BANJARMASIN – Bank Kalsel resmi menjadi sponsorship Persatuan Sepakbola (PS) Barito Putera, pada Kompetisi Liga 1 Indonesia Musim 2025 – 2026. Seremoni penyerahan sponsorship ini, dilakukan secara sederhana di kediaman resmi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, di Jalan S Parman Banjarmasin pada Rabu (16/4) petang.
Penyerahan sponsorship secara simbolis, dilakukan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Manager Barito Putera, dan disaksikan CEO Barito Putera sekaligus Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Turut menyaksikan Wakil Ketua TP PKK Provinsi, drg Ellyana Trisya, para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan jajaran pejabat Bank Kalsel.
Kepada wartawan, CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman mengaku sangat berterima kasih kepada Bank Kalsel, yang sudah memberikan perhatian kepada Barito Putera, klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, tadi selesai acara di rumah dinas ini, ternyata ada kejutan dari Bank Kalsel memberikan sponsorship untuk Barito Putera. Alhamdulillah ini yang kami tunggu – tunggu,” ujar Hasnuryadi.
Hasnuryadi menegaskan, pihaknya tidak melihat sponsorship ini dari segi nilai semata, tetapi juga dari nilai kekeluargaannya.
“Untuk keluarga besar Banua Kalimantan Selatan tercinta, Barito Putera hadir untuk kebanggaan dan mengharumkan nama Kalimantan Selatan tercinta,” tutupnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pengurus DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel masa bakti 2024-2029 resmi dikukuhkan, pada Rabu (16/4) siang di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Pengukuhan pengurus baru yang dinahkodai Winardi Sethiono ini, dilakukan langsung Ketua Umum APINDO, Sinta W Ramdani, dan disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Walikota Banjarmasin, Ananda serta tamu undangan lainnya.
Wagub Kalsel dan Ketua umum APINDO berfoto bersama pengurus baru DPD APINDO Kalsel (sumber foto Biro Adpim Pemprov Kalsel)
Selain pengukuhan pengurus baru, pada kesempatan ini juga dilaksanakan pembukaan Rakerkonprov I DPD APINDO Kalsel, yang dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Rakerkonprov ini berlangsung dari 15-16 April 2025 disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Rakerkonprov I ini mengangkat tema Sinergitas dan Kolaborasi APINDO Kalsel Dalam Rangka Memperkuat Perekonomian Daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus APINDO yang baru dikukuhkan.
“Kami mengajak APINDO untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga iklim investasi yang kondusif di Kalimantan Selatan,” ujar Hasnuryadi di hadapan para tamu undangan yang terdiri dari para pengusaha, pelaku UMKM, dan perwakilan asosiasi dunia usaha se-Kalsel.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur juga menyinggung berbagai tantangan yang tengah dihadapi dunia usaha, baik di tingkat global, nasional maupun daerah.
“Saat ini sedang terjadi ketegangan geopolitik, perang dagang global, hambatan perdagangan, hingga fluktuasi nilai tukar. Dan ini turut memberi tekanan pada pelaku usaha di Indonesia, termasuk di Kalsel,” ujarnya.
Kendati demikian, Hasnuryadi menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalsel tetap berkomitmen untuk menyelaraskan program dan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, guna menciptakan harmonisasi regulasi yang mendukung kemudahan berusaha di daerah.
Diakhir sambutannya Hasnuryadi Sulaiman berharap, pengukuhan pengurus baru APINDO ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat membangun perekonomian daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, saya titipkan harapan masyarakat Kalsel untuk kemajuan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Banua kita tercinta,” tutupnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua DPP APINDO Kalsel, Winardi Sethiono menyampaikan harapannya, agar pelantikan pengurus APINDO Kalsel dapat membawa manfaat besar bagi perkembangan dunia usaha di daerah.
“Dengan pelantikan ini, kami berharap APINDO Kalsel dapat semakin solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Winardi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Ia menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan yang luar biasa. Kami siap bersinergi untuk mendorong dunia usaha yang lebih maju dan kompetitif,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kabar gembira datang dari Geopark Meratus Kalimantan Selatan yang telah resmi ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp).
