897 Tamtama Polri Resmi Dilantik di SPN Polda Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 897 Tamtama Polri dari 20 Polda se-Indonesia resmi dilantik pada Upacara Penutupan dan Pelantikan Pengambilan Sumpah Siswa Pendidikan Pembentukan Tamtama Polri Tahun 2024, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (18/12).

Upacara pelantikan yang melibatkan ratusan Tamtama Polri tersebut dipimpin oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, yang disaksikan Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK serta sejumlah perwakilan Forkopimda Kalsel.

Dalam amanatnya, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawana mengucapkan selamat kepada para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama 5 bulan dan secara resmi dilantik sebagai Tamtama Polri.

“Lima bulan yang tercerahkan, kita semua sadar bahwa menjadi polisi adalah suatu panggilan di mana saudara di dalam pekerjaannya baik pikiran perkataan dan perbuatan harus menunjukkan sikap sebagai penjaga kehidupan untuk membangun peradaban dan pejuang kemanusiaan,” ucapnya.

Selain menjaga etika profesi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata serta Catur Prasetya dalam setiap tugas yang diemban, Kapolda Kalsel juga berpesan kepada seluruh Tamtama Polri dilantik untuk tetap menjaga integritas dan menjaga situasi Kamtibmas serta menjaga negara.

“Hari ini adalah momentum bersejarah bagi para siswa yang telah berhasil melalui berbagai tahap pendidikan dan pelatihan. Saya berharap, kalian dapat menjalankan tugas sebagai anggota Polri dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan atas nama pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasinya tinggi terhadap Polri yang telah menjaga keamanan di Indonesia khususnya bagi wilayah Kalimantan Selatan.

“Kami mengapresiasi dan semoga dengan penutupan ini mampu melahirkan polisi-polisi yang dapat menjadi pengayom masyarakat. Karena kita ketahui bersama keperluan polisi di Kalimantan Selatan memang masih sangat diperlukan terutama untuk menjaga ketertiban keamanan dilingkungan,” harap Bagiawan.

Untuk diketahui, dari 20 Polda se-Indonesia, jumlah siswa yang mengikuti pendidikan pembentukan Tamtama Polri sebanyak 22 Siswa dari Polda Kalsel. (BDR/RDM/RH)

Pengelolaan Galian C dan Pajak MBLB Diharapkan Tingkatkan PAD

BANJARMASIN – Komisi III DPRD Kalimantan Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalsel di ruang rapat Komisi III DPRD Kalsel, Selasa (17/12).

Suasana RDP Komisi III DPRD Kalsel dan Dinas ESDM

Dalam kegiatan ini, Wakil Rakyat dan SKPD Terkait membahas pengelolaan galian C dan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemungutan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah menekankan perlunya perhatian lebih terhadap berbagai aspek dalam pengelolaan galian C, termasuk tutupan lahan dan pengawasan lainnya.

Ia menyebutkan bahwa mulai 2025, pajak MBLB yang sebelumnya dikelola oleh kabupaten/kota akan menjadi kewenangan provinsi. Dengan perubahan ini, diharapkan potensi PAD dari sektor tersebut dapat meningkat secara signifikan.

“Hal ini perlu kita perhatikan lagi, seperti tutupan lahan dan aspek lainnya. Pada 2025, pajak sudah masuk ke provinsi, yang sebelumnya merupakan kewenangan kabupaten/kota. Dengan begitu, ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan PAD,” harapnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kalsel, M. Rosehan NB, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 130 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tersebar di beberapa wilayah di Kalsel, seperti Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Banjarmasin, dan Banjarbaru. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa pengklasifikasian perizinan MBLB dan penyempurnaan regulasi terkait.

“Langkah penting yang perlu dilakukan adalah mengklasifikasi perizinan MBLB serta menyempurnakan regulasi terkait pemungutan kewajiban MBLB ini,” jelasnya.

Melalui RDP ini, Komisi III DPRD Kalsel berharap dapat mengoptimalkan tata kelola sektor galian C dan memastikan potensi MBLB memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan PAD provinsi.

Selain itu, kolaborasi dengan Dinas ESDM diharapkan menghasilkan kebijakan yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak. (ADV-NRH/RDM/RH)

KIP 2024, Pemprov Kalsel Raih Penghargaan “Informatif”

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima penghargaan pada acara Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat RI dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, di Jakarta Pusat, Selasa (17/12) malam.

