Berbagai Kain Khas Nusantara Ditampilkan Pada Pameran Temporer Museum Lambung Mangkurat Kalsel

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar pameran temporer tahun ini, dengan menampilkan berbagai macam kain khas Nusantara.

Kain dari Sumatera jadi salah satu kain yang ditampilkan pada pameran temporer Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Mengusung tema Warna Warni Nusantara, kain yang ditampilkan dalam pameran sangat beragam, mulai kain berbahan dasar kayu hingga berbagai jenis kain di seluruh provinsi di Indonesia.

Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, mengatakan tema itu menggambarkan keanekaragaman budaya di Tanah Air, dalam rangka memperingati HUT Proklamasi RI ke-79, sekaligus Hari Jadi Kalsel ke-74.

Kepala Museum Lambung Mangkurat (kanan) didampingi Pamong Budaya museum saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Pameran ini akan kita laksanakan selama kurang lebih 4 minggu,” kata Akbar, usai pembukaan pameran, Kamis (15/8).

Akbar menambahkan, pameran kali kedua yang dilaksanakan Museum Lambung Mangkurat Kalsel ini, merupakan agenda rutin untuk menambah wawasan masyarakat tentang sejarah dan budaya Kalsel.

“Ini memang perintah langsung dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang menginginkan museum menjadi sarana edukasi masyarakat tentang sejarah dan budaya lokal,” jelas Akbar.

Sementara itu, Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Darmanto, berharap melalui pameran dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Museum Lambung Mangkurat, bisa meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya.

“Melalui pameran ini diharapkan masyarakat yang mempunyai benda bernilai sejarah dan budaya termasuk kain, menjadi lebih merawat dan memelihara apa yang mereka miliki,” kata Darmanto.

Ia juga memgimbau masyarakat untuk tidak segan datang ke Museum Lambung Mangkurat, jika ingin mengetahui tentang makna dari setiap pola dan motif kain.

“Kami sangat terbuka dengan siapa saja yang ingin bertanya, karena setiap pola dan motif memiliki arti tersendiri, seperti hal nya pada kain sasirangan,” pungkas Darmanto. (SYA/RDM/RH)

Organda Diajak Untuk Bersinergi Dengan Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Kalimantan Selatan Melaksanakan Musyawarah Kerja Daerah II Tahun 2024, di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Kamis (15/8). Dibuka Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, diwakili Plt Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono.

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik dan memberikan apresiasi yang seluruh jajaran Organda atas penyelenggaraan musyawarah kerja ini.

Asisten 2 Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono mewakili Gubernur Kalsel

Musyawarah kerja ini menurutnya adalah momentum yang sangat penting, dalam menentukan arah kebijakan, serta langkat strategis yang diambil oleh Organda Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Diharapkan Muskerda ini dapat Berjalan dengan baik dalam lancar, serta dapat menjadi momentum yang baik, untuk terus menjaga eksistensi organda sebagai organisasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga mengajak seluruh anggota organda untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Dengan kerjasama yang baik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yakin Organda dapat bersama sama mengatasi tantangan yang ada, dan menjadi sektor transportasi darat, sebagai pilar utama pembangunan ekonomi di Kalimantan Selatan,” tuturnya.

Sehingga, organisasi yang menjadi ujuk tombak dalam sektor transportasi darat, organda memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Di tengah tantangan dan dinamika global saat ini, perlu dirumuskan kebijaksanakan dan strategi yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sehingga sektor transportasi dapat maju di Provinsi Kalimantan Selatan,” tutupnya. (SRI/RDM/RH)

Kolaborasi dengan BI, Bank Kalsel Gelar Semarak Putih Abu Competition

BANJARMASIN – Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel, dan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, berkolaborasi dengan Bank Kalsel serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, menggelar Semarak Putih Abu Competition. Kegiatan berlangsung dari 15-16 Agustus 2024, di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Penampilan peserta lomba Talenta Kalsel

Dalam rilisnya yang diterima Abdi Persada FM, pada Kamis (15/8), Kepala Divisi Dana dan Digital Banking Bank Kalsel, Suriadi menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) dan Festival Rupiah Berdaulat Indonesia, yang digelar Bank Indonesia serentak diseluruh Nusantara, termasuk di Kalimantan Selatan.

Jajaran BI Kalsel dan Bank Kalsel berfoto bersama saat pembukaan Semarak Putih Abu Competition

“Penyelenggaraan PQN bertujuan mendorong perluasan akseptasi QRIS melalui kegiatan onboarding, edukasi, showcase, hiburan dan perlombaan, serta penguatan literasi QRIS,” jelasnya.

