Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pangdam VI/Mulawarman Panen Raya dan Tanam Serentak di Kalsel

BARITO KUALA – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, bersama Forkopimda Provinsi Kalsel menghadiri kegiatan Panen Raya dan Tanam Serentak yang terhubung dengan 14 provinsi secara daring bersama Presiden Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Senin (7/4).

Kehadiran Pangdam VI/Mulawarman dalam acara ini menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program – program pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Pangdam VI/Mulawarman saat menyampaikan sambutan pada kegiatan panen raya

Rangkaian kegiatan panen raya dan tanam serentak di Kalimantan Selatan meliputi panen padi dengan Combine Harvester, yang memperlihatkan demonstrasi efisiensi teknologi modern dalam memanen padi secara cepat dan efektif.

Kemudian ada juga pengolahan lahan menggunakan Crawler sebagai pemanfaatan alat berat untuk mempercepat dan memaksimalkan pengolahan lahan pertanian.

Tampak pula kegiatan tanam padi bersama sebagai kegiatan simbolis penanaman padi yang melibatkan TNI, petani, dan masyarakat setempat sebagai wujud kebersamaan dalam memajukan sektor pertanian.

Pada kegiatan ini, terdapat aktivitas serap gabah petani oleh Bulog yang menjadi upaya pemantauan langsung proses penyerapan hasil panen petani oleh Bulog, sebagai upaya stabilisasi harga di tingkat petani.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman menyampaikan harapannya agar sinergitas antara TNI/POLRI dan seluruh stakeholder terkait dapat terus ditingkatkan. Pangdam menekankan pentingnya percepatan proses penanaman kembali pasca panen sebagai langkah strategis untuk meningkatkan hasil panen padi secara berkelanjutan.

“Peningkatan sinergitas ini krusial dalam mewujudkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan. Kita juga berharap stabilitas harga gabah dapat terjaga, sehingga tidak merugikan para petani kita,” ujar Pangdam.

Kehadiran Pangdam VI/Mulawarman dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan TNI terhadap sektor pertanian dan upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.

Sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, dan seluruh stakeholder diharapkan dapat terus memajukan pertanian di Kalimantan Selatan dan berkontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Gelar Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi, Bulog Pastikan Serap Gabah Petani

BARITO KUALA – Provinsi Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari 15 Provinsi di Indonesia, yang menggelar Panen Raya Padi serentak, yang dipimpin langsung Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, pada Senin (7/4). Secara nasional, panen raya dipusatkan di Kabupaten Majalengka Jawa Barat, sedangkan di Provinsi Kalimantan Selatan, dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Desa Panca Karya Alalak Ray 15.

Momen panen raya menggunakan Combine Harvester di Desa Panca Karya

Provinsi Kalimantan Selatan terpilih sebagai salah satu lokasi panen raya, karena merupakan salah satu sentra utama produksi padi nasional, dan menjadi provinsi terbesar ke-11 dalam produksi beras nasional.

“Pada tahun 2024, total produksi padi provinsi Kalsel mencapai 1,2 juta ton. Hal ini dicapai melalui program optimasi lahan (oplah) dan cetak sawah yang dicanangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Ketersediaan dan penyaluran pupuk yang mudah menjangkau petani menjadi stimulan bagi petani untuk menanam,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada wartawan, disela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Syamsir menyampaikan, bahwa momen panen raya ini menjadi sangat penting, karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah telah berhasil meningkatkan produksi beras nasional hingga mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, termasuk di Kalimantan Selatan.

“Dimana total luas lahan padi yang di panen secara serentak di 14 provinsi mencapai 123.228 hektar, sehingga total stok beras yang dicadangkan sampai dengan April 2025 sebesar 2,4 juta ton,” jelasnya.

Sementara itu, untuk serapan gabah yang dihasilkan para petani, sesuai arahan Menteri Pertanian RI, Bulog memberikan jaminan untuk menyerap seluruh gabah yang dihasilkan petani dengan harga Rp. 6.500/kilogram gabah kering panen.

“Jaminan harga dan serapan gabah langsung oleh BULOG ini, memberikan keuntungan dan kebahagiaan bagi petani kita. Dan tadi Bulog sudah memastikan, harga pembelian ini adalah untuk seterusnya,” tutup Syamsir.

Terkait pembelian gabah ini, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said mengatakan, pihaknya menargetkan pembelian 10 hingga 20 ton gabah petani, hasil Panen Raya Padi pada Senin (7/4).

