Jalin Kembali Silaturrahmi, Pj Sekdako Banjarbaru Ajak Wartawan Makan Bareng

BANJARBARU – Ditengah kesibukannya sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani (Bunda Nunung) menyempatkan untuk berkumpul dengan para awak media yang biasa bertugas di Kota Banjarbaru, dengan makan bersama di salah satu rumah makan di kota ini, Senin (5/8).

Ya, Bunda Nunung yang dikenal dekat dengan wartawan ini sengaja melakukan hal tersebut, meski masih dihari-hari awal penunjukannya sebagai Pj Sekdako.

“Bunda senang sekali, hari ini bisa bertemu dengan rekan-rekan Bunda dari media. Tolong kerjasamanya ya, selama Bunda di sini (bertugas dipemko Banjarbaru),” ucap Bunda Nunung.

Pj. Sekdako Banjarbaru yang baru ditugaskan sejak 1 Agustus ini juga berharap, pemberitaan di kota Idaman ini selalu positif.

“Bunda berpesan, agar rekan-rekan wartawan juga selalu memberitakan berbagai hal yang positif di kota ini. Agar kondusifitas selalu terjaga,” tutupnya.

Ia juga mengingatkan, agar apapun informasi yang didapat tentang Pemko Banjarbaru, harus dikonfirmasi sebelumnya.

Sebelumnya, di hari yang sama Bunda Nunung juga menjadi Pembina upacara di Setdako Banjarbaru. Ia menutup amanatnya dengan sebuah pantun.

“Dengan Bismillah Bunda melangkah,
Menuju Banjarbaru yang penuh berkah,
Mohon terima Bunda dengan lillah karena Allah,
Agar Bunda bisa menjalankan tugas dengan amanah.

Satu lagi,
Tapai Gambut liwar manisnya
Baras lakatan itu bahannya
Mari kita bekerja bersama
Agar Banjarbaru selalu JUARA,” tutupnya dengan tersenyum. (RDM/RH)

Paman Birin Bakal Pimpin Kirab Merah Putih ke-5 dan Peresmian Jalan Bebas Hambatan Batulicin – Banjarbaru

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, akan memimpin Kirab Merah Putih ke-5 bersama ribuan rider dalam rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024, sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Batulicin – Banjarbaru pada Sabtu, (24/8) mendatang.

Suasana rapat persiapan Kirab Merah Putih 2024

Diperkirakan, sebanyak 10.000 peserta akan meramaikan kegiatan Kirab Merah Putih ini, terdiri dari ASN SKPD Pemprov Kalsel, anggota TNI/Polri, BUMN komunitas motor dan masyarakat umum.

Seperti tahun sebelumnya, Kirab Merah Putih ke-5 Tahun 2024 ini akan menggunakan pakaian ala pejuang/tactical dan outfit merah putih.

Adapun rute Kirab Merah Putih ke-5 yaitu start dimulai dari Makodim 1022/Tanah Bumbu, lalu menuju Desa Mantewe; Desa Kahelaan, Sungai Pinang; Tiwingan Lama, Aranio dan Alam Roh 24 Kiram (Finish). Total rute yang akan ditempuh sekitar 192 kilometer.

Rencana kegiatan Kirab Merah Putih ke-5 disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Kantor Setdaprov Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru pada Senin (5/7).

Rapat ini turut dihadiri Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Dirlantas Polda Kalimantan Selatan, Pimpinan SKPD Pemprov, Tenaga Ahli Gubernur dan jajaran Forkopimda Kalsel, Ketua Komunitas Sepeda Motor dan Undas Production (EO) serta jajaran SKPD Provinsi Kalsel.

“Alhamdulillah, pada rapat hari ini kita dapat berkumpul dalam rangka Kirab Merah Putih ke-5 sekaligus peresmian jalan bebas hambatan Banjarbaru – Batulicin dan Harjad ke-74 Provinsi Kalsel. Tujuan rapat pada siang ini mengetahui rangkaian konsep dari pihak EO,” ucap Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.

Roy menekankan, agar seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalsel dapat berkoordinasi dan melakukan rapat bersama dengan instansi terkait, demi mempermudah kelancaran kegiatan Kirab Merah Putih tersebut.

Di forum, Roy Rizali tampak berdialog dengan Korem 101/Antasari, Kodim 1022/Tanah Bumbu dan pihak EO yaitu Undas Production yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan di lapangan.

