Paman Yani Apresiasi Capaian CSR Bank Kalsel Cabang Batulicin

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi Bank Kalsel cabang Batulicin, yang telah banyak membantu masyarakat Tanah Bumbu melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi (kiri) saat mengunjungi Bank Kalsel cabang Batulicin

Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, saat melaksanakan monitoring penggunaan dana CSR Bank Kalsel Batulicin, pada Selasa (6/8).

“Sepanjang ini Alhamdulillah dana CSR yang dikucurkan Bank Kalsel ke masyarakat Tanah Bumbu sudah baik,” kata Paman Yani.

Capaian Bank Kalsel cabang Batulicin tersebut menurut Paman Yani, sepatutnya menjadi contoh bagi bank lain yang membangun usaha di Tanah Bumbu.

“Kalau memang membangun usahanya di Tanah Bumbu, kalau bisa CSR nya juga ke masyarakat Tanah Bumbu,” tutur Paman Yani.

Paman Yani berujar, Bank Kalsel merupakan bank yang dibentuk untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kalsel termasuk Tanah Bumbu.

Oleh karena itu dalam setiap kegiatan kedewanan, Paman Yani selalu mendorong masyarakat untuk menjadikan Bank Kalsel sebagai wadah aman menyimpan uang, serta memanfaatkan segala fasilitas yang diberikan Bank Kalsel.

“Karena bagaimanapun hasil dari usaha Bank Kalsel itu kemanfaatannya memang untuk masyarakat,” tandas Paman Yani.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank Kalsel Cabang Batulicin, Teguh Indra Bayu, menjelaskan dana CSR yang mereka kucurkan selalu dikerjasamakan dengan pemerintah daerah.

Hal itu bertujuan agar setiap dana yang dikeluarkan benar-benar keperluan untuk mengayomi dan mensejahterakan perekonomian masyarakat.

“Misalnya UMKM dan bantuan kemasyarakatan. Alhamdulillah memang sejauh ini kami senang bisa membantu masyarakat di Tanah Bumbu,” pungkas Teguh. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rakor Persiapan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka menyiapkan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024.

Suasana Rapat Koordinasi, Dinas Pariwisata Kalsel

Kepada Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada, Selasa (6/8) mengatakan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 ini untuk memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan Ke-74. Kegiatan akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 14 – 17 Agustus mendatang, berlokasi di kawasan Siring Nol KM Banjarmasin.

“Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 akan dimeriahkan berbagai macam lomba,” jelasnya

Disampaikan Syarifuddin, pihaknya tetap menggelar event tahunan seperti Kampung Banjar. Di mana, Dinas Pariwisata Kalsel, bekerjasama dengan Event Organizer telah menyiapkan secara gratis stand-stand Kampung Banjar yang akan diisi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan, dengan memperkenalkan ciri khas daerah masing-masing, baik tentang informasi Destinasi Wisata Unggulan, atau Kulinernya.

“Selain lomba Stand Kampung Banjar, kita juga menggelar Lomba Kelotok Hias, Fotografi, dan E-sport (Mobile Legend),” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 rencana akan dilakukan pada 14 Agustus mendatang setelah peringatan Hari Jadi Kalsel. Dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau akrab disapa (Paman Birin) dan diiringi penampilan dari acil-acil jukung Pasar Terapung Lok Baintan dengan berbagai atraksi-atraksi menariknya, di kawasan Sungai Martapura.

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkat roda perekonomian masyarakat di Banua, bagi pelaku ekonomi kreatif, kuliner dan hotel,” tutup Pj Bupati Tapin.

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024, bertempat disalah satu Hotel Berbintang Banjarmasin. (DISPAR.KALSEL-NHF/RDM/RH)

DPKP Kalsel Dapatkan Bantuan Program Irigasi Perpompaan dari Dana APBN Pusat

BANJARBARU – Untuk meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperoleh program irigasi perpompaan dari dana APBN atau pemerintah pusat yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, bahwa kegiatan irigasi perpompaan mendukung optimalisasi persawahan, khususnya lahan sawah tadah hujan. Program irigasi perpompaan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air irigasi di lahan sawah yang tidak tercapai oleh sumber air irigasi yang tersedia, baik akibat berada di ujung atau berada di bawah saluran irigasi yang ada.

Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi

“Program ini juga mendukung optimalisasi lahan untuk program perluasan areal tanam yang terbagi di 13 Kabupaten/Kota yang di Kalsel. Dalam pelaksanaannya, program irigasi perpompaan tahun ini melibatkan partisipasi masyarakat dengan mengalokasikan dana dari pemerintah pusat kepada kelompok tani yang mengerjakan,” ungkap Gazali, belum lama tadi.

Ia menambahkan, berbagai pembangunan seperti pembangunan rumah pompa dan pemasangan pompa diameter minimal 4 inci dilakukan dengan dana sekitar 112.800 juta per kegiatan dan ada 109 kegiatan yang dilaksanakan tahun ini. Selain itu, ada juga kegiatan pompalisasi yang berbentuk hibah barang berupa pompa ukuran 3 inci yang dapat dibawa kemana saja dan fungsinya tidak hanya sebagai penyedia air irigasi sawah tetapi juga untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Program irigasi perpompaan melalui tahapan pemetaan, identifikasi desain, dan pelaksanaan Konstruksi Perpompaan,” lanjut Gazali.

Ia menambahkan, dengan program irigasi perpompaan ini, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertanian dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

“pembangunan jembatan dilakukan untuk mempermudah mobilisasi alat dan pompa yang diperlukan para petani serta saluran pintu air dan pompa juga disediakan untuk mendukung kegiatan di lahan persawahan,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)

Jelang Pilkada Serentak, Paman Birin dan Acil Odah Minta Kades dan BPD se-Tapin Jaga Situasi Kondusif

TAPIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah, mengukuhkan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa dan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) se-Kabupaten Tapin, Selasa (6/8) di Pendopo Galuh Basari, Jalan Datu Nuraya Komplek Perkantoran Rantau Baru, Kabupaten Tapin.

Gubernur didampingi Ketua TP PKK Kalsel, menyerahkan SK perpanjangan masa jabatan kepada salah satu kades di Tapin

Pengukuhan masa jabatan kades dan penyerahan SK oleh Paman Birin, disertai penyerahan SK penyesuaian jabatan Ketua TP PKK tingkat desa secara simbolis oleh Acil Odah didampingi Pj Ketua TP PKK Tapin, Masrupah Syarifuddin.

Pada kesempatan itu, Paman Birin mengingatkan, penting bagi para kades untuk menjaga keamanan dan situasi kondusif di wilayah masing – masing, apalagi saat ini masyarakat tengah menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Penting bagi kades melakukan sosialisasi dan edukasi politik kepada masyarakat agar menjadi warga yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Ciptakanlah suasana Pilkada yang gembira. Dengan pelaksanaan Pilkada yang menggembirakan bagi rakyat kita berharap pada saatnya akan muncul tampil pemimpin yang membawa kegembiraan,” ucap Paman Birin.

Gubernur dua periode ini juga mengingatkan para kades atau biasa dipanggil pambakal, bahwa perpanjangan masa jabatan ini adalah kesempatan melanjutkan pengabdian untuk masyarakat di desanya dengan bekerja lebih baik.

Kepala desa ujarnya, memiliki peran peran strategis dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, karena dari pemerintahan desa lah sebagian besar pelayanan publik itu dimulai. Banyak data-data yang dibutuhkan sebagai dasar pengambilan kebijakan, seperti data penyandang disabilitas, lansia orang miskin dan sebagainya.

Paman Birin juga berpesan, para kepala desa agar mempertahankan kerjasama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan transparan.

“Pastikan ada kesinambungan dan peningkatan dari capaian-capaian sebelumnya,” pesan Paman Birin.

Pada bagian lain, disebutkan sebelumnya jumlah desa miskin dan sangat miskin di Kalsel mencapai 1.438 desa. Namun status itu tuntas di 2024 atau 80 persen desa sudah termasuk maju sesuai penilaian pemerintah pusat.

“Ini kerja bersama, terima kasih dan penghargaan luar biasa untuk kepala desa,” ujarnya.

Sebelum beranjak dari podium, Paman Birin memanggil 10 kades untuk naik ke panggung. Salah satu kades diberi tantangan untuk menyebut nama-nama sembilan rekannya itu dan desa asal mereka dan ditanya nama Pj Bupati Tapin. Karena semua bisa dijawab, masing-masing diberi uang tunai.