“Sejak kemarin (Minggu) kami sudah mendatangi sejumlah titik di Batola, dan kita sudah menyerap gabah petani hingga 30 ton,” jelas Akbar kepada wartawan di sela kegiatan Panen Raya Padi di Desa Panca Karya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel saat membeli gabah petani saat panen raya di Desa Panca Karya

Akbar memastikan, pihaknya langsung membeli gabah dari petani, usai dipanen, tanpa harus dijemur terlebih dulu. Dimana harga pembelian yang ditetapkan adalah sebesar 6.500 rupiah per kilogram gabah kering panen.

“Pokoknya gabah keting panen dari Combine Harvester langsung kita ambil dengan harga 6.500 per kilogram,” tegas Akbar.

Selain di Batola, Akbar memastikan, pihaknya juga membeli gabah petani di kabupaten lainnya yang menggelar Panen Raya, dengan rata – rata pembelian hingga 20 ton.

“Sampai saat ini kita sudah menyerap 7.200 ton gabah petani, atau sudah melampaui target hingga April 2025 di angka 6.200 ton. Bahkan kami mendapat tambahan target hingga akhir April ini, untuk menyerap gabah petani hingga 7.400 ton,” jelasnya.

Akbar memastikan, pemerintah sudah menyiapkan dana untuk membeli gabah petani hingga akhir tahun nanti. (RIW/RDM/RH)

Panen Raya Bersama 14 Provinsi di Indonesia, Kalsel Berkomitmen Tingkatkan Produksi Padi Nasional

BARITO KUALA – Mengawali aktivitas pasca libur panjang Idul Fitri, Presiden RI, Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menggelar Panen Raya Padi di 14 Provinsi Indonesia pada Senin (7/4). Panen raya yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka Jawa Barat ini, diikuti 13 provinsi lainnya secara online, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, panen raya padi bersama Presiden RI ini, dipusatkan di Desa Panca Karya Alalak Barito Kuala, yang dihadiri Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman diwakili Pj Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Pj Sekdaprov Kalsel saat memberikan bantuan secara simbolis kepada Bupati Batola. (Sumber foto: Biro Adpim)

Turut hadir perwakilan Kementrian Pertanian, Pangdam VI/Mulawarman, dan jajaran Forkopimda Kalsel, diantaranya Kapolda Kalsel, Danrem 101/Antasari serta Kabinda Kalsel. Hadir pula Bupati Batola, Bahrul Ilmi, jajaran Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Syamsir Rahman, dan juga jajaran kepala SKPD lingkup Pemkab Batola.

Kegiatan yang diawali dengan panen raya menggunakan Combina Harvester atau alat pemanen kombinasi ini, juga dihadiri ratusan petani Desa Panca Karya, Brigade Pangan serta Petani Milenial.

Panen raya di Desa Panca Karya Batola ini, dilakukan pada lahan seluas 11.181 hektar, dengan rata – rata sudah mampu melakukan tanam hingga 2 kali. Dimana program oplah yang dijalankan Kementan bersama Pemprov Kalsel dan Pemkab Batola, telah mampu meningkatkan indeks pertanaman padi (IP) hingga ke angka 2. Sebagian besar padi ditanam dengan menggunakan varietas lokal Siam Madu, dengan produksi rata-rata 6,2 ton/hektar.

Dalam sambutan Wagub Hasnuryadi Sulaiman yang dibacakan Pj Sekdaprov, Muhammad Syarifuddin, Pemerintah Provinsi sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang sudah sangat berperan dalam mendorong ketahanan pangan nasional di Kalsel. Sehingga, produksi padi, terutama di Batola, sangat meningkat hingga saat ini.

“Alhamdulillah pada hari ini kita dapat berkumpul dalam acara Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi se-Indonesia. Dalam kesempatan kali ini, saya mengucapkan terimakasih sebesar – besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional,” sampai Wakil Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulisnya.

Pj Sekdaprov Kalsel, mengungkapkan, petani adalah garda terdepan dalam kedaulatan pangan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan. Dimana keberadaan mereka, sangat memerlukan komitmen dan bantuan dari seluruh pihak termasuk pemerintah daerah, untuk bersama – sama mewujudkan swasembada pangan, sesuai arahan Presiden, Prabowo Subianto.

