Dispersip Kalsel Rencanakan Beragam Inovasi Untuk Tingkatkan TGM

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel merencanakan sejumlah inovasi untuk meningkatkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Banua. Peningkatan TGM ini dinilai penting karena ini menjadi salah satu kinerja kunci Kepala Daerah.

Foto : Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani diwakili Plt. Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan, untuk meningkatkan TGM Kalsel pada 2025 ini, pihaknya akan lebih menggalakan survei ke masyarakat terkait buku apa saja yang diperlukan dan diminati.

“Jadi, tidak ada cerita saat masyarakat memerlukan buku tertentu kami tidak bisa memenuhinya. Walaupun tidak 100 persen, kami akan berusaha bisa memenuhi 60 persen keinginan masyarakat terhadap koleksi bahan bacaan” katanya, Selasa (21/01).

Selain itu, Dispersip Kalsel juga akan mengusahakan untuk menambahkan bahan buku koleksi digital (e-Book), dalam rangka memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.

“Kita juga ingin punya spot-spot baca di fasilitas umum seperti di halte, di taman terbuka, atau fasum lainnya. Spot baca ini bentuknya digital, jadi harapannya masyarakat bisa menggunakan gawai pintarnya untuk scan barcode untuk membaca e-booknya, tetapi hanya local di lokasi itu saja tidak bisa dibawa pulang karena ini juga berkaitan dengan hak cipta,” tuturnya.

Lebih lanjut, Adethia menjelaskan bahwa pihaknya juga mengimbau kepada SKPD lingkup Pemprov Kalsel untuk mengadakan pojok baca di lingkup kantornya masing-masing.

“Kalo di kantornya sudah ada diharapkan bisa dimeriahkan lagi, sehingga pojok-pojok baca ini bermanfaat bagi kantor tersebut. Syukur-syukur jika nanti kedepan ada SKPD yang bisa menyediakan ruang yang lebih luas, sehingga bisa dijadikan perpustakaan” imbuhnya.

Sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan inovasi tersebut, Adethia mengungkapkan bahwa pihaknya akan lebih meningkatkan sinergi dengan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan SKPD terkait.

“Kita juga tidak menutup kepentingan untuk menjalin kerjasama dengan pihak perbankan, khususnya Bank Kalsel sebagai bank daerah kita, yang saya yakin mereka punya program untuk meningkatkan minat baca masyarakat kita yang bisa kita lakukan kerjasama,” tutupnya. (NRH/RIW/EYN)

Wujudkan Swasembada Pangan,  Polda dan Pemprov Kalsel Berkolaborasi Tanam Jagung 

BANJAR – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektar. Kegiatan ini dilaksanakan dalam mensukseskan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni astacita pangan.

Penanaman di Kalsel  secara simbolis, dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan dihadiri jajaran Forkopimda Kalsel. Kegiatan berlangsung di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Km 5, Kabupaten Banjar, pada Selasa (21/1).

Usai penanaman, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, untuk menyukseskan program ini, tahap awal akan digarap lahan seluas 120 hektare milik warga yang sebelumnya menjadi lahan tidur atau tidak produktif.

“Kita akan tanam jagung disini 110 hektare dan 10 sisanya kita akan kembangkan bioflog budidaya ikan haruan,” ucap Rosyanto.

Tak lupa dirinya pun berharap, dengan dimulainya tanam jagung ini, proram swasembada pangan bisa terlaksana dengan baik, terpenuhinya kebutuhan jagung di Kalsel hingga memotivasi kaum milenial untuk menjadi petani modern.

“Kalsel memiliki target 99.000 hektare. Untuk mencapai itu, Polda Kalsel akan melibatkan seluruh Kabupaten/kota di provinsi ini,” tutup Rosyanto.

Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan, bahwa penanaman serentak ini merupakan langkah sinergi yang baik, antara Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Polda Kalsel, dalam peningkatan komoditas swasembada jagung.

“Kerjasama antara Kementerian Pertanian bersama Polri dalam swasembada jagung ditarget seluas 1 juta hektar,” ungkap Imam.