Pada kegiatan ini, Bank Kalsel berpartisipasi menyelenggarakan talkshow. Dimana Bank Kalsel sebagai narasumber dalam 3 sesi. Yakni tema QRIS dengan narasumber dari Divisi Dana dan Digital Banking, tema Cinta Bangga Paham Rupiah, dengan pemateri dari Divisi Usaha Syariah, serta tema Perlindungan Konsumen, dengan pemateri dari Divisi MRK/DSP.

“Bank Kalsel juga mengadakan flash sale pada tenant Kampung Banjar, berupa subsidi bagi masing-masing tenant. Dimana masyarakat bertransaksi menggunakan QRIS hanya sebesar 74 Rupiah yang setara dengan 25.000 Rupiah,” tambahnya.

Selain itu, Bank Kalsel memberikan hadiah berupa souvenir kepada para pelajar pemenang lomba Ranking 1 dan Talenta Kalsel 74. Tercatat 7 SMA dan SMK di Banjarmasin, mengikuti Semarak Putih Abu Competition ini. (ADV-RIW/RDM/RH)

Piala Bergilir Presiden RI Porwanas XIV 2024 Tiba di PWI Kalsel

BANJARMASIN – Persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIV 2024 di Kalimantan Selatan semakin terasa gaungnya dengan kedatangan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia, Kamis (15/8).

Piala ini menjadi simbol supremasi bagi juara umum event megah tersebut dan kini telah hadir di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.

Piala bergengsi ini memiliki tinggi lebih dari satu meter, dengan hiasan emas dan batu alam, serta dilindungi dalam lemari kaca yang menambah kemegahannya.

Kehadiran piala ini, terasa menjadi pemicu semangat bagi seluruh peserta dan seluruh anggota PWI Kalsel untuk menyukseskan acara nasional tersebut.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie mengungkapkan, piala presiden ini baru datang dan model terbaru dari Porwanas sebelumnya.

“Sebelumnya sudah berada di Jawa Barat lantaran mereka sudah 3 kali menjadi juara umum dan sekarang sudah menetap menjadi milik PWI di sana,” jelasnya.

Menurut Ketua PWI Kalsel, piala presiden Porwanas tersebut juga menjadi simbol motivasi bagi semua peserta Porwanas. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen akan menjadi tuan rumah dan nantinya dapat memberikan yang baik terbaik.

Dengan berbagai persiapan yang sedang berlangsung, mulai dari pembenahan fasilitas hingga koordinasi penyelenggaraan, diharapkan acara ini dapat berjalan lancar dan sukses.

“Porwanas XIV 2024 di Kalsel tidak hanya sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antar wartawan dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Ajang ini juga menjadi kesempatan emas bagi Kalsel untuk memperkenalkan potensi daerah dan keramahtamahan masyarakatnya.

Diharapkan, Porwanas XIV akan menjadi kenangan indah bagi seluruh peserta dan pengunjung yang hadir.

Lebih lanjut, dengan kedatangan Piala Bergilir Presiden RI ini, semangat Porwanas XIV semakin membara. Semua pihak berharap agar ajang ini dapat berlangsung dengan penuh sportivitas dan menjunjung tinggi semangat persatuan.

Porwanas XIV 2024 juga bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi juga merayakan kebersamaan dan semangat sportivitas di antara para jurnalis se-Indonesia.

“Kami siap menyambut para atlet dan peserta dari seluruh penjuru tanah air dengan tangan terbuka,” pungkasnya. (RILIS/RDM/RH)

Sukses Gelar Germas Cinta Banua, Acil Odah Terima Penghargaan dari DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Kado manis diterima Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudatul Jannah atau Acil Odah pada puncak peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (14/8) di halaman kantor Gubernur di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin. Kado manis itu berupa penghargaan yang diberikan langsung Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK.

Didampingi Gubernur, Sahbirin Noor atau Paman Birin, Acil Odah menerima piagam penghargaan, atas dedikasi dan inovasinya dalam peningkatan kesehatan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Penghargaan diberikan atas upaya promotif dan preventif dalam program Gerakan Remaja Sehat, Ceria, Inovatif, Tangguh dan Aktif Bangun Negeri Bersama atau Germas Cinta Banua.

