BKOM Kalsel Gelar Workshop Pembudayaan Masyarakat Beraktivitas Fisik agar Sehat dan Bugar

BANJARBARU – Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik, Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Pembudayaan Masyarakat Beraktivitas Fisik Agar Sehat dan Bugar Tahun 2024 yang bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Rabu (2/10).

Foto bersama usai pembukaan workshop

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari 2-3 Oktober ini diikuti oleh peserta dari TP PKK Provinsi dan 13 Kabupaten/Kota di Kalsel serta persatuan Dharma Wanita Kalsel.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Nurul Ahdani usai membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ini, ia menekankan pentingnya olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran masyarakat.

Plt. Kepala Dinkes Provinsi Kalsel, Nurul ahdani (kanan) didampingi Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina (kiri)

“Kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat Kalsel agar lebih aktif berolahraga guna mencegah berbagai penyakit, sehingga diharapkan melalui WhatsApp ini kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat seiring dengan membudayakan olahraga sebagai gaya hidup,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurul juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat

“Program ini adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat dan terus diimplementasikan di tingkat daerah,” ucap Nurul.

Sementara itu, Kepala BKOM Kalsel, Susi Hermina menjelaskan bahwa tujuan utama dari workshop ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya berolahraga kepada masyarakat, Menurutnya, TP PKK sebagai salah satu ujung tombak di masyarakat diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik di lingkungan mereka.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta bisa menularkan semangat hidup sehat dan bugar kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” kata Susi.

Susi menambahkan, selain penyampaian materi dari para narasumber, peserta juga mendapatkan pengetahuan mendalam terkait berbagai aspek kesehatan dan olahraga termasuk cara-cara sederhana untuk memulai kebiasaan hidup sehat di tengah aktivitas sehari-hari.

“Peserta juga diharapkan dapat meneruskan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari serta mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan melalui olahraga,” pungkasnya. (BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Penganugerahan Kalsel Innovation Award dan Karya Tulis Ilmiah 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset Dan Inovasi Daerah (BRIDA) menyelenggarakan penganugerahan Kalsel Innovation Award (KIA) dan Karya Tulis Ilmiah, yang dilaksanakan digedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (3/10). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Yang diwakili Staff Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setdaprov Kalsel, Adi Santoso.

Adi menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu upaya bersama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi daerah untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik, dan menjadi langkah baru dalam mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan, serta untuk meningkatkan kinerja yang profesional. Menilik mundur kebelakang, era reformasi membawa banyak perubahan terutama dalam sikap kritis masyarakat terhadap Pemerintahan, terutama peningkatan kualitas pelayanan publik serta tuntutan akan kemudahan memperoleh data dan informasi.

“Seiring dengan perkembangan waktu dan kemajuan teknologi digitalisasi yang berkembang saat ini, maka aparatur pemerintah wajib merespon dan menyesuaikan serta melakukan pembenahan pada seluruh aspek kegiatan pembangunan,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, sebuah inovasi memerlukan kreatifitas, baik dalam pemikiran, pengembangan teknologi dan selanjutnya mencari solusi penyelesaian yang tepat. karena itu inovasi lahir dari insan-insan yang berpikir maju dan haus akan perubahan.

“Kita yakin Daerah ini (Kalsel) kaya akan sumber daya manusia yang berpotensi, selain itu sumber daya alam yang kita miliki juga memberi kesempatan untuk menciptakan terobosan-terobosan baru yang dapat membawa banua menjadi lebih maju,” lanjutnya.

Tak lupa, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut mengajak seluruh pihak agar dapat berkolaborasi, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi baru.

“Kita harapkan lahirnya inovasi-inovasi baru tersebut dapat memaksimalkan tujuan yang dicapai sekaligus memberikan banyak kemudahan, terutama layanan yang dampaknya bersentuhan langsung dengan masyarakat luas,” tutup Adi.

Untuk diketahui, juara pertama KIA 2024 lingkup Pemprov Kalsel yaitu “One Landscape Kalimantan Selatan” dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), juara pertama dari Kabupaten/kota yaitu “Aplikasi Bisa (Boejasin Information System And Application)” Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin dari Kabupaten Tanah Laut, dan Juara pertama dari Masyarakat umum Juragan Sayur dan Buah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (MRF/RDM/RH)

Triwulan III, Pendapatan Lab K3 Disnakertrans Kalsel Capai 73,2 Persen

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Lab K3) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, hngga Triwulan III ini berhasil capai pendapatan hingga 73,2 Persen.

