Sidak Dua Pasar, Pemprov Kalsel Pastikan Stok dan Harga Sembako Stabil Jelang Idul Adha

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan didampingi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, melakukan sidak ke Pasar Induk Sentra Antasari dan Pasar Lima, pada H-1 Hari Raya Idul Adha, Kamis (5/6).

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, saat monitoring harga daging ayam

Kepada wartawan, di sela kegiatan sidak, Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Sulkan mengatakan, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok ini dianggap perlu, agar tidak terjadi gejolak atau kenaikan yang dapat memberatkan masyarakat.

Hasil konfirmasi dengan beberapa pedagang bahan pokok seperti beras, minyak goreng, daging ayam, sapi, sayur mayur dan bawang merah serta bawang putih, untuk ketersediannya aman di pasaran, hingga berakhirnya Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah.

“Untuk harganya normal, tidak ada yang mengalami kenaikan,” ucapnya

Kepala Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan Sulkan, saat diwancara

Disampaikan Sulkan, saat ini ketersediaan pasokan cukup menghadapi Hari Raya Idul Adha, untuk harga bawang merah dan bawang putih perkilonya hanya Rp35 ribu, cabai dikisaran Rp35 hingga Rp50 ribu perkilo, daging ayam per kilonya Rp32 ribu, dan Minyakkita Rp17ribu. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dengan harga dan ketersediannya di pasaran.

“Kami ingin warga tidak perlu melakukan aksi memborong bapok,” pinta Sulkan

Lebih lanjut Sulkan menambahkan, pihaknya mengingatkan seluruh pelaku usaha, baik distributor maupun pedagang, untuk tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).Yakni tidak mengambil keuntungan berlebihan di momen Hari Raya Idul Adha 1446 Hijrah.

“Stabilitas harga pangan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya (NHF/RIW/RH)

Jelang Liga 2, Lapangan 17 Mei Mulai Jalani Verifikasi Juni ini

BANJARMASIN – Jelang pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 2, panitia penyelenggara melakukan verifikasi terhadap sejumlah lapangan sepakbola yang akan menjadi tempat penyelenggaraan acara, salah satunya Kota Banjarmasin.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi menjelaskan, lapangan sepakbola 17 Mei Banjarmasin, menjadi salah satu lokasi yang akan diverifikasi kelayakannya oleh panitia penyelenggara Liga 2.

Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi

“Verifikasi akan dimulai pada 7 Juni 2025 ini,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Fitri berharap lapangan sepakbola 17 Mei ini dapat lolos pada verifikasi tersebut.

“Pemerintah Provinsi Kalsel tentu memberikan dukungan penuh,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fitri mengatakan, pelatih baru tim sepakbola Barito Putera, Stefano Cugurra atau Teco, meninjau lapangan sepakbola 17 Mei Banjarmasin jelang pelaksanaan Liga 2 tersebut.

Fitri menjelaskan, pelatih baru Barito Putera ini, menunjukkan perhatian besar terhadap kondisi fasilitas yang ada di lapangan sepakbola 17 Mei.

Teco pun memberikan masukan untuk pembenahan lapangan 17 Mei.

“Masukan yang disampaikan seperti perbaikan kualitas rumput, fasilitas ruang ganti, hingga keselamatan area sekitar lapangan,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)

Pemko Banjarbaru Sampaikan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025

BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru menggelar Rapat Paripurna terkait Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025, yang dipanaskan di Ruang Graha Paripurna Lantai 3 Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (06/5).

Rapat yang dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni ini, merupakan bagian dari tahapan pembahasan APBD perubahan yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/640/SJ.

Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni

Kepada awak media, Pj. Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa rancangan perubahan KUA dan PPAS disusun berdasarkan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), dan dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebijakan nasional dan provinsi.

“Pendapatan daerah diproyeksikan mengalami penyesuaian dari target awal Rp1,486 triliun menjadi Rp1,475 triliun. Penyesuaian ini mencakup kenaikan pendapatan asli daerah sebesar Rp438,6 miliar dan penurunan pendapatan transfer dari pusat menjadi Rp1,037 triliun,” ungkap Sirajoni.