Gubernur Muhidin saat melihat foto foto keindahan Geopark Meratus
Penetapan status Geopark Meratus ini berbarengan dengan status Geopark Kebumen di Jawa Tengah. Dimana hasil sidang Dewan Eksekutif UNESCO secara resmi menetapkan dua geopark tersebut sebagai UNESCO Global Geoparks (UGGp) pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 di Paris, Perancis, 2-17 April 2025.
Alhasil, dengan penetapan ini maka Geopark di Indonesia yang berstatus UGGp genap sebanyak 12 situs. Yaitu Geopark Batur, Geopark Belitong, Geopark Ciletuh, Geopark Gunung Sewu, Geopark Ijen, Geopark Maros Pangkep, Geopark Merangin Jambi, Geopark Raja Ampat, Geopark Rinjani Lombok, Geopark Kaldera Toba, Geopark Kebumen dan Geopark Meratus.
“Alhamdulillah Geopark Meratus sudah resmi menjadi bagian UNESCO Global Geoparks (UGGp). Tentu ini patut disyukuri, dan kebanggaan kita semuanya untuk masyarakat Kalsel,” kata Hanifah Dwi Nirwana, Ketua Harian Geopark Meratus yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada Rabu (16/4)
Dengan penetapan itu, Hanifah Dwi Nirwana menyatakan ada peluang besar untuk kemajuan pariwisata di Banua. Lewat jejaring Internasional ini, menurutnya Geopark Meratus telah menjadi bagian secara global maka perlu disiapkan segera nantinya.
Wisata Loksado yang menjadi bagian dari Geopark Meratus
Hanifah melihat peluang keuntungan bagi perekonomian masyarakat sekitar, sehingga menunjang dalam kesejahteraan warga. Bahkan, kelestarian tradisi dan budaya masyarakat, serta menjaga lingkungan sangatlah perlu diperhatikan ke depan.
“Dengan platform Geopark Meratus, tentu saja dari sisi ekonomi yang menjadi target penting. Tetapi bagaimana kelestarian budaya dan lingkungan menjadi pondasi penting juga untuk pembangunan keberlanjutan,” pungkasnya.
Lebih lanjut Hanifah Dwi Nirwana mengucapkan selamat kepada Badan Pengelola Geopark Meratus, serta Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang tentu juga tak henti-hentinya memberi dukungan dalam perkembangan Geopark Meratus tersebut.
Berdasarkan website Kementerian Luar Negeri Kemlu.go.id, sebanyak 58 negara anggota Dewan Eksekutif UNESCO, termasuk Indonesia, sepakat menyetujui 16 usulan geopark baru yang dinominasikan sebagai UNESCO Global Geoparks pada Sidang Council Geopark UNESCO pada September dan Desember 2024 lalu. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menggelar Sosialisasi Jabatan Fungsional Guru di lingkungan Pemprov Kalsel, yang dilaksanakan di Aula BKD Kalsel, Banjarbaru, Rabu (16/4).
Suasana sosialisasi jabatan fungsional guru di lingkup Pemprov Kalsel
Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut dari berlakunya PermenPAN-RB Nomor 1 Tahun 2023 dan Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2023 yang membawa dinamika baru dalam pengembangan karir pejabat fungsional, termasuk jabatan fungsional guru.
Plh. Kepala BKD Kalsel, Noryadi diwakili Kepala Bidang Penilai Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen dan kolaborasi berkelanjutan antara Balai Guru Penggerak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Biro Organisasi, dan BKD Kalsel dalam mendukung pembinaan serta pengembangan karir guru.
“Terbitnya PermenPAN-RB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru membawa perubahan signifikan yang menjadikan jabatan fungsional guru lebih terintegrasi dan profesional,” ujar Hidayat.
