Pemprov Kalsel Peringati Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-28 tahun 2024, di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (3/5).

Upacara dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dan diikuti sejumlah Pimpinan SKPD Pemprov Kalsel, dewan guru serta pelajar SMA Kalsel.

Dalam amanatnya Gubernur menyampaikan permintaan dari Mendagri tentang otonomi daerah (otda) yang merupakan hak daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem NKRI.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat menyampaikan amanat dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 dan Hari Pendidikan Nasional

“Berangkat dari prinsip itulah, otda dirancang untuk mencapai dua tujuan utama yaitu kesejahteraan dan demokrasi,” kata Gubernur.

Selain itu desentralisasi menurut Gubernur akrab disapa Paman Birin diarahkan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif efisien melalui terobosan kreatif dan inovatif.

Kebijakan pemerintahan pun, lanjut Paman Birin, dituntut dapat menerapkan kepada kearifan lokal atau kekhasan daerah untuk pemanfaatan segala potensi baik SDM maupun SDA dengan cara yang bijak dan berkelanjutan.

“Sesuai dengan tema Hari Otonomi Daerah tahun 2024 yakni Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat,” ungkap Paman Birin.

Sementara itu, Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024 mengangkat tema Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar.

Menurut Paman Birin, tema tersebut menandakan bahwa program Merdeka Belajar masih ditekankan sebagai metode pembelajaran terbaik untuk mencetak SDM yang unggul dan berkualitas.

Paman Birin menceritakan tentang perjalanan Kemendikbudristek yang tidak mudah dalam mentransformasi sebuah sistem pendidikan dan mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

Saat masa transformasi itu pemerintah dihadapkan dengan pandemi yang mengubah pola dan perilaku masyarakat.

“Tetapi semua itu dapat dilalui dan perubahan pun sudah mulai dirasakan. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang bangun bersama dengan Gerakan Merdeka Belajar,” ungkap Paman Birin.

Gerakan Merdeka Belajar sendiri dinilai mampu membuat anak-anak bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas. Disamping itu guru-guru berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.

Di sisi lain, pada mahasiswa bisa lebih mengekspresikan diri dengan berkarya dan berkontribusi, karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus. Serta merayakan semarak karya-karya yang kreatif karena seniman dan pelaku budaya terus didukung untuk berekspresi.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh pejuang dan insan pendidikan di Banua, mulai dari perkotaan hingga pelosok pedesaan,” tutup Paman Birin. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Pagelaran Seni Budaya Dayak Borneo ke 5 di Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pagelaran seni budaya dayak borneo ke -5 tahun 2024 yang diselenggarakan pada salah mall yang di Kota Banjarbaru. Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Kemasyarakatan Husnul Hatimah, menghadiri pembukaan kegiatan seni budaya dayak, yang menampilkan berbagai macam kesenian, adat istiadat, serta budaya dayak diseluruh Kalimantan Selatan, Jum’at (3/5). Pergelaran seni budaya tersebut diselenggarakan selama 3 hari, 3 -5 Mei 2024.

Husnul menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk menyaksikan bagaimana kekayaan budaya dayak yang sungguh sangatlah luar biasa. Pihaknya pun mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada para seniman maupun budayawan yang berdedikasi tinggi terhadap lestarinya budaya apapun, di daerahnya masing-masing.

Staf Ahli Bidang Hukum dan Kemasyarakatan Husnul Hatimah

“Gubernur Kalsel sangat mendukung kegiatan ini, yang dapat melestarikan budaya dan adat istiadat suku dayak, dan memperkenalkannya ke masyarakat banyak,” ucap Husnul.

Husnul menambahkan, globalisasi dan arus modernisasi telah membawa pengaruh besar, yang kadang-kadang dapat mengancam keberlangsungan tradisi budaya lokal kita. untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk menjadikan pagelaran seni ini sebagai meningkatkan animo generasi muda kita dan masyarakat secara umum, guna mencintai dan melestarikan budaya-budaya yang ada di bumi kalimantan. kalimantan selatan merupakan daerah yang majemuk dengan ragam budaya dari berbagai suku. keunikan budaya lokal seperti adat istiadat, alat musik tradisional, hingga kuliner, menjadikn bumi kalimantan menyimpan kearifan lokal yang tak ternilai harganya.

