Masyarakat Sebut Paman Yani Sosok Peduli dan Banyak Bekerja

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali berkeliling guna melaksanakan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat, di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Jl. Dharma Praja RT 05 dan RT 07 Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin serta di desa Irigasi SP I RT 03 RW 02 Kecamatan Karang Bintang, Kamis (15/6).

Foto bersama usai pelaksanaan reses Muhammad Yani Helmi

Ratusan masyarakat pun begitu antusias untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh politisi partai Golkar ini.

Hal ini tidak lepas dari kebiasaan yang dilakukan oleh Paman Yani untuk terus menyapa masyarakat dalam kondisi apapun. Termasuk saat membagikan bantuan di masa pandemi COVID-19.

“Terakhir ke desa ini pada saat pandemi, untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Intinya menyapa masyarakat jangan pada saat ada keperluan saja lah,” ujar Yani Helmi.

Ia juga menyebut telah mendedikasikan dirinya sebagai corong masyarakat dan menjadi milik masyarakat jauh sebelum duduk sebagai anggota dewan.

“Berkeliling ke tengah masyarakat sudah kita lakukan sejak 2018. Bukan hanya pada saat duduk atau pada saat ini ingin dipilih saja. Karena saya memang milik masyarakat dan akan terus begini,” ujarnya.

Dalam paparannya Paman Yani kembali menyampaikan beberapa keberhasilan yang telah dicapai selama menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel.

“Alhamdulillah berkat inisiasi, kerja nyata dan tidak hanya dibelakang meja, Batulicin kini mempunyai SMA sendiri,” paparnya.

Diketahui sebelumnya di ibukota kabupaten Tanah Bumbu ini belum memiliki SMA bahkan sejak dilakukan pemekaran dari Kabupaten Kotabaru 18 tahun silam.

Sementara itu, Kepala Dusun Irigasi SP, Hariyadi, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas kehadiran Paman Yani di desanya. Ia menyebut Paman Yani merupakan sosok yang sangat mengerti dengan apa yang menjadi keinginan masyarakat.

“Kalau kita mengingat jasa beliau bagi masyarakat. Kami begitu terharu. Terlebih ditengah kesibukan beliau. Masih saja menyempatkan untuk hadir. Beliau ini adalah sosok yang tak banyak bicara namun banyak bekerja,” terangnya.

Turut serta dalam pelaksanaan reses ini pejabat dilingkungan Pemprov Kalsel, seperti Kepala UPPD Samsat Batulicin, Kepala UPPD Samsat Kotabaru, Kepala Pelabuhan Batulicin, Kepala Pelabuhan Kotabaru, Direktur Abdi Persada FM serta lainnya. (ASC/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Optimalkan Layanan Poli Umum

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, terus mengoptimalkan pelayanan Poli Umum.

Kepada Abdi Persada FM, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, pada Kamis (15/6) mengatakan, sejak diresmikan 17 Agustus 2022 lalu, banyak pasien memanfaatkan dalam pelayanan Poli Umum, untuk memeriksakan kesehatannya. Apalagi dilayani dokter umum dan memiliki alat Tensimeter Digital.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto

“Alat ini berfungsi sebagai pengukur tekanan darah bagi pasien,” ucapnya

Alat Tensimeter Digital, di Poli Umum RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Disampaikan Teguh, adanya Poli Geriatri sangat penting, dimana memberikan pelayanan kepada pasien lanjut usia, dalam bentuk melayani penyuluhan kesehatan, konsultasi serta pemeriksaan fisik lainnya. Selain itu juga, untuk UGD umum buka 1×24 jam, dilayani dokter Umum.

“Kami terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua lapisan masyarakat,” jelasnya

Lebih lanjut Teguh menambahkan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru memasuki bulan kelima sudah mencapai Rp 2,4 miliar, dari target sebelumnya Rp 3 miliar. Sehingga, akan dilakukan revisi untuk targetnya nanti menjadi Rp 5,9 miliar. Ia optimis mampu dicapai hingga akhir tahun 2023 mendatang.