Menurutnya, perubahan regulasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada sisi administrasi kepegawaian, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan profesionalisme guru di Banua.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru di lingkup pemerintah provinsi dapat lebih siap menghadapi perubahan dan terus meningkatkan kompetensinya demi menciptakan pendidikan yang berkualitas.
“Semoga melalui kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan penguatan pemahaman dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARBARU – Bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Rabu (16/4), dilaksanakan kegiatan penilaian Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) oleh tim penilai pusat di Kantor DPKP Kalsel Banjarbaru. Penilaian dilakukan langsung oleh tim Badan Pangan Nasional yang disambut langsung Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, yang diwakili Kabid Ketahanan Pangan, Saptono.
Analis Ketahanan Pangan, Badan Pangan Nasional, Dhany Hermansyah, menyampaikan bahwa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, selaku otoritas kompeten keamanan pangan daerah provinsi Kalsel, dilakukan penilaian assesment terkat dengan manajemen kelembagaan pengawasan keamanan pangan.
“Jadi sesuai dengan peraturan Kepala Badan Pangan Nasional No 12 Tahun 2023 bahwa pelayanan keamanan pangan di daerah harus terstandar dengan baik,” ungkap Dhany.
Selain Pemerintah Provinsi Kalsel, Badan Pangan Nasional juga melakukan Penilaian Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) ke berbagai daerah lain dengan tujuan proses penjaminan keamanan pangan, pengawasan keamanan pangan, bisa terlaksana dengan terstandar.
“Aspek yang dinilai mulai dari aspek kelembagaan, Kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) seperti personil, serta terkait tata laksana pelayanan baik itu penjaminan keamanan pangan maupun pengawasan pangan di peredaran,” lanjut Dhany.
Ditempat yang sama, mewakili Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, Kabid Ketahanan Pangan Kalsel, Saptono mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi Badan Pangan Nasional terkait dengan Penilaian Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) yang dilaksanakan selama 2 hari. Adapun proses awal penilaian dilakukan dengan pengiriman dokumen oleh DPKP Kalsel kepada Badan Pangan Nasional.
“Sesuai arahan Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, apa yang menjadi masukan dari Badan Pangan Nasional akan segera ditindaklanjuti untuk melakukan perbaikan,” ucap Saptono.
Penilaian Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), sangat penting guna tata cara bagaimana DPKP Kalsel melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan yang ada di Kalsel.
“Kemudian nanti setelah ada hasil dari penilaian ini, kami (DPKP Kalsel) diharapkan bisa memberikan penilaian kepada Daerah – Daerah yang ada di Banua Kalsel, sehingga tentunya ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Provinsi Kalsel, akan tetapi juga tanggung jawab Kabupaten – Kota terhadap keamanan pangan,” tutup Saptono. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mendukung penuh Puskesmas Sungai Andai menjadi puskesmas Rawat Inap.
Suasana Rapat LKPj 2024, di ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin belum lama tadi
Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Neli Listriani, baru-baru tadi mengatakan, dari hasil rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun 2024, dengan Dinas Kesehatan. Dimana, merencanakan peningkatan status Puskesmas Sungai Andai menjadi Rawat Inap, pihaknya akan mendukung penuh peningkatan layanan ini apalagi lahannya masih luas.
“Beberapa waktu lalu kami pernah berkunjung ke puskesmas sungai andai, kalau nanti menjadi rawat inap tentu layak, karena jumlah penduduk sangat padat,” ucapnya
Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Neli Listriani, saat diwancara (ditengah)
Ia menyampaikan, pelayanan rawat inap tentu akan mengurangi biaya yang dikeluarkan keluarga pasien, karena fasilitasnya lebih dekat dengan tempat tinggal. Selain juga, dapat membantu masyarakat yang berobat jauh atau terkendala kemacetan lalu lintas.
“Puskesmas rawat inap ini merupakan pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat,” ungkapnya
Lebih lanjut Neli menambahkan, keberadaan puskesmas rawat inap juga menjadi program prioritas Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. Sehingga, Dinas Kesehatan Banjarmasin dapat mempersiapkan berbagai persyaratan nantinya.