“Perhatikan dan persiapkan, bagaimana peserta kirab agar mendapatkan konsumsi makanan dan penginapan, sehingga antar stakeholder harus bersinergi dan berkolaborasi dalam acara itu di lapangan,” tegasnya.

Kasiter Kasrem 101/Antasari, Letkol Inf Oo Sahrojat menjelaskan, konsep pelaksanaan beserta diagram waktu. Ia menyebut, dulu sebanyak 7.000 orang maka tahun ini harus lebih meriah lagi maka kuota ditambah menjadi 10.000 orang.

“Perjalanan akan menempuh jarak 192 kilometer, sehingga diperkirakan memakan waktu 4 jam dari titik kegiatan. Mulai dari start di Makodim 1022/Tanah Bumbu menuju Alam Roh 24 di Kiram,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Staf Korem (Kasrem) 101/Antasari Kolonel Inf Hari Santoso menyampaikan, bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan di lapangan, sebagaimana konsep yang telah dirumuskan dalam rapat.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah membahas kegiatan Kirab Merah Putih ke-5. Jadi harapannya, tentu rangkaian acara ini harus lebih bagus dari sebelumnya. Rangkaian konsepnya sudah cukup matang,” ucap Kolonel Inf Hari Santoso, selepas rapat.

Kolonel Inf Hari Santoso menjelaskan, jajarannya akan turun ke lapangan pada lusa atau dua hari ke depan. Ia berharap, momentum peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-79 akan dikenang luar biasa bagi masyarakat, serta diakhir kepemimpinan Gubernur Kalsel, Paman Birin.

Diketahui bahwa Dinsos Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan BPBD Provinsi Kalsel, juga akan mendirikan 3 Dapur Senyum di rest area di sejumlah titik acara. Meriahnya lagi, ada 1.000 unit door prize seperti sepeda motor, AC, mesin cuci, kulkas dan berbagai hadiah lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel dan BPKP Bersinergi Tingkatkan Pengembangan Ekonomi Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar ekspose hasil kajian pengembangan ekonomi Kalsel serta penyerahan Laporan Hasil Pengawasan (LHP) penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Ekspose tersebut diselenggarakan di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Senin (5/7).

Dalam paparannya, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar menyampaikan latar belakang dari pertemuan ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. Tak lupa dirinya juga mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan, atas dedikasi dan komitmen yang telah diberikan dalam melakukan pengawasan penguatan ekonomi, perlindungan sosial, dan pelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

“Bahwasanya latar belakang dari pertemuan pada hari ini berawal dari keinginan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalsel,” ungkap Roy.

Roy menambahkan, pihaknya tak menampik bahwa struktur ekonomi Kalsel masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan dengan kontribusi pada PDRB sebesar 32,02 persen. Ketergantungan yang tinggi pada sektor pertambangan membawa potensi risiko yang tidak bisa diabaikan.

“Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga komoditas di pasar global. Ketika harga komoditas tambang turun, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perekonomian daerah kita. Lalu, tentu ada isu keberlanjutan lingkungan hidup yang juga perlu kita perhatikan dengan serius,” lanjut Roy.

Berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membutuhkan strategi yang komprehensif untuk mendiversifikasi ekonomi, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan.

“Kita perlu mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain yang potensial, sehingga tidak terlalu bergantung pada satu sektor saja,” ucap Roy.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menurutnya menginginkan, hasil kajian tersebut dapat menjadi salah satu acuan dan panduan utama bagi semua pihak, dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat dan relevan untuk memajukan perekonomian Kalsel.

“Dengan menggunakan LHP dan hasil kajian ini sebagai landasan, maka akan mampu merancang strategi yang lebih terarah dan efektif dalam upaya diversifikasi ekonomi. Hal ini akan membantu seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi sektor-sektor lain, menciptakan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tutup Roy. (MRF/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel Umumkan Pemenang Berbagai Lomba yang Digelarnya

BANJARMASIN – Taman Budaya dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, mengumumkan para Pemenang Lomba, melalui Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, akhir pekan tadi.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, usai kegiatan mengatakan, dalam rangkaian Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, yang digelar mulai tanggal 2 – 4 Agustus 2024 di halaman panggung Bakhtiar Sanderta, mulai dari Lomba Vlog, Tari Kreasi, Tema dan Logo serta Festival Pawai Budaya telah diumumkan para Pemenangnya.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat diwancara awak media

“Kita berharap, kesenian di Banua dapat semakin maju,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, pihaknya juga mengumumkan Pemenang Lomba Mural, dan salah satu Stand yang turut memeriahkan di Bazzar Kuliner. Selain itu, menyerahkan piala dan uang pembinaan kepada para Pemenang Lomba. Rangkaian kegiatan ini memperingati Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 dan HUT Kemerdekaan RI ke 79.