Imam mengharapkan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat target 99.543 hektare swasembada jagung ersebut diseluruh Kabupaten Kota.

Ditempat yang sama, pemilik lahan, Waluyo, mengatakan, lahan tidur tersebut awalnya bekas lahan pertanian yang pernah digarap para petani. Namun sempat terhenti karena kondisi air yang terlalu dalam jika musim hujan.

“Pernah jadi pertanian, tapi air telalu dalam. Keuntungan lain ini juga mencegah karhutla jika kemarau,” ucap Waluyo.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman jagung serentak 1 juta hektare ini juga dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Desa Karang Mukti, Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Jawa Barat. Agenda ini juga diikuti serentak Polda di wilayah lain secara virtual. (MRF/RIW/EYN)

Kendalikan Inflasi, TPID Kalsel Identifikasi Penjualan Minyakita Dari Distributor

BANJARBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan segera melakukan identifikasi kenaikan harga Minyakita.

Secara nasional, rata-rata harga Minyakita mengalami kenaikan. Bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.

Termasuk di Kalsel, harga minyak goreng program subsidi pemerintah itu, pun mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan.

Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono.

“Di pasar rata-rata menjual sekitar 16 ribu Rupiah per liternya,” kata Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono, baru-baru tadi.

Penyebab kenaikan harga ditengarai bersumber dari tingginya harga jual dari distributor ke para pengecer.

Alasan itu pula yang membuat TPID Kalsel akan melakukan identifikasi ke distributor tingkat II (D2) pada Januari ini, untuk memastikan harga jual ke pengecer sesuai dengan aturan.

“Karena ke pengecer sudah tinggi, harga ke konsumen tentu akan lebih tinggi,” jelasnya.

Saptono menyebut, atas dasar permintaan dari Kemendagri, Bupati dan Wali Kota pun harus mengerahkan TPID Kabupaten/Kota untuk turut melakukan pemantauan harga Minyakita.

“Supaya harga Minyakita di pengecer tetap terkendali,” pungkasnya.(SYA/RIW/EYN)

Kendala Cuaca, KONI Kalsel Minta Porprov 2025 Dimajukan

BANJARMASIN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan, meminta dimajukannya jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Permintaan tersebut disampaikan Ketua KONI Kalsel Bambang Heri Purnama, belum lama tadi.

Ketua KONI Kalsel, Bambang Heri Purnama.

“Permintaan untuk memajukan jadwal pelaksanaan Porprov tersebut, disampaikan sejumlah cabang olahraga melalui KONI Kalsel,” jelasnya, kepada sejumlah wartawan.

Alasannya, lanjut Bambang, kondisi cuaca  tidak mendukung, apabila dilaksanakan pada Oktober 2025 mendatang. Mengingat, pada bulan tersebut, diperkirakan Kalimantan Selatan kembali mengalami musim hujan.

“Sehingga dikhawatirkan akan menghambat jalannya pertandingan, dan dapat berdampak pada capaian prestasi atlet,” ucapnya.

Apalagi, tambah Bambang, Porprov merupakan ajang penting untuk melihat potensi dan prestasi atlet. Namun apabila kondisi cuaca tidak mendukung, maka tujuan utama Porprov tidak akan tercapai.

Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan, 55 cabang olahraga (cabor) dipastikan akan dipertandingkan pada Porprov 2025 di Tala.

“Keputusan untuk mempertandingkan 55 cabor ini sudah menjadi keputusan final,” ujarnya.

Diantaranya cabang olahraga atletik, renang, gulat, silat, serta lainnya.

Oleh karena itu, Bambang mempersilahkan 55 cabor tersebut, untuk mempersiapkan performanya pada Porprov mendatang.

