Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura Mulai Bangun Gedung Baru

BANJAR – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura berencana membangun beberapa gedung baru di lahan seluas 1,4 hektare dengan biaya kurang lebih Rp 110 miliar.

Rencana itu ditandai peletakan batu pertama gedung asrama santri oleh Pimpinan Ponpes KH Muhammad Wildan Salman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Kalsel Supian HK,  di lingkungan Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura, Tanjung Rema Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (12/7).

Gubernur Sahbirin berharap pembangunan gedung ini dapat segera terselesaikan demi terlahirnya insan yang bertakwa dan berakhlak mulia dari Ponpes ini.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

“Pembangunan ini menjadi pondasi dasar untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gubernur akrab disapa Paman Birin.

Perkembangan pendidikan berbasis keagamaan khususnya Agama Islam di Kalsel semaking berkembang luas, apalagi jika ditambah beberapa gedung baru dari Ponpes dibawah Yayasan Ponpes Darussalam Martapura ini.

“Ini wujud harapan dan rasa optimis dari Ponpes untuk lebih mengembangkan fasilitas dan sarana prasarana. Masyarakat pasti jadi lebih tertarik untuk mengemban pendidikan Agama Islam disini,” tutur Paman Birin.

Dengan banyaknya generasi muda yang bertakwa dan memiliki pengetahuan Al-Quran, menurut Paman Birin, generasi penerus di Kalsel tidak akan mudah terhasut oleh pengaruh asing yang dapat merusak moral bangsa.

“Tentunya Pemprov Kalsel akan selalu berupaya membantu mendorong tumbuh dan berkembangnya pendidikan yang berlandaskan Islam,” tutupnya.

Ditempat sama, Pimpinan Ponpes Tahfidz dan Ilmu Al-Quran Darussalam Martapura KH Muhammad Wildan Salman berharap pembangunan seluruh gedung berjalan sukses. Sebab menurutnya debgan memperdalam ilmu Al-Quran, dapat memberikan manfaat di dunia dan di akhirat kelak.

“Semoga seluruh pihak yang membantu, khususnya para donatur pembangunan gedung juga diberikan ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah,” ujarnya. (SYA/RDM/RH)

Balai Besar POM Banjarmasin Turut Berpartisipasi di KBN Nasional 2023

BANJARMASIN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarmasin, turut berpartisipasi dalam kegiatan Kemah Bela Negara Tingkat Nasional tahun 2023.

Kepada Abdi Persada FM, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai Besar Obat dan Makanan Banjarmasin, Yuyun Purwaningsih, pada Rabu (12/7) mengatakan guna mengenalkan Rintisan Saka POM, ada beberapa sosialisasi dilakukan untuk nantinya diketahui terutama bagi anak-anak yang menjadi peserta Pramuka melalui Kemah Bela Negara di Kalimantan Selatan. Ia berharap, generasi muda mengetahui berbagai jajanan yang diduga mengandung bahan berbahaya seperti boraks, dan formalin

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BBOM Banjarmasin, Yuyun Purwaningsih

“Ada tiga Krida dikenalkan yaitu pengujian, pengawasan dan informasi bagi peserta Pramuka dan masyarakat umum,” ucapnya

Disampaikan Yuyun, selama dibuka Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional tahun 2022 sejak Senin 10 Juli 2023 hingga hari ketiga ini, para pengunjung mendatangi stand, banyak mempertanyakan cara memilih makanan dan minuman yang baik, agar aman dikonsumsi. Sehingga, tercipta kesehatan nantinya. Selain itu, ingin mengetahui cara mengurus izin edar baik pangan, dan kosmetik.

“Kami apresiasi baik anak Pramuka dan pengunjung umum sudah datang,” ungkapnya

Salah satu contoh minuman herbal mengandung zat berbahaya

Yuyun menambahkan, dengan adanya pengenalan Rintisan Saka POM dapat meningkatkan pengetahuan pramuka, untuk membantu Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan, dalam rangka memberikan informasi tentang Obat dan Makanan yang benar, baik kepada komunitas maupun secara luas bagi semua lapisan masyarakat.

“Mereka bisa menjadi perpanjangan tangan Pemerintah untuk mengawasi obat dan makanan,” tutupnya

Untuk diketahui, Kemah Bela Negara Tingkat Nasional Tahun 2023 di Kalimantan Selatan, diikuti sebanyak 1181 Pramuka Penggalang dari 18 Provinsi mulai tanggal 10 – 16 Juli 2023 mendatang. (NHF/RDM/RH)

Peserta KBN Tahun 2023 di Kalsel Diminta Untuk Memperhatikan Waktu Makan

BANJARMASIN – Tim Kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin meminta kepada seluruh peserta KBN Tahun 2023 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, untuk tidak telat makan. Agar tidak terkena serangan asam lambung (Maag).

