Program Relaksasi Pajak Tingkatkan Trend Pendapatan UPPD Samsat Kotabaru

KOTABARU – Program penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II dari Pemprov Kalsel membuat trend kenaikan pendapatan di Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Kotabaru.

Antusiasi masyarakat dalam memanfaatkan program yang diluncurkan sejak 1 Juli – 9 Desember 2024 ini menjadi pemicu utama peningkatan pendapatan tersebut.

Saat melaksanakan monitoring di UPPD Samsat Kotabaru, baru-baru tadi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menilai animo masyarakat dalam memanfaatkan program relaksasi pajak berjalan sesuai dengan rencana.

Sebagian besar masyarakat, menurut Yani Helmi, merasa terbantu dengan program penghapusan denda pajak tersebut.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Pemprov Kalsel khususnya kepada Gubernur karena telah memberikan keringanan kepada masyarakat Kalsel terutama daerah pemilihan (dapil) saya Tanah Bumbu dan Kotabaru,” kata Paman Yani (sapaan akrab).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Paman Yani menuturkan, antusiasi tinggi dari masyarakat itu juga telah berhasil meningkatkan tren pendapatan di seluruh UPPD Samsat termasuk di Kotabaru, yang mana sejak diluncurkan pada 1 Juli lalu, trend pendapatan UPPD Samsat Kotabaru sudah mencapai 58,85 persen dari target.

“Saya rasa hingga akhir Juli ini pendapatannya sudah bisa mencapai 60 persen,” tutur Paman Yani.

Ia juga berterimakasih kepada pihak kepolisian serta Jasa Raharja yang telah bersama-sama mengawal program tersebut demi meningkatkan pendapatan daerah.

“Karena tahun 2025 nanti kita juga berasumsi ingin meraih pendapatan 12 triliun Rupiah. Ini kita harapkan dukungan masyarakat Kalsel utamanya Kotabaru dan Tanah Bumbu pastinya pajak yang dibayarkan akan mendongkrak pembangunan,” ungkap Paman Yani.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Indra Husnul Huda mengatakan,
kebijakan pemerintah dengan relaksasi pajak ini memang sangat mendapat respon positif dari masyarakat.

“Selama ini mereka mengaku sangat terbantu khususnya bagi yang terkendala untuk membayar pajak karena ada denda,” ungkapnya.

Indra juga mengaku program ini sangat memberi dampak terhadap pendapatan. Bahkan, trend pendapatan  UPPD Samsat Kotabaru sejak Mei hingga sekarang memgalami kenaikan sekitar 10 persen.

“Tentunya memang ini yang diinginkan masyarakat. Mereka juga menginginkan program ini setiap tahun bisa berjalan,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Wisuda UNISKA, Paman Birin Semangati Lulusan Terus Lanjutkan Pendidikan

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Wisuda ke XLVII dan Pascasarjana ke XX, Semester Ganjil tahun 2023 – 2024, pada Rabu (24/7) di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Para mahasiswa yang mengikuti wisuda XLVI dan Pascasarjana XX UNISKA MAB

Kehadiran Paman Birin di lokasi kegiatan disambut Rektor Uniska MAB, Prof. Abdul Malik, para dosen dan para wisudawan UNISKA MAB.

Paman Birin berharap, para alumni bisa menghadapi tantangan di luar kampus, setelah merampungkan pembelajaran mereka.

“Kalau bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, karena saat ini diperlukan SDM yang handal untuk Banua kita,” ujar Paman Birin.

Gubernur Kalsel melakukan prosesi pemindahan tali toga pada wisuda XLVI dan Pascasarjana XX UNISKA MAB

Sedangkan dalam sambutannya di hadapan para wisudawan, Paman Birin berharap mereka menjadi generasi yang kreatif dan inovatif dengan dilandasi keislaman dan berkontribusi di masyarakat sekitar.

Dikatakan, mereka adalah harapan masa depan bangsa, dan keberhasilan di kampus adalah awal dari perjalanan panjang untuk meraih cita-cita dan mengabdi masyarakat.

Paman Birin juga mengingatkan, kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk bersaing di dunia yang semakin dinamis dan penuh dengan perubahan.