“Event tahunan ini selalu digelar dengan terus meningkatkan inovasi,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati, menambahkan, pihaknya mengapresiasi gelaran ini merupakan bentuk pelestarian dan pemanfaatan budaya bagi para seniman dan budayawan. Dalam rangka menghasilkan karya terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap, kesenian di Kalimantan Selatan akan semakin maju.

“Puncak Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, juga digelar perayaan HUT Taman Budaya Kalsel ke 42, semoga semakin berjaya kesenian, di seluruh Kabupaten dan Kota,” tutupnya

Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, menampilkan “Bamandi Pengantin” adat Budaya Banjar

Untuk diketahui, Juara 1 Tari Kreasi diraih Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, kemudian Juara 1 Festival Pawai Budaya, DPD Harpi Melati Kalsel, dan Juara 1 Mural M Irfan Adiyanto (FAINT). Sedangkan Juara 1 Tema Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 74 tahun, diraih Siti Nuridamayanti, dan Juara 1 Logo Rosmia Ahdiyati. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Ekonomi di Eks Kimtrans, Pemprov Kalsel Bagikan Bantuan Hewan Ternak Sapi di Batola

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalsel memberikan bantuan hewan ternak sapi untuk mengembangkan potensi pemukiman serta penguatan ekonomi pada wilayah eks kimtrans di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan bantuan yang diberikan berupa hewan ternak sapi sebanyak 7 ekor dan telah diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan dan didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel pada kegiatan Turdes bulan Juli lalu.

“Jadi tujuh sapi tersebut terdiri dari sapi jantan dan sapi betina agar bisa dikembangbiakkan,” katanya.

Irfan menjelaskan program bantuan hewan ternak ini merupakan salah satu arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor dalam mengembangkan perekonomian, infrastruktur dan kelembagaan pada kawasan eks pemukiman transmigrasi di Kalimantan Selatan.

Untuk itu, Irfan berharap, dengan bantuan ini, masyarakat dapat mengembangkannya sehingga menjadi sentral sapi di Kalimantan Selatan, dan berdampak terhadap perekonomian terus meningkat.

“Kami berharap dengan bantuan ini para warga dapat membudidayakan hewan ternak tersebut agar ke depannya bisa menjadi sentral sapi karena di setiap tahunnya program ini mendapatkan hasil yang signifikan bagus,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Pembangunan Satuan Pemukiman Pugar (PPSP) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Mustapa menambahkan selain memberikan bantuan hewan ternak, pihaknya juga memberikan pelatihan pembibitan dan penggemukan ternak sapi bibit bali.

“Apabila peternakan ini bisa terus dikembangkan maka bisa meningkatkan taraf hidup di wilayah eks kimtrans,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Kepemimpinan Untuk Pemuda

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Banua Tahun 2024, dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Senin (5/8). Acara dibuka oleh Sekretaris Dispora Kalsel Fathul Bahri, didampingi Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah.

“Dilaksanakannya kegiatan ini, agar para pemuda di Banua dapat memiliki pengetahuan bagaimana mengali kemampuan dalam dirinya, untuk bisa menjadi pemimpin,” ungkap Fathul.

Sekretaris Dispora kalsel Fathul Bahri didampingi Kabid Pengembangan Pemuda Anugrah

Dispora Kalsel, lanjutnya, sebagai wadah dalam hal peningkatan kemampuan pemuda di Banua.

“Dispora Kalsel berperan aktif untuk memberikan pelatihan kepemimpinan, kepada pemuda yang ada di 13 Kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Kepemudaan Dispora Kalsel Anugrah mengatakan, pada kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 60 orang, dari perwakilan berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Banua.

“Peserta pelatihan ini dari perwakilan organisasi kepemudaan,” ucapnya.

Anugrah berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut, dan kedepannya akan lahir pemimpin dari pemuda di Banua.

