1.000 Sinoman Hadrah Meriahkan Event Kreativesia Nasional 2024

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel melaksanakan pagelaran 1.000 sinoman hadrah tahun 2024. Pelaksanaan ini dilaksanakan di Halaman Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (29/8), yang dibuka oleh Gubernur Sahbirin Noor, diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Pagelaran 1.000 sinoman hadrah

Membacakan sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Adi Santoso menyampaikan bahwa sinoman hadrah telah menjadi bagian penting dari berbagai acara keagamaan dan sosial di kalimantan selatan, mulai dari perayaan maulid nabi, peringatan hari besar islam, hingga acara pernikahan dan syukuran. Dalam setiap penampilannya, sinoman hadrah tidak hanya menghadirkan keindahan dalam irama dan gerak, tetapi juga mengandung pesan-pesan moral dan spiritual yang mendalam.

“Kalimantan Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisinya. Kekayaan budaya ini tercermin dari berbagai seni dan adat istiadat yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat kita hingga sekarang,” ungkap Adi.

Pagelaran 1.000 Sinoman Hadrah yang dilaksanakan hari ini memiliki makna yang sangat istimewa. Tidak hanya karena jumlah pesertanya yang begitu banyak, namun juga karena acara ini menjadi bagian dari Event Nasional Kreativesia 2024.

“Ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dan layak untuk dikenal lebih luas lagi. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman,” tutup Adi.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Pemuda, Dispora Provinsi Kalsel, Rokhyatin Effendi, menyampaikan bahwa pagelaran 1.000 sinoman hadrah juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024, yang juga dirangkaikan dengan kegiatan event kreativesia nasional tahun 2024. Kegiatan ini menghadirkan 1000 sinoman hadrah dari 28 group yang ada di Kalimantan Selatan.

“Kita hadirkan 1.000 seniman dari pegiat Sinoman Hadrah, terdiri 28 kelompok. Pemprov Kalsel terus mendorong demi melestarikan seni dan budaya di Banua,” ungkap orang yang akrab disapa Yatin ini.

Ia melanjutkan, pagelaran Sinoman Hadrah tidak akan lekang oleh zaman, dan akan terus dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Bahkan dirinya berharap, pelaku seni sinoman hadrah dapat terus tumbuh dan berkembang, serta keseniannya tetap lestari sepanjang masa.

“Pegelaran 1.000 sinoman hadrah ini juga upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam melestarikan budaya,” tutup Yatin. (MRF/RDM/RH)

Paman Birin Terima Anugerah Konservasi Alam Dari Kementerian LHK

JAWA TENGAH – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin), mendapatkan Anugerah Konservasi Alam pada kategori Dukungan Dalam Pengelolaan Taman Hutan Raya, pada acara Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2024.

Piagam penghargaan yang diterima Paman Birin dan Menteri LHK

Penghargan Anugerah Konservasi Alam tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada Paman Birin, melalui Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra, pada acara Peringatan Hari Konservasi Alam Nasioal (HKAN) yang dilaksanakan di Alun – Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (29/8)

“Anugerah Konservasi Alam ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya dan komitmen Paman Birin dalam kegiatan pemulihan ekosistem dengan melibatkan 36 mitra pada area seluas 22.017, 32 hektar, mulai dari tahun 2016 sampai dengan 2024, serta pengembangan wisata alam di Taman Hutan Raya Sultan Adam dan Kalimantan Selatan,” ujar Fathimatuzzahra.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam upaya pelestarian alam dan peningkatan kesadaran tentang pentingnya konservasi. Sehingga manfaat ekonomi, ekologi dan sosial dapat terus dirasakan dan berdampak nyata bagi masyarakat. (DISHUT.KALSEL-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dorong Percepatan Pembangunan Jembatan Pulau Laut

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kelanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut, yang akan menghubungkan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru.

Suasana Rapat Banggar DPRD Kalsel

Jembatan sepanjang 3,75 kilometer ini merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam rapat anggaran yang digelar Rabu (28/8), Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kalsel sepakat untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut dengan skema pembiayaan multiyears (tahun jamak).

Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin, yang menegaskan pentingnya proyek ini bagi masyarakat Kalsel.

“Kami di DPRD Kalsel berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan pembangunan Jembatan Pulau Laut. Ini adalah proyek yang sangat vital, tidak hanya bagi masyarakat di Tanah Bumbu dan Kotabaru, tetapi juga bagi keseluruhan Provinsi Kalsel. DPRD Kalsel akan memastikan bahwa proyek ini mendapatkan dukungan penuh, termasuk dengan mendorong agar proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN),” jelasnya.