Penghargaan yang diterima Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang diwakili Kepala Dinas komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim Ini berhasil meraih kategori “Informatif” Pemerintah Provinsi dengan skor 95,74 poin pada Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim menerima penghargaan pada Anugerah KIP 2024

Hal ini menunjukan bahwa Pemprov Kalsel terus berkomitmen pada keterbukaan informasi transparan dalam capaian level daerah untuk pengembangan di Provinsi Kalsel.

“Ini menjadi upaya kita untuk terus memacu keterbukaan informasi di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Muslim.

Ia juga menjelaskan, pada tahun 2023 Indeks KIP Kalsel berada pada predikat “Menuju Informatif” dengan skor 83,71 poin dan di tahun 2024 berhasil naik menjadi kategori “Informatif” dengan skor 95,74 atau naik 12.33 poin dari tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa predikat Informatif yang diraih Pemprov Kalsel ini menunjukan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya yang transparan mengenai informasi-informasi yang ada di Banua.

“Penghargaan yang diraih ini juga didukung oleh Gubernur Kalsel, Muhidin yang terus mendorong agar Pemerintah Provinsi dapat memberikan informasi secara transparan dan terbuka di Kalsel,” ungkapnya.

Oleh karna itu, pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan agar semua aktifitas yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh masyarakat.

Muslim juga berharap seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) untuk terus mendukung peningkatan Indeks KIP.

Untuk diketahui, sebanyak 22 Provinsi di Indonesia berhasil berhasil meraih kategori Informatif pada malam anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Tahun 2024. (DISKOMINFOKALSEL-BDR/RDM/RH)

Pemerintah Pusat Diminta Kaji Ulang Penerapan Opsen 66 Persen

BANJARMASIN – Langkah pemerintah pusat untuk menerapkan opsen kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bbea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar 66 persen pada 5 Januari 2025 mendatang mendapat reaksi keras dari kalangan masyarakat Banua yang menolak rencana kenaikan tersebut.

Hal ini terungkap saat Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Forum Kota Banjarmasin bersama sejumlah LSM lainnya, di Ruang Rapat HM. Ismail Abdullah Gedung B DPRD Kalsel, Selasa (17/12).

suasana audiensi Komisi II DPRD Kalsel bersama Forkot Banjarmasin dan LSM

Ditemui usai memimpin audiensi, Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi menyatakan dari awal pihaknya sudah mengira bahwa kenaikan opsen 66 persen ataupun 33 persen dirasakan akan sangat memberatkan masyarakat.

“Artinya kenaikan pajak ini sangat tinggi sekali. Nah ini yang kita perjuangkan kepada pemerintah bahwa ini harus dievaluasi ulang lagi. Walaupun belum dijalankan tapi saya minta ini dievaluasi dulu,” katanya, seraya berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat Kalsel yang masih sulit.

Selanjutnya, Komisi II DPRD Kalsel juga berencana untuk menggelar rapat melibatkan Komisi I, III, dan IV guna membahas permasalahan opsen ini.

“Kita ini bagian dari Dewan Perwakilan Rakyat (Daerah) di Komisi II ini. Tetapi ketika kita rapat, kita lebarkan lagi ke Komisi I, II dan IV, ini kekuatan yang luar biasa. Bahkan tadi ada yang minta hak interpelasi, ini bisa saja terjadi tapi kita tidak inginlah. Kalau memang ada sekat-sekat komunikasi yang memang bisa kita bangun kenapa tidak,” jelas Yani Helmi.

Sementara itu, Ketua Forum Kota (Forkot) Banjarmasin, Syarifuddin Nisfuady meminta penerapan opsen 66 persen pada 5 Januari 2025 mendatang agar tidak diberlakukan dan berharap ditinjau kembali karena dinilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada masyarakat.

“Kita menyarankan ke pemerintah se Indonesia, jangan memaksakan kenaikan pajak kendaraan bermotor (PKB) diatas 30 persen. Mari kita hitung kembali lah angka yang real berapa,” pintanya seraya menegaskan akan mempersiapkan yudisiap review UU Nomor 1 Tahun 2022 ke Mahkamah Konstitusi (MK). (ADV-NRH/RDM/RH)

Kualitas Layanan Publik Disdikbud Kalsel Terus Mengalami Peningkatan

BANJARBARU – Kualitas pelayanan terhadap publik yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel terus mengalami peningkatan drastis setiap tahun.