Tim Kesehatan RSUD Ulin Kemah Bela Negara Dokter Linda menjelaskan, untuk Tim Kesehatan RSUD Ulin Banjarmasin pada pelaksanaan Kemah Bela Negara (KBN) Tahun 2023 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan bertugas di kawasan Tahura, serta di Kiram Park.

Tim Kesehatan KBN Tahun 2023 di Kalsel Dokter Linda

“RSUD Ulin Banjarmasin turut berpartisipasi pada pelaksanaan kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) Tahun 2023 Tingkat Provinsi Kalsel,” ungkap Dokter Linda, kepada Abdi Persada FM, Rabu (12/7).

Menurut Dokter Linda, peserta KBN kebanyakan mengalami serangan asam lambung, akibat telat mengkonsumsi makanan.

“Kami menemukan peserta yang melakukan telat makan, akibatnya mereka terkena maag,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Dokter Linda, pihaknya selalu mengingatkan kepada para peserta untuk tepat makan. Selalu dapat menjaga kesehatan selama berlangsungnya, kegiatan KBN ini.

Selain itu, ditemukan juga peserta yang mengalami hidrasi akibat cuaca panas, yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, lanjut Dokter Linda, pihaknya mengingatkan kepada para peserta Kemah Bela Negara, untuk tepat makan, serta memperbanyak minum air putih.

“Kami menghimbau kepada para peserta untuk selalu tepat makan, dan banyak minum air putih, agar tidak terserang maag serta hidrasi,” ucap Dokter Linda. (SRI/RDM/RH)

Jaga Ekosistem, Ratusan Regu Putri Tanam Bakau di Pantai Takisung

TANAH LAUT – Ribuan pohon berjenis bakau yang ditanam di kawasan hutan mangrove, Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (12/7) siang, diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap ekosistem pulau termasuk mencegah terjadinya abrasi.

Suasana kesiapan penanaman pohon bakau dari peserta KBN regu putri

Wakil Ketua Bidang Organisasi Kwarcab Tanah Laut, Abidillah, mengatakan, dengan adanya kegiatan konservasi yang digalakkan seperti gerakan menanam pohon tentu dapat berdampak baik terhadap perbaikan ekosistem.

“Yang jelas akan terselamatkan dari abrasi. Kemudian biota laut bisa berkembang,” ujarnya disela pelaksanaan penanaman pohon di kawasan hutan mangrove, Pantai Takisung, Tanah Laut, Rabu (12/7) siang.

Bersama jajaran Kwarnas, Kwarda dan Kwarcab Gerakan Pramuka bergabung untuk mengikuti penanaman pohon bakau di kawasan hutan mangrove, di Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut.

Terutama, adanya kegiatan ini mampu mendorong sektor pariwisata khususnya di Pantai Takisung yang mulai digemari masyarakat untuk dikunjungi.

“Melalui gerakan pramuka ini diharapkan dapat mengangkat nilai promosi pariwisatanya termasuk Pantai Takisung dan Pagatan Besar. Semoga bisa meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Agus Salim. Menurutnya, pelaksanaan ini sangat positif dilaksanakan. Mengingat, konservasi penanaman harus terus dilakukan agar alam dapat terselematkan.

“Ada sekitar 1.500 pohon yang ditanam di lokasi. Kita berharap, dapat memberikan kesan positif terhadap perbaikan ekosistem,” ucapnya.

Penanaman ini juga diselenggarakan dalam rangka kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) tingkat nasional 2023. Yang diikuti seluruh peserta dari kontingen kwarda/kwarcab dari berbagai daerah se Indonesia.

“Dibagi menjadi dua kegiatan, Rabu ini putri dan selanjutnya putera,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia pelaksana dari Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel mengajak bersama jajaran Kwartir Nasional (Kwarnas) dan regu putri melakukan penanaman secara serentak di kawasan hutan mangrove Pantai Takisung, Kabupaten Tanah Laut.

Selanjutnya, Kamis (13/7) nanti akan kembali dilakukan penanaman pohon bakau di kawasan hutan mangrove Pantai Takisung, khusus regu putera bersama dengan jajaran Kwarda dan Kwarnas Gerakan Pramuka. (RHS/RDM/RH)

Komitmen Paman Birin Wujudkan Kalsel Sebagai Gerbang IKN dan Mitra IKN

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel, untuk mewujudkan Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (12/7).