“Kami berharap pada ajang Porprov mendatang akan banyak lahir atlet berprestasi untuk membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya,” ucapnya. (SRI/RIW/EYN)

2024, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Raih Berbagai Penghargaan

BANJARMASIN – Selama tahun 2024, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, telah meraih berbagai penghargaan.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, baru-baru tadi mengatakan, untuk penghargaan Peringkat I Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalsel, diraih Pramuda Khairunnisa, dengan inovasi “Kak Naga” (Kendali Plak dengan Buah Naga), kemudian Inovasi “MBangking” (Mobil Ambulan Dental Keliling) diraih Hastria Rainy.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, saat melakukan Penandatangan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas

Selanjutnya inovasi Yunny Mahriani, “Si Gulati Cah Rani” (Skrining Gigi, Mulut dan Antropometri pada Remaja Putri sebagai Pencegahan Stunting Secara Dini), dan Inovasi Mashuda, “Bekantan Nasar” (Sistem Informasi Kalibrasi Kerusakan Alat dan Ketersediaan Prasarana) mendapat Peringkat ke II kategori tenaga ASN Pengawas dari Badan Kepegawaian Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2024, serta

Inovasi Winda Ariani “Si Kepo” (Aplikasi Kepuasan Pasien Online) berhasil menduduki peringkat 10 terbaik pada Kalsel Inovation Award Tahun 2024.

“Alhamdulillah, dengan lomba ini memberi dorongan kepada para nakes lain untuk bekerja lebih bagus,” ucap Teguh.

Disampaikan Teguh, lomba inovasi memberikn kesempatan kepada para nakes untuk berinovasi dan berkreasi, untuk maju berkembang ke depannya. Termasuk penghargaan Apresiasi Media Pemprov Kalsel 2024  peringkat II Kategori Media Massa Online, dan Terbaik II Pengurus Utamaan Gender Tingkat Provinsi Kalsel.

Teguh berharap, tahun 2025 ini akan lebih banyak lagi nakes berprestasi, dan mengharumkan nama Kalsel hingga ke tingkat Nasional.

“Kami juga mendapat penghargaan SKPD Terbaik III Penyelesaian 100% Disparita Data,” jelasnya

Lebih lanjut Teguh menambahkan,

sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya di bidang Gigi dan Mulut, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman melakukan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas.

Tujuannya, untuk  memberikan kinerja yang akuntabel, transparan dan professional, khususnya dalam pelayanan  kepada seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, tahun ini, pengelolaan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel sudah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dengan dukungan anggaran sebesar Rp15 miliar.

“Mari bekerja sesuai tugas, fungsi dan ketentuan berlaku, dengan menjalankan program yang telah disusun,” tutupnya.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel dengan Mashuda, Peringkat ke II kategori tenaga ASN Pengawas dari Badan Kepegawaian Daerah Tingkat Provinsi Tahun 2024

Untuk diketahui, total PNS untuk RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel ada sebanyak 109 orang, PPPK sebanyak 43 orang dan Non ASN sebanyak 72 orang. (NHF/RIW/EYN)

Roy Rizali Anwar Dilantik Sebagai Dirjen Bina Marga, Ini Kandidat Plh Sekdaprov Kalsel

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo, melantik dan mengambil sumpah sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan mengukuhkan Staf Khusus Menteri di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan pada Senin (20/1). Salah satu pejabat yang dilantik adalah Roy Rizali Anwar, sebagai Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU.

Roy Rizali Anwar (lima dari kiri) berfoto bersama seluruh pejabat yang dilantik di Kementrian PU pada Senin (20/1)

Roy Rizali Anwar merupakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel yang dilantik Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA pada 3 Mei 2021 lalu, sebelum mendapat promosi jabatan di tingkat pusat ini.

Lulusan ke-37 Program Doktor Fakultas Teknik Sipil (S-3) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang ini, datang di lokasi pelantikan didampingi istri, Aminatus Alifah, anak-anak, serta kerabat dan rekan sejawat.

Turut hadir Hanifah Dwi Nirwana, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta beberapa kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Diantaranya Kepala Dinas Kehutanan, Fathimatuzzahra, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, drh. Suparmi, Kepala Dinas ESDM Isharwanto, Plt. Kadis PUPR, M. Yasin Toyib dan Direktur RSJ Sambang Lihum dr. Yuddy Riswandhy Noora.

Ucapan selamat melalui karangan bunga pun disampaikan, mulai dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Kalsel Muhidin, anggota DPR RI Rifqinizami Karsayuda, Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan, Edy Suryadi, Dekan Fakultas Teknik Unissula Semarang, Abdul Rochim, Program Magister Teknis Sipil Unissula Semarang, manajemen PT Antang Gunung Meratus, dan undangan lainnya.