“Untuk itu, saya menyadari bahwa pentingnya peran seniman maupun organisasi seperti perkumpulan dayak meratus (kumdatus) Kalsel ini, dalam mempertahankan dan mengembangkan kekayaan budaya ini,” lanjut Husnul.

Ia pun berharap, melalui pagelaran ini dapat semakin memperkokoh rasa persaudaraan masyarakat kalimantan selatan, khususnya masyarakat dayak yang ada di Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Cabor Sambo Berhasil Loloskan 8 Atlet ke PON 2024 di Medan dan Aceh

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Sambo berhasil meloloskan 8 atlet, untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 di Medan dan Aceh.

Ketua Umum Persabi Kalsel Muhammad Yani Helmi melalui Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat, meski cabang olahraga Sambo baru keberadaannya di Provinsi Kalimantan Selatan. Namun telah memberikan prestasi yang maksimal.

Ketua Harian Persambi Kalsel Yayat Hadiyat

“Kita berhasil meloloskan delapan atlet, ke PON Tahun 2024 di Medan dan Aceh,” ungkap Yayat.

Delapan atlet Sambo Kalsel ini akan bertanding pada nomor Sport dan Combat.

“Pada saat menjelang PON 2024 di Medan dan Aceh kami mengencarkan latihan,” ucapnya.

Yayat mengatakan, meski pelaksanaan PON masih lima bulan lagi diperkirakan pelaksanaan pada bulan September mendatang, namun latihan intensif sudah mulai dilaksanakan jauh jauh hari.

“Dengan dilaksanakan latihan intensif ini, maka diharapkan prestasi maksimal dapat diraih, pada PON 2024 mendatang,” ujarnya.

Pada latihan ini dilatih untuk kekuatan fisik sebesar 50 persen dan 50 persen untuk latihan teknik. (SRI/RDM/RH)

Tutup MTQN Kalsel ke-35, Paman Birin Berpesan Untuk Raih Prestasi Tingkat Nasional

TAPIN – Berlangsung meriah, rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin, resmi di tutup Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin pada Kamis (2/5) malam.

Gubernur Kalsel saat menutup MTQN ke-35 tingkat provinsi Kalsel di Tapin

Kabupaten Banjar untuk kedua kalinya, berturut – turut menjadi juara umum pada pagelaran MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalsel di Kabupaten Tapin, disusul kota Banjarmasin urutan kedua, dan kota Banjarbaru di posisi ketiga.

Seluruh pemenang MTQN ke-35 tingkat provinsi Kalsel

Penutupan MTQN Ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin tersebut, ditandai dengan penyerahan piala bergilir juara umum oleh Paman Birin kepada Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi.

Dalam sambutannya, Paman Birin menyampaikan ucapan selamat kepada para juara tiap cabang lomba MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Paman Birin berharap, prestasi yang diraih para juara tersebut dapat menjadi motivasi untuk meraih prestasi di MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Kalimantan Timur dan IKN mendatang.

“Kepada para juara MTQ Ke-35 ini, khususnya kafilah yang meraih juara umum, saya ucapkan selamat dan sukses. Semoga prestasi yang diraih di MTQ Tingkat Provinsi ini, akan mengantarkan provinsi Kalimantan Selatan untuk meraih prestasi yang membanggakan di MTQ Tingkat Nasional nanti,” ucap Paman Birin.

Paman Birin bersyukur, penyelenggaraan MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Menurutnya, kesuksesan tersebut bukan hanya milik Kabupaten Tapin, bukan pula hanya milik para juara, tetapi melainkan kesuksesan bersama dalam upaya membumikan Al-Qur’an di Kalimantan Selatan.

“MTQ adalah sarana untuk memperkenalkan kemerduan dan keindahan dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, menguji hafalan Al-Qur’an, dan sekaligus arena mensyiarkan Islam,” tuturnya.

Paman Birin berharap, setelah pelaksanaan MTQ ini, kiranya tumbuh dalam diri masing – masing, bergema dalam lingkungan keluarga, serta mewarnai kehidupan masyarakat dengan akhlak Al-Qur’an.