Sirajoni menambahkan, pentingnya sinkronisasi kebijakan perencanaan daerah dengan arah pembangunan nasional dan provinsi, serta penyesuaian pendapatan dan belanja sesuai dengan potensi dan kebutuhan riil daerah.

“Pergeseran anggaran telah dilakukan sebelumnya sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi belanja negara dan daerah. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan meningkat dari Rp1,613 triliun menjadi Rp1,875 triliun, dengan alokasi terbesar pada belanja operasi dan belanja modal yang mengalami kenaikan signifikan,” tutup Sirajoni.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizki Sukma Iskandar Putra menyampaikan, bahwa perubahan ini sebagai respons terhadap Inpres Nomor 01 Tahun 2025, tentang efisiensi belanja APBD yang meminta pemangkasan anggaran tidak produktif.

“Rancangan Perubahan KUA dan PPPAS ini diharapkan dapat diselesaikan pada Juli Mendatang,” tutup Gusti. (MRF/RIW/RH)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Muhidin Dukung Kampanye Zero Plastic

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mendukung penuh kampanye Zero Plastic atau nihil sampah plastik, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Dukungan itu disampaikan Gubernur, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, di halaman kantor Gubernur di Banjarbaru, pada Kamis (5/6).

Gubernur menegaskan, bahwa kampanye pengurangan penggunaan plastik, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq. Kampanye tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan hidup. Selain itu, kampanye ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk menghindari penggunaan kantong kresek ataupun alat makan plastik lainnya.

“Gubernur Muhidin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dengan memilah sampah dari rumah tangga secara disiplin. Kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang mencemari lingkungan,” ungkap Adi.

Program penukaran sampah plastik menjadi sembako di depan Kantor Gubernur Kalsel.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Tingkat Provinsi Kalsel, juga diwarnai dengan aksi bersih – bersih sampah dan penanaman pohon, serta program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra, mengungkapkan, bahwa dalam rangka memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, pihaknya bersama stakeholder terkait mengajak masyarakat untum melakukan bersih-bersih dan memilah sampah antara organik dan non organik.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Fathimatuzzahra

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekimpul Kabupaten Banjar, dalam menggelar program penukaran sampah plastik menjadi sembako.

“Program ini sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah, khususnya plastik yang masih menjadi persoalan di lingkungan masyarakat,” ungkap Fatimatuzzahra.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara untuk mengubah mindset masyarakat. Dimana program penukaran sampah plastik menjadi sembako ini sudah dilakukan pihaknya sebanyak dua kali, pertama di Banjarmasin depan Kantor Gubernur Lama, dan di depan Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru.

“Kita memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang ada disekitarnya jika dikelola dengan baik akan memberikan nilai bagi mereka,” tutup Fatimatuzzahra.

Adapun sembako yang dibagikan kepada masyarakat pada program penukaran sampah plastik, berupa beras, gula, dan minyak goreng.

Skema penukaran yakni dengan mereka datang membawa sampahnya dan dilihat serta dinilai oleh Bank Sampah Induk Baiman Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Unit Sekumpul Kabupaten Banjar. Kemudian mereka yang akan menilai harga dari sampah tersebut. Jika sampah itu bernilai diatas Rp10 ribu, maka mereka akan mendapatkan 1 liter minyak goreng atau 1 kilogram gula. Jika dibawah Rp10 ribu, mereka akan mendapatkan mie instan, minyak goreng setengah liter, dan beras 1 kilogram. (MRF/RIW/RH)

Terima Kunjungan BINDA Kalsel, Diskominfo Siap Perkuat Sinergi Cegah Judol

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan dari perwakilan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, pada Rabu (4/6).

Kunjungan BINDA tersebut, bertujuan membahas upaya bersama dalam menangani maraknya aktivitas judi online di wilayah provinsi Kalsel.

Rombongan BINDA Kalsel disambut Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel sekaligus Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Sucilianita Akbar, yang didampingi staf bidang, Erix Agus Panca Sutiawan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar informasi dan strategi dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga, khususnya dalam aspek pengamanan informasi digital serta langkah preventif terhadap konten negatif seperti judi daring yang kian mengkhawatirkan.

