Pemko Banjarmasin Gelar Lomba Desain Sasirangan BSF Tahun 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar lomba desain Sasirangan. Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) Tahun 2024 yang bertempat di Siring Rumah Anno Kota Banjarmasin, Senin (24/6) dan dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah.

“Pemerintah Kota Banjarmasin saat ini kembali menggelar BSF,” ungkap Walikota.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Ibnu mengatakan, lomba yang diikuti sebanyak 47 pengrajin sasirangan di Kota Banjarmasin ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas desain sasirangan di kota Banjarmasin.

“Hingga saat ini, peserta lomba desain sasirangan telah menampilkan karya terbaik mereka,” jelasnya.

Dikatakan Walikota, motif sasirangan yang menjadi pemenang lomba desain sasirangan dalam gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival akan digunakan pada Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin.

“Penggunaan motif kain sasirangan pemenang lomba tersebut, sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin, kepada pemenang lomba desain sasirangan pada Banjarmasin Festival Sasirangan Tahun 2024 ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Walikota, motif desain sasirangan pemenang BSF ini, juga akan digunakan pada kegiatan nasional Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Banjarmasin, pada waktu mendatang.

“Melalui lomba desain sasirangan BSF Tahun 2024 ini, akan terpilih desain yang mewakili wajah Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu.

Pada lomba desain sasirangan BSF Tahun 2024 ini menyediakan, total hadiah sebesar Rp30 juta lebih. (ADV/SRI/NRH/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rapat Pemantauan Tindak Lanjut Penertiban/Penyelamatan BMD

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dan pemantauan tindak lanjut penertiban/penyelamatan Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di Ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Senin (23/6).

Rapat yang dibuka Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dihadiri seluruh kepala perangkat daerah dan jajaran ASN lingkup Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan tujuan negara dalam mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Oleh karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat, digunakan dengan bijaksana dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Namun, kita juga harus menyadari bahwa dengan kewenangan yang lebih besar ini, muncul pula tantangan yang lebih besar dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini memiliki arti yang sangat penting dalam upaya kita bersama untuk membangun sistem yang lebih baik dan mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi di daerah kita,” ungkapnya.

Dalam konteks otonomi daerah, lanjut Roy, pelaksanaan pengelolaan keuangan negara menjadi semakin krusial. Setiap daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan diberikan kesempatan untuk mengelola, mengembangkan dan membangun daerahnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan yang ada. Ini merupakan tanggung jawab besar yang harus diemban dengan penuh integritas dan dedikasi.

“Dalam rapat koordinasi yang akan berlangsung selama dua hari ke depan, kita akan membahas beberapa poin penting, khususnya terkait pengelolaan keuangan daerah. fokus utama kita akan mencakup pengelolaan barang milik daerah (BMD), optimalisasi pendapatan daerah,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, menurut Roy, salah satu kewenangan penting yang dimiliki pemerintah daerah adalah terkait penyediaan BMD yang digunakan tidak hanya untuk pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan, tetapi juga untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan BMD menjadi salah satu unsur krusial dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif.

Sementara itu, Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah III-1 KPK RI, Maruli Tua Manurung mengungkapkan dalam rakor tersebut juga membahas terkait pengelolaan keuangan daerah dari (BMD) dan optimalisasi pendapatan daerah memiliki arti yang sangat penting dalam membangun sistem yang lebih baik dan mencegah terjadinya praktik-praktik korupsi di daerah.

Pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara merupakan salah satu unsur pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Hal Ini memiliki manfaat yang sangat penting guna mewujudkan tujuan negara untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Maka dari itu, kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat digunakan dengan bijaksana dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Inspektur Daerah Provinsi Kalsel, Akhmad Fydayeen mengatakan, SKPD harus mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari jalan keluar yang tepat agar pengelolaan BMD dapat dibenahi secara menyeluruh.

“Kita ingin sinergi antar SKPD dalam pengelolaan BMD bisa ditingkatkan sebaik mungkin agar terhindar dari segala bentuk penyimpangan yang dapat menjerumuskan kepada tindak pidana korupsi,” tutupnya. (MRF/NRH/RH)

Agus Maiyo Resmi Dikukuhkan Jadi Kepala OJK Kalsel

BANJARMASIN – Agus Maiyo secara resmi dikukuhkan menjadi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, menggantikan Darmansyah.

