Tangkal Berita Hoax, Diskominfo Kalsel Gelar IHT

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, menggelar In House Training (IHT) Tangkal Berita Hoax, di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Jum’at (25/8).

Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, kegiatan ini sangatlah penting, dikarenakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memberikan dukungan dan bantuan, sebagai seorang ASN dan Non ASN, yang berperan dan berkewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul menjelang Pemilu 2024.

“Sebagai seorang Staff di Diskominfo mempunyai kewajiban untuk menangkal isu-isu yang akan muncul bertubi-tubi menjelang pemilu,” ungkap Muslim.

Ia menambahkan, pihaknya mengharapkan ASN dan Non ASN tidak meneruskan pesan-pesan media sosial, apabila pesan tersebut terindikasi HOAX.

“Kita harus memberikan kontra bagaimana mengidentifikasi pesan-pesan terindikasi HOAX,” lanjut Muslim.

Kegiatan IHT tersebut, akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih besar, yakni Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Provinsi Kalsel, agar semakin banyak yang memahami penangkalan berita HOAX.

“Bahkan akan kami lanjutkan ke masyarakat, agar semakin nanyak orang yang memahami, maka akan semakin banyak orang yang mengerti berita-berita yang mengandung HOAX,” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Ajak Penerbit dan Produsen Karya Rekam Serahkan Karya ke Perpustakaan

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karya ke perpustakaan palnam.

Suasana Sosialisasi Undang-Undang Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam yang dilaksanakan Dispersip Kalsel

Hal itu disampaikan, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani kepada wartawan, usai membuka acara sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SS KCKR) di salah satu hotel berbintang, pada Kamis (24/8) kemarin.

Menurut Nurliani, dengan adanya sosialisasi Undang-Undang tersebut sejak tahun 2019 hingga sekarang, Dispersip Kalsel mendapatkan banyak buku deposit karya cetak para penulis Banua.

“Namun, untuk koleksi karya rekam masih kurang,” katanya.

Oleh karena itu, Nurliani mengajak penerbit dan produsen karya rekam untuk menyerahkan karyanya ke Dispersip Kalsel karena secara tidak langsung akan mendukung tersedianya koleksi bahan perpustakaan yang bisa diakses masyarakat.

“Apalagi Perpustakaan Palnam telah memiliki gedung teater yang dapat dimanfaatkan untuk menayangkan karya rekam,” jelasnya.

Ditambahkan Nurliani, Dispersip Kalsel juga pro aktif untuk menambah koleksi KCKR dengan berkunjung ke kabupaten/kota di Kalsel.

Sementara, narasumber sosialisasi, Pustakawan Ahli Muda Direktorat Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpusnas, Wijiyanto mengungkapkan Perpusnas telah menerima sebanyak 200 penerbit asal Kalsel yang menyimpan karya cetak dan karya rekam hingga tahun 2023.

“Hal ini membuktikan bahwa Kalsel merupakan salah satu provinsi yang cukup maju untuk pelaksanaan serah simpan karya cetak dan karya rekam,” terangnya.

Ditambahkan Wijayanto, sosialisasi pada tahun ini fokus kepada serah simpan karya rekam menjadi potensi di Kalsel karena karya rekam sebagai hasil budaya bangsa perlu dilestarikan dan menjadi bukti bagi perkembangan generasi bangsa nantinya.

Untuk diketahui, kegiatan yang mengangkat tema tentang “Literasi Informasi Melalui Karya Rekam” diikuti sekitar 100 orang peserta, antara lain Dispersip tingkat kabupaten/kota di Kalsel, penggiat seni di bidang karya cetak dan karya rekam, serta jurnalis. (NRH/RDM/RH)

Paman Yani Soroti Aset Bangunan dan Listrik di PBAPL Kotabaru

KOTABARU – Komisi II DPRD Kalsel menyoroti sejumlah fasilitas yang ada di UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Kotabaru. Mulai dari masalah listrik hingga sebagian bangunan yang sudah mulai lapuk.