Namun, penting kreativitas tersebut yang tak kalah adalah dan harus bahwa inovasi dilandasi dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar moral dan etika dalam setiap tindakan.

Sebagai lulusan dari UNISKA, para alumni memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengamalkan keislaman sehari-hari, nilai-nilai kehidupan menjadi dalam serta teladan bagi masyarakat sekitar.

“Keislaman yang kita junjung tinggi bukan hanya soal ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata kita dalam pembangunan bangsa,” ujar Paman Birin yang merupakan salah satu alumni UNISKA juga.

Di sisi lain, perlu disadari, lulusan UNISKA diharapkan tidak hanya menjadi pekerja yang kompeten, tetapi juga pemimpin yang visioner, inovator yang kreatif, serta individu berintegritas.

Terakhir diingatkan, dalam mencari lapangan kerja, jangan terpaku pada penyediaan luar daerah. Tetapi memperhatikan keberadaan lokal, sehingga bisa memberikan manfaat untuk kemajuan Banua.

Sementara itu, Rektor UNISKA MAB, Prof. Abdul Malik menyebut, wisuda ke XLVII ini diikuti 667 alumni , termasuk dari program pascasarjana. Malik yakin, para alumni Uniska MAB bisa diterima dunia kerja bagi yang ingin mencari lapangan kerja.

“Yang bekerja diharapkan segera mendapatkan pekerjaan, dan bagi yang sudah bekerja, masih sukses kariernya,” ujar Malik. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

OJK Kalsel : Sektor Jasa Keuangan di Banua Terjaga Stabil

BANJAR – Sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan, saat ini telah terjaga stabil. Hal itu disampaikan Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, dalam pemaparan melalui jumpa pers pada Selasa malam (23/7)

Kegiatan Media Update bersama Forum Wartawan Ekonomi Kalsel

Agus mengatakan, saat ini sektor jasa keuangan pada Mei 2024 terjaga stabil dan kontributif terhadap pertumbuhan daerah, didukung pertumbuhan di sektor Perbankan, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), dan Pasar Modal. Di mana, perekonomian di Kalimantan Selatan tumbuh positif pada triwulan I sebesar 4,96 persen sedikit di bawah Nasional yang mencapai 5,11 persen.

Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo saat memberikan pemaparan

“Per Mei 2024 kondisi kinerja sektor perbankan regional Kalimantan tumbuh dengan intermediasi, likuiditas dan risiko kredit yang terjaga dalam threshold yang memadai,” jelasnya

Disampaikan Agus, Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit perbankan regional Kalimantan secara yoy mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 11,18 persen, 9,28 persen dan 9,02 persen dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sebesar 72,86 persen dan Non-Performing Loan (NPL) Nett sebesar 0,97 persen. Di mana, sektor perbankan di Kalimantan Selatan juga menunjukkan pertumbuhan positif.

“Aset perbankan tmbuh sebesar 11,49 persen (yoy). Kredit perbankan tumbuh meningkat 17,29 persen (yoy), utamanya ditopang oleh kredit konsumsi yang tumbuh sebesar 10,52 persen (yoy),” ungkapnya

Lebih lanjut Agus menambahkan, DPK tercatat tumbuh 10,36 persen (yoy) menjadi Rp85T, utamanya didorong peningkatan deposito sebesar 14,13 persen yoy dan tabungan sebesar 9,34 persen yoy. Intermediasi perbankan cukup baik dengan LDR 79,15 persen serta profil risiko perbankan yang relatif masih terjaga dengan rasio NPL Nett 1,04 persen. Yakni kinerja perbankan syariah tetap menunjukkan peningkatan dengan rincian Aset, DPK, Pembiayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara yoy tumbuh 11,47 persen, 11,57 persen dan 20,52 persen.

“Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 88,73 persen dan Non-Performing Finance Nett sebesar 0,80 persen,” tutupnya.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Selatan menggelar Kegiatan Media Update bersama Forum Wartawan Ekonomi Kalimantan Selatan. Dipimpin Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, didampingi jajaran Direksi OJK Provinsi Kalsel, dihadiri Media Massa baik Cetak Elektronik dan Online, bertempat di Aula Kantor OJK Kalsel Jalan A Yani KM 8,9 Kabupaten Banjar. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Terima Kunjungan DPRD Jateng Terkait Keolahragaan

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan DPRD Provinsi Jawa Tengah di ruang Badan Pembentukan Perda DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu (24/7).