Salah satu pegawai Lab K3 sedang melakukan pengujian

Kepada Abdi Persada FM Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah, ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (3/10) mengatakan, untuk pelayanan kesehatan dan keselamatan kerja pada perusahaan saat ini pihaknya telah berhasil mencapai pendapatan sebesar Rp1,8 miliar dari target Rp2,5 miliar. Adapun perusahaan yang dilayani tersebar di Kabupaten dan Kota, serta lintas Provinsi yakni Kalimantan Tengah.

Kepala Lab K3 Disnakertrans Kalsel Noorlianisyah

“Kita upayakan dengan SDM dan peralatan yang dimiliki Lab K3, akan tercapai target hingga akhir tahun 2024 mendatang,” ucapnya

Disampaikan Noorliansyah, untuk penguji lapangan sekarang ada 4 tim, dari tahun sebelumnya 3 tim. Dimana, tergantung dari paramater yang diminta perusahaan. Terkait promosi di Media Sosial tetap terus dilakukan karena berdampak besar, terbukti setiap tahun selalu mengalami kenaikan, untuk permintaan pelayanan pengujian di Perusahaan.

“Bentuk pelayanan berupa pengujian dibidang iklim kerja, pencahayaan, kebisingan dan getaran seluruh tubuh. Kemudian kualitas udara baik didalam serta luar ruangan, juga lingkungan perusahaan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

ULM Raih Juara Pertama Lomba Padus Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Lomba Paduan Suara Tingkat SMA Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel.

Setelah di hari pertama, Rabu (2/10), ada 18 Kelompok Panduan Suara Tingkat SMA Sederajat bertanding, kini di hari kedua, Kamis (3/10), giliran 8 Kelompok Perguruan Tinggi se Kalsel yang berlaga di Lomba Paduan Suara tersebut.

Para peserta menyanyikan lagu wajib yaitu lagu Mars Perpustakan Nasional dan Mars Kearsipan Indonesia dan satu lagu pilihan yang bertemakan lagu daerah Nusantara atau lagu Banjar di hadapan tiga juri.

Penampilan Tim Padus ULM

Alhasil, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil meraih juara pertama lomba paduan suara tingkat Perguruan Tinggi se Kalsel.

Didampingi Keyboardis, Henry Rahman Hakim, Ketua Bidang Paduan Suara ULM, Nur Azzahra mengatakan pihaknya bangga dapat meraih juara pertama lomba paduan suara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan lomba sekitar satu bulan.

“Selama satu bulan itu, hampir setiap hari kami latihan paduan suara, jadi seminggu itu 4 sampai 5 kali kami latihan,” jelasnya.

Kelompok Padus ULM yang beranggotakan 18 orang termasuk Dirigen dan Keyboardis itu membawakan lagu pilihan berjudul Mana Lolo Banda dari Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Perwakilan STIA Amuntai, Rusmawardi mengatakan pihaknya tetap merasa gembira meraih juara harapan dua pada lomba ini. Ia mengaku pihaknya sudah menampilkan yang terbaik dan semua berkat kerja keras, latihan dan dukungan berbagai pihak.

“Sebelumnya kami mengikuti proses seleksi terlebih dahulu dan terpilih 26 orang. Kemudian kami latihan selama satu minggu,” terangnya.

Penampilan Tim Padus STIA Amuntai

Adapun nama-nama pemenang lomba paduan suara tingkat perguruan tinggi se Kalsel yang diselenggarakan Dispersip Kalsel yaitu Juara 1 Universitas Lambung Mangkurat, Juara 2 Kemenkes Poltekes, Juara 3 Politeknik Negeri Banjarmasin. Sedangkan Juara Harapan 1 Universitas Sari Mulia, Juara Harapan 2 STIA Amuntai dan Juara Harapan 3 Universitas Borneo Lestari. (NRH/RDM/RH)

Pansus Tatib DPRD Kalsel Tunggu Hasil Fasilitasi dari Kemendagri RI

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sudah merampungkan pembahasan tatib dengan teliti dan cermat, baik dari pasal kepasal maupun tambahan dari tatib tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus Tatib DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, usai rapat pansus, Rabu (2/10).

”Alhamdulillah, pembahasan Tatib yang tersisa sudah selesai setelah beberapa kali rapat pansus dilakukan, kini tinggal sinkronisasi dengan Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.

Suasana Rapat Internal Pansus Tatib DPRD Kalsel

Gusti Iskandar berharap koreksi dari Kementerian Dalam Negeri ini tidak terlalu substansial, sehingga dalam waktu dekat tatib bisa segera paripurnakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada pekan depan.

Ia juga menjelaskan jumlah pasal dibahas pada mulanya sekitar 190, namun setelah dikoreksi pansus hanya berkisar 160 pasal.

”Ada beberapa pasal didrop oleh pansus tatib terutama menyangkut pasal pemilihan Gubernur, itu bukan tanggungjawab DPRD, tapi ada peraturan perundang undangan yang mengatur bahwa penyelenggaranya KPU,” jelasnya.