“Paling banyak pendapatan dari segi pelayanan, yaitu tidak hanya melayani pasien umum juga BPJS Kesehatan, kemudian adanya pendidikan koas dari Fakultas Kedokteran ULM,” tutup Teguh. (NHF/RDM/RH)

Polda Kalsel Gelar Lomba Video Film Pendek dan Fotografi

BANJARMASIN – Untuk memeriahkan Peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2023 mendatang, Bidang Humas Polda Kalsel menggelar lomba Video Film Pendek serta Fotografi.

Kasubid Multimedia Bidhumas Polda Kalsel Sri Widayati mengatakan, dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara pada tanggal 1 Juli 2023 mendatang. Untuk memeriahkan Kegiatan tersebut, Devisi Humas melaksanakan 7 lomba, sedangkan Bidhumas menyelenggarakan 2 lomba tersebut.

Kasubid Multimedia Bidhumas Polda Kalsel Sri Widayati

“Kami mengundang rekan rekan media yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan ini, untuk dapat mengikuti lomba tersebut,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Rabu (14/6).

Untuk mengundang banyak peserta, maka masa pendaftaran mereka perpanjang.

“Seharusnya pendaftaran sudah berakhir, namun untuk pendaftaran kedua lomba tersebut, diperpanjang hingga 23 Juni 2023,” ujarnya.

Sedangkan, penjurian dilaksanakan pada 24 – 25 Juni 2023.

“Penjurian akan berlangsung setelah masa pendaftaran ditutup, dan para juri akan melakukan penilaian terhadap karya karya yang masuk ke panitia,” ucapnya.

Pihaknya berharap, rekan rekan media dapat turutserta mensukseskan lomba yang dilaksanakan Bid Humas Polda Kalsel tersebut. (SRI/RDM/RH)

UPPD Samsat Banjarmasin I Gencar Sosialisasikan Program Diskon PKB dan BBNKB

BANJARMASIN – Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Banjarmasin I gencar melakukan sosialisasi Program Pengurangan dan Pembebasan Denda Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang akan digelar mulai 1 Juli – 9 Desember 2023.

Kali ini dipimpin langsung oleh Kepala UPPD Samsat Banjarmasin I, Anni Hanisyah, tim Samsat Banjarmasin I melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan di kawasan jalan KS Tubun tepatnya di depan Kantor Pendaftaran Militer (Koramil) di kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (14/6).

Suasana Sosialisasi Pemutihan Denda PKB oleh UPPD Samsat Banjarmasin I

“Bulan ini memang tahap sosialisasi yang gencar kita lakukan karena agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui program tersebut,” katanya kepada wartawan.

Program sosialisasi dan pembagian brosur ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program pengurangan dan pembebasan denda pajak dan BBNKB ini guna meringankan serta memudahkan mereka membayar pajak kendaraan bermotor.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap kesadaran masyarakat membayar pajak semakin meningkat”, tuturnya.

Dengan taat membayar pajak, lanjut Anni, masyarakat telah turut serta dalam menyumbang pendapatan daerah sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan lancar.

“Karena pajak digunakan untuk membiayai pembangunan di Banua,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, UPPD Samsat Banjarmasin I berkolaborasi dengan Jasa Raharja Cabang Kalsel dan Polda Kalsel.

Untuk diketahui, program pengurangan dan pembebasan denda pajak dan BBNKB sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor untuk menyambut HUT RI ke-78 dan Hari Jadi Kalsel ke-74. Dalam program ini, selain penghapusan denda pajak, diberikan pengurangan pokok pajak dan tidak lagi diterapkannya pajak progresif. (NRH/RDM/RH)

Reses Rachmah Norlias, Bedah Rumah dan Peningkatan UMKM Jadi Keinginan Warga Banjarmasin

BANJARMASIN – Memasuki masa Reses ke-2 tahun 2023, Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Rachmah Norlias turun ke daerah pemilihannya di kota Banjarmasin. Dalam sepekan masa reses, Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut mengoptimalkan pertemuan dengan masyarakat untuk menjemput aspirasi.