Suasana Pertemuan DPRD Kalsel dan DPRD Jateng

Rombongan DPRD Jateng yang dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Aziz diterima oleh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya.

Kedatangan mereka dalam rangka studi komparasi terkait Implementasi Kebijakan dan Desain Besar Olahraga Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini berharap pertemuan dengan Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah ini dapat mempererat tali silaturahmi hubungan antar daerah serta menghasilkan solusi tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.

“Kami berharap pertemuan ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antar provinsi tentang penyelenggaraan keolahragaan. Namun dari materi dan subtansi Raperda yang tedahulu ada hal-hal teknis yang harus dicantumkan di dalam perda itu kembali, maka dilakukan perubahan terhadap Perda nomor 10 tahun 2014,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Aziz mengucapkan rasa terimakasih kepada Sekretariat DPRD Kalsel yang telah memfasilitasi kegiatan studi komparasi ini.

“Semoga hasil sharing studi komparasi pada hari ini menjadi bahan perbandingan kita kedepannya agar menghasilkan perda yang berkualitas,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Bagi Ikan Segar Dukung Suksesnya PIN

BANJARMASIN – Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pelabuhan Perikanan Banjarmasin turut mendukung suksesnya pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, di Kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

Pelaksanaan PIN di kawasan tersebut dilaksanakan RT 29, Kompleks Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/7).

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Zaki mengatakan, pihaknya mendukung dengan pelaksanaan imunisasi polio di tempat mereka. Sehingga, lanjut Zaki, diharapkan anak anak yang mendapatkan imunisasi polio ini, dapat terbebas dari penyakit polio, serta tumbuh sehat.

Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Zaki

“Kami berharap anak anak yang mendapat imunisasi polio ini, terhindar dari penyakit polio tersebut,” tutur Zaki.

Pada kesempatan tersebut, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin memberikan bantuan ikan segar. Untuk memasyarakatkan gemar makan ikan kepada orangtua penerima imunisasi polio tersebut.

“Bantuan ikan segar ini dalam rangka untuk memasyarakatkan gemar makan ikan,” ucap Zaki.

Sementara itu, Ketua RT 29 Kelurahan Pelambuan Raudhatul Fatimah mengatakan, pihaknya bersyukur peserta PIN Polio di tempat mereka, antusias mengikuti kegiatan ini.

“Dengan antusiasnya minat masyarakat ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat semakin tinggi, dengan kesadaran anak anak mereka,” ucapnya.

Sedangkan Lurah Pelambuan Junaidi mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi terhadap tingginya minat masyarakat di Kelurahan Pelambuan mengikuti, PIN Polio ini.

“Alhamdulillah pelaksanaan PIN Polio berjalan sesuai harapan seluruh pihak pihak terkait, turutserta dalam mensukseskan PIN Polio di Kota Banjarmasin,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Hadiri High Level Meeting Collecting Agent dan Penyaluran KUR, Bank Kalsel Raih Dua Penghargaan

BANJARMASIN – Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar High Level Meeting Collecting Agent dan Penyaluran KUR Semester 1 Tahun 2024, pada Selasa (23/7) siang. Selain dihadiri seluruh perwakilan Kementrian Keuangan di Kalimantan Selatan, dan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, sejumlah pimpinan perbankan di Kalsel, juga hadir pada kegiatan ini, termasuk Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kehadiran pimpinan perbankan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk membahas kendala dan solusi terbaik, serta monitoring dan evaluasi, serta perumusan strategi untuk mengakselerasi penyaluran KUR dan implementasi transaksi digital pemerintah di Kalimantan Selatan, pada pertemuan ini juga diberikan beberapa penghargaan kepada perbankan.