“Kami menyambut baik kunjungan dari BINDA Kalsel dan siap mendukung upaya bersama dalam pencegahan penyalahgunaan teknologi informasi, termasuk perjudian online,” ujar Sucilianita.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ruang digital yang sehat dan aman bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan diperkuat, karena masalah judi online bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi perlu kolaborasi lintas sektor demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak negatifnya,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Pembinaan Kesamaptaan, Satpol PP dan Damkar Kalsel Siapkan 38 Personel Baru Hadapi Tugas Lapangan

BANJARBARU – Sebagai bentuk komitmen dalam membentuk personel yang tangguh dan siap bertugas, Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar pelatihan kesamaptaan bagi 38 personel baru yang terdiri dari ASN, PPPK, dan pegawai paruh waktu.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 15 hari dan ditutup dengan prosesi pembaretan yang menjadi simbol kesiapan peserta dalam mengemban tugas di lapangan.

Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Zakly Asswan mengatakan, pembinaan tersebut dirancang untuk memperkuat fisik, mental, serta kedisiplinan para personel baru sebelum mereka turun langsung ke masyarakat.

Pelatihan dilakukan secara bertahap guna menyesuaikan dengan kondisi fisik masing – masing peserta dan menghindari kelelahan berlebih.

“Kami tidak ingin memberikan pelatihan secara drastis karena dapat merusak fisik mereka. Maka dari itu, kami lihat dulu kemampuan masing – masing. Alhamdulillah, semua peserta yang mengikuti pembaretan hari ini berhasil menyelesaikan tahap ini dengan baik,” Kata Zakly, Selasa (3/6) sore.

Kepala Satpol PP dan Damkar Pemprov Kalsel, Zakly Asswan (tengah) saat diwawancara

Zakly menuturkan, pelatihan ini menggandeng instruktur profesional dari Dandim POM serta merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kebersamaan dalam tubuh Satpol PP.

Menariknya, dari total peserta, satu di antaranya merupakan ASN disabilitas yang tetap diberikan pembekalan melalui materi teori walau tidak mengikuti sesi fisik, sebagai bentuk komitmen inklusif dalam proses pembinaan.

Materi yang diberikan cukup lengkap dan komprehensif, meliputi baris-berbaris (PBB), teori dan praktik pengamanan kantor pemerintahan, etika dan table manner, teknik pengawalan pejabat, penanganan kerawanan sosial, serta simulasi penanganan aksi unjuk rasa.

“Ini baru ilmu dasar, ke depan akan terus berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan seluruh personel paham benar akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai Satpol PP,” tambah Zakly.

Dengan bekal pelatihan ini, para personel baru diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan humanis, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan. (BDR/RIW/RH)

Sita Lebih dari 54 Kg Sabu, Polda Kalsel Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Internasional

BANJARBARU – Upaya tegas dalam memerangi narkotika kembali ditunjukkan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan.

Dalam operasi terbaru yang digelar selama April hingga awal Juni 2025, jajaran Polda Kalsel berhasil menggagalkan peredaran besar narkoba yang terafiliasi dengan jaringan internasional Fredy Pratama.

Barang bukti yang dihadirkan saat konferensi pers pengungkapan kasus Narkotika

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan, bahwa pihaknya menyita barang bukti berupa 54.855,95 gram sabu atau sekitar 54,8 kilogram, 10.355 butir ekstasi, serta 9.401 butir obat keras dari pengungkapan kasus tersebut.

Kapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan (mic) saat menyampaikan pengungkapan kasus Narkotika

“Selama periode tersebut, kami berhasil mengamankan 239 tersangka, termasuk di antaranya yang terafiliasi langsung dengan jaringan Fredy Pratama, yang kini berstatus buronan,” ucapnya, saat konferensi pers di Lobi Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (4/6).

Yudha menyebut, terdapat tujuh kasus menonjol dari jaringan narkoba ini yang melibatkan sepuluh tersangka penting. Seluruh barang haram ini diketahui dipasok dari Malaysia dan masuk melalui Kalimantan Barat, sebelum diedarkan di Kalimantan Selatan dan wilayah lain, termasuk Sulawesi.

Lebih dari sekadar pasar, Kalimantan Selatan juga dijadikan sebagai gudang dan wilayah transit oleh jaringan Fredy Pratama dalam distribusi narkotika lintas pulau.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras anggota di lapangan. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun menjadi bagian dari ikhtiar kita dalam memerangi narkoba,” tegas Yudha.