Sehubungan dengan pelantikan ini, maka otomatis Roy Rizali Anwar tidak lagi menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel, yang sudah dijalankannya sejak 2021 lalu.

Terkait kekosongan jabatan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Dinansyah, menyatakan pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur Kalsel, Muhidin.

“Kami masih menunggu arahan dari gubernur,” tegasnya.

Saat ini, sejumlah nama pengganti Roy, mencuat di lingkup Pemprov Kalsel. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syaripuddin, yang saat ini menjabat sebagai Pj Bupati Tapin. Nama lainya yang mencuat adalah Subhan Nor Yaumil, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalsel. (KementrianPU-RIW/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Sosisalisasi KKS Tahun 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat (KKS) melakukan sosialisasi persiapan penilaian KKS Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan setiap tahun ganjil.

Rapat berlangsung di Ruang Ismet Ahmad, kantor Bappeda Kalsel, Senin (20/1), dengan dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim pembina KKS Kalsel.

Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kalsel, Rahmiyanti Janoezir

Kepala Bappeda Kalsel melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Rahmiyanti Janoezir mengatakan, rapat lanjutan tersebut bertujuan untuk memastikan dan memenuhi kriteria KKS, sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kami ingin memberikan masukan kepada seluruh OPD yang menjadi anggota tim pembina KKS terkait fungsi masing-masing dalam mewujudkan Kabupaten Kota Sehat di Kalsel,” katanya.

Rahmiyanti menjelaskan, KKS memiliki 9 tatanan utama yaitu, Kehidupan masyarakat sehat dan mandiri, Permukiman dan fasilitas umum, Pendidikan, Pasar, Pariwisata, Transportasi dan tertib lalu lintas, Perkantoran dan industri, Perlindungan sosial, serta Penjagaan dan penanganan bencana.

“Setiap tatanan mencakup indikator pokok dan pendukung yang harus dipenuhi untuk mencapai kategori penghargaan Swasti Saba atau Padapa, Wiwerda, hingga Wistara,” jelasnya.

Namun demikian, persyaratan utama untuk memenuhi kriteria yakni 80 persen individu di suatu Kabupaten/Kota harus terbebas dari buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Penelaah Teknis Kesehatan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yulida Rahmi, mengungkapkan, Kalsel sendiri mengalami peningkatan dalam penilaian KKS tahun ini.

Jika tahun 2023 lalu hanya dua Kabupaten/Kota yang memenuhi syarat, Yulida mengaku tahun ini ada 10 Kabupaten/Kota di Kalsel yang masuk kriteria penilaian.

“Tiga Kabupaten yang masih belum memenuhi yaitu Barito Kuala, Tanah Laut dan Balangan. Kita akan coba maksimalkan agar setidaknya salah satu dari tiga daerah itu juga bisa ikut dalam penilaian November nanti,” tuturnya. (SYA/RDM/RH)

Jelang Ramadhan, Dinas PKP Kalsel, akan Gelar Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Ketahanan Pangan memiliki program Gerakan Pangan Murah (GPM) pada tahun 2025.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Saptono menyampaikan, bahwa GPM akan didanai oleh APBN dan APBD. Sedangkan Kabupaten dan Kota pelaksanaan GPM secara mandiri.

“Jadi Program GPM tahun 2025 ini direncanakan berlangsung dua kali sebulan, dengan total 24 kali dalam setahun,” ucap Saptono di ruang kerjanya, baru – baru tadi.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas PKP Kalsel, Saptono.

Kegiatan GPM Tahun ini, akan dimulai pada bulan Februari, menjelang Ramadan, dan akan melibatkan beberapa SKPD seperti Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan, dan Dinas Perkebunan.

“Kita nanti akan melibatkan Dinas terkait pada kegiatan gerakan pangan murah pada bulan Ramadan ,” lanjut Saptono.