“Khususnya peningkatan produksi padi sebagai komoditas pangan utama. Kita ucapkan terimakasih juga kepada Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan pada momen bersejarah ini, kita apresiasi atas dedikasi serta bekerja keras dalam kolaborasi antar pemerintah pusat, instansi TNI/Polri, akademisi dan masyarakat lain,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi menyampaikan rasa terimakasihnya atas dipilihnya Kabupaten Barito Kuala, mewakili Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu lokasi panen raya bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kita sebagai kabupaten yang dianggap area lahannya terluas antara 12 kabupaten/kota di Kalsel. Izin dukungan dan bimbingannya ke depan, semoga bisa melaksanakan pertanian yang sebagai ujung tombak di Kalsel,” ungkap Bupati dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan Bantuan Olah Lahan Optimasi Lahan (Oplah) sebesar 1,5 miliar rupiah lebih, dengan alokasi 1.696 hektar, dari Kementerian Pertanian kepada Pemkab Batola, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan Batola.

Bantuan juga diberikan Pemprov Kalsel kepada Pemkab Batola. Diantaranya berupa bantuan pembangunan jalan akses kawasan pertanian senilai 850 juta rupiah lebih, dan Bantuan Saprodi Pengembangan Cabe Besar untuk Kelompok Tani Sumber Makmur di Desa Puntik Dalam, Mandastana sebesar hampir 53 juta rupiah. Dimana total bantuan yang diberikan kepada Pemkab Batola, mencapai sekitar 8,5 miliar rupiah.

Selain dipusatkan di Kabupaten Barito Kuala, pada saat bersamaan juga dilaksanakan Penen raya di sentra produksi padi di kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Yaitu di Desa Lok Tangga Kabupaten Banjar, Desa Hambuku Hulu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Balangan di Desa Sikontan, Tabalong di Desa Pangelak, Hulu Sungai Selatan di Desa Padang Batung, dan Hulu Sungai Tengah di Desa Cukan Lipai serta Kabupaten Tapin di Desa Timbaan.

Tercatat 5.702 petani, 13 Gubernur, 3 Wakil Gubernur, 181 Bupati/Walikota, 20 Wakil Bupati/Wakil Walikota, unsur Forkopimda, Bulog, BPS, PT. Pupuk Indonesia, juga mengikuti Panen Raya Padi yang dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto.

Sementara Gubernur dan Bupati/Walikota di luar Majalengka, melaksanakan panen padi raya serentak di wilayah masing – masing. Untuk memastikan Gubernur dan Bupati/Walikota melakukan panen secara serentak, Presiden Prabowo Subianto melakukan video conference kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota di 13 Provinsi. Seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan tidak ketinggalan Kalimantan Selatan, serta Sulawesi Selatan. (RIW/RDM/RH)

Berbaur Jemaah, Wagub Hasnuryadi Hadiri Haul ke-219 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary

BANJAR – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menghadiri Haul ke-219 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary di Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (5/4) pagi.

Haul ulama besar yang dikenal dengan sebutan Datu Kelampayan tersebut dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah.

Hadir pada acara haul tersebut, Forkopimda Kalsel, Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Bupati Banjar dan Wakil Bupati Banjar beserta jajaran, alim ulama, para habaib dan tamu undangan lainnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, tampak hadir istri Wagub Hasnuryadi Sulaiman, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, serta istri Pj. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, Masrupah.

Rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, serta pembacaan manaqib Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary oleh Guru Ahmadi Hamid yang juga keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya sebagai masyarakat Kalsel, khususnya sebagai Urang Banjar, atas banyaknya ulama besar yang lahir di Bumi Antasari.

Hasnuryadi Sulaiman bahkan mengutip pendapat yang menyebutkan bahwa Kalsel merupakan “tempat lahirnya para alim ulama”.

“Para alim ulama tersebut tidak hanya menjadi pelita dan tersebar di berbagai daerah di banua kita, tetapi juga tersebar di berbagai penjuru Nusantara, bahkan hingga mancanegara,” ujar Wagub.

Lebih lanjut, beliau menyebutkan bahwa Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary adalah “penghulu para alim ulama” di Kalsel.

“Sungguh sosok ulama yang luar biasa, meski sudah ratusan tahun beliau wafat mendahului kita, namun kehadiran maupun keberadaan beliau masih dapat kita rasakan,” imbuhnya.

Wagub Hasnuryadi juga menyinggung warisan Datu Kelampayan yang tidak hanya berupa kitab-kitab, tetapi juga melahirkan para alim ulama dari generasi ke generasi, termasuk ulama kharismatik seperti Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

“Insya Allah, keturunan dan penerus beliau akan terus hadir, membimbing ummat ke jalan yang diridhai Allah SWT,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Wagub Hasnuryadi mendoakan agar keberkahan selalu menyertai masyarakat Kalsel.