“Peningkatan jiwa kepemimpinan pemuda juga, dalam rangka peningkatan Indek Pembangunan Pemuda di Kalsel,” ucap Anugrah. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Apresiasi Kinerja PAPPRI Kalsel Dalam Memajukan Industri Musik

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, memberikan apresiasi tinggi terhadap Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam acara malam penganugerahan penghargaan dan pemberian bantuan sosial kepada insan musik daerah yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (4/8) malam.

Suasana malam anugerah penghargaan dan penyerahan bantuan PAPPRI Kalsel

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan mengatakan PAPPRI Kalsel telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan seni musik di daerah serta kinerja dalam menciptakan dan mempromosikan karya-karya musik lokal yang patut diapresiasi.

Asisten III Bidang Administrasi Umum, Ahmad Bagiawan saat membacakan sambutan Gubernur

“Pertemuan kali ini dapat memperkuat jalinan silaturahmi antara seniman serta dapat membangun kolaborasi yang erat, termasuk berupaya menjaga kesenian dan kearifan lokal daerah,” katanya.

Sahbirin Noor juga menyoroti peran penting PAPPRI Kalsel dalam mengembangkan peran industri musik di Banua.

“Semoga PAPPRI Kalsel terus berkontribusi dalam melestarikan budaya dan mengangkat potensi musik daerah ke kancah nasional, terus berkarya dan menginspirasi bagi semua,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PAPPRI Kalsel, Dino Sirajuddin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Gubernur, Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan membawa musik Kalimantan Selatan dikenal lebih luas lagi,” tutur Dino.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut beberapa musisi dan pencipta lagu berprestasi dari Kalsel juga menerima bantuan dana atas kontribusi mereka dalam dunia musik yang berasal dari hasil konser Tony Wenas yang merupakan Ketua Umum DPP PAPPRI.

Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, seniman, Komunitas musik dan musisi lokal ini diakhiri dengan penampilan seni musik tradisional dan modern. (BDR/RDM/RH)

Resmi Buka Musda IBI Kalsel, Paman Birin Dorong Bidan Menjadi Pionir Kesehatan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru pada Minggu (4/8) pagi. Musda mengusung tema, “Satukan Langkah Dalam Tranformasi Kesehatan Untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan dan Berkesinambungan Berbasis Bukti.”

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan Ketua Umum IBI Periode 2018-2023, Emi Nurjasmi.

“Selamat datang para peserta Musda IBI ke-7 ini di Bumi Kalsel Babussalam. Dalam musyawarah ini sebagaimana mencerminkan sebuah konsistensi dan solidaritas ikatan bidan di Kalsel,” ungkap Paman Birin di atas podium.

Dalam kesempatan itu, Paman Birin turut mendoakan agar eksistensi kepengurusan ini agar dapat berlanjut dari tahun ke tahunnya. Karena, menurut Paman Birin, sejatinya organisasi ini berperan besar dalam mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Bagi Paman Birin, pelayanan kesehatan di masyarakat sangatlah penting yang bersentuhan langsung dengan warga. Karena kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus diberikan, sebagaimana undang-undang telah merumuskan sebagai sektor pembangunan nasional maupun daerah secara prioritas.

“Oleh sebab itu, sektor kesehatan harus selalu kita perbaiki dari segala kekurangannya. Kita sempurnakan dalam berbagai aspeknya, baik itu anggaran, pelayanan, fasilitas maupun pembinaan,” tutur Paman Birin

Paman Birin berharap agar pengurus baru IBI Kalsel dapat mengemban amanah dan menjalankan perannya di masyarakat, sebagaimana mendukung Gerakan Masyarakat (Germas) Cinta Banua.

“Kepada pengurus baru, saya berharap dapat menjadi pionir kesehatan. Demikian saya ucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Musda IBI Kalsel ke-7 maka saya nyatakan resmi dibuka,” ucap Paman Birin, yang diiringi tepuk tangan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musda ke-7 IBI Kalsel, Mariana menjelaskan, musyawarah ini terbagi dua yaitu sidang terbuka dan tertutup, yang diikuti 140 orang dari pengurus daerah dan sebanyak 2 orang pengurus pusat.

“Tujuan kegiatan Musda ke-7 ini agar mempertahankan eksistensi kebidanan Indonesia di Kalsel. Kita mengacu AD/ART, sesuai dengan semangat itu maka penyelenggaraan ini berlangsung selama dua hari sejak 3-4 Agustus,” ungkap Mariana.

