mecapai 5 juta penumpang per tahun, sehingga saat ini yang diperlukan adalah bagaimana rencana aksi, untuk peningkatan kunjungan dan lalu lintas orang melalui bandara Syamsudin Noor, baik untuk domestik maupun internasional.

Untuk penerbangan internasional, maskapai yang telah melakukan survei pasar dan melakukan audiensi dengan Pemprov Kalsel adalah AirAsia. Mereka mempersyaratkan minimum load factor penumpang per pesawat 80% agar maskapai mereka dapat secara berkelanjutan melayani penerbangan dari dan ke bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Supaya load factor tersebut terpenuhi, Gubernur, Muhidin telah menjamin dan menyusun beberapa strategi agar pada bulan pertama dan kedua penerbangan perdana dapat terisi lebih dari 80% dengan melibatkan promosi, kolaborasi serta pemberian insentif dan subsidi agar setiap maskapai yang melayani penerbangan internasional dari dan ke Kalsel, dapat fully booked. Sehingga ke depannya dapat membuka kesempatan maskapai lain untuk juga berkiprah melayani penerbangan internasional. (Biroadpim-RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.