Hal itu dibuktikan dengan dijadikannya Disdikbud Kalsel sebagai lokus penilaian Ombudsman dan mendapat nilai 94 atau Sangat Baik.

Capaian tersebut tentunya merupakan buah hasil dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan Disdikbud Kalsel terkait peningkatan kualitas pelayanan publik.

Suasana forum konsultasi publik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel

Salah satunya yakni melaui Forum Konsultasi Publik yang membahas tentang peningkatan kualitas pelayanan publik, di Aula Disdikbud Kalsel, pada Selasa (17/12) lalu.

Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun melalui Kepala Sub Bagian Umum Kepegawaian Muddasir Rahman, mengatakan forum tersebut bertujuan untuk evaluasi saran dan masukkan dari pengguna pelayanan publik terhadap Disdikbud Kalsel.

Sekaligus menjadi tindaklanjut terhadap amanat UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konsultasi Publik.

“Hasil kegiatan itu nantinya akan kita tindaklanjuti berdasarkan hasil saran dan masukkan dari pengguna pelayanan publik ke depan,” katanya.

Hasil pelayanan publik dengan hasil Opini Hijau dan masuk kategori A itu, pun mendapat apresiasi dari Biro Organisasi Setdaprov Kalsel.

Kepala Sub Bagian Pelayanan Publik Biro Organisasi Setdaprov Kalsel, Rakhmatiah, berpesan agar Disdikbud Kalsel terus menekankan pertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan yang sudah bagus tersebut.

Khususnya dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan publik pada 6 aspek, yakni aspek kebijakan,  aspek profesionalise SDM,  aspek sarana dan prasarana, aspek sistem informasi pelayanan publik, aspek konsultasi dan pengaduan dan aspek inovasi.

“Ada yang khusus dalam pelayanan, yaitu pentingnya penerapan 5 S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun) dan bekerja dengan ikhlas,” pesannya. (SYA/RDM/RH)

Serahkan DIPA dan TKD Kalsel Tahun Anggaran 2025, Ini Harapan Gubernur Muhidin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Syafriadi, dan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK, menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025, di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (18/12) siang. Penyerahan ini menandai dimulainya pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

Gubernur Kalsel menyerahkan penghargaan kepada Pj Bupati HSU atas prestasi capaian realisasi TKD 2024. (Sumber foto: Biro Adpim)

Hadir pada acara perdana, pasca pelantikan Gubernur Kalsel, Muhidin ini, seluruh unsur Forkopimda Provinsi, seluruh kepala daerah 13 kabupaten kota di Kalsel, serta Kementerian atau Lembaga Vertikal yang ada di Kalimantan Selatan.

Gubernur didampingi Forkopimda Kalsel menyerahkan DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2025 secara digital

Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan strategi untuk merespon berbagai tantangan ekonomi global. Antara lain melalui instrumen APBN Tahun 2025 yang dirancang untuk menjaga ketahanan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan, serta mendukung program ”ASTA CITA” Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Oleh karena itu, APBN harus dijaga tetap sehat melalui upaya peningkatan penerimaan dan belanja negara yang berkualitas,” tegas Muhidin.

Belanja negara, menurutnya, juga harus dilakukan secara cermat, sesuai prioritas, tepat sasaran, dan memberi dampak secara langsung kepada masyarakat.

Terkait strategi tersebut, secara khusus Muhidin menyampaikan secara rinci. Beberapa diantaranya adalah menguatkan bidang – bidang pembangunan utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan perumahan.

‘Belanja modal diutamakan untuk mendukung kegiatan masyarakat dan dunia usaha, agar lebih bermanfaat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Subsidi dan perlindungan sosial lainnya agar diperbaiki supaya lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” urainya.

Selanjutnya, Muhidin mengingatkan, bahwa DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKD merupakan dokumen APBN yang sangat penting sebagai amanah, mandat serta untuk menjadi acuan bagi semua pihak. Baik bagi para Kepala Daerah, Pimpinan Satuan Kerja Vertikal dan Daerah, dalam melaksanakan berbagai Program Pembangunan Secara Kolaboratif di Tahun 2025.