Gubernur Kalsel bersama Otorita IKN memegang komitmen dukungan gerbang dan mitra IKN dari seluruh Pemda di Kalsel

Pada acara yang diselenggarakan di Gedung Idham Khalid, Banjarbaru ini, berhadir sebagai narasumber, Kepala Otorita IKN, yang diwakili Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan IKN, Thomas Umbu Pati TB.

Dalam sambutannya sebelum membuka acara, Paman Birin menyampaikan, bahwa pemindahan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur merupakan peluang emas bagi Kalsel dan daerah-daerah di Kalimantan, untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan

“Keberadaan ibu kota negara baru di Kaltim, membuka banyak peluang dan kesempatan baru. Baik bagi Provinsi Kalsel dan juga daerah-daerah di Kalimantan pada umumnya memiliki peluang untuk memaksimalkan potensi daerah yang ada,” sampainya.

Keberadaan Kalsel yang terletak di tengah-tengah Kaltim sebagai IKN dan Kalteng sebagai food estate, memberikan peluang bagi Kalsel untuk menjadi gerbang dan mitra IKN, yang akan menyokong berjalannya dan keberadaan IKN.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini juga, Paman Birin mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menjawab tantangan untuk mewujudkan hal tersebut.

Pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor pariwisata serta sektor-sektor lain yang terkait, menurutnya harus segera dan senantiasa dilakukan, demi terwujudnya Kalsel sebagai gerbang dan mitra IKN.

Dirinya juga berharap, pertemuan ini akan menjadi awal dalam membangun kesepahaman dan kolaborasi antar pihak terkait.

“Saya berharap pertemuan ini akan menjadi titik awal yang berarti dalam membangun kesepahaman dan kolaborasi yang erat antara Badan Otorita IKN, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalsel.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Kalsel, Gusti Rahmat, dalam laporannya menyampaikan, bahwa pertemuan ini diprakarsai pertemuan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel dengan Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Kaltim. Dimana kemudian dilanjutkan dengan pertemuan Tim Ahli Gubernur Kalsel dengan Pimpinan Otorita IKN di Jakarta.

“Pada pertemuan waktu itu, disepakati bahwa akan diadakan pertemuan gubernur dengan bupati/walikota se-Kalsel untuk mewujudkan Kalsel sebagai gerbang IKN,” ujarnya.

Pertemuan ini menurutnya dimaksudkan untuk menyamakan persepsi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam upaya Kalsel sebagai gerbang IKN dan mitra IKN dengan memperhatikan beberapa sektor pendukung pada kabupaten/kota.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan komitmen Gubernur Kalsel, Kepala Otorita IKN, yang diwakili Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan IKN, serta bupati/walikota se-Kalsel.

Komitmen ini adalah untuk mensukseskan Provinsi Kalsel sebagai gerbang IKN dan mitra IKN dengan memprioritaskan pada sumber daya alam yang melimpah di Kalsel. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Bank Kalsel Gandeng BPKP Provinsi, Bakayuh Baimbai Mendukung UMKM Naik Kelas

BANJARBARU – Sebanyak 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari kota Banjarmasin dan Banjarbaru serta kabupaten Banjar, hadir pada diskusi terbatas yang digelar Bank Kalsel bekerjasama dengan BPKP provinsi Kalimantan Selatan, di aula kantor BPKP provinsi di Banjarbaru, pada Rabu (12/7).

Diskusi bertajuk Bakayuh Baimbai Mendukung Program P3DN Melalui Penguatan UMKM ini, mengundang Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin sebagai narasumber, yang diwakili Kepala Divisi UMK Bank Kalsel, Noor Imansyah. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi, Sekretaris Dinas Perindustrian serta perwakilan dari BPKP provinsi. Acara dibuka Kepala BPKP perwakilan provinsi Kalsel, Rudy M. Harahap.

Dalam sambutannya saat pembukaan acara, Kepala Divisi UMK Bank Kalsel, Noor Imansyah mengatakan, diskusi ini digelar sebagai wujud dan peran Bank Kalsel sebagai agen pembangunan daerah. Dimana salah satu tugas penting Bank Kalsel, adalah menyalurkan dana atau mendukung permodalan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil, sehingga memungkinkan masyarakat terutama pelaku UMKM/IKM di Kalsel, melakukan kegiatan usaha.

“Tentunya ini juga untuk membantu mendorong salah satu program pemerintah, yaitu Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Salah satu bentuknya adalah dengan mewajibkan kami serta instansi pemerintah memaksimalkan penggunaan produk – produk barang dan jasa dalam negeri, yaitu melalui kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai oleh APBD dan APBN melalui E Katalog”, jelasnya.