Program Germas Cinta Banua ini, sukses digelar akhir Mei 2024 disejumlah sekolah. Yakni SMA Negeri 4 Banjarmasin, SMA Negeri 2 Banjatbaru dan SMA Negeri 1 Gambut Kabupaten Banjar. Program ini juga dilaksanakan selama kegiatan Turdes Menembus Batas ke-10, yang berlangsung dari 1 hingga 6 Juli 2024.

“Kami sangat bangga inovasi Germas Cinta Banua menerima penghargaan dari Ketua DPRD Provinsi pada hari ini. Penghargaan ini diraih berkat dukungan semua pihak agar program ini dapat berjalan tepat sasaran,” ujar Acil Odah menanggapi penghargaan dari Ketua DPRD Provinsi Kalsel tersebut.

Germas Cinta Banua rencananya akan diterapkan diseluruh satuan pendidikan hingga ke tingkat sekolah dasar. Dimana tujuannya untuk menyiapkan generasi yang sehat, ceria, inovatif, tangguh dan aktif menyongsong Indonesia Emas 2045. (RIW/RDM/RH)

Kalsel Berhasil Tuntaskan Kasus Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal

BANJARMASIN – Pada pelaksanaan hari jadi ke-74, Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di halaman eks kantor Gubernur Pal Nol Banjarmasin, Rabu (14/8), Menteri Desa PDTT RI, Abdul Halim Iskandar melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito, menyerahkan Penghargaan Abdi Pratama Desa kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, atas dedikasinya dalam menuntaskan status desa tertinggal dan sangat tertinggal di banua ini. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Kementerian Perdesaan pada tahun 2024 ini kepada 10 Provinsi, yang termasuk Kalimantan Selatan. Selain gubernur Kalimantan Selatan, bupati dan walikota se-Kalimantan Selatan juga menerima penghargaan dari Kemendesa PDTT.

Kepada wartawan, Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito, menyampaikan bahwa Kalsel dengan jumlah desa yang besar, mampu mencapai status desa tanpa ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal. Piagam penghargaan diberikan sebagai apresiasi kepada kepala daerah yang dinilai berhasil membangun desanya. Desa yang meningkat pembangunannya, imbuh Sugito, melibatkan peran pemerintah dari kabupaten, provinsi hingga pusat.

“Capaian Gubernur Kalsel dalam menuntaskan desa tertinggal dan sangat tertinggal tergolong luar biasa,” ungkap Sugito.

Tak lupa, Sugito pun mengharapkan Kalimantan Selatan mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing, serta mengoptimalkam penggunaan dana desa untuk meningkatkan potensi ekonomi dan sumber daya manusianya.

“Dengan peningkatan pembangunan desa, maka tercapai kemandirian desa yang ditandai dengan kemampuan desa mengoptimalkan berbagai potensi dari sumber daya yang ada untuk kesejahteraan warga,” tutup Sugito.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel menargetkan capaian nol desa tertinggal dan sangat tertinggal akan terlaksana pada tahun 2026. Namun, dengan kepemimpinan Sahbirin Noor sebagai Gubernur Kalsel, capaian ini berhasil sudah berhasil diraih pada tahun 2024 ini.

“Ini suatu hal yang menggembirakan, dimana di tahun 2024 ini lebih cepat 2 tahun dari target yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” ungkap Faried.

Pada awal Sahbirin Noor menjabat sebagai Gubernur Kalsel pada tahun 2016 lalu, jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal masih berjumlah 1.438, dan tahun 2024 menjadi nol. Maka atas prestasi itu, menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi memberikan penghargaan dan menjadikan 88 persen desa di Kalsel berkategori maju dan mandiri.

“Dengan peningkatan status desa, maka akan semakin dapat meningkatkan status desa setiap tahun melalui peningkatan indeks desa membangun (IDM),” ungkap Faried.

Seperti diketahui, ada 5 tingkatan desa, yakni kategori terendah adalah sangat tertinggal. Kemudian tertinggal, berkembang, maju dan yang tertinggi adalah mandiri. Dan di Kalsel hanya ada 3 status desa, yakni mandiri, maju, dan berkembang. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Beri Penghargaan Kepada Tiga Daerah Dengan Realisasi Investasi Tertinggi

BANJARMASIN – Pemprov Kalsel memberikan penghargaan kepada tiga daerah dengan nilai investasi tertinggi yakni Kabupaten Tanah bumbu, Kotabaru, dan Tabalong.