Paman Yani dan Akhmad Baihaki beserta jajarannya saat melihat langsung bangunan yang sudah lapuk dan harus segera mendapat penanganan (rehab)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, berbagai fasilitas menjadi perhatian serius. Yang mana, masih ada terdapat bangunan yang dikatakan kurang memadai dalam pelaksanaan pembibitan benih ikan di UPTD milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel tersebut.

“Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Lihat saja atapnya yang sudah mulai bolong semua dan kami juga menemukan alat filterisasi air laut juga sudah terbilang lama sehingga perlu diganti yang baru. Terlebih, apabila ini tidak disegerakan maka berpengaruh besar terhadap pengembangan pembibitan ikan disini,” ujarnya, usai meninjau sejumlah lokasi bangunan di UPTD BPBAPL Kotabaru dalam kunjungan kerjanya, Jumat (25/8).

Paman Yani saat memantau aktivitas produksi pembibitan ikan dan bangunan sudah banyak yang lapuk

Terlebih, ia menyebutkan, persoalan belum diserahkannya aset juga menjadi alasan belum dapat dimaksimalkannya perbaikan.

“Sebenarnya kita sudah urus itu, mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ini. Bahkan, Sekdakab hingga dinas kelautan dan perikanan dari Pemkab Kotabarunya akan tetapi belum juga memberikan respon. Namun demikian, aset tetap menjadi perhatian kami termasuk sarana prasarananya bahkan tempat penangkaran pembibitan juga tak dapat digunakan karena atapnya yang bolong,” bebernya.

Sampai sekarang, kata Paman Yani (sapaan akrab), belum ada serah terima aset antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Kondisi balai juga ada beberapa yang memprihatinkan. Mau kita ganti tetapi susah karena sampai saat ini belum ada penyerahan aset ke Pemprov Kalsel,” ungkap legislator dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Provinsi Kalsel.

Tak sampai disitu, ia juga mengharapkan, agar PT PLN Kalselteng juga dapat memberikan perhatian yang sama kepada wilayah terujung kepulauan di Kabupaten Kotabaru.

“Kita tahu kalau ini adalah diujung pulau. Persoalan listrik juga kadang nyala kadang padam. Tentu, kami berharap untuk memperhatikan daerah ini karena rencananya bakal ada dibangun industri besar yakni pelabuhan besar skala regional kalimantan yang bisa saja nanti diatasi. Meski begitu, nantinya juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan balai ini,” paparnya.

Terkait penangkaran bawal bintang, ia berpesan, Balai PBAPL Kotabaru harus benar-benar serius dalam pengawasan agar tak terjadi lagi pencurian dari bibit ikan tersebut.

“Tetapi Kepala BPBAPL sudah mengkondisikan supaya ada indukan baru. Treatmennya pun juga tidak mudah sehingga perlu ekstra, di mana bibitnya itu asli dari Taiwan. Nah, soal pencurian sudah diatasi bersama dengan Pemdes dan Polsek setempat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai PBAPL Kotabaru, Akhmad Baihaki, menyebut, alasan terjadinya pencurian ikan (bawal bintang) memang saat ini kondisi rumah jaga yang dimiliki kondisinya juga tak layak ditinggali. Sehingga, perlu mendapatkan perhatian serius.

“Petugas di sana juga kesusahan. Sehingga, kondisi ini yang dimanfaatkan orang yang tak bertanggungjawab untuk melakukan itu dan jangka panjangnya kami juga sudah bekerjasama dengan kepolisian ditambah lagi masalah itu sudah selesai. Selanjutnya, kami akan memperbaiki fasilitas rumah jaga dipenangkaran,” tuturnya.

Diakuinya, kondisi listrik di daerahnya memang sering padam. Apalagi, datangnya hujan deras hingga cuaca ekstrim sering menjadi kekhwatiran mereka dalam menjalankan tugas. Terlebih, juga mempengaruhi kondisi keberlangsungan bibit ikan.

“Itu sangat mengganggu kegiatan pembudidaya. Kita ketahui, listrik sangat berpengaruh besar terhadap aktivitas produksi di sini,” jelasnya.

Dia turut berterima kasih atas kunjungan yang dilaksanakan. Terlebih, ini menjadi momen perhatian dalam mendorong sektor ekonomi melalui pengembangan pembibitan perikanan di kepulauan Kabupaten Kotabaru.