Ia berpesan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), PPK, dan para pengelola keuangan pada satuan kerja, supaya menggunakan anggaran dengan disiplin, teliti, sesuai prioritas, sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada korupsi. Segera lakukan percepatan pelaksanaan anggaran di awal tahun 2025, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Muhidin juga mengingatkan untuk mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat kerjasama antara pusat dan daerah, serta kerjasama antar daerah. Gubernur juga meminta para Bupati dan Walikota, untuk memastikan pengelolaan TKD dan APBD tahun 2025 sesuai tujuan, bermanfaat, dan optimal, dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.

“Penggunaan anggara tersebut harus mampu mengembangkan dan membangun pusat-pusat ekonomi baru untuk memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kualitas belanja daerah.,” tutupnya.

Sementara itu, dalam laporannya, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kalsel, Syafriadi memaparkan, alokasi APBN 2025 di Kalimantan Selatan mencapai 38,70 trilyun. Jika dibandingkan dengan nasional, maka porsi belanja APBN di Kalimantan Selatan sebesar 1,07 persen.

Adapun, sepuluh Kementerian/Lembaga yang mendapat alokasi terbesar di Kalimantan Selatan, menurut Syafriadi, adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, Kepolisian Negara, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Pertahanan, Mahkamah Agung, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan PAS, serta Kejaksaan RI.

“Alokasi Belanja Transfer Ke Daerah (TKD) 2025 untuk 14 Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan di awal tahun 2025 ini sebesar 27,89 trilyun. Persentase Kenaikan TKD tertinggi pada Kabupaten Tabalong sebesar 13,73 persen, yang berasal dari kenaikan DBH Sumber Daya Alam,” tutupnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur, Muhidin didaulat menyerahkan sejumlah penghargaan kepada Kementerian / Lembaga serta pemerintah kabupaten kota berprestasi, pada realisasi anggaran tahun 2024. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Bersama TKPKD se-Kalsel Gelar FGD Penanggulangan Kemiskinan 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) penanggulangan kemiskinan tahun 2024, di RR Syahrir Bappeda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (18/12).

Kegiatan dibuka Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Nurul Fajar Desira, dan dihadiri oleh Kepala Bappeda Kalsel, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) provinsi dan kabupaten/kota, para camat, kepala desa se-Kalsel.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan kondisi kemiskinan Kalsel yang secara umum menunjukkan pencapaian dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2024, tingkat kemiskinan Kalsel berada pada angka 4,11 persen, dan menjadikan Kalsel sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di Indonesia setelah Bali,” katanya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Nurul Fajar Desira menyerahkan penghargaan kepada daerah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan

Meski begitu, menurutnya, perlu disadari pula bahwa masih ada tantangan yang harus diatasi. Terutama terkait dengan perlambatan laju penurunan kemiskinan belakangan ini, sementara Kalsel memiliki target menuju nol persen kemiskinan pada tahun 2045.

Salah satu tantangan yang dihadapi yakni terkait keberadaan data yang belum terintegrasi.

Muhidin menyebut persoalan itu menjadi tantangan besar dalam perencanaan dan implementasi program penanggulangan kemiskinan. Ketidaksesuaian antar data, dinilainya, bahkan dapat menghambat efektivitas intervensi yang dilakukan.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat untuk mengintegrasikan ketiga sumber data utama Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) menjadi satu data kemiskinan daerah.

“Data ini harus mencakup informasi terbaru dan telah diverifikasi serta divalidasi dengan baik, sehingga dapat menjadi acuan tunggal yang akurat untuk perencanaan yang lebih terarah dan pelaksanaan program yang lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Tantangan lainnya, lanjut Gubernur, adalah sebagian besar data terkait kemiskinan yang hingga saat ini masih belum seluruhnya diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah kabupaten/kota. Hal ini menyebabkan data yang digunakan belum sepenuhnya akurat dan dapat diandalkan untuk perencanaan program.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk bersama-sama melangkah lebih jauh, lebih cepat, dan lebih kuat dalam menanggulangi kemiskinan di Kalimantan Selatan,” imbaunya.

