Komisi I DPRD Kalsel Apresiasi Badan Penghubung Kalsel di Jakarta

JAKARTA – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diketuai oleh Rachmah Norlias memberikan apresiasi kepada Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta.

Apresiasi tersebut diberikan karena Badan Penghubung Kalsel dinilai mampu meningkatkan pengembangan kegiatannya yang mengandung muatan lokal di Jakarta.

“Dimana melalui Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kegiatan-kegiatan difokuskan dalam rangka meningkatkan budaya seni tari maupun pertemuan dengan sanggar-sanggar seni budaya serta kegiatan-kegiatan kuliner,” kata Rachmah, baru-baru tadi.

Rachmah juga menyatakan pihaknya siap mendukung segala kebutuhan yang diperlukan secara pendanaan melalui Badan Anggaran DPRD Kalsel dalam rangka pemenuhan mengembangkan budaya Kalsel di Jakarta.
Apresiasi yang sama juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila Muhidin, yang pada kesempatan tersebut turut mendampingi Komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan itu ke Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta.

Sementara, Kepala Anjungan Kalsel TMII sekaligus mewakili dari Badan Penghubung Kalsel, Mumun Amuntaiarni menyambut baik kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kalsel. Ia mengaku monitoring hasil kinerja ini menjadi semangat bagi pihaknya untuk melakukan berbagai inovasi ke depannya.

“Tentunya ini merupakan support yang luar biasa untuk kami meningkatkan pelayanan serta peningkatan dan pelestarian budaya Kalsel di Jakarta. Sehingga upaya-upaya itu memuat hasil yang tentunya lebih maksimal lagi,” tambahnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Mudahkan Warga, Layanan Inovasi Drive Thru Samsat Banjarmasin II Resmi Beroprasi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan layanan drive thru Samsat Banjarmasin Dua dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Harapan ini disampaikan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, pada saat Meresmikan Bangunan Samsat Drive Thru dan Gebyar UPPD Samsat Banjarmasin Ii Tahun 2023, di Halaman UPPD Samsat tersebut, Senin (18/3).

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi atas inovasi layanan yang dilakukan oleh UPPD Samsat Banjarmasin Dua,” ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira

Gubernur mengharapkan, dengan adanya layanan ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, dalam pembayaran pajak berkendaraan.

“Sehingga, masyarakat dalam membayar pajak semakin lancar. Mengingat, pajak merupakan hal yang penting dalam pembangunan di Tanah Air dan Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Subhan Noor Yaumil mengatakan, selain layanan drive thru, diluncurkan juga layanan Samsat Bayar Malam (Samalam).

“Layanan Samalam ini karena kami perduli, dengan kesibukan wajib pajak yang tidak sempat melakukan pembayaran di pagi hingga siang hari,” ungkapnya.

Karena adanya kesibukan tersebut, maka layanan Samalam ini dapat digunakan oleh warga yang memiliki kesibukan tersebut.

“Layanan Samalam ini dibuka dari sore hingga malam hari di UPPD Samsat Banjarmasin Dua,” ucap Subhan. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Keimanan, SMAN 11 Gelar Pesantren Kilat Ramadhan

BANJARMASIN – Guna meningkatkan keimanan, SMAN 11 Banjarmasin menggelar Pesantren Kilat Ramadhan selama tiga hari, mulai 18 – 20 Maret 2024.

Penyampaian materi Pesantren Kilat Ramadhan di Aula SMAN 11

Kepada Abdi Persada FM, Waka Kurikulum SMAN 11 Muhammad Qurtubi, pada Senin (18/3) mengatakan, berdasarkan arahan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya menggelar pesantren kilat Ramadhan bertempat di Aula.

Waka Kurikulum SMAN 11 Banjarmasin, Muhammad Qurtubi, saat memberikan komentarnya

“Hari pertama kelas X dilanjutkan kelas XI dan XII, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WITA,” ucapnya

Qurtubi menyampaikan, dalam pelaksanaan Pesantren Kilat Ramadhan ini, pada peserta didik sebelumnya menggelar tadarus Al-Qur’an dilanjutkan Sholat Duha. Kemudian diberikan materi tentang pemahaman kewajiban berpuasa, turunnya Al-Qur’an yang dikenal Nuzulul Qur’an dan diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, keutamaan bersedekah serta zakat fitrah.

“Materi disampaikan langsung diberikan oleh guru Pendidikan Al-Qur’an dan Baca Tulis Al-Quran (BTA),” jelasnya

Lebih lanjut Qurtubi menambahkan, setelah kegiatan ini para peserta didik diberikan tugas untuk meresume materi pembelajaran dan dikumpulkan secara online. Ia berharap, dapat semakin meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang makna berpuasa, serta menambah keimanan di bulan penuh rahmat.