“Kami sangat senang sekali karena Paman Yani mau melihat langsung kondisi balai di sini. Berharap juga, beliau bisa membantu tadi sempat melihat bagaimana sarana prasarananya. Karena selama kurang lebih 20 tahun kita hanya bisa melakukan pemeliharaan rutin dan untuk rehab bangunan kami tak lakukan hal itu disebabkan belum adanya penyerahan aset,” tukasnya. (RHS/RDM/RH)

Peringati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 71, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (POLDA) Kalimantan Selatan menggelar, bakti sosial pembagian paket sembako untuk tukang becak dan penggali kubur di Kota Banjarmasin, dilaksanakan di Gedung Chandra, Kamis Sore (24/8). Dalam kegiatan tersebut digelar juga Pasar Murah UMKM.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi mengatakan, kegiatan Pembagian Paket Sembako Pasar Murah dan UMKM ini, dalam rangka memperingati Kemerdekaan, sekaligus dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 71 Tahun 2023.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi

“Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI dan HKGB,” ungkap Kapolda, kepada sejumlah wartawan.

Polda Kalimantan Selatan tentunya turutserta membantu pengentasan kemiskinan di daerah. Bantuan yang diberikan tersebut, untuk warga kurang mampu di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdaprov Kalimantan Selatan Sulkan mengatakan, Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan memberi apresiasi terhadap Bakti Sosial yang digelar Polda Kalsel ini.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sulkan

“Kegiatan bakti sosial yang digelar Polda Kalsel ini, menciptakan kebersamaan, saling berbagi, kegembiraan, dan saling pengertian,” ujar Sulkan.

Sehingga, lanjutnya, harapan suasana damai seperti ini, dapat terus dipertahankan di Provinsi Kalimantan Selatan. Mengingat, saat ini menghadapi tahun politik, dan diselenggarakan Pemilihan Umum Tahun 2024 mendatang.

Sedangkan, Pemko Banjarmasin yang mendapatkan paket sembako untuk warganya yang berprofesi sebagai tukang becak dan penggali kubur tersebut, di wakili oleh
Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdako Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel ini, sebagai sebagai upaya strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrim di Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin kami berterimakasih atas bantuan dari Polda Kalsel,” ucapnya.

Machli berharap, kegiatan tersebut dapat terus dilakukan di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Pelindo Dukung Polri Lestarikan Negeri, Serentak Tanam 21 Juta Pohon di Seluruh Indonesia

BANJARMASIN – Dalam rangka berkontribusi mencegah perubahan iklim, agar tercipta lingkungan yang lebih baik, Pelindo mendukung Polri pada program penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia, yang dilaksanakan seluruh anggota kepolisian di tingkat Polda hingga Polres dan Polsek setempat.

Jajaran Pelindo Sub Regional Kalimantan berfoto bersama unsur kepolisian usai penanaman serentak

Program penanaman pohon dengan total 21 juta pohon tersebut, salah satunya dilaksanakan di wilayah Polsek KPL Banjarmasin yang dihadiri langsung CEO Pelindo Sub Regional Kalimantan Fariz Hariyoso. Turut mendampingi Kapolsek KPL Banjarmasin Kompol Aryansyah, KSOP Kelas I Banjarmasin Agustinus Maun, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan Insan Maritim lainnya pada Rabu (23/8).

Dalam sambutannya, Aryansyah menyampaikan, bahwa Polsek KPL Banjarmasin berpartisipasi menanam 200 bibit pohon dengan total 3.100 bibit di wilayah kota Banjarmasin. Dukungan penuh dari tiap pemangku kepentingan tiap wilayah, program penanaman pohon ini dapat menjadi motivasi bagi instansi lainnya, untuk dapat ikut menjaga lingkungan sekitar yang lebih baik. Khususnya menjaga alam Kalimantan yang merupakan oulau dengan peranan penting sebagai paru paru dunia.

Fariz Hariyoso dalam kesempatan lainnya, menegaskan komitmen Pelindo, dalam kangkah transformasi, salah satunya penerapan GreenPort yang dimulai dengan pola hidup ramah lingkungan oleh masing – masing Insan Pelindo.