“Sumber daya manusia (SDM) perlu disiapkan dan juga menjalin kerjasama dengan dokter spesialis,” tutup Neli. (NHF/RDM/RH)
JAKARTA – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, turut serta dalam kegiatan Sosialisasi Arah Kebijakan Implementasi FOLU Net Sink 2030 yang dilaksanakan pada 15–16 April 2025 di Kementerian Kehutanan dan Hotel Santika, Jakarta. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta Sosialisasi Pedoman Operasional Project.
Program FOLU Net Sink 2030 merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memastikan bahwa sektor kehutanan dan lahan di Indonesia dapat menyerap lebih banyak emisi karbon dibandingkan yang dilepaskan, dengan target pencapaian pada tahun 2030.
Acara ini dibuka secara resmi Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Mahfudz, MP yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Dalam sambutannya, Mahfudz menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai target iklim nasional.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan rencana kerja dari masing-masing Ketua Bidang, yang meliputi bidang Pengelolaan Hutan Lestari, Peningkatan Cadangan Karbon, Konservasi, Pengelolaan Ekosistem Gambut, serta Instrumen dan Informasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra juga menandatangani PKS sebagai Implementing Partner program FOLU Net Sink 2030. Penandatanganan ini menandai komitmen daerah dalam mendukung langkah – langkah strategis nasional dalam pengendalian perubahan iklim melalui sektor kehutanan.
“Dengan adanya PKS ini, Dinas Kehutanan Kalsel kembali dipercaya untuk melaksanakan proyek rehabilitasi hutan dan lahan guna peningkatan cadangan karbon,” jelas Fathimatuzzahra dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada FM pada Rabu (16/4).
Berdasarkan SK Project Director FOLU Net Sink 2030 RBC Norwegia Tahap II dan III No. 105/FOLU.NC/-23REG/II 2015, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai salah satu Implementing Partner (mitra pelaksana) yang mendapatkan alokasi dana untuk kegiatan Tahap II. Adapun lokasi pelaksanaan kegiatan tersebar di beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), yaitu KPH Pulau Laut Sebuku, KPH Kusan, KPH Cantung, dan KPH Tabalong.
Program ini akan difokuskan pada upaya rehabilitasi lahan untuk meningkatkan cadangan karbon dan meningkatkan serapan emisi karbon.
Kepala Dinas Kehutanan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kesuksesan yang telah dicapai pada pelaksanaan FOLU Net Sink 2030 RBC Norwegia Tahap I. Ia menekankan pentingnya konsistensi, sinergi, serta pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, agar manfaat yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada peningkatan cadangan karbon, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan serta kelestarian lingkungan jangka panjang. (DISHUT-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kebugaran Jasmani Atlet Cabang Olahraga dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel tahun 2025, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada 15-16 April 2025.
Wagub Kalsel dipakaikan rompi lapangan petugas kebugaran
Rakor yang digelar sebagai upaya Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas atlet Kalsel di berbagai cabang olahraga ini, dihadiri dan dibuka Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, pada Selasa (15/4) siang. Turut hadir Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim, Kepala BKOM Provinsi, Susi Hermina dan jajarannya, serta puluhan anggota KONI serta atlet dari 3 cabang olahraga, dari 13 kabupaten kota.
Wagub Kalsel menerima plakat dari Plt Kadinkes didampingi Kepala BKOM Kalsel
Pembukaan rakor dua hari bertema “Bekerja Bersama Untuk Atlet Kalimantan Selatan SEGAR (Sehat dan Bugar) Menuju Prestasi Emas ini, ditandai dengan pemakaian rompi lapangan petugas kebugaran, dan pemberian plakat kepada Wakil Gubernur Kalsel.
Kepada wartawan usai acara, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi tinggi pelaksanaan Rapat Koordinasi Peningkatan Kebugaran Jasmani Atlet se Kalsel ini. Apalagi Wagub Hasnuryadi, merupakan pecinta sekaligus penggiat olahraga. Wagub menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas fisik atlet Kalsel dalam menghadapi berbagai kompetisi.