“Mari kita hidupkan kembali kebiasaan membaca Al-Qur’an sehabis sholat magrib, seperti di masa lalu,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin memberikan hadiah paket umrah kepada 32 peserta terbaik satu di setiap cabang lomba.

“Alhamdulillah, ini ada peningkatan, jika pada MTQN ke-34 di Kota Banjarbaru kita memberikan hadiah umrah kepada 14 orang yang berhasil meraih prestasi, maka MTQN ke-35 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Tapin kita berikan hadiah umrah sebanyak 32 orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Tapin Syarifuddin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih sebesar – besarnya kepada Paman Birin atas perhatian maupun dukungan secara langsung, yang diberikan selama pelaksanaan MTQ. Sehingga MTQ ke-35 di Kabupaten Tapin dapat melahirkan qori-qoriah, hafiz-hafizah dan cabang-cabang lomba lainnya yang nantinya akan menjadi perwakilan Kalsel di MTQ nasional.

“Saya ucapkan terima kasih atas atensinya yang luar biasa dari Gubernur kita Paman Birin bersama Acil Odah, semoga segala hajat beliau dikabulkan oleh Allah, dan beliau sekeluarga diberikan kesehatan, aamiin ya rabbal alamin,” ujarnya.

Begitu pula Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Muhammad Tambrin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Paman Birin atas dukungannya selama pelaksanaan MTQ di Kabupaten Tapin.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan kafilah yang ikut serta menyukseskan acara MTQ ke-35 tersebut. Ia berharap, kepada para peserta yang belum meraih prestasi agar kiranya dapat terus mengasah kemampuan mereka sehingga nantinya dapat meraih prestasi terbaik di MTQ ke-36 yang rencananya akan digelar di Kabupaten Banjar tahun mendatang. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Panggil Pihak RSUD Ulin Terkait Adanya Dugaan Malapraktik

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan memanggil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin terkait adanya dugaan malapraktik di RSUD tersebut.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gina Mariati dan dihadiri Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin, Yuddy Riswandi dan jajarannya serta sejumlah dokter senior RSUD Ulin Banjarmasin, di ruang Komisi IV DPRD Kalsel, Kamis (2/5).

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin mengatakan tujuan komisinya memanggil pihak rumah sakit adalah untuk mendengar langsung keterangan serta kronologi yang sebenarnya dari pihak tenaga kesehatannya terkait berita peristiwa bayi yang meninggal saat persalinan terjadi, beberapa waktu lalu.

“Saya kira kita harus mendengarkan keterangan secara berimbang. Karena itu kami memanggil pihak yang dianggap bertanggungjawab. Kita tidak ingin permasalahan ini terus bergulir dengan saling menyalahkan,” jelasnya.

Lutfi berharap permasalahan ini bisa cepat selesai dan nantinya hasil persidangan bisa mengungkap sebenar-benarnya kondisi dan kejadian tersebut.

“Sekarang posisinya sudah masuk BAP, kita tunggu saja hasil di pengadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin, Yuddy Riswandhy Noora menyampaikan waktu itu, sang ibu berinisial MS (38) sebelumnya sempat mendatangi Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin.

“Pasien datang sendiri, tanpa pendampingan dari Rumah Sakit Sultan Suriansyah Banjarmasin,” kata Yuddy.

Tindakan medis semakin tidak bisa maksimal. Sebab, tensi darah sang ibu sedang tinggi. Yuddy menyebut, kondisi tersebut membuat sang ibu tidak bisa menjalani persalinan dengan tindakan operasi. Ia menegaskan, persalinan sudah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Prinsipnya, kami di rumah sakit untuk menolong,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Dokter senior spesialis kandungan RSUD Ulin Banjarmasin, Samuel Tobing. Ia mengungkapkan kondisi pasien dalam keadaan darurat saat tiba di RSUD Ulin. Sehingga, perlu segera mendapat penanganan, karena sudah kontraksi.

“Tetapi ketika dilakukan pemeriksaan. Tensi sang ibu tinggi. Apalagi kaki almarhum anak sempat keluar, hingga tidak bisa dilakukan persalinan melalui operasi,” tuturnya.