Pola hidup ramah lingkungan itu, sejalan  dengan value perusahaan yaitu Loyal dan Harmonis.

“Khususnya karyawan Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan, untuk dapat hemat energi, bijak menggunakan plastik, terlebih lagi Banjarmasin merupakan kota seribu sungai yang harus selalu dijaga kelestariannya dari pencemaran sampah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (25/8).

Aksi penanaman pohon anggota kepolisian ini, dipusatkan di kawasan RTH Kamboja Banjarmasin pada Rabu (23/8), yang dipimpin langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Andi Rian Djajadi. (RIW-PelindosubregionalKalimantan/RDM/RH)

Kontingen POPNAS ke 16 di Palembang, Resmi Dilepas Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 159 atlet yang menjadi peserta Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) asal Kalimantan Selatan (Kalsel), akan mengikuti POPNAS ke 16 di Palembang, Sumatera Selatan. Keikutsertaan atlet pelajar tersebut juga bersama 38 pelatih dan 21 official.

Keberangkatan atlet muda tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, dihalaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, Jum’at (25/8).

Foto bersama atlet POPNAS Kalsel bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Sahbirin Noor menyampaikan, para atlet kontingen Kalsel harus bisa bersaing dan menjadi yang terbaik di pegelaran tersebut. Bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang, maka dari itu, mari kita jadikan pelajaran dari sejarah ini untuk berjuang, termasuk bagi kontingen Kalsel di ajang POPNAS yang akan bertanding di tingkat nasional.

“Pelajaran sejarah yang bisa kita dapatkan adalah semangat juang dari pada pejuang yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan, ” ucap Gubernur yang akrab disapa Paman Birin.

‘Dalas Batapung Tali Salawar Haram Manyarah, Dalas Balangsar Dada Manyarah Kada’ inilah jati diri rakyat Banua Kalimantan Selatan. Menurut Paman Birin, ungkapan ini mengandung makna yang begitu mendalam, yakni Dalas Batapung Tali Salawar Haram Manyarah artinya suatu perbuatan nekat menyangkut membela harga diri Kalimantan Selatan, dan Dalas Balangsar Dada Manyarah Kada artinya adanya usaha yang sangat keras hingga akhir sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.

“kita harus tanamkan semangat dalam dada dan jiwa kita, ” lanjut Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah menyampaikan ucapan selamat berjuang kepada para peserta kontingen Kalsel di ajang bergengsi tersebut.

“Mudah-mudahan dari 16 cabang yang kita perlombakan ini dapat meraih prestasi,” tutup Hermansyah. (MRF/RDM/RH)

Harjad ke 73 Kalsel dan HUT RI ke 78, Pemprov Kalsel Gelar Gowes Bersama

BANJARBARU – Ribuan peserta Gowes yang yang berasal dari ASN dan Non ASN lingkup Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), antusias mengikuti Gowes bersama yang diadakan dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Kalsel ke 73 dan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke78, yang bertempat di halaman Kantor Setda Provinsi Kalsel, pada Jum’at (25/8).

Gowes dilepas langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah, bersama seluruh Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel.

Dalam sambutannya, orang yang akrab disapa Paman Birin tersebut menyampaikan, gowes ini dilaksanakan, selain dapat mempererat jalinan silaturahmi para pecinta sepeda, juga dapat terus menjaga semangat, untuk hidup sehat, dengan senantiasa rutin berolahraga.

“Hari ini kita juga besepedaan pagi-pagi dan sekaligus memecah sejarah, yakni besepedaan dapat hadiah sapi 4 ekor dan hadiah 1 umroh,” ungkap Paman Birin.

Dengan rutin berolahraga ringan seperti bersepeda, sangat baik dan bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita, sehingga kegiatan gowes juga sangat bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh.

“kondisi pandemi yang melanda seluruh dunia, sudah berakhir, sehingga dapat berkumpul bersama, dapat melaksanakan berbagai kegiatan, tanpa harus menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya” tutup Paman Birin. (MRF/RDM/RH)

KPU Banjarmasin Terus Berikan Sosialisasi Bagi Pemilih Pemula

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum Banjarmasin, terus memberikan sosialisasi bagi pemilih pemula di kota ini.

