BANJAR – Sebanyak 462 peserta putri Kemah Bela Negara (KBN) Nasional Tahun 2023 menjalani napak tilas dan jelajah alam di Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Selasa (11/7).
Sejumlah peserta saat menjelajah alam Tahura Sultan Adam, kegiatan ini bagian dari rangkaian KBN Nasional 2023 di Kalsel.
Koordinator Kegiatan KBN Nasional 2023 Ahmad Husen mengatakan, perjalanan menjelajah alam yang ditempuh ratusan Pramuka Penggalang putri itu kurang lebih sejauh dua kilometer. Mereka semua akan menginap selama satu malam sembari dibekali tentang wawasan bela kebangsaan.
Peserta putri KBN Nasional 2023 saat mendengarkan arahan dari Seksi Operasi Slamet Sarwono (kiri) tentang lokasi Sub Camp.
“Ada Sub Camp disini, nanti yang memberi materi dari TNI dan Polri,” ujarnya.
Sementara itu Seksi Operasi sekaligus Perwira Pratama (Pama) Yonif 623 Slamet Sarwono menjelaskan ratusan peserta putri itu nantinya akan dibagi ke delapan pos.
Setiap pos meliputi berbagai kegiatan kegiatan dan pembekalan materi. Mulai dari outbound, pengenalan navigasi darat, pengetahuan tentang lalu lintas, hingga pengenalan tentang drone.
“Mudah-mudahan materi yang diberikan hari ini bisa jadi bekal mereka untuk mendaftar sebagai anggota TNI maupun Polri,” harapnya.
Adapun selain pembekalan tentang wawasan kebangsaan, kegiatan juga dirangkai dengan pagelaran busana dari setiap Kwarda di malam hari. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima rombongan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIV tahun 2023, Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI, di ruang rapat Abrani Sulaiman Setdaprov Kalsel di Banjarbaru pada Senin (10/7).
Gubernur Kalsel bertukar cinderamata dengan peserta SSDN Lemhanas RI
Turut hadir Wakil Gubernur Lemhanas RI, Letnan Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, yang menyampaikan sambutan Gubernur Lemhanas RI.
Sabrar mengatakan, SSDN merupakan salah satu program utama pendidikan calon pimpinan masa depan.
Tujuan kegiatan ujarnya, untuk mempelajari, memahami, dan mengkaji potensi dan berbagai permasalahan yang dihadapi daerah, ditinjau dari aspek geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan dalam sudut ketahanan nasional.
Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya, menyampaikan beberapa hal terkait Provinsi Kalsel yang memiliki 2028 desa, yang tersebar di 13 kabupaten kota. Disebutkan juga, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kalsel mengalami peningkatan yakni 65,20 pada 2010 menjadi 71,84 pada 2022.
Gubernur Kalsel
Dengan capaian ini, rata-rata pertumbuhan IPM 2010-2022 menjadi sebesar 0,85 persen per tahun.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kalsel, dapat dilihat dari capaian pertumbuhan ekonomi sampai dengan periode akhir triwulan III 2022 yakni 5,59 persen (yoy), yang terutama didorong sektor pertambangan dan penggalian, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,72 persen pada periode yang sama.
“Keberhasilan pemulihan ekonomi di Kalsel pada 2022 juga terlihat dari penurunan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari semula 4,95 persen pada Agustus tahun 2021 menjadi 4,74 persen pada bulan Agustus 2022,” terang Paman Birin.
Demikian juga untuk tingkat kemiskinan di Kalsel yang menurun, dari semula 208,11 ribu jiwa (4,83 persen) pada Agustus 2021 menjadi 195,70 ribu jiwa (4,49 persen) pada Maret 2022.
Lebih lanjut Paman Birin mengatakan, posisi geografis Kalsel saat ini sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Pada kegiatan itu, Paman Birin dan Wakil Gubernur Lemhanas Letnan Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah saling bertukar cinderamata.
Acara diisi dengan penyampaian paparan oleh Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar disertai diakhiri dengan dialog. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJAR – Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional Tahun 2023 resmi dibuka, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (10/7) malam.
Ketua Mabida Kalsel Sahbirin Noor (kanan) saat menyematkan tanda keikutsertaan KBN Nasional 2023
Sebanyak 1.181 Pramuka Penggalang dari 18 Provinsi di Indonesia mengikuti KBN 2023 ini mulai 10-16 Juli mendatang.
Ketua Mabida Kalsel Sahbirin Noor saat memimpin upacara pembukaan KBN Nasional 2023
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kalsel Sahbirin Noor, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Budi Waseso mengaku KBN tahun ini terselenggara atas semangat dan dukungan penuh dari Pemprov Kalsel.
