Pemprov Kalsel Dukung Peningkatan Prestasi Atlet Down Sydrome

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kompetisi Atlet Down Sydrome Pertama di Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Diauddin melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Special Olympic Indonesia (SOIna) baru saja melaksanakan Kompetisi Atlet Down Sydrome Pertama Tingkat Provinsi.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 September 2024, di Banjarbaru,” ungkap Rijal, pada Selasa (1/10).

Kompetisi atlet dwon Sydrome ini diikuti 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan mempertandingkan, 4 cabang olahraga yaitu bocee, bowling, senam ritmik, serta senam artistik.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Diharapkan, kegiatan ini dapat membuat atlet down syndrome bahagia serta berprestasi,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa karena kompetisi ini tidak hanya sebagai ajang prestasi tetapi juga ajang silaturahmi antar atlet down syndrome di Banua.

“Kegiatan ini juga untuk menggali potensi atlet down syndrome di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Rijal berharap, para atlet dwon Sydrome ini dapat diakomodir seperti atlet lainnya, hingga bisa memberikan prestasi untuk Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Kami berharap prestasi atlet down Sydrome ini dapat membanggakan Banua,” ujar Rijal. (SRI/RDM/RH)

Gelar Pameran Temporer, Museum Lambung Mangkurat Inginkan Generasi Muda Kenali Sejarah dan Jenis Rempah

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pameran temporer III tahun 2024, dengan menampilkan perjalanan sejarah rempah-rempah di Indonesia khususnya Kalsel.

Mengusung tema Jalur Rempah “Sahang Banjar Sang Primadona”, pameran ini mendapat antusias tinggi dari ratusan pelajar yang hadir.

Beragam jenis rempah khas Nusantara dipamerkan di pameran temporer Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Sebab selain menampilkan berbagai jenis rempah-rempah khas Nusantara, pameran juga menyajikan cerita sejarah dibaliknya. Termasuk pula benda-benda yang digunakan untuk mengolah dan bertransaksi rempah pada zaman kerajaan hingga masa penjajahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun, melalui Sekretaris Dinas, Hadeli Rosyadi, menilai pemilihan tema tentang rempah sangat tepat.

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyadi (tengah) memotong pita tanda pembukaan museum temporer

Sebab selain menjadi penghubung bangsa-bangsa di masa lalu, rempah juga menjadi jalur pertemuan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Pameran yang juga menjadi bagian dari Festival Gerbang Nusantara itu, menurutnya, adalah salah satu upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat terutama generasi muda, akan pentingnya jalur rempah dalam sejarah.

“Melalui pameran ini saya berharap para siswa, mahasiswa dan masyarakat umum lain dapat mempelajari lebih dalam mengenai warisan sejarah bangsa,” katanya.

Hadeli menambahkan, pameran tersebut juga merupakan salah satu cara mengedukasi pelajar di luar kelas lewat visual secara langsung mengenai sejarah dan budaya di Banua.

“Dengan memahami kehidupan, kita lebih bisa menghargai identitas kita sebagai bangsa yang memiliki peran besar dalam sejarah dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, pemilihan tema tentang jalur rempah, merupakan wujud dukungan pihaknya terhadap keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk menjaga kelestarian sejarah dan budaya Banua.

“Kita juga sekaligus mendukung program Kemendikbudristek untuk menjadikan jalur rempah nusantara sebagai warisan budaya dunia, yang bersumber dari sejarah lokal,” jelasnya.

Akbar menyebut, pameran yang dilaksanakan selama kurang lebih 4 pekan itu, bertujuan untuk memperkenalkan jalur rempah sebagai kekayaan budaya Kalsel, sekaligus sarana edukasi dan pengetahuan bagi masyarakat dan peserta didik.