“Saya berharap dalam dua hari rakor ini berlangsung, para peserta yang terdiri dari para atlet serta pengurus KONI Kalsel dari 13 Kabupaten/Kota ini, dapat memperoleh ilmu dan pengalaman, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kebugaran ke depan,” ujar Hasnur.
Wagub berharap, hasil dari rakor ini nantinya dapat diaplikasikan di daerah masing-masing, agar kualitas atlet-atlet Banua semakin meningkat, terutama dalam hal kebugaran.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pengurus cabang olahraga dan KONI Kalsel dalam meningkatkan kebugaran atlet.
“Ada beberapa teknik nanti yang diajarkan agar atlet tetap bugar. Seperti kata Wagub, kalau bermain bola itu bisa tahan sampai dua kali babak perpanjangan waktu,” ungkapnya.
Muslim menambahkan, rakor ini juga diisi dengan berbagai diskusi dan penyampaian trik-trik khusus dari para narasumber yang ahli di bidangnya, dengan harapan mampu mendongkrak kondisi fisik para atlet agar optimal saat bertanding.
“Mudah-mudahan dalam upaya ini kita dapat meningkatkan kebugaran para atlet kita sehingga nanti juga dapat meningkatkan prestasi,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)
BANJAR – Rasa bangga dan apresiasi yang besar ditunjukkan Gubernur Kalsel, Muhidin kepada Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan yang telah melakukan penanaman jagung di lahan rawa seluas 120 hektar, di Jalan Gubernur Syarkawi, Sei Tabuk, Kabupaten Banjar.
Suasana peninjauan perkebunan jagung Polda Kalsel
Hal itu disampaikan Gubernur, Muhidin saat melakukan peninjauan lahan jagung, pada Selasa (15/4) sore. Selama peninjauan, Gubernur didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Kalsel, Supian HK; Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan; Danrem 101/Ant Brigjend TNI Ilham Yunus, Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Nurullah; Komandan Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Suparjo; Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut Ahmad Ahsan dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman.
Tiba pukul 16.30 WITA, Muhidin beserta rombongan langsung meninjau lokasi penanaman jagung tersebut. Di sana, Gubernur mengecek kondisi air, dengan mengukur tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan dengan menggunakan alat elektroda pH meter.
“Mudah – mudahan setelah panen jagung ini, kita nanti memberitahukan kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bahwa kita sudah panen sekitar 3 hektar, semoga ini bisa berkembang,” sampai Gubernur Muhidin selepas peninjauan.
Gubernur saat memberikan keterangan kepada wartawan usai peninjuan perkebunan jagung Polda Kalsel
Sebagaimana diceritakan oleh Kapolda Kalsel, Gubernur, Muhidin berbangga dengan lahan yang telah dipinjamkan masyarakat di kawasan penanaman tersebut. Kini, mulai bertambah kembali luas area lahan yang berada di sekitarnya.
Hal ini, menurut Muhidin, sangat menjanjikan sekali dalam mendorong Swasembada Pangan di Kalsel. Terutama melalui program yang dilaksanakan Polda Kalsel, sehingga komoditas jagung dapat menekan inflasi ke depan.
“Kata Pak Jendral tadi bahwa lahan di sebelah sana sudah mau orangnya meminjamkan, sehingga bertambah luas nantinya. Bahkan adanya penanaman jagung ini akan berdampak dengan kemajuan daerah sini, misalnya sudah ada listrik,” ungkap Gubernur.
Bahkan, Gubernur Muhidin menerima informasi bahwa awalnya lahan rawa ini kondisinya tampak berlumpur sekali, kini sudah ditata dengan baik sehingga dapat dilintasi. Dan dilakukan penanaman secara perlahan untuk tanam jagung.
Di lahan rawa ini, Polda Kalsel dinilai berhasil dalam penanaman jagung di Banua. Gubernur, Muhidin pun mengapresiasi sekali, bahkan patut diikuti instansi lainnya.
