Empat Aduan Soal THR Lebaran Berhasil Dituntaskan Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Kalsel

BANJARBARU – Menjelang lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel sedikitnya menerima empat laporan para pekerja yang belum mendapatkan hak Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, setelah dibukanya posko pengaduan dan pusat informasi 2023 akhirnya kasus itu dituntaskan.

“Dari empat aduan yang kami terima itu seluruhnya tersebar di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Kota Banjarbaru. Tetapi, Masing-masing pekerja yang melapor sudah mencabut aduannya. Artinya, kasus per April – Mei 2023 tuntas,” ungkap Kepala Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel, Masrani Noor, Jumat (5/5) sore.

Dari berbagai aduan, dia menjelaskan, kasus yang kala itu ditangani bervariasi. Tak hanya dari para pekerja, melainkan pihak keluarganya pun juga turut ikut mengadukan permasalahan itu ke mereka.

“Tanggal 5 April yang melaporkan itu ternyata bukan karyawanannya, barang kali keluarganya. Setelah ditindaklanjuti oleh pengawasan ketenagakerjaan dan diberikan pemahaman laporan ini dicabut. Ini terjadi di PT NSC Finance di Banjarbaru,” bebernya.

Selanjutnya, dirinya menyampaikan, aduan berikutnya terjadi dilingkungan PT Indomarco Adi Prima yang diketahui salah satu pegawainya belum menerima pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Ia mengadu pada 5 April. Lalu, kami konfirmasi ternyata sudah dicairkan oleh perusahaannya yang berdomisi di Tanah Laut sehari setelah pengaduan alias di tanggal 6 April. Ini hanya terjadi kesalahpahaman saja antara pegawai dan pengusahanya saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, dijelaskannya lagi, salah satu karyawan bekerja dibidang jasa refleksi yakni Griya Sehat Reflexiology dan Shiatsu juga turut mengadukan masalah belum dicairkannya THR.

“Ini diadukan pada 17 April 2023. Setelah dikonfirmasi ke lapangan oleh petugas kami pelapor sudah mencabut aduannya karena diselesaikan secara kekeluarga. Belum dibayarkan itu karena pengurus perusahaannya sedang cuti umroh tetapi HRDnya nanti yang akan menangani,” paparnya.

Kasus berikutnya yang ditangani Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Daerah Wilayah II Kalsel masih berkutat di Kota Banjarbaru. Salah satu perusahaannya adalah bergerak dibidang perhotelan.

“Pencairan THR juga sudah dibayarkan pada 20 April 2023 dan pengaduannya dicabut 28 April lalu. Jadi kasus permasalahan THR ini sudah selesai,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Kembali Buka, Pemprov Kalsel Berupaya Tingkatkan Pengunjung ke Museum Wasaka

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya, akan semakin meningkatkan kunjungan ke Museum Waja Sampai Keputing (Wasaka).

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, kepada Abdi Persada FM, dalam sambungan teleponnya belum lama tadi.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

Raudati menjelaskan, tahun 2023 ini pihaknya akan terus mengupayakan untuk semakin meningkatkan kunjungan ke Museum Perjuangan milik Pemprov Kalsel, baik promosi di media sosial dan beberapa kegiatan di Museum Wasaka, diantaranya lomba video pendek, pameran temporer dan belajar bersama di Museum.

“Hasil data keseluruhan pengunjung di Museum Wasaka tahun 2022 lalu, telah mencapai 8 ribu lebih, paling banyak kalangan pelajar ada sekitar 4 ribu lebih, kemudian masyarakat umum dan mahasiswa serta peneliti dan wisatawan mancanegara,” ucapnya

Disampaikan Raudati, pada tahun 2022 lalu di Museum Wasaka juga terus berbenah, seperti melakukan perbaikan renovasi lantai, penataan ulang koleksi benda bersejarah, agar membuat fokus para pengunjung untuk mengetahui sejarah dari benda satu ke benda lain, serta adanya Hologram yaitu menunjukkan logo-logo daerah termasuk logo Pemprov Kalsel.

“Pada 8 April 2023 tadi, Museum Wasaka sempat ditutup untuk dilakukan pengecatan dinding luar, dan sekarang sudah buka kembali sejak Selasa 2 Mei 2023,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menambahkan, dengan dibukanya kembali Museum Wasaka Kalsel, yang baru saja selesai dilakukan pengecatan dinding luar, warga dapat mengunjungi untuk semakin menambah pengetahuan dan wawasan sejarah perjuangan di Kalimantan Selatan.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Data sementara baru buka untuk empat hari ini, sudah ada sekitar 216 orang yang berkunjung, dari berbagai kalangan baik pelajar, perguruan tinggi, serta masyarakat umum,” tutupnya.