Ia juga menyampaikan, pengungkapan ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya poin ketujuh, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, birokrasi serta pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.

Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur iming – iming jaringan pengedar narkoba.

“Tidak ada satu alasan pun yang dapat membenarkan penggunaan narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya menegaskan, bahwa pihaknya terus mengembangkan penanganan kasus melalui penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kami telusuri seluruh aliran aset. Beberapa dari tersangka diketahui berperan sebagai operator yang kemungkinan juga pemilik modal,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Jelang Idul Adha, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Bagikan Sembako dan Kupon Daging Kurban

BANJARMASIN – Jelang Idul Adha 1446 Hijriah, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya, silaturahmi bersama warga kaum dhuafa dengan menyerahkan bantuan sembako dan kupon daging kurban di Komplek Herlina Perkasa, Jl. HKSN Kelurahan Alalak Selatan, Kota Banjarmasin pada Selasa (3/6) sore.

Wagub Kalsel dan istri berfoto bersama para penerima bantuan sembako

Tiba pukul 16.30 WITA, Wagub Hasnuryadi Sulaiman bersama sang isteri drg. Ellyana Trisya datang langsung, disambut Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Mahya, Tuan Guru KH. Saifurrahman.

Sosok Imam Besar Masjid Raya Sabilal Muhtadin itu mempersilahkan masuk, kemudian berbaur dengan masyarakat setempat dikediamannya.

“Alhamdulillah pada hari ini, kami bersilaturrahami ke kediaman rumah tuan guru kami. Mohon doanya untuk beliau, semoga beliau diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” ucap Hasnur usai kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi memperkenalkan bahwa giat hari ini diinisiasi Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan yang kini diketuai drg. Ellyana Trisya, isterinya yang juga hadir bersama dua perwakilan pengurusnya, bekerjasama dengan Srikandi Pemuda Pancasila.

Wagub Hasnuryadi menjelaskan, dua organisasi perempuan Banua ini ingin berbagi kepada masyarakat Kalimantan Selatan jelang peringatan Idul Adha 1446 Hijriah. Dan BKOW Kalsel berkolaborasi dengan Srikandi Pemuda Pancasila ini menyerahkan satu ekor sapi kepada perwakilan masjid setempat yakni Ketua Masjid Nurul Islam, Tabaruddin.

“Mohon doanya, semoga dengan adanya program dari BKOW Kalsel dan Srikandi Pemuda Pancasila ini, keduanya terus memberikan manfaat kepada masyarakat tercinta. Aamiin allahumma aamiin,” doanya.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Ta’lim Al-Mahya, Saifurrahman mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman dengan sang isteri, beserta perwakilan pengurus BKOW Kalsel dan Srikandi Pemuda Pancasila.

“Alhamdulillah, hari ini sore kedatangan Bapak Wagub beserta isteri ke kediaman kami, sekaligus bersilaturahmi ke Majelis Ta’lim Al-Mahya. Dalam rangka penyerahan sembako dan kupon hewan kurban, kami ucapkan terima kasih sebanyak – banyaknya dan mudah – mudahan dipanjangkan umur, serta disehatkan badannya dalam bekerja,” doa Imam Besar Masjid Raya Sabilal Muhtadin itu.

Saifurrahman juga mendoakan agar selama memimpin di Banua berjalan dengan baik dan lancar ke depannya. Hal itu semua diharapkannya agar selalu dalam bimbingan Allah SWT.

Diakhir, Wagub Hasnuryadi bersama sang isteri drg. Ellyana Trisya mengunjungi salah satu rumah warga yang sangat sepuh, seorang nenek bernama Khadijah (78), warga asal Perum Warga Indah III, Alalak Selatan. (Biroadpim-RIW/RH)

Dinas Kehutanan Kalsel Gelar Rapat Koordinasi Folu Net Sink Tahap I

BANJARBARU — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Rapat Koordinasi FOLU (Forestry and Other Land Use) Net Sink Tahap I di Aula Dinas Kehutanan secara virtual zoom meeting, pada Selasa (3/6).