Pada kesempatan ini, Bank Kalsel mendapatkan dua penghargaan sekaligus. Yakni Terbaik I Transaksi Penerimaan Negara Terbanyak Semester I 2024, dan Terbaik II Pelaksanaan Penyaluran KUR Berdasarkan Nominal Semester I Tahun 2024. Penghargaan diserahkan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar kepada Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Fachruddin mengucapkan terima atas penghargaan yang diberikan, dan berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Kalsel

“Untuk transaksi penerimaan terbanyak sama seperti tahun sebelumnya, dimana Bank Kalsel menjadi pilihan untuk tempat menyetorkan penerimaan daerah dengan ketersediaan kantor cabang dan lainnya di seluruh daerah di Kalsel,” ujarnya.

Sementara untuk penyaluran KUR, menurut Fachrudin terus mengalami pertumbuhan positif, dan memotivasi Bank Kalsel untuk lebih aktif menyalurkan kepada penggiat UMKM Banua, termasuk yang berskema syariah.

“Hingga Juni 2024, Bank Kalsel sudah menyalurkan KUR sebesar 389 miliar rupiah kepada 14.206 debitur. Kami berharap hingga akhir tahun, penyaluran akan terus tumbuh positif,” tutup Fachrudin.

Sementara itu, data Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel menyebutkan,. hingga Juni 2024, total KUR yang telah tersalur mencapai Rp2,82 triliun kepada sekitar 46 ribu debitur di Kalsel. Angka ini tumbuh positif sebesar 33,24.persen dibanding tahun lalu.

Penyaluran KUR ini dilakukan 10 bank dan 1 Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) Penyalur. Plafon target penyaluran KUR tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp5,16 triliun yang berarti sampai dengan Juni 2024, capaian penyaluran KUR terhadap target mencapai 54,66 persen.

Penyaluran KUR di Kalsel didominasi sektor perdagangan, sedangkan skema yang mendominasi yaitu KUR Mikro yaitu kisaran Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta per debitur. Kota Banjarmasin masih menjadi kabupaten/kota dengan penyaluran KUR tertinggi sejak Januari dengan capaian Rp653,76 miliar kepada sekitar 8.500 debitur. (ADV-RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Indeks SPBE, Diskominfo Kalsel Gelar Rakor dan Workshop Evaluasi SPBE

BANJARBARU – Dalam upaya untuk meningkatkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan penilaian evaluasi SPBE 2024 dan Workshop pemantauan serta evaluasi penyelenggaraan SPBE di lingkup Pemprov Kalsel, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Selasa (23/7).

Suasana Rakor dan Workshop Evaluasi SPBE 2024

Kegiatan yang diikuti seluruh SKPD di Lingkup Pemprov Kalsel ini di buka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar serta menghadirkan narasumber dari Deputi SPBE Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Kemenpan RB RI, Ugi Cahyo Setiono dan Asesor SPBE, Institut Teknologi Kalimantan, Khakim Ghozali.

Foto bersama usai pembukaan Rakor dan Workshop Evaluasi SPBE 2024

Dalam sambutannya, Roy Rizali Anwar meminta agar seluruh Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel terus menguatkan komitmennya dalam meningkatkan capai nilai indeks SPBE Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Diharapkan dukungan rekan-rekan kepala SKPD, pastikan paham tugas dan tanggung jawab, dengan kolaborasi pada kegiatan ini kita yakin SPBE kita akan meningkat,” ucapnya.

Ia menginginkan agar nilai indeks SPBE Provinsi Kalsel dapat meningkat setiap tahunnya terlebih lagi pada tahun ini, mengingat akan ada pelaksanaan evaluasi oleh tim asesor dari Kemenpan RB pada September mendatang.

“Kita ingin setelah evaluasi pada September nanti nilai kita 3,4 poin dan untuk tahun depan nilai SPBE kita targetkan harus berada di angka 4,” tegasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya dan berkomitmen untuk memenuhi indikator penilaian Indeks SPBE ini.

Lebih lanjut, Muslim menjelaskan dalam konteks penilaian ini ada 4 domain, 8 aspek dan 47 indikator dari 4 domain ini 3 domain diantaranya harus dikejar karena satu domain yang berkaitan dengan pelayanan SPBE yaitu administrasi kinerja pemerintahan maupun pelayanan publik.