Menurut Gusti Iskandar, DPRD sifatnya menyesuaikan, kalau ada kekosongan jabatan Gubernur, maka DPRD menyesuaikan dengan peraturan perundang undangan, jadi DPRD tidak membentuk panitia, seleksi maupun lainnya, tapi lebih kepada kewenangan KPU.

Menyangkut Penjabat Gubernur maupun Bupati, Iskandar mengemukakan bahwa DPRD mempunyai kewenangan mengajukan tiga nama calon Pejabat, termasuk Kemendagri, sedangkan untuk Bupati, selain DPRD, Gubernur juga Kemendagri.

Rapat pansus tatib DPRD Kalsel juga diikuti Seketaris Dewan Muhammad Jaini dan Kabag Persidangan Andri Yuzhar beserta jajarannya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Letakkan Batu Pertama, Paman Birin Harapkan Pembangunan Kantor KPU dan Bawaslu Kalsel Hadirkan Kebahagiaan

BANJARBARU – Tanah merah di komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, menjadi saksi bisu dilaksanakannya prosesi peletakan batu pertama, pembangunan kantor KPU dan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (3/10). Peletakan batu pertama dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor diikuti Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, Tuan Guru Muhammad Wildan Salman, Ketua KPU Provinsi, Andi Tenri Sompa serta Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Aries Mardiono.

Gubernur Kalsel saat melakukan peletakan batu pertama

Turut menyaksikan peletakan batu pertama ini, unsur Forkopimda Provinsi atau yang mewakili, serta para tamu dan undangan yang hadir. Termasuk Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan dan jajarannya.

Kepada wartawan usai peletakan batu, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur akan membawa kebahagiaan kepada masyarakat. Apalagi jika bangunan dimaksud, memberikan banyak manfaat kepada urang Banua.

“Termasuk kantor KPU dan Bawaslu ini. Karena dua lembaga penyelenggara pemilu ini, memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi hak dan kewajibannya pada bidang politik,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Solhan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, mengungkapkan, pembangunan dua kantor lembaga penyelenggara pemilu ini, akan menghabiskan anggaran hampir 90 miliar rupiah.

“Untuk kantor KPU kita anggarkan 46 miliar rupiah, dan kantor Bawaslu sekitar 43 miliar rupiah,” rincinya.

Kedua kantor ini, dibangun di lahan komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, tepatnya di lokasi sekitar Gelora Paman Birin untuk kantor KPU Provinsi, dan dekat kantor ATR/ BPN untuk Bawaslu Provinsi Kalsel.

“Kantor KPU dibangun di atas lahan seluas satu hektar, sedangkan Bawaslu di lahan seluas kurang lebih setengah hektar,” tambahnya.

Solhan juga memastikan, bahwa pembangunan dua kantor ini akan dimulai pada 2025 mendatang, dan ditargetkan selesai pada tahun yang sama.

“Untuk konsep, akan mengikuti aturan di komplek perkantoran Gubernur. Yaitu bangunan tidak melebihi 4 lantai, dan bentuk bangunan harus mengandung unsur budaya Banjar,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Paman Birin dan Acil Odah Turut Meriahkan Festival Baayun Maulid di Museum Lambung Mangkurat

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, yang dirangkai dengan budaya Baayun Maulid, Kamis (3/10).

Acil Odah didampingi Paman Birin turut merasakan langsung prosesi baayun maulid

Peringatan yang digelar di halaman Museum Lambung Mangkurat, di Banjarbaru, dihadiri pula oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudhatul Jannah (Acil Odah)

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur akrab disapa Paman Birin dan Acil Odah, bahkan turut merasakan langsung baayun sembari diiringi lantunan syair-syair maulid.

Paman Birin menilai budaya yang berasal dari Kabupaten Tapin ini, sangat penting untuk dilestarikan. Sebab selain mengambil berkah dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW, Baayun Maulid juga terkandung harapan agar anak yang diayung mendapat kebaikan dalam menempuh kehidupan.

“Kita harus terus melestarikan seni, budaya dan tradisi islam yang ada di masyarakat Kalimantan Selatan, termasuk Baayun Maulid,” katanya.

Menurut Paman Birin, melalui kegiatan ini masyarakat terutama generasi muda bisa lebih mengenal dan mewarisi nilai-nilai budaya banjar. Sehingga tradisi yang dilaksanakan setiap bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini tidak punah oleh zaman.

“Saya mengharapkan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran guna memperteguh keimanan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam mencintai junjungan nabi besar Muhammad SAW,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, tidak lupa Paman Birin juga sangat mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak museum dalam gelaran budaya tahunan ini.