Selanjutnya 10 anggota TP PKK Tingkat Desa dipanggil ke panggung dan mereka diminta menyebutkan 10 Program PKK. Kemudian, 11 anggota BPD pun diberi kesempatan tampil ke depan.

Sebelumnya, Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin MPd mengatakan, kehadiran Paman Birin dan Acil Odah dalam pengukuhan masa jabatan ini, sebagai bukti keduanya menyatu dengan rakyat dan kebersamaan dengan niat memajukan Kalsel, khususnya di Tapin.

Khusus kepada para kades, Syarifuddin berharap, mereka lebih semangat dalam bekerja dan mengabdi di desa masing-masing.

Pengukuhan perpanjangan masa jabatan Kepala Desa dan Badan Bermusyawarah Desa (BPD) se Kabupaten Tapin diakhiri dengan foto bersama. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Terus Lakukan Pembinaan Terhadap Kampung Proklim

BANJARMASIN – Pertumbuhan Program Kampung Iklim atau Proklim di Kota Banjarmasin semakin meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love menjelaskan, tingginya pertumbuhan Proklim di Kota Banjarmasin ini, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Kadis DLH Banjarmasin Alive Yoesfah Love (Tengah)

“Sejak 10 tahun lalu, DLH Kota Banjarmasin terus melakukan pembinaan Kampung Proklim hingga saat ini,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/8).

Menurutnya hal ini mengingat Program Kampung Iklim ini merupakan suatu gerakan berskala nasional, yang bertujuan untuk mengendalikan perubahan iklim dengan melibatkan komunitas masyarakat serta pemangku kepentingan.

“Di Kota Banjarmasin untuk Proklim ini sudah mendapatkan penghargaan tertinggi berupa Trophy Lestari, pada tahun:2023 diberikan kepada kawasan Sungai Miai RW 2, Kecamatan Banjarmasin Utara,” ujarnya.

Proklim ini sangat bermanfaat untuk warga Kota Banjarmasin. Dalam hal mengatasi perubahan lingkungan.

“Karena itu, kami mengajak seluruh SKPD terkait yang ada di Kota Banjarmasin, untuk terlibat aktif dalam pembinaan Kampung Proklim ini,” ucap Alive.

Selama ini, tambahnya, untuk pembinaan Kampung Proklim DLH Kota Banjarmasin didukung oleh CSR perusahaan yang ada di kota ini.

Sementara itu, di Kota Banjarmasin untuk Kampung Proklim Sungai Miai 2 Banjarmasin sudah siap menghadapi perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Ketua Proklim Sungai Miai RW 2 Agusliana mengatakan, dalam menjalankan Kampung Proklim ini, tentu pihaknya melibatkan warga setempat.

“Proklim dapat berjalan hingga saat ini. Di Kampung Proklim Sungai Miai RW 2 ini, sudah dilengkapi dengan ketahanan pangan adanya kebun pangan serta tanaman obat, selain itu dilengkapi dengan adanya kolam ikan, Bank Sampah, tempat daur ulang sampah, serta lainnya,” ungkap Agusliana.

Sehingga Kampung Proklim Sungai Miai RW 2 ini, merupakan kampung Proklim yang siap menghadapi perubahan iklim saat ini. (SRI/RDM/RH)

Paman Birin dan Acil Odah Peringati Hari Indonesia Menabung, Bersama Pelajar SLB Negeri 2 Martapura

BANJAR – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP-PKK Kalsel, Raudatul Jannah, atau Acil Odah, menghadiri acara puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2024. Kehadiran mereka disambut dengan antusias yang luar biasa oleh para pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Martapura Kabupaten Banjar pada Selasa (6/8) pagi.

Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel berfoto bersama Dirut Bank Kalsel (paling kanan) dan Kepala OJK Kalsel (tiga dari kiri) serta siswa disabilitas

Bertempat di halaman SLB Negeri 2 Martapura, tarian Radap Rahayu yang memukau dan penampilan pantomim oleh siswi SLB Negeri 2 Martapura semakin menambah semarak acara.

Sebagai bentuk apresiasi, seorang siswa peraih juara 1 merangkai bunga tingkat provinsi, menyerahkan buket bunga hasil karyanya secara langsung kepada Paman Birin, tidak hanya itu, sebuah lukisan karya siswa juga diberikan sebagai tanda penghormatan kepada Paman Birin.

Acara ini digelar Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk komitmen untuk memberikan literasi keuangan kepada penyandang disabilitas sebagai puncak peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2024.