Pengukuhan yang dilaksanakan di gedung Mahligai Pancasila, Senin (23/6), disaksikan langsung Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, Hasan Fawzi

Acara tersebut juga dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Syamsul Bahri, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Industri Jasa Keuangan dan Asosiasi Industri di Wilayah Kalimantan Selatan, Pimpinan redaksi serta Media Massa.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD, Hasan Fawzi mengatakan tantangan pelaksanaan tugas OJK ke depan semakin meningkat, dengan bertambah luasnya kewenangan OJK pasca ditetapkannya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta ekspektasi stakeholders yang semakin tinggi terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas OJK, yaitu dalam melakukan pengawasan prudensial, program edukasi dan literasi keuangan, serta analisis perekonomian daerah. Di mana, menuntut kesiapan Pimpinan Kantor OJK yang handal dalam memimpin OJK di Daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas IKAD, Hasan Fawzi, saat memberikan komentarnya

“Kerja sama yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah akan mendukung terwujudnya sektor jasa keuangan yang berdaya saing, agar optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo. Ia menyatakan pihaknya siap berkomitmen untuk meneruskan dan meningkatkan kinerja OJK Provinsi Kalimantan Selatan dengan mempererat sinergi yang telah terjalin untuk memajukan perekonomian Banua, terbuka terhadap masukan dan harapan para pemangku kepentingan.

Ruang lingkup tugas pengawasan yang bertambah, program edukasi dan literasi yang harus menjangkau lebih banyak daerah, serta upaya memfasilitasi dukungan bagi pengembangan komoditas unggulan untuk pengembangan ekonomi daerah.

“Seluruh pemangku kepentingan di daerah, saling berkolaborasi, agar sektor jasa keuangan berperan optimal mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor memberikan apresiasi kepada OJK Kalsel atas upaya dan semangatnya, dalam mendorong akses keuangan di Banua.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Ketua DPRD Kalsel, saat diwancara awak media

Ia berharap dapat terjalin kolaborasi dan sinergi yang dibangun selama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan, khususnya dalam program pengembangan ekonomi daerah demi masyarakat di Kalsel sehingga dapat lebih sejahtera.

“Kami berharap, kepada seluruh Bupati dan Walikota di Kalsel, senantiasa berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi, melalui perluasan akses keuangan di masing-masing wilayah,” harapnya. (NHF/NRH/RH)

Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Lutfi Apresiasi Relawan Pemadam Kebakaran

BANJARMASIN – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Lutfi Saifuddin memberikan apresiasi kepada para relawan pemadam kebakaran pria dan wanita yang ada di Banjarmasin.

Mengingat, lanjut Lutfi, para relawan tersebut adalah orang-orang yang melakukan pekerjaan penting dan berisiko tinggi yang bagi kepentingan masyarakat.

“Jiwa sosial dan kerelawanan ini juga harus ditularkan kepada yang lain, sehingga para pemuda di Banjarmasin ini memiliki tambahan referensi kegiatan yang positif untuk dilakukan, mereka inilah para pahlawan,” jelasnya kepada wartawan, baru-baru tadi.

Oleh karena itu, Lutfi menyasar para relawan pemadam kebakaran ini untuk mengikuti kegiatan sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Di Provinsi Kalimantan Selatan yang bertempat di salah satu kafe di kawasan Handil Bakti, baru-baru tadi.

“Kami harapkan para relawan pemadam kebakaran ini terus mendapatkan pembinaan dan apresiasi berbagai pihak,” terangnya.

Apresiasi yang sama juga dilontarkan Lutfi kepada para jurnalis yang juga mengikuti kegiatan sosialisasi Perda tersebut. Mengingat, ungkapnya, mereka yang memainkan peranan penting dalam mendukung kebijakan politik, dengan menyajikan informasi yang objektif serta tentunya juga memberikan edukasi kepada publik. (ADV-NRH/RH)

Pemprov Kalsel Tanamkan Cinta Museum Sejak Dini

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel menggelar Lomba Mewarnai dengan tema “Museum di Hatiku” untuk usia 7-8 tahun.

Salah satu peserta Lomba Mewarnai

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka menanamkan kecintaan sejak dini terhadap generasi Alpha. Ia berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat lebih mencintai Museum.

“Lomba mewarnai ini merupakan rangkaian dari Pameran Temporer di Museum Wasaka Kalsel, sejak tanggal 20-25 Juni 2024,” ucapnya kepada wartawan, Minggu (23/6).

Arry menjelaskan lomba mewarnai yang diikuti sebanyak 75 orang peserta yang tersebar di kota Banjarmasin menghadirkan juri tiga yang berkompeten yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS), Muslim Anang Abdullah, Ketua Bidang Seni Rupa DKKB, Endro Budi Raharjo dan Anggota IPKS Suci Melati.