“Sebelumnya KBN tidak masuk dalam program kerja Kwarnas tahun anggaran 2023, tetapi karena Pemprov Kalsel, akhirnya acara ini terselenggara,” ucap Budi Waseso.
Ditengah rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, Budi mengingatkan perlunya kerjasama agar seluruh rangkaian kegiatan terselenggara dengan baik, aman, nyaman dan menyenangkan.
“Hal ini tentu dimaksudkan agar semua pihak yang terlibat tetap dalam kondisi tubuh yang sehat secara jasmani maupun rohani,” tuturnya.
Tema KBN Tingkat Nasional 2023 adalah “Bergerak Membela NKRI”. Tema ini menurut Budi sungguh tepat. Melihat begitu banyaknya pengaruh budaya asing yang menginfiltrasi Indonesia melalui berbagai cara.
“Budaya asing ini sedikit banyak dapat mengubah jiwa, perilaku dan budi pekerti masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Para Pembina Pramuka juga dituntut mampu membina para peserta didiknya untuk menjauhi semua hal buruk tersebut. Diantaranya dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat demi kemajuan diri para peserta didik itu sendiri, maupun masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan.
“Mari kita selalu berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk menerapkan Kode Kehormatan Pramuka berupa Satya dan Dharma Pramuka,” ajaknya.
Budi berharap pengetahuan dan wawasan yang didapat selama kegiatan ini berguna bagi perjalanan hidup peserta. Ia juga berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti program kegiatan yang telah disusun dengan hati yang gembira dan penuh dengan semangat.
“Mari kita sama-sama terus bergerak dan bergandeng tangan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Sebagai wujud komitmen memperkuat ketahanan pangan dan menjaga kestabilan harga, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan meluncurkan beberapa inovasi budidaya pertanian dari sisi hulu hingga hilir. Inovasi tersebut meliputi, Gerakan Budidaya dengan model padi apung dan penanaman varietas baru padi Siam Madu. Kemudian implementasi smart greenhouse dalam proses pembibitan dan manipulasi klimatologi, melalui metode sungkup. Selanjutnya, hilirisasi pangan dengan melaksanakan capacity building bagi anggota kelompok tani untuk mendukung pengembangan produk turunan, serta on boarding penjualan melalui market place.
Peluncuran inovasi tersebut, dicanangkan pada Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kalimantan 2023, yang diselenggarakan di Banjarbaru, pada Senin (10/7).
GNPIP Kalimantan 2023 mengangkat tema “Sinergi dan Inovasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan Melalui Alterasi Budidaya Pertanian dan Kelancaran Distribusi: Menuju Nusantara Kita”.
Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, menekankan perlunya memperkuat sinergi dan inovasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID) dalam kerangka GNPIP, guna memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga. Di samping itu, Doni juga mengingatkan agar integrasi budidaya pertanian dari hulu hingga hilir menjadi fokus rencana kerja TPID se-Kalimantan, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan guna menjamin ketahanan pangan di Ibu Kota Negara masa depan.
“Beberapa inovasi komoditas pangan strategis khususnya padi, perlu direplikasi daerah-daerah lainnya guna memperkuat ketahanan pangan Kalimantan, dalam menopang pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru,” jelas Doni dalam sambutannya di gedung Idham Khalid Banjarbaru.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menekankan pentingnya inflasi sebagai salah satu indikator penentu keberhasilan pembangunan ekonomi, dimana tingkat inflasi yang tinggi akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun. Oleh karena itu, Gubernur Kalimantan Selatan menilai upaya pengendalian inflasi yang menjadi tanggung jawab TPIP di tingkat nasional dan TPID di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, menjadi kunci untuk mencapai tujuan utama pembangunan, yaitu kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Kalsel saat memberikan sambutan
“Upaya pengendalian inflasi tersebut memerlukan sinergi antara seluruh pihak, terlebih untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang dapat memberikan tekanan terhadap kenaikan harga pangan, seperti peningkatan tensi geopolitik dunia maupun risiko El-Nino,” ujar Paman Birin dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan apresiasinya terhadap Bank Indonesia atas penyelenggaraan GNPIP Kalimantan dan bentuk kolaborasi yang nyata atas pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan.
“Inflasi di Kalimantan Selatan pada Juni 2023 masih terkendali di angka 4,30 persen secara tahunan, terus menunjukkan penurunan dari bulan Maret 2023. Tren penurunan tersebut harus terus dipertahankan, salah satunya dengan menjaga inflasi volatile food,” tambahnya.