Lebih lanjut, Syaripuddin menjelaskan bahwa DPRD Kalsel telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keberlanjutan proyek ini, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak terkait.

“Kami ingin memastikan bahwa anggaran yang telah dialokasikan digunakan secara efektif, dan proyek ini bisa selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan, juga turut mengungkapkan dukungannya dalam rapat tersebut. Menurutnya, DPRD Kalsel akan terus memantau perkembangan pembangunan jembatan ini untuk memastikan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

“Kami berharap, dengan dukungan penuh dari DPRD dan semua pihak terkait, pembangunan jembatan ini bisa berjalan lancar dan sesuai jadwal. Kami akan terus mengawal proyek ini hingga selesai,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua TAPD yang juga Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dari sisi Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Sementara itu, sisi jembatan yang menghubungkan Kotabaru dengan Pulau Laut, yang memiliki bentang lebih panjang, diharapkan dapat selesai dalam waktu tiga tahun.

“Kami juga telah berkomunikasi dengan Kepala Balai Jalan Banjarmasin untuk mengusulkan proyek ini menjadi bagian dari PSN, sehingga ke depannya bisa mendapatkan pembiayaan dari APBN melalui Kementerian PUPR,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Kota Banjarbaru Didatangi KPK RI, Untuk Dinilai Jadi Percontohan Kota Anti Korupsi

BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi salah satu dari tiga Kab/Kota di Kalimantan Selatan yang dilakukan observasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, untuk menjadi percontohan daerah anti korupsi, selain Banjarmasin dan Barito Kuala.

Dalam kunjungannya ke Banjarbaru, Kamis (29/8) Plh. Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Fries Mount Wongso mengatakan, Observasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam memenuhi indikator yang telah ditetapkan. tiga Kabupaten dan Kota yang terpilih ini nantinya akan dinilai apakah daerah daerha ini layak menjadi Kabupaten dan Kota percontohan anti korupsi pada tahun 2025.

“Kota Banjarbaru adalah lokasi ketiga yang kami datangi, setelah Banjarmasin dan Batola,” ujar Fries.

Disampaikan Fries, di Kota Banjarbaru, pihaknya akan mengobservasi MPP yang dimiliki kota ini. Karena menurutnya, segala perizinan dengan MPP dapat dilakukan satu tempat. Terlebih MPP bersifat terbuka dan tidak ada ruang khusus, kecuali ruang pengaduan.

“Di ruang pengaduan di MPP pun kami minta adakan kamera pengintai, agar ruang ini tidak menjadi ruang transaksi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga menjadi kandidat kota yang diobservasi oleh KPK RI.

“Semoga Banjarbaru dapat mewujudkan sebagai kota anti korupsi,” tutup Aditya

Untuk diketahui, ada enam komponen dan 19 indikator yang menjadi acuan bagi suatu Kabupaten dan Kota untuk dapat dinobatkan sebagai Kabupaten/Kota anti korupsi.

KPK bekerja sama dengan berbagai Kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Ombudsman dan BPKP yang menilai kelayakan pemenuhan komponen dan indikator tersebut. (RDM/RH)

Acil Odah Ciptakan Lirik Jingle Kreativesia 2024

BANJARMASIN – Kementerian Kepemudaan dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan apresiasi atas lirik jingle Kreativesia Tahun 2024, yang diciptakan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Raudatul Jannah atau yang akrab disapa Acil Odah.

Jingle Kreativesia tersebut, diperkenalkan pada Malam Gala Dinner, di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (28/8).

Sedangkan, apresiasi disampaikan langsung Asisten Deputi Potensi Kemandirian Pemuda (PKP) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Tri Winarno.

“Kemenpora RI tentunya mengapresiasi setinggi tingginya kepada Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah atau Acil Odah,” ucapnya.

Karena, lanjut Winarno, Acil Odah telah membuat lirik jingle Kreativesia 2024.

“Yang berisikan dorongan kepemudaan lewat bakar dan karya seni, serta pengembangan kebudayaan daerah,” ujar Winarno.

Tentunya, Kemenpora mengapresiasi kepada karya Acil Odah yang telah menuliskan lirik jingle Kreativesia 2024 ini.