“Selama perlombaan para peserta mendapat fasilitas berupa Crayon, Meja Gambar serta Media Gambar,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu juri Lomba Mewarnai, Muslim Anang Abdullah, menambahkan, ada beberapa poin penting yang dinilai dalam lomba ini diantaranya dari segi komposisi, kreatifitas dan kerapian. Hasilnya para peserta memiliki kreatifitas yang merata. Dengan demikian, bakat yang dimiliki bisa terus ditingkatkan, agar melahirkan generasi pelukis di Kalimantan Selatan. Mengingat Museum merupakan peninggalan sejarah dan budaya, harus dijaga, dilestarikan serta menjadi sumber belajar.

“Ke depan dapat menghasilkan bibit – bibit pelukis baru di Banua,” tutupnya.

Juara pertama Lomba Mewarnai, Nur Fitri Khalisa

Untuk diketahui, Juara pertama Lomba Mewarnai Nur Fitri Khalisa dengan nilai 406, Juara dua Fredella Aisyah Masyuri nilainya 389 dan Kayla Nur Hanum juara tiga dengan nilai 386. Kegiatan dipusatkan di halaman Museum Wasaka Kalsel, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/NRH/RH)

Bank Kalsel Gandeng OJK Kalsel, Gebyarkan Menabung Bagi Pelajar SLB

BANJARMASIN – Kolaborasi nyata kembali dilakukan Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel, dalam rangka mendorong masyarakat Banua semakin berminat menabung sejak dini. Dimana tahun 2024 ini, dengan target pelajar disabilitas, untuk tahu dan memahami serta memaksimalkan cara menabung untuk mencapai suatu keinginan. Baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Apalagi sebagai asli urang Banua, seharusnya menabung di bank daerah. Karena apabila menabung di Bank Kalsel, hasil yang didapat akan kembali menjadi pendapatan asli daerah.

Melalui kegiatan KICK OFF Hari Indonesia Menabung, Bank Kalsel Bersama Disabilitas dengan hastag #BankKalselInklusifUntukSemua, yang diselenggarakan, pada Jumat (21/6) di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 3 Banjarmasin.

Turut berhadir, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Firmansyah beserja jajaran; Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Provinsi Kalsel, Andy Rahman Yuliman, beserja jajaran dan Kepala Administari Sekolah SLB Negeri 3 Banjarmasin, Cecep beserta jajarannya.

Kegiatan berlangsung dengan kegembiraan melalui sosialisasi, baik dari OJK Provinsi Kalsel dan Bank Kalsel dengan cara yang sederhana serta mudah dipahami pelajar SLB Negeri 3 Banjarmasin.

Kepala Divisi Sekertaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah mengatakan, kegiatan yang menggandeng OJK kali ini, merupakan kegiatan yang mendukung program pemerintah pusat, agar siswa bisa tereduksi sejak dini untuk menabung.

“Selain sosialisasi, kami juga mengeluarkan program Satu Rekening Satu Pelajar Gratis tanpa dipungut biaya dengan menggandeng OJK. Melalui cara ini kita berharap kedepannya siswa dan juga wali murid SLB Negeri 3 Banjarmasin bisa memanfaatkan buku tabungan tersebut untuk mulai menabung sejak dini,” jelas Firmansyah.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Provinsi Kalsel, Andy Rahman Yuliman menyampaikan, kegiatan kali ini dimaksudkan dalam rangka Kick Off untuk memperingati Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap Agustus.

“Di Momen Hari Indonesia Menabung ini, kami akan mendorong dan berkolaborasi dengan perbankan, khususnya Bank Kalsel, menyelenggarakan rangkaian kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat secara masif dan merata. Salah satunya bersama Bank Kalsel, kita menggelar sosialisasi di SLB Negeri 3 Banjarmasin. Berharap melalui ini, dapat mendorong peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan untuk masyarakat Banua, termasuk para disabilitas yang punya hak yang sama untuk mengelola keuangannya melalui menabung di Bank,” ungkap Andy.

Di lain pihak, Kepala Administari Sekolah SLB Negeri 3 Banjarmasin, Cecep, berterimakasih diberikan kesempatan untuk sekolahnya dijadikan tempat kegiatan Sosialisasi KICK OFF Hari Indonesia Menabung yang digelar oleh Bank Kalsel bersama OJK.

“Kita mengimbau kembali untuk siswa/i dan wali siswa/i untuk pentingnya menabung. Sebagai mana sudah dijelaskan tadi bahwa bijak dalam menabung, karena dikemudian hari tidak tau apa yang akan terjadi. Semoga dengan adanya program ini, baik dari Bank Kalsel maupun OJK kedepannya bisa berkesinambungan dengan program lainya dalam melibatkan anak didik dan guru-guru baik di SLB Negeri 3 Banjarmasin maupun di SLB lainnya,” pungkas Cecep. (ADV-RIW/NRH/RH)

Exit mobile version