Lebih lanjut Imansyah menambahkan, salah satu tujuan utama pertemuan ini juga untuk mendorong penggunaan atau pemanfaatan E Katalog di kalangan pelaku UMKM/IKM Kalsel. Dimana tujuannya, agar produk barang dan jasa milik UMKM, nantinya dapat digunakan atau dimanfaatkan instansi pemerintah.

“Dan apabila nanti Bapak/Ibu sudah ditunjuk sebagai pengada barang dan jasa dari suatu instansi maka jangan lupa nanti untuk kebutuhan kredit/pembiayaannya bisa kami bantu melalui KUR Bank Kalsel ya Bapak/Ibu”, tutup Imansyah.

Selain hadir sebagai peserta diskusi, para pelaku UMKM juga diberi kesempatan memamerkan produknya selama acara berlangsung. Termasuk juga dimudahkan untuk mengurus Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Kalsel, yakni dengan hadirnya seluruh tim divisi UMK Bank Kalsel, dari cabang utama, A. Yani Banjarmasin, unit Landasan Ulin Banjarbaru, cabang Banjarmasin serta kota Martapura. (RIW-ADV/RDM/RH)

KBN Nasional 2023, Event Perkenalkan Olahraga Tradisional

BANJARMASIN – Rangkaian kegiatan Kemah Bela Negara Nasional tahun 2023 ini, juga menjadi ajang untuk semakin memperkenalkan permainan olahraga tradisional.

Suasana peserta, mengikuti lomba olahraga tradisional, lari balok, dalam KBN

Hal itu disampaikan, Koordinator Lomba Permainan Olahraga Tradisional, Kemah Bela Negara (KBN) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Febrianto, kepada wartawan pada Selasa (11/7), saat di ekowisata Kiram Park Kabupaten Banjar.

Agus menjelaskan, guna memperkenalkan permainan tradisional ditengah maraknya penggunaan gadget, sangatlah tepat dalam rangkaian kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) Nasional tahun 2023. Ia berharap, generasi muda dapat semakin melestarikan untuk menjadi sebuah kegiatan setiap akhir pekannya.

“Olga tradisional ini, kami gelar regu putra Selasa (11/7) dan untuk regu putri Kamis (13/7), ada sebanyak 600 orang yang tersebar di masing-masing perwakilan Provinsi,” ucapnya.

Disampaikan Agus, ada sepuluh olahraga tradisional, yang dilombakan diantaranya, bakiak, sumpitan, hadang, lari balok, enggrang, dan balogo, gebuk bantal, panahan, serta tarik tambang. Permainan ini merupakan warisan budaya lokal yang tidak boleh tergerus oleh zaman.

“Untuk hadiah kita beri doorprize dan souvernir,” jelasnya

Suasana peserta, mengikuti lomba olahraga tradisional, Gebuk Bantal, dalam KBN

Lebih lanjut Agus menambahkan, dengan adanya permainan olahraga tradisional ini ke depan, akan dipilih bakat-bakat pemuda pemudi Pramuka, khusus di Kalimantan Selatan, untuk dibina menjadi pengiat olahraga tradisional.

“Ayo generasi kita lestarikan olahraga tradisional,” tutup Ketua Persatuan Olahraga Tradisional Kalimantan Selatan (Portina) Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Dukung Pelaksanaan KBN 2023, Dinsos Kalsel Sajikan Makanan Ramah Anak

BANJAR – Dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional Tahun 2023, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyediakan konsumsi bagi ribuan peserta KBN.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan pihaknya bertanggungjawab penuh atas konsumsi para peserta, pembina pendamping, pimpinan kontingen daerah, panitia pelaksana maupun para pendukung kegiatan KBN.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi

“Konsumsi yang diberikan sebanyak tiga kali sehari. Sampai saat ini kita prediksi sudah mencapai 2500 paket makanan siap saji setiap hari. Jadi total untuk tiga makan sebanyak 7500 paket makanan siap saji per hari yang disediakan,” jelasnya kepada wartawan, Senin (10/7).

Achmadi menerangkan khusus untuk peserta KBN, pembina pendamping dan pimpinan kontingen daerah, baik yang berasal dari 13 kabupaten/kota se Kalsel maupun 17 provinsi di Indonesia, Dinsos Kalsel menyiapkan makanan dengan pengemasan secara khusus.

“Kami siapkan packing secara khusus, nasi terpisah, lauk terpisah, sayur terpisah. Satu jam sebelum jadwal mereka makan, kita sudah bagikan di tiga lokasi yang disiapkan untuk kemudian didistribusikan,” terangnya.