“Semoga terbentuk karakter peserta didik yang cerdas dan memiliki iman yang tinggi,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pesantren Kilat Ramadhan SMAN 11 Kelas X ini diikuti peserta didik berjumlah 241 orang, berlokasi di Jalan AMD Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.
(NHF/RDM/RH)

Sasirangan Kalsel Akan Resmi Jadi Hasil Warisan Budaya Banua

BANJARBARU – Sekitar dua bulan lagi Sasirangan Kalimantan Selatan akan resmi memiliki hak indikiasi geografis. Sertifikat indikasi geografis Sasirangan saat ini tengah diproses Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Plt Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, permohonan yang mereka ajukan dengan mengatasnamakan Masyarakat Sasirangan Kalsel itu, sudah diumumkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham sejak 4 Maret lalu.

Tinggal menunggu dua bulan sejak diterbitkan, untuk memastikan bahwa tidak ada sanggahan/komplain dari provinsi lain.

“Barangkali ada komplain dari pihak lain yang keberatan dengan indikasi itu. Tapi saya rasa sasirangan hanya milik Kalsel, jadi peluangnya sangat besar untuk keberhasilan kita mendapatkan sertifikasi indikasi geografis sasirangan,” ujarnya, baru – baru tadi.

Hanifah mengungkapkan, banyak keuntungan yang didapat dengan diterbitkannya sertifikat indikasi itu. Antara lain yakni meningkatkan daya saing produk, dan akan membuat sasirangan semakin dikenal secara luas.

Selain itu, sertifikat tersebut juga membuat Sasirangan tidak bisa diklaim oleh provinsi lain. Jika melanggar, maka akan ada kompensasi yang diterima.

“Sama seperti cabai hiyung, sejak memiliki sertifikat itu cabai hiyung mendapat banyak permintaan dan bahkan semua produksi sekarang sudah ada yang membeli,” ungkap Hanifah.

Hanifah berharap, sertifikat indikasi geografis Sasirangan bisa menjadi salah satu kado terindah Hut Kalsel tahun ini. Menyusul adanya kain yang menggunakan teknik pembuatan sama seperti sasirangan dari provinsi lain.

“Sasirangan memang sudah ada produk yang menyerupai dari provinsi lain tetapi dengan nama lain meskipun teknik pembuatannya sama,” beber Hanifah.

Selain sasirangan, Hanifah juga menginginkan adanya sertifikat indikasi geografis untuk warisan budaya lain seperti pasar terapung Lok Baintan.

“Ini kita sedang mendorong Pemkab Banjar. Sayang kalau itu sampai diakui orang lain dengan budaya sungai kita, budaya jualan batrernya. Memang harus memenuhi berbagai persyaratan, tetapi kayanya bisa lah. Sayang kalau malah orang lain yang mengklaim,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Dukung Peningkatan Wirausaha Muda

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mendukung dilakukannya peningkatan bagi wirausaha muda di kota seribu sungai. Hal itu disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada wartawan pada Jumat (15/3).

Awan menjelaskan, guna memberikan peningkatan, sebaiknya sejak dini ditanamkan dari kalangan peserta didik dengan cara untuk memiliki semangat dan bercita-cita, membangun usaha mandiri, agar wirausaha muda menjadi pengusaha sukses nantinya.

“Generasi ini sebagai penerus dalam membangun perekonomian daerah,” katanya

Ia menyampaikan, langkah Wirausaha Nusantara bekerja sama dengan SLTA dan kampus dalam menggelar seminar, baru-baru tadi, menghadirkan trainer muda sekaligus Presiden Pemuda Islam Dunia Syafii Efendi, dinilai sangatlah dalam memberikan semangat bagi wirausaha muda untuk maju dan bersaing.

“Seminar dan pelatihan ini sangat tepat diikuti terutama bagi anak muda,” pintanya

Lebih lanjut Awan menambahkan, saat ini jumlah wirausaha muda yang sudah dibina oleh Pemerintah Kota ada sekitar lebih 3.000 orang. Ia berharap, banyaknya wirausaha baru, dapat menciptakan generasi yang cerdas, tangguh, dan memiliki masa depan yang cerah.

