17 Januari 2026

Lindungi Hak Anak, DPPPA KB Kalsel Dorong Pengembangan Pondok Pesantren Ramah Anak

BANJARBARU – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung hak-hak anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pengembangan pondok pesantren ramah anak.

Kepala DPPPA KB Kalsel, Sri Mawarni, mengatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Ramah Anak yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, dimana pondok pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi.

Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni

Oleh karena itu, pihaknya aktif melakukan advokasi dan pelatihan bagi pengasuh serta pimpinan pesantren agar dapat memenuhi standar ramah anak.

“Pondok pesantren ramah anak merupakan bagian dari visi nasional dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Kami ingin memastikan bahwa setiap pesantren di Kalsel dapat menjadi tempat yang tidak hanya mendidik secara akademik dan agama, tetapi juga menjamin hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik,” Kata Mawar, Rabu (19/2).

Sebagai salah satu wujud nyata dari program ini, Pondok Pesantren Alfalah Putra telah ditetapkan sebagai pondok pesantren ramah anak pertama di Kalsel.

Pesantren ini telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

“Pesantren ini bisa menjadi model bagi pesantren lain di Kalsel. Namun, upaya ini tidak berhenti di sini. Kami terus melakukan pendampingan agar semakin banyak pesantren yang menerapkan prinsip ramah anak,” tambahnya.

Meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, DPPPA KB Kalsel tetap berkomitmen menjalankan program ini secara efektif.

Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah mengadakan pelatihan secara daring guna menjangkau lebih banyak pondok pesantren di seluruh kabupaten/kota.

“Kami menyesuaikan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran. Oleh karena itu, pendampingan ke depan akan lebih banyak dilakukan secara virtual agar program ini tetap berjalan optimal,” jelas mawar.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan pondok pesantren ramah anak merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kalimantan Selatan.

“Pondok pesantren ramah anak juga merupakan indikator KLA. Harapan kami, seluruh pesantren di Kalsel bisa menjadi tempat yang benar-benar mendukung tumbuh kembang anak tanpa adanya kekerasan atau diskriminasi,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.