Sedangkan konsumsi bagi panitia pelaksana dan pihak-pihak pendukung seperti driver yang menjemput peserta dan TNI/Polri disiapkan makanan terpusat di dapur umum.

Dalam menyajikan makanan, lanjut Achmadi, pihaknya juga memperhatikan sajian ramah anak karena peserta KBN hampir semuanya rata-rata berusia 12-14 tahun. Terlebih lagi mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita perhatikan nilai gizinya, kesukaan anak-anak dan tidak ada makanan yang pedas. Semua kita layani dan dikontrol untuk memastikan para peserta mendapatkan yang terbaik,” tegasnya.

Selain itu, Dinsos Kalsel juga menyiapkan konsumsi bagi peserta KBN di daerah Takisung Kabupaten Tanah Laut sebanyak 3000 paket makanan siap saji setiap hari untuk tiga kali makan selama tiga hari mulai 11-13 Juli 2023.

“Jadi ada dua titik yang disiapkan untuk dapur umum,” terangnya.

Ditambahkan Achmadi, dapur umum Tagana Dinsos Kalsel ini mengerahkan sebanyak 45 orang personil yang bekerja selama 24 jam.

“Mereka sudah bekerja sejak H-5 untuk melayani konsumsi panitia pelaksana. H-2 melayani konsumsi kontingen se Kalsel dan mulai Senin (10/7) melayani seluruh peserta tidak hanya dari Kalsel tetapi juga dari luar daerah,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

PLN Penuhi Kebutuhan Kelistrikan Selama KBN Berlangsung

BANJARMASIN – Dalam rangka pemenuhan kebutuhan kelistrikan selama pelaksanaan Kemah Bela Negara (KBN) Tahun 2023, di Provinsi Kalimantan Selatan. Maka PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) siap memenuhi kebutuhan tersebut.

Manager Unit Pelanggan PLN Banjarbaru Radinal Harari mengatakan, PLN Unit Induk Wilayah Kalsel-Teng saat ini terus siap siaga, untuk memenuhi kebutuhan pasokan kelistrikan tersebut.

Manager Unit Pelanggan PLN Banjarbaru Radinal Harari

Menurutnya, bentuk dukungan yang diberikan dengan menyiapkan, penyulang tenaga listrik dikawasan KBN tersebut.

“Dua penyulang tenaga listrik kami siapkan, untuk pemenuhan kelistrikan,” jelas Radinal lebih lanjut.

Dengan penyediaan tersebut, tambah Radinal, maka supplai kelistrikan terpenuhi selama pelaksanaan KBN berlangsung.

“Kami berharap selama pelaksanaan KBN Tahun 2023 di Provinsi Kalimantan Selatan ini, tidak ada kendala dan hambatan terhadap ketersediaan kelistrikan,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Lewat KBN Nasional 2023, Kearifan Lokal dan Budaya Kalsel Dikenalkan

BANJARBARU – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Agus Salim, menyebut, penyelenggaraan Kemah Bela Negara (KBN) tingkat Nasional tahun 2023 tak hanya diajarkan tentang pengamalan cinta tanah air. Melainkan, juga dikenalkan dengan penanaman nilai-nilai budaya dan kearifan lokal dari masyarakat.

Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Agus Salim saat menjelaskan sub kegiatan di Kemah Bela Negara (KBN) Nasional 2023

“Tujuannya kita memang mengangkat Kalsel melalui budaya dan ke lokalannya dari kegiatan yang digelar secara nasional ini,” ujarnya, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sebagai cerminan dalam pelaksanaan. Pihaknya turut mengedukasi melalui pengenalan benda bersejarah dan seni olahraga tradisional.

“Ada kegiatan edukasi ke museum serta pengenalan olahraga seni tradisional bagi peserta yang turut mendukung kelancaran acara Kemah Bela Negara (KBN) 2023,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan, sebagai sikap cinta terhadap pejuang kemerdekaan RI, pihaknya juga meyelenggarakan napak tilas.

“Juga ada penjelajahan. Disusul nanti ada kegiatan penanaman mangrove di Kabupaten Tanah Laut,” bebernya.

Ia mengharapkan, ke depan pramuka di Kalsel dapat berkembang dan lebih maju lagi. Seiring provinsi ini juga terpilih sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan Kemah Bela Negara (KBN) tahun 2023 secara nasional.

“Intinya dari KBN ini dapat memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai positif bagi peserta agar lebih mengenal apa itu bela negara. Sehingga, keamanan NKRI selalu terjaga dengan baik,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version