“Mudah-mudahan pameran temporer ini bisa mengunggah kesadaran dan rasa cinta masyarakat Kalsel terhadap budaya, sekaligus mengenalkan koleksi museum agar menjadi inspirasi dalam pengembangan kreativitas dalam mendukung program merdeka belajar,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Bank Kalsel Terus Kembangkan Layanan

BANJARMASIN – Untuk mendukung program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Bank Kalsel terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai inovasi layanan digital. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mempercepat digitalisasi transaksi keuangan dan mendukung inklusi keuangan di masyarakat.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin), yang selalu menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pembayaran masyarakat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menegaskan, bahwa Bank Kalsel siap mendukung setiap inisiatif yang mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, Bank Kalsel berkomitmen menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien melalui berbagai kanal digital yang telah kami kembangkan,” ujar Fachrudin.

Berikut adalah berbagai layanan digital yang telah dikembangkan Bank Kalsel sebagai wujud nyata dukungan terhadap P2DD. Yakni fasilitas penerimaan pembayaran pemerintah daerah (Pemda) melalui loket teller, baik dalam bentuk tunai maupun non-tunai (pinbuk dan cek/giro).

Mobile Banking “AKSEL”, fasilitas mobile banking ini mendukung berbagai pembayaran seperti E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, hingga retribusi daerah. Bank Kalsel juga bekerja sama dengan platform e-commerce seperti GoPay, Tokopedia, LinkAja, OVO, BliBli, DANA, Indomart, serta perbankan lainnya seperti UOB, BTN, dan Signal (e-Samsat), guna memudahkan masyarakat dalam pembayaran PBB dan pajak kendaraan.

Saat ini terdapat 291 unit mesin ATM dan CRM Bank Kalsel yang tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Selatan untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai. Kemudian EDC Bank Kalsel dioptimalkan untuk mendukung pencatatan pajak Horeca (hotel, restoran, cafe) serta penerimaan retribusi (parkir, pasar, sampah, tiket, dan lainnya).

Bank Kalsel menggunakan kode QR dari semua bank dan lembaga non-bank, termasuk untuk transaksi non-tunai oleh Pemda. Aksel Card Bank Kalsel, produk uang elektronik co-branding dengan Brizzi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran non-tunai, seperti parkir, penyeberangan, dan transportasi umum. Bank Kalsel juga memiliki fasilitas virtual account yang terintegrasi dengan aplikasi milik Pemda, memungkinkan pelaporan pembayaran diterima secara real-time dan dapat dibayarkan melalui kanal transfer bank manapun.

PPOB Bank Kalsel, mendukung pembayaran untuk E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, serta retribusi daerah. Internet Banking Bisnis (IBB), aplikasi yang digunakan Pemda untuk melakukan pengeluaran secara non-tunai dan real-time ini telah diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Cash Management System Pemda, dimana Bank Kalsel menyediakan sistem yang terhubung dengan sistem pengelolaan keuangan Pemda untuk pencairan SP2D dan pembayaran pajak.

CMSP DESA, aplikasi ini terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes Link) milik Kemendagri Ditjen Bina Pemerintahan Desa, mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih efektif. SIPD, Bank Kalsel mengembangkan integrasi Host to Host dengan aplikasi SIPD milik Kemendagri untuk pengelolaan pengeluaran Pemda secara real-time. Bank Kalsel bekerjasama dengan Bank BUMN dalam mendukung transaksi non-tunai pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah.

Menurut Fachrudin, keberhasilan digitalisasi di Kalimantan Selatan tidak hanya mempercepat arus transaksi, tetapi juga mendukung inklusi keuangan, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan.