Penghargaan itu merupakan wujud apresiasi Pemprov Kalsel atas kerja keras pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi investasi di wilayah mereka.

Penyerahan penghargaan dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pada saat puncak peringatan Hari Jadi Kalsel ke-74, di Banjarmasin, Rabu (14/8).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri mengatakan, penghargaan kepada daerah dengan realisasi investasi tertinggi itu memang sudah diagendakan tahun ini.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri

“Penghargaan itu juga bertujuan untuk memotivasi pemerintah Kabupaten/Kota lain lebih berinovasi dalam meningkatkan nilai invetasi,” kata Endri.

Memasuki usia ke-74 tahun Kalsel, pria yang juga menjabat sebagai Pj Bupati HSS itu berharap akan ada nuansa baru dalam hal investasi, mengingat tren invetasi Kalsel yang terus meningkat setiap tahun.

“Apalagi sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan di IKN, mudah-mudahan ini akan memberi dampak positif terhadap tren investasi Kabupaten/Kota se-Kalsel khususnya HSS,” pungkas Endri.(SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berharap Harjad ke 74 Menuju Indonesia Emas

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, Perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 74, akan dapat semakin menuju Indonesia Emas.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, usai peringatan Harjad pada Rabu (14/8) mengatakan, Semarak 74 Provinsi Kalsel tahun ini mengusung tema “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”, tentunya bermakna berpegang teguh niat untuk memberikan yang terbaik bagi Kalsel, mempanen keberkahan dari Allah SWT, hasil dari kerja keras membangun Kalimantan Selatan sebagai pintu keselamatan. Ia berharap, dapat menuju Indonesia emas.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, saat memberikan komentarnya

“Pembangunan di Kalsel harus semakin maju terdepan,” ucapnya

Sementara itu, Putra Pariwisata Kalimantan Selatan Tahun 2024, Muhammad Adhan Chalik, menyampaikan, saat ini Festival Wisata Budaya Pasar Terapung sudah resmi digelar mulai 14 – 17 Agustus mendatang. Dimana, salah satu rangkaiannya terdapat Kampung Banjar, yang diikuti dari seluruh Kabupaten/Kota. Selain juga adanya kegiatan lain, seperti Jazz Sungai, Babussalam Night dan Banua Signature Culture.

Putra Putri Pariwisata Kalsel 2024, menggunakan selempang leres merah

“Masyarakat Kalsel dapat mengunjungi untuk mengenal tentang budaya, kuliner dan produk UMKM lokal,” jelasnya

Hal senada diungkapkan, Putri Pariwisata Kalimantan Selatan Tahun 2024 Raudhah. Ia menilai, event tahunan ini tentu sangat disambut dengan meriah, tidak hanya warga Banjarmasin tetapi dari tiga belas Kabupaten dan Kota. Ia berharap, kunjungan wisatawan di Kalsel dan perekonomian di Banua akan mengalami peningkatan.

“Mari kunjungi dan ramaikan gelaran tahunan dalam rangka memeriahkan Harjad ke 74,” tutupnya

Untuk diketahui, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama Ketua TP PKK Kalsel Raudhatul Jannah, secara resmi membuka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung Tahun 2024 dengan menyalakan meriam bambu tradisional, didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin dan Unsur Forkopimda Kalsel, kegiatan dipusatkan lokasi di Siring Pal Nol Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Momen HUT Provinsi ke 74, Dislutkan Kalsel Sajikan Ikan Peda Sambal Colo Colo Khas Papua Barat Daya

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalsel pada kegiatan Makan Bersama Rakyat Hari Jadi (Harjad) Provinsi Kalimantan Selatan ke 74, menyajikan makanan khas Papua Barat Daya Ikan Peda Sambal Colo Colo, di Pal Nol Banjarmasin, Rabu (14/8).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada saat mengunjungi Stand Dislutkan Kalsel

Sajian menu ikan ini mendapatkan perhatian dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah, yang membagi makanan tersebut, kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono didampingi Sekretaris Dislutkan Kalsel Nadyah, mengatakan, pihaknya pada Makan Gratis Bersama Rakyat ini mendapatkan Kuliner Papua Barat Daya.

“Karena itu, Dislutkan Kalsel menyajikan Ikan Peda Sambal Colo Colo, salah satu makanan khas Papua Barat Daya tersebut,” ungkap Rusdi.

Untuk memasak Ikan Peda Sambal Colo Colo ini, dimasak langsung oleh warga Papua Barat Daya yang tinggal di Kota Banjarmasin.