Dalam kegiatan tersebut juga diberikan penghargaan dan apresiasi kepada daerah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dalam pelaporan, serta menunjukkan komitmen kuat dalam pengalokasian anggaran untuk program penanggulangan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Bappeda Kalsel Ariadi Noor mengatakan, penyerahan penghargaan itu merupakan upaya Pemprov Kalsel guna memotivasi kabupaten/kota, untuk terus meningkatkan kinerja penanggulangan kemiskinan.

“Semoga kedepannya kami bisa memberikan penghargaan yang lebih baik lagi kepada pemda terbaik dalam hal penurunan angka kemiskinan di Kalsel,” ucapnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Peringati HUT ke-79 PGRI dan Hari Guru Nasional 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar peringatan HUT ke-79 PGRI dan Hari Guru Nasional 2024, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Banjarbaru, Rabu (18/12).

Pertunjukkan tari kuda gepang yang diperagakan oleh anggota PGRI kota Banjarbaru

Acara dihadiri oleh Gubernur Kalsel Muhidin yang diwakili Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun, dan dihadiri perwakilan Kepala Kemenag Kalsel, Ketua PGRI Kalsel, Kepala BPG Kalsel, Dewan Pembina dan Dewan Pakar Guru Kalsel, serta Kepala Disdik dan Ketua PGRI se Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel mewakili Gubernur Kalsel dalam peringatan HUT ke-79 PGRI dan Hari Guru Nasional 2024 di Aula Disdikbud Kalsel

Dalam sambutannya, Muhidin menyampaikan rasa terima kasih atas jasa para guru yang selama ini terus membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kalsel.

Di sisi lain, Muhidin berpesan kepada para guru untuk cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, demi menciptakan proses pembelajaran yang efektif efisien dan relevan dengan zaman.

“Seorang guru harus memiliki keterampilan di bidang digital dan berpikir kreatif,” tegasnya.

Keterampilan tersebut, menurutnya, juga harus ditunjang dengan kemampuan dasar lainnya seperti kepemimpinan, komunikasi, kecerdasan, emosional, serta mampu bekerja sama dengan memecahkan masalah.

“Mari kita jadikan momentum hari ulang tahun PGRI dan hari guru sebagai ajang untuk refleksi atau evaluasi tentang proses penegakan pendidikan di Kalimantan Selatan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kalsel Muhammadun, mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan kualitas SDM guru di Kalsel.

Menurutnya selain penguasaan terhadap teknologi digital, seorang guru juga harus terus hadir secara langsung untuk mengajar di kelas.

“Karena kehadiran guru sangat diperlukan oleh para murid,” katanya.

Di tempat sama, Ketua PGRI Kalsel Abdul Rivai, berharap guru di Kalsel semakin meningkat kompetensi, prestasi dan profesionalisme, serta menjadi lebih berguna dalam rangka mendidik anak-anak bangsa khususnya di Kalsel.

“Kita berharap rekan-rekan guru bisa terus bekerja secara profesional,” harapnya. (SYA/RDM/RH)

Pelatihan Diklat Basic Rescue di Kalsel Diharapkan Tingkatkan SDM Bidang Penyelamatan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kalsel terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM, di bidang penyelamatan. Hal ini disampaikan, Gubernur Kalsel, Muhidin diwakili Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalsel, Zakly Asswan, saat menutup pelatihan Diklat Basic Rescue Angkatan I tahun 2024, di halaman kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Rabu (18/12).

Kasatpol PP dan Damkar Prov Kalsel Zakly Aswan

Zakly mengatakan, peningktan Kompetensi dan keterampilan, adalah suatu keharusan. terlebih kalsel memiliki kondisi geoprafis yang beragam, sehingga sering kali menghadapi tantangan bencana seperti karhutla, banjir dan tanah longsor.

“Untuk itu dalam menghadapi situasi ini membutuhkan SDM yang tanggap dan terlatih agar nantinya pada saat terjadi bencana petugas kita sudah siap untuk membantu masyarakat,” ucap Zakly

Ia menambahkan, pelatihan Basic Rescue sangat penting dan strategis, sehingga mendapat apresiasi dari Gubernur Kalsel Muhidin. Pelatihan ini bukan hanya sekedar formalitas, namun menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan personil yang berdaya saing.

“Pelatihan ini sangat strategis diharapkan para peserta nanti dapat menerapkan ilmunya di lapangan,” lanjut Zakly.

Untuk itu, kepada para peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan diklat ini, diharapkan dapat terus berkontribusi meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM, di bidang penyelamatan untuk membantu masyarakat.