“Mari kita bertepuk tangan untuk semuanya,” ucap Winarno.

Ia berharap lewat ajang Kreativesia 2024 ini dapat diikuti sejumlah peserta dengan supportivitas yang baik.

“Antar peserta saling berbagi, bergotong royong, dan menjalin kebersamaan antar sesama pegiat kreatif,” ujarnya.

Kreativesia ini adalah upaya pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan apresiasi dan semangat serta akses bagi anak muda yang berdedikasi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan ini,” ucap Winarno. (SRI/RDM/RH)

Geospasial Banua Award, Wujud Apresiasi Satu Data dan Tata Kelola Pemerintahan di Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten kota serta SKPD lingkup pemprov, yang sudah menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelenggarakan, mengelola, serta memanfaatkan data dan informasi geospasial berkualitas. Penganugerahan Geospasial Banua Award 2024 tersebut, digelar pada Rabu (28/8) malam di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin. Hadir untuk menyerahkan penghargaan tersebut, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Acara yang bertujuan untuk mengapresiasi upaya pemerintah daerah di lingkup Provinsi Kalimantan Selatan ini, mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Data Geospasial Berkualitas untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dimana kegiatan ini menyoroti pentingnya peran Informasi Geospasial (IG) dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.

Turut hadir pada malam puncak penganugerahan ini, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Badan Informasi Geospasial, Ibnu Sofian, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor selaku penyenggara, sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, dan juga perwakilan dari pemerintah kabupaten kota se Kalimantan Selatan.

Penilaian Geospasial Banua Award 2024 ini telah diselenggarakan sejak Mei 2024. Proses penilaian dilakukan Tim Dewan Juri melalui dua tahapan penilaian. Tahap pertama penilaian terhadap pengisian form/lembar pelaporan kinerja simpul jaringan informasi geospasial secara online melalui https://geoportal.kalselprov.go.id/SimonGeo/ oleh pemerintah 13 kabupaten/kota dan 32 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Selanjutnya pada tahap kedua dilaksanakan verifikasi melalui presentasi terhadap enam peserta terbaik pada masing-masing kategori.

Geospasial Banua Award Tahun 2024 diberikan dalam dua kategori. Yaitu kinerja simpul jaringan informasi geospasial terbaik pada kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dan Kategori SKPD Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekdaprov Kalsel berfoto bersama penerima penghargaan Geospasial Banua Award 2024

Dimana penerima penghargaan untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota adalah Kota Banjarbaru sebagai juara pertama, disusul Kabupaten Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Selatan di posisi juara 2 dan juara 3 Selanjutnya Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru dan Hulu Sungai Tengah, secara berurutan meraih juara harapan 1 sampai 3.

Sedangkan penghargaan untuk kategori SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup, sebagai juara 1, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juara 2, dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai juara 3. Untuk juara harapan 1 sampai 3, diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, dalam sambutannya, yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, menegaskan bahwa penyelenggaraan informasi geospasial tidak hanya sebagai bentuk evaluasi kinerja, tetapi juga merupakan upaya meningkatkan komitmen dan kinerja simpul jaringan informasi geospasial daerah secara optimal, pada lingkup simpul jaringan pemerintah kabupaten/kota dan SKPD unit produksi pada simpul jaringan Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekdaprov Kalsel saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Kinerja penyelenggaraan informasi geospasial daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang optimal dan unggul adalah buah dari kerja keras bersama dan kita harapkan mampu mewujudkan big data dan good governance,” ujarnya.

Sementara itu, kepada wartawan usai acara, Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor mengungkapkan, keberhasilan dalam pengelolaan jaringan informasi geospasial, tidak lepas dari peran sumber daya manusia yang kompeten di bidang informasi geospasial serta dukungan teknologi mutakhir.

“Kompetensi SDM dan penerapan teknologi yang tepat akan memastikan bahwa data geospasial yang dihasilkan lebih cepat, mudah diakses, dan relevan dengan kondisi aktual di lapangan,” ujar Ariadi.

Melalui Geospasial Banua Award 2024 ini, tambah Ariadi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat menginspirasi pemerintah kabupaten/kota serta SKPD untuk terus berinovasi, memanfaatkan data geospasial.

“Penghargaan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan data geospasial, pengelolaan data terintegrasi, serta mendorong kolaborasi antar lembaga dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berkinerja baik,” tutupnya.