“Hingga saat ini sedang berproses untuk memantapkannya, diantaranya yakni tata kelola dan manajemen pelayanan publik, Dalam praktiknya sudah kita lakukan dengan maksimal tetapi untuk mengintegrasikan antar tim SKPD masih dalam proses,” ujarnya.

Muslim menambahkan berkaitan dengan nilai indeks SPBE berada pada angka 4 poin yang menjadi target Pemprov Kalsel di 2025 ia berharap agar rekan-rekan kepala SKPD tidak lengah dan memperhatikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab.

“Dengan berkolaborasi kita harapkan dapat menjadi efisien dan efektif dalam meningkatkan nilai indeks SPBE kita, dan juga akan meningkatkan pelayanan publik di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Founder ‘Gurame’ Kang Deden, Berbagi Tips Jadi Guru Asik Menyenangkan di Perpus Palnam

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Perpus Palnam Berdongeng di aula kantor Dispersip Kalsel, Selasa (23/7).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi menghadirkan Founder Guru Asik dan Menyenangkan (Gurame), Hasan Musthofa Sya’ban yang juga dikenal dengan sebutan Kang Deden.

Kabid Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Muhammad Hanafi mengatakan pihaknya bersyukur Kang Deden dapat mengisi acara Berdongeng di hadapan ratusan anak-anak, guru dan orang tua murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

“Alhamdulillah kami sangat senang sekali Kang Deden bisa hadir disini,” jelasnya.

Selain mendongeng, lanjut Hanafi, Kang Deden juga akan berbagi ilmu dalam acara Workshop Berdongeng dengan tema “Anak Hebat Terlahir Dari Orang Tua dan Guru Yang Terlibat” kepada para peserta yang berasal dari kalangan guru TK, guru SD dan orang tua murid.

“Kang Deden juga berbagi ilmu bagaimana guru mengelola sekolah hingga anak-anak senang saat mengikuti pelajaran,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan literasi sejak dini. Hal ini sesuai dengan visi dan misi perpustakaan bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Founder Gurame, Kang Deden mengatakan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2024. Menurutnya, kegiatan dipusatkn di perpustakaan dengan mengundang ratusan anak TK dan SD untuk berbagi “Donat” yaitu Dongeng Anak Hebat.

“Kami ada kerjasama dengan beberapa TK dan SD sehingga kemampuan literasi anak bertambah,” ungkapnya.

Kang Deden juga mengajak para guru agar menjadi sosok yang asik dan menyenangkan dalam mengajar. Salah satunya dengan menerapka 4 F yaitu Fun (menyenangkan), Friendly (ramah), Focus (fokus) dan Fresh (segar).

“Bagaimana teknik membuka yang fun, friendly, focus tapi tetap fresh, sehingga guru di depan anak-anak luar biasa, guru yang diidolakan anak-anak. Juga nanti diarahkan dengan metode membaca dengan mudah dan cepat,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Dislutkan Kalsel Gelar Pertemuan Pertugas AKI

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan, pertemuan bersama petugas Angka Konsumsi Ikan (AKI) Tingkat Provinsi, di salah satu hotel di Kota Banjarbaru, Selasa (23/7). Acara dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

“Pertemuan ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 22 sampai 23 Juli 2024. Yang bertujuan, untuk menghitung AKI Tahun 2023,” ungkap Rusdi.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

Menurut Rusdi, keberadaan petugas AKI ini merupakan salah satu parameter penting untuk mengetahui, tingkat konsumsi makan ikan masyarakat pada suatu wilayah.

Mengingat, lanjutnya, AKI per kapita per tahun dapat digunakan untuk mengetahui besarnya kebutuhan ikan di dalam negeri yang dikonsumsi masyarakat.

“Angka konsumsi per wilayah dimanfaatkan untuk perencanaan dan penetapan kebijaksanaan suatu wilayah dalam pengelolaan perikanan,” ucapnya.

Sedangkan, tambah Rusdi, untuk konsumsi ikan masyarakat di Kalsel lebih tinggi dari nasional.

“Angka Konsumsi Ikan Kalimantan Selatan mencapai 65 kilogram per kapita per tahun,” ujarnya.