Kepada Abdi Persada FM, Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi mengatakan, kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan edukasi kepada para pemilih pemula terutama peserta didik baik di tingkat SMA, SMK dan MA, dalam rangka memberikan pendidikan politik, agar mereka cerdas dalam memilih serta meningkatkan partisipasi untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara atau (TPS).

“Saat ini sudah ada 4 sekolah diberikan sosialisasi bagi pemilih pemula diantaranya MAN 2, dan SMAN 1 Banjarmasin,” ucapnya

Disampaikan Rusnailah, gerakan sosialisasi juga nantinya para pemilih pemula dapat mensosialisasikan kepada keluarga, teman dekat, dan lingkungan di sekitar, untuk memberikan hak suaranya, pada Pemilu tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

“Rencananya pekan depan akan dilanjutkan baik di SMA, SMK dan MA,” jelasnya

Lebih lanjut Rusnailah menambahkan, selain ke sekolah-sekolah, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi ke Perguruan Tinggi baik Negeri dan Swasta yang ada di Kota ini, serta masyarakat melalui Kelurahan dan Kecamatan setempat.

“Kita terus bergerak sebelum memasuki masa kampanye,” tutupnya

Untuk diketahui, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Banjarmasin berjumlah 485.062 pemilih, dan ada sekitar 23,53 persen pemilih pemula atau dikenal generasi Z. (NHF/RDM/RH)

Saksikan Akad Massal KPR Subsidi, Paman Birin Harapkan Harga Rumah Yang Murah

BANJAR – Ratusan ASN dan Non ASN di sekitar kota Banjarbaru dan kabupaten Banjar, melakukan akad massal nasabah KPR subsidi, di salah satu komplek perumahan kawasan Matraman kabupaten Banjar, pada Jumat (25/8). Hadir langsung untuk menyaksikan akad massal ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Turut hadir pula perwakilan BP Tapera, Kepala Disperkim Provinsi Kalsel, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalsel, dan juga Komisaris Utama serta Dirut Bank Kalsel.

Gubernur Kalsel berfoto bersama ASN dan Non ASN yang sudah melakukan akad pembelian rumah subsidi

Dalam sambutannya usai menyaksikan akad massal, Paman Birin (sapaan khas Gubernur Kalsel) mengatakan, saat ini masih banyak masyarakat di Kalimantan Selatan yang belum memiliki rumah.

“Saya berharap pengembang dapat menawarkan rumah dengan harga murah, tapi tidak murahan. Sehingga tidak hanya ASN, tetapi Non ASN atau masyarakat biasa, juga dapat membeli rumah,” harapnya.

Menanggapi harapan Paman Birin ini, Ketua DPD REI Provinsi Kalsel, Ahyat Sarbini memastikan, bahwa pihaknya mendukung program pemerintah, menyediakan satu juta unit rumah.

“Kalo pak Jokowi menggaungkan progam satu juta rumah, maka REI Kalsel memberikan program satu juta rupiah terima kunci,” paparnya.

Selain itu, untuk memperingati hari jadi ke-73 provinsi Kalimantan Selatan tahun ini, pihaknya juga memberikan cashback 2 juta rupiah, untuk pembelian rumah di lokasi kegiatan akad massal di Matraman kabupaten Banjar.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalsel, Mursyidah Aminy, akad massal yang dilakukan kali ini, merupakan tindak lanjut dari MoU tripartit yang dilakukan pada Agustus 2022 lalu. Yakni antara pemerintah provinsi Kalsel, BP Tapera dan DPD REI Kalsel.

“Penyediaan rumah, khususnya untuk ASN hingga Agustus ini sudah mencapai 600 unit lebih. Angka ini sudah melebihi target sebanyak 500 unit,” tutupnya.

Sebelum menyaksikan akad massal nasabah KPR subsidi, Paman Birin melakukan penanaman pohon di lokasi acara. Aksi ini merupakan bagian dari program satu pohon satu rumah, yang digaungkan Bank Kalsel untuk mendukung program Revolusi Hijau. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version