Selain mendorong aspek budidaya pertanian, acara ini juga turut menginisiasi pencanangan program unggulan lainnya seperti optimalisasi operasi pasar, penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi, dan data pangan, penguatan KAD, serta Implementasi pupuk organik hasil olahan limbah perikanan dan pemanfaatan pupuk hasil olahan batu bara.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, Bupati/Walikota, anggota TPID, pimpinan perbankan dan instansi vertikal, serta akademisi se-Kalimantan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan acara, pada hari yang sama diselenggarakan pula Capacity Building on ASEAN Issues dengan tema yang sama kepada pemangku kepentingan di wilayah Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan acara pendukung Keketuaan Indonesia dalam ASEAN 2023, dan diselenggarakan di sejumlah provinsi guna meningkatkan pemahaman atas Keketuaan Indonesia dan kontribusinya di kawasan ASEAN. (BI.KALSEL-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Jemaah haji kloter 01 Debarkasi Banjarmasin (BDJ) yang merupakan kloter pembuka kedatangan jemaah haji debarkasi Banjarmasin, tiba pads Senin (10/7) dini hari, sekitar pukul 00.41 WITA.
Gubernur Kalsel didampingi Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin saat menyambut kedatangan kloter 01
Jemaah haji dan petugas haji Kloter BDJ 01 diberangkatkan dari Embarkasi Banjarmasin sebanyak 327 jemaah dan yang pulang juga berjumlah 327 jemaah.
Sesampainya di debarkasi Banjarmasin, jemaah haji disuguhkan makanan khas berupa soto Banjar.
Gubernur Kalsel tiba di asrama haji disambut Ketua PPIH Debarkasi Banjarmasin
Makanan khas Banjar tersebut dipilih untuk mengobati kerinduan jemaah haji akan makanan khas daerah, yang juga langsung dicicipi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.
“Khas soto Banjar memang beda,” ujar gubernur yang biasa disapa paman Birin tersebut usai mencicipi Soto Banjar yang disediakan bagi jemaah haji di ruang makan Lobby Gedung Jabal Rahmah, pada Senin (10/7) dini hari.
Didampingi Ketua Petugas Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin Muhammad Tambrin Paman Birin langsung mencek kesiapan dan rasa soto Banjar yang akan disajikan bagi jemaah haji.
“Soto Banjar makanan khas daerah Kalsel dan dengan cita rasa serta kuahnya yang hangat pas disajikan bagi jemaah haji yang baru saja tiba,” ujar Tambrin menambahkan.
Tambrin menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Gubernur Kalsel serta seluruh jajaran stakeholder penyelenggaraan ibadah haji di Kalsel, yang telah memberikan dukungan untuk kesuksesan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Setelah kedatangan jemaah haji BDJ 01 yang berasal dari kabupaten Banjar, jemaah haji BDJ 02 yang merupakan jemaah haji asal kabupaten Tabalong dijadwalkan akan tiba pada Selasa (11/7) pagi. (PPIHDebarkasiBanjarmasin-RIW/RDM/RH)
SURABAYA – Meski tak menjadi sorotan dalam catatan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) namun persoalan aset menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel khususnya Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Untuk mendukung percepatan penyelesaian persoalan aset tersebut, dipimpin Wakil Ketua Komisi II Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani bersama anggota Komisi II lainnya menyambangi DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jum’at (7/7), guna menggali cara penanganan aset yang diyakini tidak saja terjadi di Kalsel namun juga dialami oleh provinsi lain, termasuk Jatim.
Disela pertemuan, Paman Yani mengatakan, pihaknya mencoba menggali informasi bagaimana penanganan aset ke DPRD Jatim. Dan diperoleh jawaban bahwa untuk mentreatmen masalah ini Kepala Daerah pun ikut turun, ikut memfasilitasi, mensupport agar masalah aset dapat segera diselesaikan.
Bahkan, lanjut politisi Partai Golongan Karya ini menyebutkan, Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) setempat juga dilibatkan oleh Pemprov Jatim sehingga dalam tahun ini ada 1300 lebih sertifikat aset yang dikeluarkan (terselesaikan).
“Nah ini bagus sekali untuk masukan kita di DPRD Kalsel. Kita akan coba panggil kawan-kawan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalsel. Bagaimana PR-PR yang sudah kita berikan, sampai dimana progres sertifikasinya ? Sudah selesai berapa bayak ? Dan yang tersisa berapa ? Nanti kita akan konfirmasi,” tegas Paman Yani.