Menurut Rusdi, angka ini termasuk tinggi dan di atas rata rata konsumsi ikan nasional. Yaitu, 56 kilogram per kapita per tahun.

“Meski konsumsi ikan di Banua berasa diatas rata rata nasional, kami terus mengkampanyekan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” ucap Rusdi.

Salah satu manfaat dari gemar mengkonsumsi ikan ini, untuk mencegah stunting. (SRI/RDM/RH)

Dibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua

PAPUA – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah atau Acil Odah, menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-40, yang dilaksanakan di Istora Papua Bangkit, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (23/7) pagi.

Acil Odah saat tiba di lokasi peringatan Hari Anak Nasional

Puncak peringatan ini dibuka langsung Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Istri Wakil Presiden, Wury Ma’ruf Amin, dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM).

Suasana peringatan Hari Anak Nasional yang dihadiri Presiden dan Ibu Negara

Hadir dengan menggunakan topi rumbai khas Papua, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan disambut ribuan anak Papua yang menggunakan baju adat dan diiringi dengan alunan instrument musik asli Papua.

Raudatul Jannah atau Acil Odah menyampaikan rasa bahagianya karena dapat berhadir bersama kurang lebih 6 ribu anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-40 di Papua.

Acil Odah juga menyampaikan pesan agar anak-anak Banua khususnya, selalu semangat dalam mengenyam pendidikan demi menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, sebagai bagian upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah. Senang sekali bisa berhadir langsung pada Puncak Perayaan Hari Anak Nasional ke-40 ini, bersama kurang lebih 6 ribu anak-anak dari Papua dan juga dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan dengan semangat Hari Anak Nasional ini, anak-anak kita khususnya di Kalsel, semakin semangat meraih pendidikan dan menjadi generasi yang berprestasi dan berkualitas,” harap Acil Odah.

Momen ini dapat menjadi pengingat bagi para orang tua, untuk melindungi dan memenuhi hak anak-anak, sebagai penerus bangsa, dan bagian dari upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Pj Gubernur Provinsi Papua, Muhammad Rumasukun dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih, atas kehadiran Presiden dan Ibu Negara di tanah Papua.

“Seluruh masyarakat Papua menyampaikan selamat datang kembali, dan terima kasih atas pelaksanaan Puncak Hari Anak Nasional ke-40 di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura. Ini merupakan momen penting untuk mengingatkan kita semua akan tanggung jawab bersama dalam melindungi, mendidik dan membahagiakan anak-anak kita,” sampainya.

Ketua Umum OASE KIM, Tri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan, bahwa sejak 1984, 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional, dengan tujuan mengingatkan dan penghargaan untuk anak, yang merupakan aset berharga untuk dan penerus bangsa.

“Mengusung tema “Suara Anak Membangun Bangsa”, kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang,” sampainya.

Tri juga mengatakan bahwa dihadirkan sekitar 6 ribu anak dari jenjang TK hingga SMA dari Papua dan juga perwakilan anak dari seluruh Provinsi di Indonesia yang masing-masing didampingi Istri Gubernur atau Ketua TP PKK Provinsi.

Sebagai rangkaian puncak peringatan, ditampilkan penyampaian suara anak Indonesia oleh 38 perwakilan dari Forum Anak Indonesia, penampilan anak-anak berbakat matematika, baris berbaris oleh Pocil atau Polisi Cilik, marching band, menyanyi dan desain kostum kreatif. Pemberian beasiswa Program Indonesia Pintar serta penghargaan kepada anak berprestasi.

Untuk memeriahkan acara, Presiden dan Ibu Negara juga memanggil serta memberikan pertanyaan kepada sejumlah anak peserta acara, dan memberikan hadiah.

Puncak acara ditampilkan 2.600 anak-anak yang menari kolosal tari pergaulan tanah Papua, yang juga menciptakan Rekor MURI anak-anak menari terbanyak, diiringi musik medley Papua.

Tema yang diangkat pada HAN ke-40 ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Papua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan agar kemeriahan perayaan HAN juga dapat dirasakan anak-anak di daerah terpencil dan terluar. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version