“Saya sangat senang hari ini. Persiapan dari pihak panitia sangat bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan jumlah peserta tahun ini berjumlah hampir 300 orang.

Peserta paling muda tercatat berusia 1 bulan 12 hari, sedangkan paling tua usia 76 tahun 10 bulan. Peserta paling jauh berasal dari luar Kalsel, yakni dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya terus bertambah, semoga akan terus meningkat lagi di tahun berikutnya,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

TPS Liar di Banjarmasin Ditertibkan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin akan menertibkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar yang ada di kota tersebut.

“Saat ini untuk TPS liar yang ada di Kota Banjarmasin menjadi perhatian serius dari Pemerintah, dan rencananya akan dilakukan penertiban,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesevah Love, kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/10).

Kadis LH Banjarmasin Alive Yoesevah Love

Alive menjelaskan, untuk penanganan TPS liar yang ada di Kota Banjarmasin akan dilakukan secara bertahap penertiban bersama Satpol PP Kota Banjarmasin.

“Tentunya dalam penertiban TPS liar dilakukan bersama Satpol PP Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Alive berharap, dalam penanganan TPS liar di Kota Banjarmasin ini adanya kerja sama dengan camat dan lurah, penanganan TPS liar di wilayahnya masing masing.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin meminta setiap Perumahan Baru dilengkapi dengan Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang masuk dalam fasilitas umum (Fasum)

“Saat ini di Kota Banjarmasin sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin, yang mengharuskan setiap perumahan harus dibangun TPST yang masuk dalam Fasilitas Umum,” ungkapnya.

Perda ini, lanjut Alive, akan diterapkan pada perumahan yang akan dibangun disyaratkan untuk dilengkapi dengan TPST tersebut.

“Kami meminta agar para pengembang perumahan di Kota Banjarmasin bisa menaati peraturan tersebut,” ucap Alive. (SRI/RDM/RH)

Perkuat Ekonomi Berkelanjutan Sektor Kehutanan, Pemprov Kalsel Jalin Kerjasama dengan ITTO, KLHK dan ULM

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menunjukkan bukti kepedulian terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan, melalui kerjasama proyek pengembangan sistem informasi tentang potensi kayu dan karbon, bersama International Tropical Timber Organitation (ITTO), dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Kerjasama tersebut dalam pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan telah diluncurkan pada akhir September lalu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Anisa Murni mengatakan, sasaran kerjasama tersebut sejalan  dengan RPJMD Kalsel 2021-2026 di misi 2 yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan misi 5 yaitu menjaga kelestarian hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

Menurut Anisa, sistem pengumpulan dan analisa data tentang produksi kayu dan karbon di Kalsel saat ini masih belum memadai.

Sebab itu perlu adanya kerjasama dengan ITTO, yang akan berkontribusi dalam mendukung penelitian dan pengembangan pengelolaan hutan. Termasuk pula kedepannya guna mempromosikan kayu tropis dan potensi karbon dari sumber yang berkelanjutan ke pasar Internasional.

“Jadi kita ingin memastikan pengelolaan database baik itu potensi kayu dan karbon benar-benar akurat, karena selain meningkatkan ekonomi masyarakat, kerjasama ini akan berdampak pula terhadap mitigasi bencana di kawasan hutan,” katanya, Rabu (2/10).

Tahap awal proyek dilakukan dengan membangun model potensi kayu dan karbon secara umum di Kalimantan Selatan, selanjutnya, model akan diterapkan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut dan jika waktu memungkinkan dilanjutkan di KPH Tabalong.

Koordinator ITTO Project PD 927/22 (Rev.2) Lokus Kalsel, Ahmad Jauhari menjelaskan, dipilihnya Tanah Laut sebagai lokasi pertama karena sudah dua kali ada proyek Forest Investment Program (FIP) milik KLHK.

“Artinya sudah banyak data yang dimiliki di kawasan tersebut, jadi akan memudahkan penelitian. Sementara untuk KPH Tabalong karena menjadi pengelola KPH terbaik menurut penilaian KLHK,” jelasnya.

Proses penelitian nantinya akan menggunakan sistem digital, yakni melalui penggunaan scripting, drone dan data satelit yang dinilai akan memangkas waktu lebih singkat dibanding metode lama yang hanya menggunakan penghitungan baku.

“Tingkat keakurasiannya juga lebih tinggi jika menggunakan metode seperti itu,” tuturnya.

Melalui penggunaan metode scrpting, lanjut Jauhari, hasil dari penelitian juga bisa direvisi kembali oleh siapa saja, karena menggunakan open source yang bisa dirubah algoritmanya.

“Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa proyek ini disetujui oleh KLHK, dan akan menjadi role model untuk pengembangan KPH di daerah lain,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version