“Kebetulan ada warga Papua Barat yang tinggal di dekat Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, sehingga menu yang disajikan ini dimasak langsung warga Papua Barat,” tutur Rusdi.

Selain menggunakan Ikan Peda, Dislutkan juga menggunakan Ikan Trakulu Sambal Colo Colo, berukuran besar pada kegiatan Makan Bersama Rakyat Harjad Provinsi Kalsel ke 74.

“Kami juga mengajak masyarakat yang hadir, untuk gemar makan ikan,” ucap Rusdi.

Mengingat, lanjutnya, ikan memiliki kandungan gizi yang cukup banyak. Sehingga, gemar makan ikan terus digerakkan oleh Dislutkan Kalsel.

“Kami berharap, masyarakat semakin gemar makan ikan, khusus anak anak untuk mencegah anak tumbuh stating karena gizi terpenuhi dengan makan ikan,” ujar Rusdi. (SRI/RDM/RH)

Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel, Dimeriahkan Tamu Mancanegara dan Puluhan Ribu Makanan Gratis

BANJARMASIN – Momen yang paling ditunggu masyarakat Kalimantan Selatan setiap tahunnya, akhirnya datang lagi. Yakni puncak peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan pada Rabu (14/8). Masih dari lokasi yang sama seperti tahun – tahun sebelumnya, puncak peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalsel, dilaksanakan di eks halaman kantor Gubernur Pal Nol Banjarmasin.

Ribuan warga Kalimantan dari berbagai kalangan, sudah datang ke lokasi acara sejak pagi hari. Selain untuk menyaksikan puncak peringatan hari jadi, mereka juga ingin menikmati makanan gratis yang disediakan 100 stand lebih, dengan beragam menu yang disajikan.

Selain unsur Forkopimda dan pejabat lingkup Pemprov Kalsel serta kabupaten/kota, hadir pula tamu dari mancanegara pada peringatan tahun ini. Yakni dari India dan Jepang, yang turut berpartisipasi memeriahkan rangkaian peringatan puncak hari jadi tahun ini, yang mengambil tema “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”.

Mengawali acara, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, Raudatul Jannah atau Acil Odah, muncul dari balik panggung utama, dengan atribut motor trail yang biasa digunakan untuk kegiatan turun ke desa (turdes) setiap tahun.

Keduanya lalu disambut para pemain kesenian Mamanda sebelum duduk di kursi bersama tamu, ulama, tokoh dan undangan lainnya.

Tarian teatrikal yang tampil apik dan memukau, menjadi pembuka acara yang disaksikan juga Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Dirjen PDP), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Sugito, dan Hanif Faisol Nurofiq, sebagai Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, (LHK) serta pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dalam sambutannya, Paman Birin menyebut, banyak pembangunan yang telah dilakukan bersama sebagai hasil gotong royong yang baik dari pemerintah daerah, DPRD, Bupati Walikota di Kalsel, dan unsur Forkopimda.

Sekitar 8 tahun mendapat amanah sebagai Gubernur ujarnya, Paman Birin mengakui telah bahu membahu membangun Banua ini.

“Dan diantara banyak hasil pembangunan, saat ini masyarakat dapat melihat dengan kokoh berdirinya, Tugu Pal Nol di Banjarmasin ini”, ujarnya.

Selain itu, jalan bebas hambatan dari Kabupaten Tanah Bumbu menuju Banjarbaru juga berhasil dibangun dan dirampungkan.

“Rencananya jalan ini saya lalui bersama puluhan ribu peserta Kirab Merah Putih pada 24 Agustus mendatang, sekaligus peresmian jalan,” tambahnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Paman Birin didampingi Acil Odah melakukan pemotongan nasi Astakona. Turut serta mendampingi Wakil Gubernur, Muhidin, TGH Wildan Salman, dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Acil Odah memberikan suapan pertama nasi Astakona kepada Gubernur Paman Birin

Klimaks acara, saat ditampilkan atraksi pesawat gantole oleh dua kapten yang mengitari area puncak peringatan hari jadi di Banjarmasin.
Pesawat pertama membawa banner bertuliskan “Dirgahayu Provinsi Kalimantan Selatan ke-74” dan pesawat kedua membawa dragon banner sepanjang 600 meter.

Terakhir, dilakukan penyerahan cenderamata dari tamu mancanegara kepada Paman Birin dan kunjungan ke stand pameran “Kampung Banjar”. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version