“Penghargaan sebagai TP2DD Provinsi Terbaik Wilayah Kalimantan yang diterima Gubernur Kalsel dalam Rakornas P2DD 2024 di Jakarta pada 23 September 2024 lalu, adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi dan Bank Kalsel dalam mempercepat digitalisasi daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Banua,” tukas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

45 Anggota DPRD Banjarmasin Periode 2024-2029 Jalani Orientasi

BANJARMASIN – Sebanyak 45 Anggota DPRD Banjarmasin Periode 2024-2029 menjalani Orientasi.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, usai Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan Senin (30/9) mengatakan, orientasi DPRD Banjarmasin dilaksanakan sejak 30 September – 4 Oktober 2024 di Banjarbaru, guna menjalani tugas sebagai Legislatif yang akan dibimbing Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalsel.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, saat diwancara awak media

“Seluruh anggota dewan wajib mengikuti kegiatan tersebut,” ucapnya

Disampaikan Iwan, orientasi ini diberikan pemahaman tentang tugas pokok fungsi serta kewajiban mengemban amanah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kota seribu sungai. Dimana, pembekalan tugas dan fungsi porientasi anggota dewan serta peningkatan wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Orientasi ini telah diatur Permendagri Nomor 6 Tahun 2024 tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota,” tutupnya

Untuk diketahui, dari 45 Anggota DPRD Banjarmasin yang mengikuti orientasi ada sebanyak 29 incumbent dan 16 orang wajah baru. (NHF/RDM/RH)

Buka Konferwil ke-XV, Paman Birin : Kader Ansor Diharapkan Jadi Garda Perdamaian dan Toleransi

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso secara resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XV Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Selatan Tahun 2024 yang dilaksanakan di Aula Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Senin (30/9).

Suasana pembukaan Konferwil ke-XV GP Ansor Kalsel 2024

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader Ansor dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Kalsel, Adi Santoso menyampaikan pentingnya peran GP Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia. Ansor, yang lahir sebagai sayap organisasi Nahdlatul Ulama, telah berperan signifikan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Ansor tidak hanya memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di Kalimantan Selatan, GP Ansor telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun kemasyarakatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengapresiasi kontribusi GP Ansor di Kalimantan Selatan, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

“Di bawah bimbingan para ulama dan tokoh masyarakat, Ansor akan terus menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah dan nasional di masa depan,” katanya.

Konferwil GP Ansor ke-XI ini, menurut Paman Birin (sapaan gubernur), menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, serta merumuskan kebijakan baru yang relevan dengan tantangan zaman.

“GP Ansor harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, sambil tetap teguh menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat,” jelasnya.

Adi menambahkan tantangan besar lainnya yang dihadapi saat ini adalah munculnya paham radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, GP Ansor diharapkan terus menyebarkan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Sehingga Konferwil ke-XV GP Ansor ini juga diharapkan menjadi ajang evaluasi dan pembaharuan program yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam konteks menjaga keutuhan NKRI dan memperkuat moderasi beragama.

“Semoga konferensi wilayah ke-XV GP Ansor ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan, Teddy Suryana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa momentum Konferwil ke-XI ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat peran kader GP Ansor dalam pembangunan daerah.

“Kader GP Ansor akan terus berperan aktif dalam membangun Kalimantan Selatan. Melalui momen ini, kita bersama-sama melakukan penataan organisasi ke arah yang lebih baik dan menjawab tantangan zaman,” pungkas Teddy.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Umum GP Ansor Pusat, Addin Jauharuddin, Rais Syuriyah PW NU Kalsel, TG M. Wildan Salman, dan Penasehat GP Ansor Kalsel, Akhmad Rozanie Himawan Nugraha serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Percepat Pembentukan AKD, Pansus Tatib Minta Arahan Kemendagri

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta arahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai upaya percepatan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Arahan tersebut juga menjadi dasar penyelarasan pembentukan AKD dengan tatib yang baru.

Ketua Pansus Tatib DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan bahwa pihaknya ingin agar tatib DPRD Kalsel yang baru, dapat lebih responsif dalam menyesuaikan tugas anggota dewan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tantangan kedepan semakin kompleks, sehingga regulasi internal DPRD harus disusun lebih maksimal.