Mariana mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan atau Paman Birin yang selalu mendukung kegiatannya, serta perwakilan pengurus pusat (PP) Ikatan Bidan Indonesia yakni Emi Nurjasmi.

Dalam forum itu diketahui bahwa Supri Nuryani, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Kalimantan Selatan pada periode sebelumnya, menyerahkan tongkat estafet kepengurusan kepada Rusmiati Agustina dalam Musda IBI ke-7 tersebut. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Paman Yani Gelar Sosialisasi Perda Pajak dan Retribusi Daerah di Tanah Bumbu

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, terus mensosialisasikan pentingnya membayar pajak untuk membangun Banua.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kiri) saat menyampaikan sosialisasi wajib pajak

Terbaru, sosialisasi wakil rakyat akrab disapa Paman Yani digelar di Kelurahan Kampung Baru , Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (3/8).

Melalui Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang Pajak dan Retribusi Daerah itu, Paman Yani menyampaikan pentingnya pajak demi kemajuan pembangunan di Banua.

“Segala infrastruktur yang saat ini kita nikmati itu tidak lain sebagian hasil dari pajak yang kita bayarkan,” kata Paman Yani.

Paman Yani juga mengingatkan tentang program relaksasi pajak yang saat ini dilaksanakan Pemprov Kalsel hingga 9 Desember nanti.

Program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) itu menurut Paman Yani harus dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat.

“Keringanan yang diberikan Pemprov Kalsel ini harus dimanfaatkan. Bukan hanya bagi yang menunggak pajak, tetapi bagi yang bayar tepat waktu juga akan mendapat diskon dua persen,” jelas Paman Yani.

Sementara itu, Kasi PKB Samsat Batulicin, Hariyadi, menilai sejak dimulai program relaksasi pajak pada 1 Juli lalu, minat masyarakat untuk membayar PKB di UPPD Samsat Batulicin meningkat dua persen per-hari atau sekitar Rp 1,5 miliar.

Menurut Hariyadi, peningkatan pendapatan harian itu tidak terlepas dari imbauan dan sosialisasi yang dilakukan Paman Yani untuk terus membayarkan pajak kendaraan.

“Termasuk informasi program relaksasi pajak ini. Tidak mungkin menjangkau masyarakat pelosok jika tidak di bantu oleh Paman Yani,” ungkap Hariyadi.(SYA/RDM/RH)

Dinas PKP Provinsi Kalsel Programkan Normalisasi Saluran Tersier

BANJARBARU – Tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP), kembali melaksanakan program normalisasi saluran tersier kawasan pertanian di tiga daerah yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Batola dan Tanah Laut. Pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan luasnya lahan pertanian, memiliki agenda penting pada tahun 2024, yaitu program normalisasi saluran tersier.

Program Normalisasi Saluran Tersier

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kalimantan Selatan dan membantu para petani untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik.

“Untuk kegiatan normalisasi saluran ini nantinya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan dilibatkan untuk membersihkan saluran tersier yang ada di persawahan mereka,” ungkap Gazali.

Dilanjutkanny, Program program normalisasi saluran tersier, dilakukan setiap tahunnya dan akan membersihkan sekitar 11 km saluran untuk setiap tahunnya dari 3 daerah tersebut.

“Dalam program normalisasi saluran tersebut, rata-rata anggaran yang diberikan untuk pembersihan saluran di kawasan pertanian adalah sekitar Rp20 juta per km,” lanjut Gazali.

Anggaran tersebut akan diberikan untuk membersihkan lumpur, gulma, dan rumput yang sudah terendap di saluran. Sistem pembanyaran yaitu upah kerja yang diatur oleh program normalisasi saluran ini adalah dengan memberikan upah kepada kelompok tani yang terlibat dalam pembersihan saluran tersebut.

“Program normalisasi saluran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas irigasi dan produksi pertanian di Kalimantan Selatan. Dengan sistem upah kerja yang merupakan bergotong royong, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat besar bagi petani, tetapi juga membantu meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kawasan pertanian yang ada di sekitarnya,” lanjut Gazali.

Dalam kegiatan normalisasi saluran tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga saluran pertanian agar tetap bersih dan terjaga dengan baik.

“Dengan adanya program normalisasi saluran ini, diharapkan kawasan pertanian di Kalimantan Selatan dapat berkembang lebih baik dan dapat meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian di wilayah Kalimantan Selatan serta membantu mencukupi kebutuhan pangan nasional,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version