Dengan adanya Geospasial Banua Award, Kalimantan Selatan berharap dapat menjadi pionir dalam penerapan teknologi geospasial di Indonesia, menjadikannya sebagai alat utama dalam menghasilkan dan memanfaatkan data informasi geospasial akurat, mutakhir, dan berkualitas dalam rangka mendukung pembangunan daerah yang maju, terarah, dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula peluncuran Geoportal Kalimantan Selatan Versi 2. Dimana ini merupakan simbolisasi pemutakhiran inovasi dan teknologi yang mampu mendorong kinerja pengelolaan informasi geospasial di Provinsi Kalimantan Selatan. Yakni Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM di bidang geospasial dan mengintegrasikan teknologi informasi yang diperlukan dalam pengelolaan data tersebut. (RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel terima kunjungan Wantannas RI

BANJARBARU – Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Selatan, dalam rangka melakukan kajian terhadap usaha pertambangan batubara di daerah ini.

Baik dari segi manfaat, potensi konflik, ketaatan aturan, aspek ketenagakerjaan, tanggung jawab sosial, kesejahteraan masyarakat untuk menunjang ketahanan nasional.

Kedatangan Wantannas RI disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Adi Santoso, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Rabu (28/8).

Pertemuan Wantannas RI dengan jajaran Pemprov Kalsel

Kepada wartawan, Analisis Kebijakan Evaluasi Dan Resiko Pembangunan Nasional Kedeputian Polstra Wantannas RI, Kolonel Laut (H) Rudy Hartono menyampaikan, kunjungan tim Wantannas RI khususnya Deputi Politik dan Strategi (Polstra) ke Provinsi Kalsel adalah dalam rangka melakukan kajian terhadap usaha pertambangan batubara di Kalsel, baik dari segi manfaat, potensi konflik, ketaatan aturan, aspek ketenagakerjaan, tanggung jawab sosial, kesejahteraan masyarakat untuk menunjang ketahanan nasional. Hal ini juga merupakan tugas dan fungsinya yakni membantu Presiden selaku Ketua Wantannas dalam hal saran tindak pertimbangan untuk penyelenggaraan bidang ketahanan nasional.

“Kedatangan Deputi Polstra Wantannas RI ke Kalsel adalah untuk menggali data dan informasi. Sejauh mana tata kelola pertambangan batubara, apakah sudah sesuai aturan hukum, bagaimana dampak positif bagi masyarakat misalnya dalam hal peluang berusaha dan lapangan kerja, tanggung jawab sosial penambang terhadap pemerintah daerah dan masyarakat,” ungkap Rudy.

Menurutnya, apabila pertambangan batubara sesuai aturan dan berdampak positif, maka tidak ada potensi konflik, baik dalam hal ini, masyarakat, pemerintah dan penambang akan solid membangun wilayah serta dapat mendukung ketahanan nasional.

“Seluruh data dan informasi yang didapat di Kalsel selanjutnya akan dikaji dan dirapatkan di Jakarta dengan mengundang lembaga terkait. Termasuk juga merumuskan solusi jika ada permasalahan,” tutup Rudy.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Adi Santoso menyampaikan, Pemprov Kalsel mengapresiasi kunjungan Wantannas RI untuk melakukan kajian pengelolaan tambang batubara untuk mendukung perekonomian daerah dan ketahanan ekonomi nasional.

“Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berharap, hasil kunjungan akan menghasilkan rumusan kebijakan yang mendukung pengelolaan tambang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah, lingkungan yang lestari dan memberikan kesejahteraan masyarakat,” tutup Adi. (MRF/RDM/RH)

Paman Birin Lepas Kontingen Kalsel Untuk Ikuti PON Aceh dan Sumut

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melepas Kontingennya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Dilepas langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (28/8).

Penyerahan bendera kontingen Kalsel oleh Gubernur Kalsel

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berpesan kepada seluruh atlet yang mengikuti PON Aceh dan Sumatera Utara mendatang, agar dapat bertanding dengan maksimal.

“Perjuangan para atlet untuk sampai kepada ajang PON ini, tentunya dengan perjuangan yang sangat berat,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Paman Birin, para atlet dapat memanfaatkan momentum ini, untuk meraih prestasi terbaik. Agar dapat meraih medali.

“Para atlet diminta untuk memberikan prestasi terbaiknya, sehingga dapat membawa medali emas ketika pulang kembali di Banua,” ujar Paman Birin.