“Semoga berkat kita berhadir dalam haulan ini, kita dan Banua kita senantiasa mendapatkan keberkahan dan kemuliaan dari Allah SWT, serta dilindungi dari segala macam bencana,” pungkasnya.

Wagub Kalsel saat menghadiri haul ke-219 Datu Kelampayan

Sementara itu, ketua yayasan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Muhammad Husein menyatakan rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, serta dihadiri ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah.

“Alhamdulillah, acara haul tahun ini berjalan dengan sangat baik dan penuh keberkahan. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada seluruh panitia, relawan, para ulama, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaah yang telah turut serta menyukseskan acara ini,” ucapnya.

Menurutnya, haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan keilmuan dan perjuangan dakwah Datu Kelampayan yang sangat berjasa dalam penyebaran Islam di Kalsel.

“Haul ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat kecintaan kita terhadap ulama, serta meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam membimbing umat,” tambahnya.

Acara Haul ke-219 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary ditutup dengan doa bersama yang dipimpin KH. Muhammad Wildan Salman, Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an Darussalam Martapura.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kecintaan dan penghormatan masyarakat Kalsel terhadap ulama besar yang telah berjasa dalam penyebaran Islam di Banua.

Diharapkan, semangat dan nilai-nilai yang diwariskan Datu Kelampayan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memperkuat iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah di Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Open House Hari Kedua, Gubernur dan Wagub Silaturahmi Bersama Bupati/Walikota dan Forkopimda se-Kalsel

BANJARMASIN – Hari kedua lebaran, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri Fathul Jannah dan Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman didampingi istri drg. Ellyana Trisya, serta Pj Sekda Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin beserta istri Masrupah, menggelar open house dan silaturahmi bersama Bupati/Walikota dan Forkopimda se-Kalsel di Aula Mahligai Pancasila, Selasa (1/4).

Gubernur, Wagub dan Pj. Sekdaprov menyambut hangat dan bersalaman dengan Bupati/Walikota dan Forkopimda se-Kalsel.

Suasana open house hari kedua Gubernur dan Wagub Kalsel

Sejak pukul 09.00 WITA, Gedung Mahligai Pancasila sudah dipadati ratusan undangan yang berbaur menjadi satu dalam suasana hangat untuk bersilaturahmi. Tampak hadir Direktur Jenderal Bina Marga RI, Roy Rizali Anwar dan para kepala daerah, serta jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel.

Adapun, sejumlah kepala daerah mulai berdatangan seperti Subhan Nor Yaumil – Elysa Resturini (Pj. Walikota Banjarbaru dan isteri), Sahrujani – Hero Setiawan (Bupati dan Wakil Bupati HSU), M Noor Rifani – M. Habib Taufani Alkaf (Bupati dan Wakil Bupati Tabalong), Saidi Mansyur – Said Idrus Al Habsy (Bupati dan Wakil Bupati Banjar), Abdul Hadi – Akhmad Fauzi (Bupati-Wakil Bupati Balangan).

Kemudian, Bahrul Ilmi – Herman Susilo (Bupati dan Wakil Bupati Barito Batola), Syafrudin Noor dan Suriani (Bupati dan Wakil HSS), Yamani (Bupati Tapin), Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif, Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, Sekda Kotabaru, Eka Safrudin dan jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel.

Di antaranya Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjend TNI Ilham Yunus, Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Nurullah; Danlanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Suparjo dan sebagainya. Turut hadir juga Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ahmad Alim Bachri.

“Dengan kegiatan ini pastinya menumbuhkan dan menguatkan tali silahturahmi kita lagi, baik dengan jajaran Pejabat Pemprov Kalsel maupun dengan Pejabat Pemerintah Daerah (Pemda) lainnya,” sampai Gubernur Muhidin.

Selain ajang bersilaturahmi, kesempatan Open House bertajuk Halal Bihalal ini juga bisa menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran, sehingga akan semakin meningkatkan rasa persaudaraan dan kebersamaan, demi bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Melalui silaturahmi, pembangunan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang bermuara pada peningkatan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat dalam visi bekerja bersama merangkul semua,” tandasnya.

Dan satu per satu para tamu undangan bersalaman, kemudian mengabadikan foto bersama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, serta Pj Sekda Provinsi Kalsel.

Suasana keakraban begitu terasa antar kepala daerah, penyanyi asal Banjarmasin yakni Muhammad Hadzir menghibur para tamu undangan. Dan sederet aneka makanan prasmanan berjajar, mereka pun mencicipi dan menikmati hidangan. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version