“Diklat ini memiliki peran yang sangat penting, dalan upaya peningkatan kemampuan dan kesiapsiagaan personil, dalam menghadapi berbagai kondisi darurat khususnya dibidang keselamatan,” tutup Zakly. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Raih Tiga Penghargaan APBD Award 2024 Terbaik Pengelolaan Keuangan

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil memborong 3 (tiga) penghargaan sekaligus pada APBD Award 2024 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel (kanan) saat menerima penghargaan

Pemberian penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).

Tiga penghargaan yang diraih Kalimantan Selatan terdiri dari beberapa kategori, yaitu:

Kategori Realisasi Rasio Belanja Terhadap Pendapatan Tertinggi Peringkat Pertama, Kategori Realisasi Belanja Daerah Tertinggi Peringkat Pertama, dan Kategori Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi Peringkat Keempat.
Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel Subhan Nor Yaumil, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang telah diraih. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa Kalimantan Selatan berhasil menunjukkan performa luar biasa di bidang pengelolaan keuangan. Sekdaprov Roy Rizali Anwar menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus berkomitmen untuk mengelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan efektif.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah yang terus berkomitmen untuk mengelola keuangan daerah secara transparan, akuntabel, dan efektif,” ucap Roy.

Ia menegaskan bahwa 3 penghargaan tersebut dedikasikan untuk masyarakat Kalimantan Selatan, yang selalu mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

“Mudah-mudahan, kinerja APBD ke depan semakin baik, dan tentunya penghargaan ini dapat terus kita pertahankan di tahun 2025 mendatang,” lanjut Roy.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Muarits dalam laporannya menyampaikan, bahwa Rapat ini dihadiri secara luring sebanyak 641 orang peserta dan secara daring sebanyak 385 orang peserta yang terdiri dari kepala daerah, sekretaris daerah, kepala bapedda, kepala bapenda provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia. Ia berharap, penghargaan ini mampu memotivasi seluruh pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi dan akurasi pengelolaan anggaran. Pada acara penganugerahan APBN Award 2024, juga dilaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Keuangan Daerah dengan tema “Kebijakan Peningkatan Kapasitas Fiskal Daerah Melalui Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Teknologi Informasi”.

Dalam Rakornas ini, berbagai narasumber dihadirkan, diantaranya adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapennas), Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Ketua KPK, dan Deputi BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah membahas strategi meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui inovasi teknologi informasi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya turut menyoroti pola pikir kepala daerah dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Tito menilai banyak kepala daerah yang hanya fokus pada belanja daerah tanpa memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

“Banyak kepala daerah hanya berpikir bagaimana cara membelanjakan anggaran, tidak berinovasi untuk meningkatkan pendapatan. Akhirnya, banyak yang terjebak dan terkena kasus korupsi. Padahal, pengelolaan APBD yang sehat itu bukan hanya soal belanja, tetapi juga bagaimana meningkatkan PAD melalui terobosan kreatif,” ucap Tito.

Tito juga menyoroti kelemahan dari pola pikir birokrat yang cenderung bergantung pada transfer dana dari pusat tanpa mencari cara untuk meningkatkan PAD.

“Biasanya, kepala daerah yang berlatar belakang entrepreneur lebih inovatif dalam mengembangkan potensi wilayahnya. Mereka punya insting untuk menciptakan pendapatan lebih besar yang memudahkan pelaksanaan program-program daerah,” lanjut Tito.

Lebih lanjut, Tito berharap kepala daerah dapat mengembangkan badan usaha milik daerah (BUMD) secara maksimal untuk menjadi sumber pendapatan baru. Ia juga mencontohkan Menteri Pekerjaan Umum Maruarar Sirait yang memiliki latar belakang pengusaha sebagai sosok yang dianggap mampu berpikir kreatif untuk meningkatkan PAD jika menjabat sebagai kepala daerah.

“Kalau pemimpin dengan insting entrepreneur, pasti berpikir bagaimana caranya menambah pendapatan, sehingga belanja program jadi lebih ringan. Sementara, banyak birokrat hanya fokus pada belanja, tanpa memikirkan sumber baru untuk pendapatan,” tutup Tito (BIRO.ADPIM/MRF/RDM/RH)

Exit mobile version