Sebelumnya, Staf Komisi C DPRD Provinsi Jatim, Andreas Bagus W yang menerima rombongan Komisi II DPRD Provinsi Kalsel mengungkapkan, Jatim juga memiliki permasalahan yang sama dengan Kalsel. Meski telah 12 kali berturut-turut WTP namun juga menyisakan permasalahan aset yang tak kunjung terselesaikan.
Dikatakannya, saat ini Komisi C yang membidangi keuangan sedang mendalami terkait permasalahan aset. Aset ini ada yang asetnya BUMD, ada asetnya Provinsi termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Aset di BUMN termasuk aset yang dipisahkan sehingga beda penanganannya karena sudah berbentuk perusahaan. Kalau penanganan di OPD lagi difokuskan pada permasalahan fisik dan sertifikat ada di Pemko tapi aset dikuasai pihak lain. Ada juga sertifikatnya tidak ada tapi fisiknya dikuasai Pemprov Jatim.
“Pemprov Jatim sangat tegas terkait aset. Selama kita ada sertifikasi dan hak-hak Pemprov itu kuat, kita bisa gunakan untuk merebut kembali aset itu,” tandasnya. (DPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJAR – Selaku tuan rumah kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) tahun 2023, Kwarda Kalsel dan seluruh panitia menyelenggarakan Sholat Hajat berjamaah, di Kebun Pramuka Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (7/7) malam.
Suasana sholat hajat berjamaah Kwarda Kalsel dan Panitia KBN 2023 di Kebun Pramuka, Desa Kiram Kabupaten Banjar
Ketua Harian Kwarda Kalsel Agus Salim mengatakan, sholat berjamaah ini dilakukan agar seluruh agenda KBN 2023 dapat berjalan dengan baik dan lancar.
“Kita boleh berencana, tetapi semua kan Allah yang mengatur. Jadi kita laksanakan sholat ini dengan harapan mudah-mudahan semua kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Usai sholat berjamaah, Agus Salim melakukan briefing kepada seluruh panitia. Ia ingin memastikan seluruh tamu maupun peserta KBN nanti terlayani dengan baik.
“Kita juga akan lakukan rapat evaluasi setiap hari. Kita akan bahas rencana kegiatan besok harinya, dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan,” ungkapnya.
Sebagai permulaan, pihak panitia akan melakukan simulasi kepada peserta dari Kwarcab Kalsel. Mereka diagendakan datang lebih dahulu dari peserta luar daerah.
“Dari cabang datang besok (8 Juli 2023). Kita simulasikan semua. Mulai proses penjemputan hingga pelayanan lainnya. Kita akan minta masukan dari mereka, terkait pelayanan yang kami berikan,” terangnya.
Seperti diketahui KBN 2023 di Kalsel dijadwalkan mulai pada 10 Juli 2023. Pembukaan akan berlangsung di Kiram Park, Kabupaten Banjar, pada malam harinya, dengan dipimpin oleh Ketua Kwarnas Kak Komjen Pol (Purn) Budi Wasesa. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Tenaga kesehatan (nakes) seperti dokter, perawat hingga bidan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dibekali ilmu dalam menekan angka kematian saat kelahiran bayi, atau stabilisasi neonatus.
Hal ini terlihat dari kegiatan Pelatihan Stabilisasi Neonatus yang dihelat di RSD Idaman Banjarbaru, dari 7 – 8 Juli 2023.
“Perlu disadari bahwa keberhasilan dalam menurunkan angka kematian (kelahiran bayi) itu perlu ada kerja sama yang baik dan benar antara perawat, bidan dan juga dokter,” ujar Ketua Umum Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia), dr. Setya Dewi Lusyati di Aula Lantai 4 RSD Idaman Banjarbaru, Jumat (7/7) pagi.
Diakui olehnya, dalam penerapan sehari-hari, instruksi penanganan yang dikeluarkan dokter masih belum dipahami oleh perawat. Imbasnya, dalam mempersepsikan instruksi dokter dalam penanganan bayi menjadi kurang tepat yang berdampak pada hasil penanganan.
“Jadi inilah mengapa Perinasia lebih banyak berkiprah dalam menguatkan kompetensi dari nakes yang non dokter, baik perawat dan bidan,” sambung dr. Setya.
Sementara itu, Ketua Perinasia Kalsel, dr. Pudji Andayani, menambahkan, RSD Idaman Banjarbaru ditunjuk langsung sebagai pusat pelatihan stabilisasi neonatus oleh Pengurus Pusat Perinasia. Di mana, perwakilan nakes dari berbagai daerah di Kalsel yang kasus kematian bayi tinggu didatangkan untuk mengikuti pelatihan ini.