Salah satu program Bank Kalsel yaitu Bekal untuk Masa Depan (BAKANTAN) merupakan program yang menyasar para pelajar bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang perbankan, dan menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.

Dengan target pembukaan 6.578 rekening siswa sekolah umum dan 1.000 rekening siswa SLB, Bank Kalsel menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan inklusi keuangan, langkah ini juga sejalan dengan program KEJAR (Keuangan Inklusif bagi Anak dan Remaja) yang digalakkan OJK.

Dalam sambutannya, Paman Birin menegaskan pentingnya menabung sebagai bagian dari upaya strategis mencapai cita-cita bangsa.

“Satu abad Indonesia pada tahun 2045, kita bertekad menjadikan Indonesia sebagai negara Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, yaitu negeri yang makmur di bumi dan di akhirat. Ini adalah harapan dan cita-cita seluruh rakyat Indonesia dalam menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Paman Birin.

Lebih lanjut, Paman Birin menyatakan bahwa Indonesia Emas 2045 adalah perwujudan dari cita-cita untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat, termasuk penyandang disabilitas.

“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan bahwa kesejahteraan ini dapat dinikmati oleh setiap individu tanpa terkecuali,” tutur Paman Birin.

Menurut Paman Birin, menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga membangun disiplin dan merencanakan masa depan.

“Ketika kita muda, kita seringkali tergoda untuk menghabiskan uang tanpa berpikir panjang. Namun, dengan menabung, kita belajar untuk menghargai setiap rupiah yang kita miliki dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menekankan pentingnya menabung serta komitmen Bank Kalsel dalam memastikan setiap warga negara memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan.

“Di momen yang sangat istimewa ini, dimana kita tidak hanya merayakan pentingnya menabung tetapi juga menegaskan komitmen kita untuk memastikan bahwa setiap warga negara tanpa terkecuali memiliki akses yang setara terhadap layanan keuangan,” ujar Fachrudin

Fachrudin juga menyampaikan dukungan penuh Bank Kalsel terhadap program kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertujuan mengedukasi inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas.

“Bank Kalsel mendukung program kerja OJK untuk mengedukasi inklusi keuangan kepada penyandang disabilitas dengan membuat program yang ramah untuk disabilitas,” tambahnya.

Tampak hadir pada acara tersebut Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo beserta jajaran OJK Kalsel, Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Martapura dan seluruh siswa dan siswi SLBN 2 Martapura. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Gelar Pelatihan Pengelola Perpustakaan Bagi LP/Rutan se Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Pelatihan Pengelola Perpustakaan bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan (Rutan) se-Provinsi Kalsel yang bertempat di aula kantor Dispersip Kalsel, Selasa (6/8).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perwakilan pengelola perpustakaan Rutan/Lapas se Kalsel ini dibuka langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan menghadirkan narasumber Fungsional Pustakawan Ahli Madya Dispersip Kalsel, Arbayah.

Kepala Dispsersip Kalsel, Nurliani mengatakan, pelatihan bagi pengelola perpustakan Lapas/Rutan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh pihaknya.

“Ini yang pertama, biasanya kami melaksanakan bagi pengelola perpustakaan sekolah maupun perguruan tinggi,” katanya.

Pelatihan ini, lanjutnya, merupakan usulan salah satu Lapas/Rutan di Kalsel yang meminta untuk diadakannya pelatihan tersebut guna meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan setempat.

Dalam pelatihan ini, Dispersip Kalsel memberikan materi terkait tata cara pengelolaan perpustakaan yang baik seperti sisi administrasi, menyusun buku-buku sesuai kategori sampai buku-buku tersebut siap untuk ditayangkan.

“Alhamdulillah sambutan mereka sangat antusias, karena selama ini mereka hanya belajar secara otodidak saja,” tuturnya.

Nurliani pun berharap pelatihan ini dapat meningkatkan layanan perpustakaan kepada warga binaan di Lapas/Rutan se-Kalsel, dan dapat membudayakan minat baca bagi warga binaan mereka.

“Dengan adanya budaya membaca bagi warga binaan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka ketika nanti kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Jumlah Naker Yang Ditempatkan, Disnakertrans Kalsel Gelar Forum Komunikasi Penempatan TKDN 2024

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Forum Komunikasi Penempatan Kerja Dalam Negeri Tahun 2024. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Senin (5/8).