“Kita terus mendorong terbentuk softskill, mental dan leadership,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Berkah Ramadhan, Pedagang Kurma di Pasar Sungai Tabuk Raup Untung

BANJAR – Bulan Ramadhan identik dengan buah kurma, karena buah kurma merupakan menu yang selalu ada saat berbuka puasa ataupun saat sahur, sehingga hal ini menjadi keberkahan tersendiri bagi para pedagang kurma demikian yang terjadi di Pasar Tradisional Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Salah seorang pedagang kurma yang berada di lokasi tersebut Siti Mariah mengatakan kepada Abdi Persada FM sejak bulan Sya’ban hingga Ramadhan 1445 Hijriah, Kurma menjadi salah satu dagangan yang paling laku dan banyak diminati oleh pembeli

Salah Seorang Pedagang Kurma di Pasar Sungai Tabuk, Siti Mariah saat diwawancara

“Dari nisfu Syaban sampai bulan Ramadhan ini Alhamdulillah ada terus yang membeli kurma di pasar ini,” kata Siti, Jum’at (15/3).

Siti menambahkan bukan hanya kurma yang menjadi minat masyarakat di bulan Ramadhan.

“Tidak hanya kurma saja, kami juga menjual kue kering, kue basah dan makanan ringan seperti nastar, kue cincin, bingka kentang, dan kue-kue lainnya pun turut ramai terjual dibulan Ramadhan ini,” ujarnya.

Senada dengan Siti, Salah seorang pedagang kurma lainnya, Alfisah juga mengatakan omset penjualan kurma meningkatkan pesat di bulan Ramadhan kali ini

Salah Seorang Pedagang Kurma di Pasar Sungai Tabuk, Alfisah saat diwawancara

“Sebelum bulan Ramadhan seperti ini masih belum banyak membeli kurma, tapi setelah memasuki bulan Ramadhan pendapat perhari dari jualan kurma sangat mencukupi,” ungkapnya.

Alfisah juga mengaku pendapatan dari hasil berjualan kurma pada saat bulan Ramadhan mencapai 1 juta rupiah perharinya dibandingkan pada bulan biasanya.

“Perbedaannya sangat jelas ada, meningkat sekali untuk penjualan kurma, Kurma yang dijual di tempat ini mulai dari 50.000 rupiah hingga 250.000 rupiah tergantung dari jenisnya, namun ada juga yang membeli di bawah dari harga itu tetap kami jual,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Ajak Masyarakat Ikuti Kompetisi Film Pendek 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel menggelar kompetisi film pendek tahun 2024.

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Adethia Hailina menjelaskan melalui kegiatan ini, pihaknya ingin lebih mengenalkan perpustakaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat Banua. Apalagi, lanjutnya, preferensi generasi muda zaman sekarang sudah berbeda untuk mendapatkan informasi. Dimana mereka bisa mendapatkannya melalui dunia digital.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Adethia Hailina

“Kita tidak hanya diam menunggu masyarakat datang, tapi kita juga berusaha mengadakan event mengundang mereka untuk melihat bagaimana perpustakaan kita. Kita juga ingin menggugah kembali semangat anak muda untuk datang berkunjung ke perpustakaan,” jelasnya, Kamis (14/3).

Adethia menerangkan kompetisi ini dibuka untuk masyarakat umum dan berbagai kalangan. Mereka bisa mendaftar secara perorangan ataupun berkelompok melalui formulir yagng sudah disiapkan panitia.

“Untuk temanya sendiri kita mengangkat tentang literasi dan perpustakaan. Jadi tidak ada tema khusus,” jelasnya.

Pendaftaran kompetisi pembuatan film pendek sendiri sudah dibuka sejak tanggal 8 Maret lalu hingga 19 April mendatang. Kemudian untuk unggah karya dimulai pada tanggal 19 April – 16 Mei 2024.

“Untuk pengumuman pemenang pada tanggal 25 Mei. Kita juga akan mengadakan seremoni penyerahan hadiah yang direncanakan tanggal 30 Mei nanti,” tuturnya.

Persyaratan lainnya, film pendek wajib mengambil salah satu latar lokasi syuting di perpustakaan provinsi, kabupaten, perguruan tinggi, perpustakaan khusus desa yang ada di Kalsel. Peserta juga wajib mengumpulkan poster, still image, trailer (1 menit) dari film untuk keperluan publikasi. Ketentuan lainnya bisa dilihat di Instagram Dispersip Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Rampung 2024, Pengelolaan Aset Proyek Strategis Paman Birin Jadi Prioritas

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membahas pengelolaan aset proyek strategis yang akan rampung pada tahun 2024 ini.

Proyek strategis Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin itu adalah Tugu Pal Nol, Gelanggang Olahraga dan Masjid Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

Suasana rapat proyek strategis Kalsel di Banjarbaru

Selain itu, ada lapangan Golf Banjarbaru, lapangan Dharma Praja, GOR Hasanuddin, serta Stadion 17 Mei.

Karo Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Gusti Rahmat mengatakan, Paman Birin menginginkan pembangunan proyek strategis itu tidak terbengkalai setelah dibangun.