“Terkait hama, bisa disiasati dengan orang-orangan (patung manusia). Seperti monyet kan sering mengganggu tanaman, jadi perlu ada jebakan dan banyak yang bantu dari Dinas Pertanian, ULM serta kelompok lain yang menguji coba ini,” ungkap Gubernur.
Dengan peninjauan ini, Gubernur, Muhidin berharap akan segera panen dan mampu menghasilkan dua jenis jagung ke depan, yaitu jagung manis dan jagung pakan ternak.
Sementara itu, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengaku ini merupakan penanaman pertama yang dilakukannya bersama jajaran personil. Hal itu berkat dukungan dan bantuan berbagai stakeholder terkait.
” Insya Allah ini akan panen sampai selesai ya. Saya berterima kasih kepada Bapak Gubernur, selama ini yang mendukung kami beserta jajarannya. Sehingga, tanaman ini berhasil tumbuh sekarang,” ungkap Kapolda bersyukur.
Terkait hama seperti ulat bersayap, Kapolda mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam menangani hama tersebut. Karena, menurutnya selama penanaman jagung hingga sekarang telah diuji dan ditangani oleh pihak yang berpengalaman serta kompeten di bidangnya.
“Kalau di ULM, ada ahli hama yang menangani penanaman jagung ini. Dan Pak Kadis Pertanian juga membantu kami beserta personilnya langsung,” terang Kapolda.
Selain itu, Kapolda Rosyanto menjelaskan hama monyet dapat diantisipasi dengan orang-orang sawah atau memelihara anjing yang mampu mengusirnya. Dan patroli terus demi menjaga kawasan tanaman jagung tersebut.
Kapolda Rosyanto pun berharap, adanya penanaman jagung ini dapat berkontribusi dari bagian Swasembada Pangan di Banua. Dan berhasil dalam program yang diusung oleh Kapolri dalam mendorong Tanam 1 Juta Hektar Jagung di Indonesia. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan jadwal pelaksanaan seleksi Computer Assisted Test (CAT) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2, yang akan berlangsung mulai tanggal 17 April hingga 16 Mei 2025.
Plh. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, Noryadi, melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian, Mashudi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi umum terkait jadwal pelaksanaan seleksi dari BKN.
Kabid PPIK, BKD Kalsel, Mashudi
“BKN telah menetapkan tanggal pelaksanaan seleksi CAT PPPK tahap 2 yakni tanggal 17 April sampai 16 Mei. Namun, untuk peserta PPPK tahap 2 lingkup Pemprov Kalsel kita masih menunggu tanggal pasti pelaksanaannya di antara rentang waktu tersebut,” ujar Mashudi, Selasa (15/4).
Sembari menunggu informasi resmi dari BKN, Mashudi mengimbau kepada seluruh peserta seleksi PPPK tahap 2 lingkup Pemprov Kalsel agar mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Kami mengimbau agar calon peserta menjaga kesehatan dan terus belajar dengan giat. Insya Allah hasil yang didapat akan maksimal. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi seperti KTP atau kartu keluarga bagi yang belum memiliki KTP, serta nomor peserta ujian,” pesannya.
Terkait lokasi pelaksanaan, Mashudi menjelaskan bahwa Gedung Idham Chalid di kawasan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru telah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan tes CAT PPPK tahap 2, baik bagi peserta dari lingkup Pemprov Kalsel, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal lainnya.
“Gedung Idham Chalid sudah disetujui untuk digunakan selama periode pelaksanaan seleksi, baik sebelum maupun sesudah hari H,” jelasnya.
Mashudi juga mengingatkan agar peserta selalu memantau informasi resmi dari BKD Kalsel melalui website atau akun media sosial, serta bisa langsung datang ke kantor BKD untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
“Untuk info lebih lanjut nanti bisa cek website dan Instagram BKD Kalsel, atau langsung datang ke kantor untuk menanyakan secara jelas,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)