Disnakertrans Kalsel Gelar Forum Komunikasi Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2024

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Indonesia masih sangat komplek. Hal ini ditandai dengan ketidakseimbangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik bulan Agustus 2023, jumlah angkatan kerja sebesar 147,71 juta orang, penduduk bekerja sejumlah 139,85 juta orang, dan pengangguran terbuka sebesar 7,86 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,32 persen.

“Itu kondisi ketenagakerjaan secara nasional. Sedangkan untuk kondisi ketenagakerjaan di Kalsel, pada Agustus 2023, jumlah angkatan kerja sebesar 2.173.257 orang, penduduk yang bekerja sejumlah 2.079.681 orang, pengangguran terbuka sejumlah 93.576 orang dengan TPT 4,31 persen, TPT Kalsel pada tahun 2023 berada di bawah TPT nasional,” jelasnya.

Irfan mengungkapkan bahwa tren TPT di Kalsel mengalami penurunan, pada Agustus 2023 sebesar 4,31 persen dan pada Februari 2024 turun menjadi 3,89 persen. Meskipun demikian, menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Disnakertrans tetap berupaya menekan tingkat pengangguran, diantaranya dengan melaksanakan kegiatan job fair, pembinaan dan koordinasi ke instansi yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota serta stake holder terkait, melaksanakan bimtek petugas antar kerja, pembinaan dan penguatan bursa kerja khusus (BKK) dan juga melaksanakan forum komunikasi penempatan tenaga kerja dalam negeri yang dilaksanakan saat ini.

“Tingginya pengangguran juga disebabkan antara lain missmatch lulusan pendidikan/ pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, kurangnya informasi pasar kerja, minimnya perusahaan yang melaksanakan wajib lapor lowongan pekerjaan, kurang optimalnya pelayanan informasi pasar kerja, minimnya sarana dan prasarana pendukung serta anggaran yang dibutuhkan untuk pengelolalan informasi pasar kerja di provinsi dan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Irfan, dalam rangka mengurangi angka pengangguran khususnya di Provinsi Kalsel serta pencapaian kinerja dalam pembangunan bidang ketenagakerjaan maka diperlukan kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah, asosiasi pengusaha, asosiasi profesi, pemberi kerja, bursa kerja swasta, bursa kerja khusus, dunia pendidikan/vokasi, lembaga pelatihan, dan pemangku kepentingan yang ikut berperan dalam isu ketenagakerjaan khususnya penempatan tenaga kerja dalam negeri.

Irfan berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Forum Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2024 ini, dapat berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kerja yang ditempatkan, termasuk tenaga kerja penyandang disabilitas, sehingga angka pengangguran terus semakin menurun.

“Selain itu, melalui kegiatan ini, diharapkan pelaporan data penempatan tenaga kerja dapat disampaikan tepat waktu secara berkala dan periodik, sebagai salah satu bahan kebijakan bidang ketenagakerjaan baik di tinggkat pusat maupun di daerah,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Meriahkan HUT RI ke -79, BPPRD Banjarbaru Berikan Diskon dan Bebaskan Denda Pembayaran Piutang PBB-P2

BANJARBARU – Memeriahkan momen kemerdekaan RI ke-79 tahun 2024 ini, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Banjarbaru memberikan diskon khusus untuk pembayaran piutang PBB-P2 dan bebaskan dendanya, dari tahun 1990 – 2023.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala BPPRD Banjarbaru, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, mengatakan Diskon Spesial Kemerdekaan ini dimulai sejak Agustus – Desember 2024 mendatang.

Kepala BPPRD Kota Banjarbaru – Kemas Akhmad Rudi Indrajaya

“Untuk periode pembayaran Agustus hingga Oktober 2024, kami memberikan diskon sebesar 10 persen. Sedangkan periode November hingga Desember, diskonnya 5 persen,” jelasnya, Selasa (6/8).

Menurut Rudi, diskon ini merupakan upaya pemerintah kota dalam mengurangi piutang PBB-P2 wajib pajak di Kota Banjarbaru.

Sementara itu, di ruang kerjanya, Kabid PBB dan BPHTB BPPRD Banjarbaru, Saparuddin mengatakan, dari data yang dimiliki pihaknya, piutang PBB hingga akhir tahun 2023 lalu masih mencapai Rp64 milliar.