Tujuan utama GPM, yakni untuk mengendalikan inflasi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan ketika harga pangan cenderung meningkat. Diharapkan dengan pelaksanaan GPM, harga bahan pokok di pasar dapat stabil dan pengendalian inflasi di Kalsel dapat tercapai.

“Apalagi Saat ini, harga cabai masih tinggi, meskipun secara keseluruhan kondisi pangan di Kalsel masih dalam batas aman,” tutup Saptono. (MRF/RDM/RH)

2024, Kunjungan di Museum Wasaka Kalsel Alami Peningkatan

BANJARMASIN – Selama tahun 2024, Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka), di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, untuk jumlah kunjungan mengalami peningkatan sangat tinggi.

Suasana menonton film di ruang audio visual, Museum Wasaka Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Arry Risfansyah, baru-baru tadi mengatakan, total jumlah pengunjung ke Museum Wasaka tahun 2024, mencapai sekitar 15.000 pengunjung. Sedangkan tahun 2023 lalu ada sebanyak 8.000 lebih pengunjung. Dengan demikian, tahun 2025 ini pihaknya akan terus berupaya untuk semakin meningkatkan kunjungan, seperti nantinya penambahan film di ruang audio visual dan photo booth bertema “Penempaan Senjata Masa Lampau”, di halaman Museum Wasaka Kalsel.

“Alhamdulillah jumlah kunjungan ke Museum Wasaka Kalsel, setiap tahun selalu mengalami peningkatan,” ucapnya

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

Arry menyampaikan, sejak diresmikan tanggal 10 November 1991 lalu, Museum Wasaka ini merupakan sebuah Museum Perjuangan di Kalimantan Selatan. Dimana, ada sekitar 500 lebih benda-benda bersejarah diantaranya mesin tik kuno, kamera, cermin, tombak, parang, senjata api dan beberapa dokumen arsip.

“Para pengunjung tidak hanya dari peserta didik seperti Taman Kanak-Kanak (TK), SD, SMP, SMA/SMK, kalangan Mahasiswa-Mahasiswi, dan masyarakat umum, peneliti bahkan wisatawan Mancanegara,” ungkapnya

Lebih lanjut Arry menambahkan, untuk kegiatan di Museum Wasaka Kalsel sendiri, pihaknya juga menggelar berbagai lomba seperti Lomba Edukatif Kultural Museum Mading 3D tingkat pelajar SMA, Lomba Melukis kategori usia 10-12 tahun, Lomba Drama Petilan Perjuangan, Lomba Mewarnai umur 7 – 8 tahun, dan Lomba Video Pendek Cagar Budaya, Museum Wasaka untuk kategori umum.

“Event tahunan kami selalu melaksanakan Pameran Temporer,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

PBFI Kalsel Bertekad Terus Tingkatkan Prestasi Atlet Binaraga Banua

BANJARMASIN – Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kalimantan Selatan menggelar musyawarah provinsi (Musprov) Tahun 2025, serta bertekad untuk terus meningkatkan prestasi atletnya, di Banjarmasin, Minggu (19/1).

Pada Musprov tersebut terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBFI Kalsel Mustohir Arifin.

“Untuk kedepannya olahraga binaraga fitness di Kalsel akan semakin maju lagi,” ungkap Mustohir.

Ketum PBFI Kalsel Mustohir Arifin

Saat ini menurutbya, jumlah atlet binaraga fitness semakin meningkat di Banua ini. Sehingga, ke depannya semakin banyak lagi atlet berprestasi lahir dari olahraga ini.

“Akan semakin banyak lagi kegiatan lomba binaraga fitness yang akan dilaksanakan di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, cabor Binaraga Fitness akan segera melakukan penjaringan atletnya untuk dapat mengikuti Porprov Kalsel Tahun 2025.

“Pada pelaksanaan Porprov Tahun 2025 mendatang di Kabupaten Tanah Laut (Tala) kami akan mempertandingkan nomor nomor sesuai yang ditandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON),” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan segera melakukan penjaringan atlet atlet agar dapat mengikuti Porprov tersebut.

“Dengan ikutnya olahraga binaraga fitness di Porprov mendatang, binaraga akan semakin dikenal lagi di Banua,” ucap Mustohir. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version