“Dalam reses ini banyak hal-hal yang disampaikan oleh warga Banjarmasin, terutama melihat di lingkungan sekitarnya, mereka meminta adanya bedah rumah di beberapa titik wilayah, dan juga adanya pelatihan-pelatihan untuk peningkatan UMKM,” terangnya kepada wartawan, Rabu (14/6).

Suasana Reses Anggota DPRD Kalsel, Rachmah Norlias

Hal menarik dari kegiatan reses tersebut, ia juga menyelipkan aneka pelatihan keterampilan, salah satunya pada hari kedua reses, Senin (12/6) lalu, Ketua Komisi I DPRD Kalsel itu menggelar pelatihan pembuatan aneka roti di salah satu rumah makan di kawasan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara.

Peserta yang didominasi oleh perempuan, mulai dari ibu rumah tangga, komunitas perempuan, hingga organisasi kewanitaan tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.

“Selain reses dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat, kita juga melakukan pelatihan pembuatan aneka olahan roti. Kita datangkan instrukturnya dari Martapura dan Kapuas. Kita harapkan dengan adanya pelatihan aneka pembuatan roti ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan ibu-ibu yang mengikuti reses pada hari dan diharapkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Rachmah bertekad untuk terus berupaya agar aspirasi-aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam masa reses ini dapat segera ditindaklanjuti, diantaranya dengan cara memperjuangkannya agar masuk ke Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, bekerjasama dengan Dinas Sosial terkait bedah rumah, dan realisasi langsung disela-sela kegiatannya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, contohnya seperti pelatihan keterampilan. (NRH/RDM/RH)

Dishut Kalsel Terus Sosialisasikan Revolusi Hijau

BANJARMASIN – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar, Sosialisasi Revolusi Hijau di Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (15/6).

Kabid Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Alip Winarto menjelaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui perwakilan lurah, camat, serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, memberikan respon yang positif terhadap gerakan revolusi Hijau ini.

Kabid Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Alip Winarto

“Pemerintah dan warga Kota Banjarmasin merespon positif terhadap Gerakan Revolusi Hijau dari Pemerintah Provinsi Kalsel,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Alip, dukungan daerah diperlukan, karena tanpa kontribusi dari daerah, maka Gerakan Revolusi Hijau di Kalimantan Selatan, tidak akan berjalan dengan optimal.

“Hal ini mengingat, pihak daerah inilah yang mengetahui jenis bibit tanaman apa yang diperlukan, serta mau ditanam dimana,” ucapnya.

Sehingga menurutnya, bibit yang diberikan tepat sasaran. Dan, Gerakan Revolusi Hijau dapat berjalan sukses di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, pada rapat koordinasi Revolusi Hijau yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, tentunya mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin. Karena di Kota Banjarmasin memiliki lahan yang sudah sempit. Sehingga, diperlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam gerakan revolusi Hijau tersebut.

Sekretaris DLH Kota Banjarmasin Wahyu Hardi Cahyono

“Bahkan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Banjarmasin hanya 1,8 persen saja,” ucap Wahyu.

Sehingga dengan dukungan masyarakat dengan menanam pohon dapat meningkatkan jumlah RTH di Kota Banjarmasin ini. (SRI/RDM/RH)

Kerjasama Dengan Pihak Ketiga, Dishut Kalsel Akan Miliki Wahana Permainan Baru

BANJAR – Sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor untuk terus mendorong potensi wisata alam, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel terus meningkatkan pariwisata yang ada di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam. Salah satu peningkatakan pariwisata tersebut, yakni dengan menggandeng pihak ketiga untuk turut serta dalam pembangunan potensi wisata yang ada di Tahura tersebut.

Seperti pada Kamis (15/6), Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel menggandeng PT Shafwah Global Utama, untuk penandatanganan perjanjian kerjasama dengan dalam pengembangan wisata alam dalam rangka penguatan fungsi kawasan Tahura Sultan Adam.

Penandatangan kerjasama tersebut disaksikan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi, serta Presiden Direktur PT Shafwah Global Utama Muhammad Helmie.