Gubernur juga memberikan tips kepada para atlet yang akan bertanding tersebut, agar dapat tenang pada saat bertanding, sehingga dapat bertindak cepat, terukur, serta akurat. Sehingga, kemenangan dapat diraih.

“Bertandinglah dengan tenang,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Hermansyah mengatakan, 400 orang lebih Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan siap meramaikan PON di Aceh dan Sumatera Utara.

“Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan yang diberangkatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ke PON Aceh dan Sumut sebanyak 482, dengan jumlah atlet sebanyak 393, serta tim pendukung sebanyak 89,”jelas Hermansyah.

Banyak atlet yang dikirim tersebut, tentu berkat dukungan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Sebelumnya atlet yang akan dikirim hanya sekian 100 lebih saja. Namun, berkat Paman Birin maka seluruh atlet yang lolos pada PON ini diberangkatkan semuanya,” ujar Hermansyah.

Sehingga diharapkan, dengan kekuatan penuh ini Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan dapat meraih prestasi terbaik pada PON Aceh dan Sumut mendatang. (SRI/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Bersama FKG ULM dan IPROSI Surabaya, Gelar Baksos

HSS – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan Ikatan Prostodonsia Indonesia Surabaya menggelar Bakti Sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (28/8).

Kepada wartawan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, di sela kegiatan mengatakan, bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2024, dalam bentuk pemberian topikal aplikasi fluor (TAF) kepada anak – anak serta pemasangan gigi tiruan kepada masyarakat Desa Lok Lahung.
Ia berharap, ke depan RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan dapat semakin dikenal secara luas.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto saat memberikan komentarnya

“Beberapa masyarakat melakukan pemasangan gigi tiruan lepasan baik rahang atas dan bawah,” ucapnya

Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Wayan Arya menyampaikan, kegiatan bakti sosial ini telah diikuti sebanyak 50 pasien mulai dari anak – anak dan orang dewasa. Mereka diberikan pelayanan dengan berbagai macam diagnosa seperti gigi berlubang, karang gigi dan pencabutan sisa akar.

Dosen FKG ULM Wayan Arya, saat diwancara

“Kita berikan penyuluhan edukasi cara menyikat dan merawat gigi sejak dini,” katanya

Lebih lanjut Wayan menambahkan, gelaran bakti sosial ini merupakan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) bersinergi dengan RSGM Gusti Hasan Aman untuk menyehatkan masyarakat di Kalimantan Selatan, untuk tema Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2024 tentang “Senyum Sehat Indonesia”. Ia berupaya, dapat semakin memberi manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat di Banua.

“Kesehatan gigi dan mulut sangat penting, karena mempengaruhi kesehatan tubuh,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Tanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel atas Raperda Perubahan APBD 2024

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Roy Rizali Anwar memberikan tanggapan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kalsel atas rancangan peraturan daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 dalam rangkaian agenda Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada Rabu, (28/8).

Suasana Rapur DPRD Kalsel

Pada Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila Muhidin itu, total ada delapan fraksi DPRD Provinsi Kalsel yang menyampaikan pandangan umumnya secara bergantian. Secara umum, isi dari muatan pandangan fraksi mengapresiasi serta memberikan saran-saran yang membangun untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat “Banua”.

Menanggapi hal tersebut, Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas saran, masukan dan harapan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi wakil rakyat “Rumah Banjar”. Paman Birin meyakini, bahwa setiap harapan tersebut merupakan cerminan dari aspirasi masyarakat Kalsel.

“Tentunya setiap pandangan umum yang disampaikan mencerminkan kepedulian yang mendalam terharap kemanuan dan kesejahteraan daerah kita,” katanya.

Secara umum, Paman Birin sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi tersebut. Keselarasan ini, menurutnya, menunjukan bahwa eksekutif dan legislatif memiliki kesamaan visi yang sama untuk memajukan Kalsel.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalsel. Apresiasi juga kami sampaikan atas dedikasi dan komitmen seluruh pihak dalam upaya bersama membangun Kalsel yang semakin baik,” ucapnya.

Paman Birin menambahkan Raperda APBD Perubahan Tahun 2024 ini merupakan komitmen serta tanggung jawab bersama untuk membangun Kalsel.

“Pemprov berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran secara tepat dan efisien sesuai dengan tema pembangunan Kalsel di Tahun 2024 yaitu “Peningkatan Kualitas Daya Saing Daerah Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version