Ketika itu, lanjut Tobing, kondisi sang ibu sempat mengalami kejang. Menurutnya, kondisi tersebut berbahaya saat persalinan. Bahkan, potensinya berujung kematian bagi sang ibu.

“Saat itu diberikan obat kejang kepada ibu. Kami berupaya agar ibunya selamat,” ujarnya.

Tobing menambahkan, usia kehamilam sang ibu masih 31 minggu atau tujuh bulan. Ia mengklaim hal tersebut telah dijelaskan kepada pihak keluarga.

“Saat itu, keluarga tak banyak komentar, dan kami anggap sudah mengerti,” katanya.

Tobing menuturkan kejadian ini tidak diharapkan pihaknya. Namun pihaknya tetap harus menolong untuk menyelamatkan nyawa sang ibu. Kendati demikian, lanjutnya, kejadian ini menjadi koreksi bagi RSUD Ulin. Pihaknya melakukan asessmen. Bahkan sudah melaporkan kejadian ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (NRH/RDM/RH)

Terima Aspirasi Mahasiswa, Komisi IV DPRD Kalsel Siap Perjuangkan Untuk Ditindaklanjuti

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kalsel, Kamis (2/5). Aksi tersebut dalam rangka memeringati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Aksi Unjuk Rasa Aliansi BEM se Kalsel ke DPRD Kalsel

Koordinator Wilayah (Korwil) BEM se-Kalsel, Ahmad Sunir Ridha mengatakan ada 10 tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pada peringatan Hardiknas, ada tiga poin yang disampaikan yakni menuntut sinkronisasi kerja antar-stakeholder dalam pendidikan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang layak di Kalsel mulai dari pendidikan menengah hingga perguruan tinggi. Kedua mendesak pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan guru honorer di wilayah Kalsel dan ketiga meminta pemerintah untuk melakukan pemerataan dan penyetaraan antara pendidikan inklusi dan non-inklusi dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kami ingin pendidikan yang layak dan gratis. Karena pendidikan bukan milik mereka yang ber uang saja, jadi harus ada peningkatan dalam memperingati Hardiknas tahun ini,” jelasnya.

Sementara, ada tujuh poin tuntutan yang disampaikan dalam rangka Peringatan Hari Buruh Internasional, yaitu menuntut Pemprov Kalsel menyampaikan pencabutan pasal ketenagakerjaan dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023 kepada DPR-RI dan mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel untuk lebih serius dalam melakukan controlling dan monitoring secara berkala kepada para pelaku usaha (perusahaan) dalam menegakan hukum.

Kemudian menuntut Pemprov Kalsel untuk menaikkan UMP demi keberlangsungan para pekerja di Kalsel. Lalu, mendesak pemerintah untuk segera mensahkan RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) menjadi Undang-Undang.

Mahasiswa juga menuntut DPRD Kalsel mengawasi realisasi perencanaan penambahan volume subsidi pupuk Rp54 triliun agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran dan menuntut Pemprov Kalsel agar memperhatikan kesejahteraan petani dan buruh. Terakhir menuntut Pemprov Kalsel agar tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik dan elitnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin mengakui, aspirasi dari BEM Kalsel ini merupakan hal yang sama dengan yang dirasakan Komisi IV DPRD Kalsel. Sepuluh tuntutan mahasiswa tersebut akan disampaikan ke tingkat nasional. Lutfi berharap, aksi ini menjadi pemicu agar pemerintah daerah lebih konsen lagi terhadap dunia pendidikan.

“Kami akan bagi sesuai Komisi yang membidangi dari seluruh tuntutan,” tuturnya.