Rapat yang dibuka Kepala Seksi Pengelolaan DAS Dinas Kehutanan Muslim ini diikuti oleh Tim Folu Dishut, perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH), pengawas lapangan, serta pihak-pihak terkait lainnya guna memantau dan mengevaluasi progres serta kendala pelaksanaan program penanaman dan pemeliharaan tanaman FOLU Net Sink di Kalsel.

Dalam rapat ini, masing-masing KTH melaporkan kegiatan terkini di lapangan yang meliputi pendangiran, penyemprotan, pemupukan, hingga kegiatan penyulaman tanaman.

Dinas Kehutanan menekankan pentingnya dokumentasi lengkap kegiatan di lapangan, termasuk geotagging ulang terhadap seluruh lokasi penanaman. Dokumentasi ini menjadi bukti fisik kegiatan yang sangat dibutuhkan tim pusat, sebagai dasar administrasi, monitoring dan evaluasi.

“Kami minta seluruh KTH dan pengawas aktif mendokumentasikan kegiatan, terutama dalam pemeliharaan. Contohnya saat melakukan pemupukan, dosis harus sesuai dengan label, dan itu harus difoto—dari jumlah pupuk, cara aplikasi, hingga alat yang digunakan,” kata Muslim.

Dinas Kehutanan juga menegaskan bahwa dalam pelaksanaan penyemprotan herbisida, semua pihak wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, mulai dari sarung tangan saat menuang cairan, masker, hingga kacamata pelindung.

“Kami akan lakukan verifikasi melalui dokumentasi. Jadi pastikan prosedur dan keamanan dipenuhiselain itu Kami meminta setiap KTH segera menyampaikan update dan menyelesaikan kegiatan pemeliharaan,” tegasnya.

Rapat ditutup dengan arahan agar seluruh pihak meningkatkan sinergi, transparansi data, serta mempercepat penyelesaian seluruh kegiatan teknis di lapangan sesuai standar operasional yang ditetapkan. (DishutKalsel-RIW/RH)

Sambut Idul Adha, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan Salurkan Bantuan Hewan Kurban

BANJARMASIN — Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan melaksanakan program Pelindo Berbagi Hewan Kurban, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.

Sebagian hewan kurban yang dibagikan Pelindo

Sebanyak 22 ekor sapi dan 12 ekor kambing telah disalurkan ke berbagai wilayah kerja Sub Regional Kalimantan. Hewan kurban ini dibagikan kepada masyarakat sekitar pelabuhan yang berhak menerima, termasuk melalui lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan yang telah ditunjuk untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.

Khusus di wilayah Banjarmasin, Pelindo menyalurkan 17 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Penyaluran ini melibatkan koordinasi bersama instansi lokal, tokoh masyarakat, serta perwakilan mitra kerja agar distribusi berjalan lancar dan amanah.

Program tahunan ini tidak hanya menjadi simbol pelaksanaan ibadah, tetapi juga wujud nyata kontribusi Pelindo dalam memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat pelabuhan.

Momentum Idul Adha dimanfaatkan sebagai ajang berbagi, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Junior Manager Umum dan Humas, Suprayogi, dalam kesempatan penyerahan simbolis hewan kurban menyampaikan, bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Pelindo untuk selalu hadir dan berbagi dengan masyarakat.

“Pelindo senantiasa menempatkan nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial sebagai bagian penting dari eksistensi perusahaan. Program ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen kami terhadap masyarakat sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa pelabuhan bukan hanya ruang aktivitas ekonomi dan logistik, tetapi juga bagian dari ekosistem sosial yang perlu dijaga harmoninya.

Oleh karena itu, program seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

Suprayogi menambahkan bahwa keterlibatan Pelindo dalam kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya bahwa hubungan antara pelabuhan dan masyarakat harus dibangun dalam semangat kolaboratif dan saling mendukung. Kurban ini adalah salah satu cara kami untuk menunjukkan bahwa kami peduli dan ingin tumbuh bersama masyarakat,” katanya menegaskan.

Melalui program Pelindo Berbagi Hewan Qurban, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan kembali komitmennya sebagai perusahaan milik negara yang tidak hanya fokus pada aspek operasional dan ekonomi, namun juga aktif berkontribusi terhadap pembangunan sosial yang berkelanjutan. (Pelindo-RIW/RH)

Exit mobile version