Investasi 7 Triliun dari Tiongkok Siap Dongkrak Kawasan Industri Jorong Kalsel
Lahan industri C di Kawasan Industri Jorong. foto : net
BANJARBARU – Perusahaan asal Tiongkok siap menanamkan investasi senilai USD 5 miliar atau sekitar Rp 7 triliun di Kawasan Industri (KI) Jorong, Kalimantan Selatan. Investasi ini akan difokuskan pada pembangunan pabrik pengolahan batubara menjadi amonia hijau dan metanol hijau, serta industri sawit menjadi oleochemical.
Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan bahwa investasi ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 1,5 hingga 2,5 persen, serta membuka 10 ribu lapangan kerja bagi masyarakat.

“Jika semua infrastruktur pendukung terselesaikan, KI Jorong bisa menjadi pusat industri dan ekspor yang strategis. Ini langkah konkret dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 8,1 persen pada 2029,” ujar Ariadi, Rabu (12/2).
Pemprov Kalsel juga terus mengupayakan agar KI Jorong masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sehingga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Saat ini, lahan seluas 300 hektare di KI Jorong sudah bebas, tetapi masih membutuhkan peningkatan infrastruktur, seperti akses jalan dan jaringan air.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan ini, pemerintah juga tengah mengajukan peningkatan status pelabuhan di KI Jorong agar bisa digunakan sebagai pelabuhan ekspor.
“Saat ini, KI Jorong sudah memiliki pelabuhan, tapi masih perlu peningkatan status agar bisa langsung digunakan untuk ekspor. Kami sudah menyurati Presiden agar mendapatkan dukungan penuh untuk infrastruktur jalan dan sarana air,” tambahnya.
Meskipun KI Jorong belum masuk dalam RPJMN, Pemprov terus mendorong agar kawasan ini menjadi bagian dari program prioritas nasional.
“Jika mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, maka KI Jorong bisa berkembang lebih cepat dan menjadi penggerak utama ekonomi Kalsel,” pungkas Ariadi. (SYA/RDM/RH)