Aksi unjuk rasa tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara anggota DPRD Kalsel, pihak kepolisian dan mahasiswa. (NRH/RDM/RH)

PENGUMUMAN PESERTA CALON DEWAN DIREKSI LPPL RADIO ABDI PERSADA PERIODE 2024-2029

PENGUMUMAN PESERTA CALON DEWAN DIREKSI LPPL RADIO ABDI PERSADA PERIODE 2024-2029 DINYATAKAN LULUS SELEKSI ADMINISTRASI DAN BERHAK UNTUK MENGIKUTI SELEKSI TAHAP KE-2 (Computer Assisted Test / CAT)

CAT dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Selasa, 7 Mei 2024
Tempat : Learning Center (LC) Program Studi Ilmu Komputer FMIPA ULM Lt 2 Gedung 2 FMIPA ULM Jl.A.Yani KM.36.5 Lok Selatan Banjarbaru.
Waktu : 10.00 WITA sd Selesai

KPU Banjarmasin Resmi Tetapkan 45 Anggota DPRD Banjarmasin Terpilih

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin telah resmi menetapkan 45 Anggota DPRD Banjarmasin periode 2024 – 2029.

Suasana Rapat Pleno di Aula KPU Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua KPU Banjarmasin Rusnailah, usai penetapan pada Kamis petang (2/5) mengatakan, pihaknya menggelar Rapat Pleno Penetapan Hasil Pemilu 2024 untuk calon anggota DPRD Banjarmasin untuk periode 2024 – 2029. Adapun calon anggota DPRD terpilih dari Partai Golkar mendapat 7 kursi, PKS 7 kursi, PAN 7 kursi, Gerindra 6 kursi, Demokrat 5 kursi, PDIP 5 kursi, PKB 5 kursi, Nasdem 2 kursi, dan terakhir PPP 1 kursi.

Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, saat diwancara awak media

‘Setelah terpilih dan telah ditetapkan ini, mereka wajib melaporkan harta kekayaan kepada instansi berwenang, paling lambat 21 hari sebelum pelantikan,” ucapnya

Disampaikan Rusnailah, untuk daftar nama anggota dewan terpilih dari Dapil 1 Banjarmasin Tengah yaitu Muhamamd Faisal (PAN), Edy Junaidi (Demokrat), Rudi Heriyadi (Golkar), Wakhid Husaini (PKS), Suyato (PDIP), Gusti Yasni Iqbal (Gerindra). Kemudian Dapil 2
Kecamatan Banjarmasin Timur, yang terpilih Tugiatno (PDIP), Noorlatifah (Golkar), Ferry Hidayat (PKB), H M Makmur (Demokrat), Mustakim (Nasdem), Harry Wijaya (PAN), Husaini (Gerindra), dan Samsul Arifin (PKS).
Sedangkan Dapil 3 Kecamatan Banjarmasin Utara, yang terpilih yakni Amalia Handayani (PAN), M Isnaini (Gerindra), Hendra (PKS), Rikval Fachruri (Golkar), Zainal Hakim (PKB), Rayhan Ananto (Demokrat), Taufik Husin (PDIP), Erni Yusnita (Nasdem), Syarifah Sakinah (PAN), Hari Kartono (Gerindra), Mutmainnnah (PKS). Selanjutnya Dapil 4 Kecamatan Banjarmasin Barat, yakni Dedy Sophyan (PKB), Saut Nathan Samosir (PDIP), Muhammad Yamin (Gerindra), Mathari (PKS), Rinda Herliani (PAN), Arufah Arif (PPP), Hariya Sisar (Golkar), Muhammad Ridho Akbar (Golkar), Gusti Yuli Rahman (Demokrat). Untuk Dapil 5, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang terpilih yakni Afrizaldi (PAN), Sheilla Putri Mahardika (Golkar), Rahman Nanang Riduan (PKB), Nurrahman (PKS), Masriyah (Demokrat), Hadi Supriyanto (Gerindra), Muhaimin (PDIP), Istiqamah (PAN), Rusbandi (Golkar) Aliansyah (PKS), dan Hilyah Aulia (PKB).

“Pelaksanaan pleno ini dilakukan berdasarkan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 29 April lalu, karena sudah tidak ada lagi gugatan,” tutupnya

Untuk diketahui, penetapan 45 anggota DPRD Banjarmasin terpilih, dihadiri Kepolisian, TNI, Bawaslu Banjarmasin, Sekretaris DPRD Banjarmasin, Anggota Dewan, partai politik serta anggota DPRD terpilih, bertempat di Aula KPU Jalan Perdagangan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version