“Setelah konsultasi tadi, banyak pasal-pasal yang bisa kita perbaiki sesuai kondisi kebutuhan ke depan, sehingga kita dalam mensinkronisasi kemudian mengkompilasi pasal-pasal tadi, tidak berbenturan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya,” jelasnya, baru-baru tadi.

Anggota Pansus Tatib DPRD Kalsel

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Agus Mulia Husin menegaskan pentingnya sinkronisasi dalam pembentukan alat kelengkapan dewan, sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas kerja DPRD. Ia mengungkapkan bahwa pengesahan tatib akan segera dilanjutkan ke tahap penyelarasan melalui aplikasi I-perda.

“Mudah-mudahan di awal Oktober sudah clear semua pembahasan di tingkat pansus sampai kita ajukan ke Kemendagri,” harapnya.

Sementara itu, dari hasil pertemuan ini, Kepala Direktorat Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri RI, Slamet Endarto memastikan siap membantu memfasilitasi pengesahan tatib tersebut melalui proses I-Perda.

Perwakilan Kemendagri, Slamet Endarto (kiri) dan Wakil Ketua Pansus Tatib, Agus Mulia Husin

Pansus tatib DPRD Kalsel berharap seluruh proses ini dapat selesai tepat waktu, sehingga pelaksanaan tugas anggota dewan periode 2024-2029 berjalan dengan lebih efektif dan terstruktur. (ADV-NRH/RDM/RH)

Berdayakan Disabilitas, Disnakertrans Kalsel Bentuk ULD Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Transmigrasi) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) ketenagakerjaan untuk memberdayakan mereka yang mengalami keterbatasan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK), Indah Fajarwati mengatakan pembentukan Unit Layanan Disabilitas ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati

ULD ini bertujuan untuk menyediakan layanan dan fasilitas untuk penyandang disabilitas termasuk diantaranya memberikan memberikan informasi, pengembangan karier untuk penyandang disabilitas, penyediaan pelatihan keterampilan hingga pendampingan.

“Kita akan melayani tenaga kerja, baik pencari kerja maupun tenaga kerja yang sudah bekerja, yang ada hubungan kerja, baik itu ada pelanggaran normatif di pengawasan tenaga kerja maupun ada perselisihan hubungan kerja ataupun PHK, kita tetap melayani tenaga kerja difabel,” jelasnya, Senin (30/9).

Indah menerangkan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, baru tiga kabupaten yang telah membentuk Unit Layanan Disabilitas ketenagakerjaan, yaitu kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Sisanya nanti akan kita inisiasi di tahun ini. Kita akan lakukan asistensi untuk membentuk layanan disabilitas di setiap Disnaketrans di kabupaten/kota karena pelayanannya sangat menyentuh ke pencaker,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Indah, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait pembentukan unit layanan disabilitas di 13 kabupaten/kota di Kalsel dan meminta komitmen Pemerintah Daerah untuk segera membentuk ULD.

“Walaupun mengingat anggaran yang minim, tetapi yang langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan petugas-petugas melalui Surat Keputusan, baru kemudian dilengkapi sarana prasarananya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Gelar Rapur Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan Periode 2024-2029

BANJARMASIN – DPRD kota Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan Periode 2024 – 2029, dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Sementara Rudi Heriyadi, didampingi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Sementara Harry Wijaya dan Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, usai Rapur menjelaskan, setelah dilantik ini pihaknya akan membentuk Alat Kelengkapan Dewan, agar tugas dan tanggungjawab dewan terlaksana dengan baik, mulai dari fungsi pengawasan, anggaran dan legislasi.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara awak media

“Kami akan segera melaksanakan rapat diantaranya pembuatan tatib dewan dan beberapa agenda lain,” ucapnya Senin (30/9).

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menambahkan, untuk keberlanjutan pembangunan Kota Seribu Sungai diperlukan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif, maka sinergitas ini menjadi penentu untuk mencapai visi dan misi kemajuan pembangunan. Dimana, terwujudnya keberhasilan tidak terlepas dari dukungan semua pihak.