“Paman Birin ingin pengelolaannya nanti tidak lagi membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD,” katanya pada rapat pengelolaan hasil proyek strategis Kalsel di ruang PM Noor Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, pada Kamis (14/3) siang.

Dikatakannya, pola pengelolaannya nanti apakah melalui Unit Pelaksana Teknis, Badan Layanan Umum Daerah atau kerjasama dengan pihak swasta. Namun yang paling memungkinkan dilaksanakan adalah kerjasama dengan pihak ketiga, karena opsi pengelolaan melalui UPT dan BLUD memerlukan waktu yang cukup lama.

Pada rapat ini juga disepakati untuk membentuk tim yang akan bertugas menyiapkan peresmian hingga pengelolaanya. Adapun Ketua Tim adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Muhammad Amin.

Sementara itu, Ketua Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Noor Aidi mengatakan, Paman Birin ingin Tugu Pal Nol diprioritaskan tanpa menyampingkan pembangunan infrastruktur lainnya.

Tugu Pal Nol

Rencananya Tugu Pal Nol akan diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan, bertepatan dengan Hari Jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan pada Agustus mendatang.

Setelah diresmikan, disekitaran Tugu Pal Nol nantinya akan diisi dengan pusat kegiatan UMKM rakyat.

Menurutnya, di area Tugu Pal Nol ada eks kantor gubernur di Banjarmasin rencananya dijadikan museum. Nanti di dalamnya berisi sejarah pembangunan dan pemimpin di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dirinya berharap Tugu Pal Nol dan proyek strategis lainya akan rampung pada tahun 2024 ini.

Turut hadir pada rapat ini, Kepala Biro Organisasi Kalsel, Galuh Tantri Narindra, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kalsel, Rahmaddin, Tenaga Ahli Gubernur diantaranya, Syaifudin, Mawardi, Rizal Akbar Sarupi, Wahyuddin, Syamsul Rani dan lainnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Setwan Kalsel Terima Kunker DPRD Gunung Mas

BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dalam rangka koordinasi dan konsultasi tentang mekanisme pembangunan berkesinambungan.

Pertemuan Setwan Kalsel dan DPRD Gunung Mas

Rombongan DPRD Kabupaten Gunung Mas diterima langsung oleh Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya di ruang BP Perda lantai 2 gedung B DPRD Kalsel, pada Jum’at (15/3).

Sekwan Kalsel, Muhammad Jaini mengatakan dalam pertemuan tersebut, pihaknya sharing informasi tugas dan fungsi DPRD hingga terkait sistem pemerintahan masing-masing daerah.

“Pertemuan tadi membahas seputar sistem transportasi publik, pembangunan jalan dan terminal angkutan umum serta mekanisme pengendalian usaha pertambangan bahan galian C pada wilayah aliran sungai,” jelasnya.

Selain itu, Jaini juga menyampaikan tugas dan fungsi DPRD Kalsel secara terperinci, termasuk menjelaskan agenda atau kegiatan yang sedang dilakukan oleh 55 anggota DPRD Kalsel serta terkait sistem pemerintahan dan program-program di Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Tertarik Kalsel Jadi Gerbang IKN, Banmus DPRD Jatim Datangi Setwan Kalsel

BANJARMASIN – Kegiatan kunjungan kerja lintas daerah menjadi momentum penting bagi peningkatan kerjasama antar lembaga. Hal inilah yang mendasari Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) bertandang ke Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlangsung di Gedung B DPRD Provinsi Kalsel, Jumat (15/3).

Rombongan Banmus DPRD Jatim yang dipimpin Agus Dono Wibawanto disambut langsung oleh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini didampingi oleh Kabag Persidangan dan Perundang-undangan, Muhammad Andri Yuzhar.

Menariknya, kunjungan ini terjadi karena minat Banmus DPRD Provinsi Jawa Timur terhadap potensi yang dimiliki oleh Kalimantan Selatan, khususnya dalam kapasitasnya sebagai pintu gerbang dan daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas potensi kerjasama yang dapat ditingkatkan antara kedua provinsi untuk mendukung pembangunan dan kemajuan daerah.

Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Jaini, M.A.P., menyambut baik kunjungan tersebut dan mengungkapkan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Kami sangat terbuka untuk menerima setiap kunjungan untuk berdiskusi demi kepentingan kesejahteraan masyarakat dan daerah kita sama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Banmus DPRD Jawa Timur, Agus Dono Wibawanto memberikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel.

Ia berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara kedua provinsi dalam berbagai bidang, seperti pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan potensi daerah secara optimal. Kerjasama lintas daerah semacam ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kemajuan wilayah masing-masing.

“Mudah-mudahan kunjungan ini dapat menjadi awal yang baik untuk memperkuat hubungan antar daerah dan saling mendukung dalam pembangunan,” harapnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version