Kepada sejumlah awak media, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah menyampaikan, suatu kebanggan bagi Pemerintah Provinsi Kalsel, dikarenakan pengembangan kawasan wisata di Tahura Sultan Adam juga menggandeng pihak ketiga. Bahkan, pihak ketiga tersebut merupakan pengusaha asal banua Kalsel.

“Destinasi wisata adalah suatu yang harus menjadi dorongan bagi kita untuk meningkatkan perekonomian dengan melibat seluruh pihak, baik Pemerintah Provinsi Kalsel, pengusaha, dan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pengembangan destinasi wisata di Tahura Sultan Adam, pihaknya memastikan akan terjadi peningkatan perekonomian. Hal ini dikarenakan akan terdapat banyak kunjungan ke Tahura Sultan Adam, baik dari wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, bahwa seluruh SKPD Lingkup Provinsi Kalsel dituntut untuk mencari potensi-potensi yang memungkinkan untuk menjadikan pendapatan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, Dishut Provinsi Kalsel terus mengupayakan untuk lebih meningkatkan sarana dan prasarana di Tahura Sultan Adam.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra

“Dengan adanya kerjasama bersama PT Shafwah Global Utama, kita harapkan bahwa peningkatan sarana dan prasarana di Tahura Sultan Adam akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata,” ungkap Aya (sapaan akrabnya).

Ia menambahkan, dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana di Tahura Sultan Adam, pasti akan diikuti dengan meningkatnya pendapatan daerah di Kalsel.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Shafwah Global Utama Faradina menyampaikan, alasan pihaknya tertarik melakukan kerjasama dengan Tahura Sultan Adam untuk meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di area ini, dikarenakan pihaknya melihat potensi alam di Tahura tersebut dapat dikembangkan agar lebih maju seperti pariwisata yang ada di luar daerah.

“Kita mau mengembangkan tahura ini tentunya bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Kalsel,” ucapnya.

Untuk diketahui, dalam penandatangan kerjasama tersebut, Tahura Sultan Adam akan menambah fasilitas sarana dan prasarana pariwisata, diantaranya yakni Glamour camping, caffee atas langit, permainan paint ball dan outbond, resort bukit batu, camping ground, wahana air seperti jetski dan sepeda air, dan diseluruh area sarana dan prasarana yang akan dibangun tersebut akan ada wahana permainan anak. Peresmian pembangunan sarana dan prasarana tersebut, direncanakan pada tahun baru 2024 mendatang. (MRF/RDM/RH)

FGD BPS Kota Banjarbaru, Wujudkan Satu Data Banua Kalimantan Selatan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel mengikuti kegiatan Fokus Group Discossion (FGD) yang diadakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Kamis (15/6). FGD tersebut dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim.

Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, FGD ini merupakan wadah untuk saling berdiskusi mengenai data-data yang akan ditampilkan pada publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka Tahun 2023. Terdapat 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/Badan/Instansi vertikal/Lembaga yang diundang pada kegiatan kali ini. Dengan peserta dari OPD/Badan/Instansi vertikal/Lembaga yang berkontribusi pada penyusunan Publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka.

“Terdapat dua narasumber yang telah berkenan memenuhi undangan kami, yakni Kabid Ekonomi, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah Kota Banjarbaru Bambang Supriyadi, dan Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Krisman, ” ungkap Muslim.

Ia menambahkan, Publikasi Kota Banjarbaru dalam angka ini merupakan publikasi yang menyajikan beragam data statistik mengenai kondisi geografis dan iklim, pemerintahan serta kondisi sosial-demografi dan perekonomian Kota Banjarbaru. Keterlibatan semua pihak dalam pembuatan publikasi ini sangat membantu agar membuat publikasi ini semakin lengkap dan up to date.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk saling berdiskusi, mengoreksi, dan melengkapi data-data yang akan di tampilkan sebelum Publikasi Kota Banjarbaru Dalam Angka tahun 2023 diterbitkan dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembangunan,” ujarnya.