“Angka ini yang masih belum dibayarkan oleh wajib pajak di Kota Banjarbaru,” ucap Sapar (6/8).

Meski begitu, disampaikannya, sejak adanya diskon pajak Piutang PBB ini, yang tahun ke tahun, angka piutang ini berkurang.

“Artinya, antusias masyarakat dalam memanfaatkan momen diskon seeprti ini, cukup tinggi. Nah, jadi masyarakat yang ingin membayarkan piutang PBB-nya, dapat mengunjungi mobil pelayanan BPPRD yang berkeliling di 20 Kelurahan Kota Banjarbaru, atau bisa datang langsung ke kantor UPT pajak daerah. Atau juga loket pembayaran kantor BPPRD Banjarbaru,” tutup Sapar.

Bank Kalsel dan OJK Kolaborasi Berikan Literasi Keuangan Untuk Penyandang Disabilitas Di Banua Enam

TABALONG – Komitmen Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan literasi keuangan kepada penyandang disabilitas dibuktikan. Kali ini Bank Kalsel bersama OJK melakukan roadshow ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di wilayah Banua Enam mulai 29 Juli – 2 Agustus 2024 melalui kegiatan Hari Nasional Menabung dengan mengambil tema “Inklusi Bagi Penyandang Disabilitas”.

Kick Off pelaksanaan kegiatan ini dilakukan, Senin (29/7) dengan mengunjungi SLB Negeri Tanjung, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Bagian Pengawasan PUJK, EPK dan LMS OJK Kalsel Andi Rahman Yuliman, perwakilan Bank Kalsel Kantor Pusat Januar Puji Asymi, Plt. Kepala Bank Kalsel Cabang Tanjung Bobby Hermawan dan Asisten Perekonomian Kabupaten Tabalong Norzain A. Yani.

Pada waktu yang sama, Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Kalsel, Andika Prassetia menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel dalam menyelenggarakan Program Back To School yang diberi nama BEKANTAN (BEKAl uNTuk mAsa depaN).

“Tahun ini, OJK Provinsi Kalsel menargetkan konsistensi dan keberlangsungan pelaksanaan program Back to School (BEKANTAN) dari Bank Kalsel, untuk bisa menyasar strategis kegiatan pada peningkatan literasi dan inklusi masyarakat khususnya penyandang disabilitas, yaitu siswa-siswi di SLB, karena tidak menutup kemungkinan nanti di masa yang akan datang Bank Kalsel dapat memberikan kesempatan berkarir bagi adik-adik disabilitas tersebut,” ucap Andika.

Lebih lanjut, dengan kolaborasi ini, siswa-siswi SLB juga mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk mengenal sektor jasa keuangan dan mengakses layanan keuangan yaitu Tabungan belajar.

“Dengan kolaborasi bersama stakeholder dan pemda dapat menjadi cakupan yang luas, menjangkau masyarakat di wilayah 3T. Kami yakin dan berharap Bank Kalsel adalah bank pembelajar, dan terus meningkatkan diri untuk menjadi semakin inklusif utk semua kalangan,” ujar Andika.

Di kesempatan lain, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, dalam kegiatan ini Bank Kalsel bersama OJK tahun ini berkolaborasi untuk memberikan inklusi dan literasi keuangan kepada para penyandang disabitas di SLB wilayah banua enam.

“Pada kegiatan tersebut, Bank Kalsel memberikan materi tentang menabung, sementara OJK memberikan edukasi tentang mengelola keuangan. Untuk materi yang diberikan tentunya kami sesuaikan, bahkan diganti dengan banyak gambar sehingga menjadi mudah dipahami oleh kalangan disabilitas,” jelas Fachrudin.

Lebih lanjut, tidak hanya sampai disitu, dalam event ini juga digelar games menarik seperti Ranking 1 agar para disabilitas semakin semangat dalam mengikuti kegiatan.

“Ada banyak hadiah yang disediakan, mulai dari bingkisan dari OJK hingga tabungan sebesar Rp500 ribu dari Bank Kalsel, Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembukaan tabungan untuk kalangan disabilitas. Diharapkan melalui cara ini mereka semakin semangat untuk menabung demi masa depan mereka,” ungkap Fachrudin.

Sebagai Informasi, Roadshow dilakukan di SLB yang ada di Banua Anam yang meliputi wilayah Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Tapin dan Hulu Sungai Utara (HSU). (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version