“Tujuannya tak lain untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan bagi bayi. Mudah-mudahan nantinya penerapan ilmu dari fadilitator diterapkan di lapangan,” beber dr. Pudji.
Selain itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Stabilisasi Neonatus, dr. Indra Widjaja Himawan menjelaskan, sebagian besar perwakilan nakes yang ikut serta pelatihan ini didominasi dari kabupaten di Banua Anam. Disusul dari Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Barito Kuala, dan rumah sakit swasta di Banjarbaru.
“Harapannya, wakil nakes yang ikut pelatihan ini memberikan ilmunya kepada teman-temannya,” lugasnya.
Terkait pelatihan ini, Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr. Danny Indrawardhana mengaku bangga karena rumah sakit milik pemerintah kota Banjarbaru ini, mendapat kepercayaan dari pihak luar.
“Saya bangga dengan kegiatan ini. Karena tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari organisasi profesional seperti Perinasia. Mereka sangat selektif, apalagi ini dari perinasia pusat,” ucapnya.
Ia juga berharap, dengan kegiatan ini, dapat membantu RSDI untuk terus maju dan menjadi pilihan utama masyarakat. (RILIS-RDM/RH)
BANJARBARU – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direkorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) kembali melakukan gerakan “Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih” untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-78 pada 17 Agustus 2023.
Dirjen Polpum Kemendagri Bahtiar mengatakan, gerakan ini dapat menggalang partisipasi serta swadaya masyarakat, baik secara pribadi maupun kelompok, organisasi kemasyarakatan, partai politik, unsur pemerintahan dan swasta, dalam memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Pemprov Kalsel. Kepala Badan Kesbangpol Kalsel Heriansyah mengatakan, pihaknya sudah melakukan gerakan ini sejak 1 Juni 2023. Bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila.
“Atas arahan pimpinan kita, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, kita sudah melakukan gerakan ini. Beliau (Gubernur) sangat komitmen terhadap wawasan kebangsaan, generasi muda dan merah putih,” papar Heriansyah saat menghadiri rakor virtual bersama Dirjen Polpum Kemendagri secara virtual, di Command Center Setdaprov Kalsel, Jumat (7/7).
Sebagian wilayah Kalsel, lanjut Heriansyah, sudah mulai melakukan gerakan pembagian bendera ini. Kota Banjarmasin sejak 1 Juni lalu bahkan sudah mencanangkan setiap kelurahan wajib memiliki satu “Kampung Merah Putih”.
“Mereka (Pemko Banjarmasin) juga sudah membagikan lebih dari sepuluh ribu bendera di wilayah mereka,” ungkapnya.
Sementara di Kabupaten Tanah Bumbu, gerakan akan dilakukan mulai 1 Agustus 2023 dengan memasang 5.000 bendera di sepanjang median jalan.
“Kurang lebih 5 kilometer jalan nanti akan dipasangi bendera disana,” terangnya.
Heriansyah juga memastikan seluruh lembaga pemerintahan maupun swasta akan turut melakukan gerakan ini.
“Ini wujud komitmen kita untuk meningkatakn semangat nasionalisme di Kalsel,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menggelar Rapat Paripurna, Perihal Persetujuan Bersama Penetapan Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.
Suasana Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin
Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, mengatakan, Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Wali Kota Banjarmasin ini sangat penting disampaikan kembali, untuk mengetahui dan pengawasan para anggota Dewan dalam realisasi serta evaluasi pembangunan di kota seribu sungai.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali
” Kita mengingatkan dan mengkritisi PAD kota, sedangkankan anggaran belanja tinggi yaitu 90 persen,” ucapnya.
Disampaikan Matnor, melalui Rapat Paripurna ini, masing-masing delapan fraksi sepakat menyetujui dan menyampaikan pendapat terhadap Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2022. Ia berharap ke depan dapat terpenuhi lagi optimalisasi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada beberapa catatan yang perlu disempurnakan oleh Pemko nantinya,” ucap politisi Golkar DPRD Banjarmasin.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, mengatakan, dengan adanya berbagai saran dan masukan pemasukan kas daerah, seperti retribusi yang hanya terealisasi rata-rata 66 persen, kemudian evaluasi terhadap temuan BPK diantaranya pendataan aset serta tagihan pasar, akan diperbaiki ke depannya, agar tercipta pembangunan di kota ini yang lebih baik lagi.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor
“Kita saling bersinergi dalam membangun kota,” tutupnya
Untuk diketahui, rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor didampingi Wakilnya Tugiatno. Dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, Sekdako Ikhsan Budiman, beserta kalangan legislatif dan eksekutif, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin, pada Kamis (7/7). (NHF/RDM/RH)