“Saya berharap pimpinan baru di unsur DPRD Banjarmasin masih energik, dibantu yang sudah berpengalaman akan memajukan kota seribu sungai,” tutupnya

Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin Agus Akhyudi, disaksikan langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kalangan legislatif dan eksekutif, serta pimpinan media massa.

Foto bersama : Ketua DPRD, Wakil Ketua dan Anggota bersama Walikota Banjarmasin

Untuk diketahui, Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan terdiri dari satu Ketua dan Tiga Wakil Ketua yakni Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, Wakil Ketua Harry Wijaya, Mathari dan Muhammad Isnaini. (NHF/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam di Kalsel, Diharapkan Dapat Perkokoh Persatuan

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam di Kalimantan Selatan, dapat semakin memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Banua.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang dibacakan, Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman, disela kegiatan pada Jumat malam (27/9) mengatakan, dengan diselenggarakan Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 24 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, maka dapat dijadikan sebagai momen berharga untuk mengenang, mempelajari, dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW, dalam bentuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di Banua.

Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman

“Momentum ini untuk melakukan refleksi diri serta merekatkan tali persaudaraan, agar secara kokoh nilai persatuan dan kesatuan,” pintanya

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa menambahkan, Nabi Besar Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, beliau memiliki teladan dalam segala aspek kehidupan, mulai dari akhlak, kepemimpinan. hingga perjuangan dakwah yang penuh kesabaran dan kasih sayang.

Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa, saat memberikan tausiyah

“Rasullulah SAW menjadi pelita dan suri teladan bagi seluruh umat mengajarkan nilai-nilai tentang kebaikan, dan toleransi,” tutupnya

Turut Hadir para ASN lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PMD, Dinas ESDM, Satpol PP Damkar, Biro Organisasi dan Biro Administrasi Pembangunan, serta jamaah dari Banjarmasin dan Desa Pasangan Utara Kabupaten Banjar.

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam 1446 H hari ke 24 diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, bertempat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan group Miftahul Musthofa Banjarmasin yang membacakan syair Maulid serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad Bugdadi. (NHF/RDM/RH)

32 Atlet NPC Banjarmasin Siap Berikan Prestasi Terbaik Untuk Kalsel di Peparnas Solo

BANJARMASIN – Pelepasan Kontingen Kota Banjarmasin mewakili Kalimantan Selatan pada Pekan Paralimpiade Nasional (Perpanas) Ke 17 di Solo, Jawa Tengah, di Halaman Balaikota Banjarmasin, Senin (30/9). Oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ketua NPC Kota Banjarmasin Muhammad Husaini didampingi Sekretarisnya Jumri mengatakan, atlet NPC Kota Banjarmasin sebanyak 32 orang siap memberikan prestasi terbaik untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua NPC Kota Banjarmasin Muhammad Husaini didampingi Sekretarisnya Jumri

“Kontingen Kota Banjarmasin bergabung dengan Provinsi Kalimantan Selatan, dengan mengikuti 11 cabang olahraga dari 18 cabor yang dipertandingkan pada Peparnas Tahun 2024 di Solo mendatang,” ungkapnya.

Atlet NPC Kota Banjarmasin ini akan berangkat pada tanggal 2 Oktober 2024 ke Solo, Jawa Tengah.

Kontingen Kota Banjarmasin menargetkan dapat menyumbangkan 12 medali untuk Provinsi Kalsel pada Peparnas Tahun 2024 di Solo.

“Pada Peparnas di Solo ini persaingan cukup tinggi, antar kontingen dari seluruh Tanah Air,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya menargetkan mampu meraih 12 medali lebih pada ajang tersebut.

“Dengan mengandalkan cabang olahraga Renang, Panahan, Judo, serta lainnya,” ujarnya.

Husaini berharap, target medali untuk Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan dapat diraih. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version