Seperti yang telah diinstruksikan oleh Presiden RI Joko Widodo, bahwa akan dibentuk suatu kebijakan tata kelola data pemerintah melalui SDI. Diharapkan melalui kebijakan tata kelola ini akan menghasilkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi pakaikan antar Instansi Pusat dan Instansi Daerah. Penyelenggara SDI adalah Dewan Pengarah yang ada di tataran Pemerintah Pusat. sementara Pembina Data dan Wali Data berada di pemerintah pusat dan daerah, serta Wali Data Pendukung yang berada di daerah.

“Untuk provinsi Kota Banjarbaru, yang berperan dalam sekretariat SDI adalah Bappeda Kota Banjarbaru, dan selaku walidata adalah Dinas Kominfo Kota Banjarbaru,” jelas Muslim.

Ia melanjutkan, Statistik sektoral merupakan bagian dari penyelenggaraan SDI yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. SDI dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan tata kelola data, yang dihasilkan oleh instansi pusat dan juga instansi daerah.

“Dengan adanya SDI ini, data yang diperlukan dapat didiseminasikan dan dibagipakaikan dengan baik untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengendalian pembangunan,” ujarnya lagi.

Kegiatan FGD ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling berdiskusi bagi para stakeholder tingkat daerah agar dapat semakin memahami dan mendapat gambaran mengenai data-data sektoral yang ada di masing-masing OPD/instansi di Kota Banjarbaru, dan sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan Satu Data Banua Kalimantan Selatan. (MRF/RDM/RH)

Muslam Kalsel Edukasi Masyarakat Lewat Pameran Sejarah Proklamasi 17 Mei 1949

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat (Muslam) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar pameran temporer untuk kedua kalinya di tahun 2023, dengan mengangkat tema Proklamasi 17 Mei 1949 Perjuangan Tanpa Batas.

Pembukaan pameran dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muhammadun diwakili Sekretaris Hadeli Rosyaidi, di halaman Muslam Kalsel, Kamis (15/6).

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyaidi (tengah) saat memotong pita bunga tanda pembukaan pameran temporer kedua tahun 2023 di Muslam Kalsel

Dalam sambutan tertulisnya, Muhammadun menyebut sejarah tentang kemerdekaan ini sangat berperan terhadap tindakan yang lebih baik di masa sekarang dan yang akan datang.

“Untuk itu pada hari ini kita sama-sama kembali belajar dari sejarah perjuangan Kalimantan Selatan yang ditandai dengan pameran ini,” ujarnya.

Menurutnya, pameran ini akan memberi pengaruh besar terhadap pengetahuan generasi muda terutama dunia pendidikan dalam mendukung program Merdeka Belajar.

“Ini juga menjadi langkah besar dalam pengembangan Sumber Daya Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Pameran proklamasi ini menampilkan barang-barang peninggalan para pejuang, mulai dari atribut seragam mereka hingga perlengkapan senjata yang digunakan ketika melawan penjajah. Disampingnya, terdapat beberapa informasi mengenai hal-hal penting yang terjadi di masa penjajahan dulu.

Salah satu veteran Kalsel saat melihat senjata yang dipamerkan dalam pameran temporer Muslam Kalsel

Kepala Muslam Kalsel, Taufik Akbar mengatakan tujuan tema proklamasi yakni sebagai sarana edukasi bagi pengunjung tentang perjuangan rakyat Kalsel dalam mempertahankan kemerdekaan melalui revolusi fisik terhadap Belanda.

“Dengan tema ini kita juga ingin membentuk karakter generasi muda Kalsel yang pantang menyerah, rela berkorban dan siap menghadapi tantangan dengan belajar dari pejuang terdahulu,” ungkapnya.

Akbar berharap, melalui pameran ini apresiasi masyarakat terhadap museum menjadi lebih meningkat.

“Kita ingin masyarakat lebih meningkatkan kecintaannya terhadap museum,” harapnya.

Sebelumnya museum yang berlokasi di kota Banjarbaru ini juga telah menyelenggarakan pameran serupa dengan tema sejarah perkembangan transportasi air di Kalsel.

Setiap 6 pekan sekali, tema pameran akan berganti. Namun tetap berhubungan dengan sejarah maupun kebudayaan Kalsel. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version