Untuk diketahui, Museum Wasaka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, buka hari Selasa sampai Kamis dari jam 09.00 hingga 12.00 WITA, kemudian istirahat, dilanjutkan jam 13.30 sampai dengan 15. 00 WITA, sedangkan hari Jumat jam 09.00 hingga 11.00 WITA, dan untuk Sabtu serta Minggu jam 09.00 hingga 12.30 WITA. Namun untuk hari Senin dan libur Nasional memang tutup. (NHF/RDM/RH)

Momen Lebaran, Pengunjung Kebun Raya Banua Tembus 4.000

BANJARBARU – Pengunjung wisata Kebun Raya Banua tembus ribuan orang. Bahkan, lokasi tersebut mulai menjadi favorit warga dari berbagai daerah yang ingin menghabiskan momen lebaran kemarin.

Data resmi yang dimiliki pengelola Kebun Raya Banua hingga 30 April 2023 total kunjungannya ditaksir telah mencapai 3.000 – 4.000 orang.

“Artinya ada peningkatan pengunjung hingga lebaran kemarin,” ujar Kepala Kebun Raya Banua, Adilla Redha Yanti melalui Kasubag Tata Usaha (TU), Andhika Prasetya Utomo, Jumat (5/5).

Kasubbag Tata Usaha Kebun Raya Banua, Andhika Prasetya Utomo, saat memamparkan realisasi pengunjung pasca cuti lebaran

Disampaikanya lagi, pengunjung tidak hanya berasal dari dalam kota. Melainkan dari berbagai daerah yang kawasannya masih lingkup Kalsel bertandang untuk menikmati destinasi yang ditawarkan.

“Dengan adanya cuti panjang lebaran tahun ini ternyata berdampak postif, termasuk mendorong sejumlah wisatawan untuk menikmati fasilitas yang disuguhkan di KRB ini,” bebernya.

Dengan adanya ini, menurut dia, sektor pariwisata bisa terus bangkit. Apalagi tak hanya menyuguhkan panorama alam hingga spotnya yang diciptakan. Namun, kunjungan ini turut pula ikut mendorong ekonomi UMKM di kawasan lokasi.

“Melonjaknya pengunjung. Diharapkan bisa menjadi destinasi pilihan warga banua khususnya di Provinsi Kalsel,” pungkanya. (RHS/RDM/RH)

Dua Atlet SOIna Kalsel Ikuti Spesial Olympic Word Summer Games di Jerman

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan saat ini, melepas dua atlet Special Olympic Nasional (SOIna) ke Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas), untuk mengikuti ajang tingkat dua mewakili Indonesia pada Special Olympic Word Summer Games di Berlin, Jerman, pada Juni 2023 mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini dapat melepas keberangkatan kedua atlet SOIna Kalsel tersebut.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Kami bersyukur karena setelah sekian lama mereka berlatih, mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan tingkat dunia di Jerman, akhirnya mereka masuk pelatnas, untuk keberangkatan ke Jerman,” ungkap Hermansyah.

Dua atlet asal SOIna Kalsel tersebut, lanjutnya, Arsad Al Banjari Atlet renang, serta Dirasilamuna atlet senam artistik.

Hermansyah berharap, kedua atlet tersebut dapat memberikan prestasi terbaik, untuk membawa nama harum Banua serta Tanah Air.

“Kami berharap keduanya dapat meraih medali, untuk membanggakan Indonesia dan Kalsel,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hermansyah juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel memberikan dukungan terhadap, peningkatan prestasi SOIna Kalsel.

“Pemprov Kalsel tentunya memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diikuti oleh SOIna Kalsel,” ujarnya.

Dan, lanjut Hermansyah, bentuk dukungan yang diberikan berupa dana hibah, untuk peningkatan prestasi atlet SOIna Kalsel.

“Dukungan yang diberikan tersebut, karena SOIna Kalsel telah membuktikan dengan capaian prestasi yang telah berhasil diraih, baik tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.

Sedangkan Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menambahkan, beberapa tahun terakhir ini, pihaknya terus memberikan pembinaan kepada SOIna Kalsel, agar terus berprestasi.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Lima tahun terakhir ini Pemerintah Provinsi Kalsel selalu mendukung kegiatan SOIna,” ungkapnya.

Baik itu, berupa pembinaan, maupun kegiatan event lokal, nasional, serta internasional.

“Untuk kegiatan Special Olympic Word Summer Games di Jerman, Pemprov Kalsel bersama Kemenpora melalui SOIna Pusat memberikan dukungan langsung,” ucap Budiono.

Seperti diketahui, untuk prestasi tertinggi yang dicapai oleh SOIna Kalsel, yakni mampu menduduki peringkat 3 pada Pekan Special Olympic Nasional (PeSOnas) Tahun 2022 di Semarang lalu. (SRI/RDM/RH)

Pansus II DPRD Kalsel Konsultasikan Raperda Pencegahan Narkoba ke Kemendagri

BANJARMASIN – Panitia Khusus II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Jakarta, Jum’at (5/5).

Hal itu disampaikan Ketua Pansus II DPRD Kalsel, Rachmah Norlias kepada wartawan, Kamis (4/5).

Rachmah menjelaskan konsultasi tersebut berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Prekursor Narkotika dan Psikotropika.

“Diharapkan hasil konsultasi itu dapat mempercepat pembahasan Raperda tersebut,” katanya.

Rachmah menambahkan rencananya dalam waktu dekat, Pansus akan menggelar uji publik atas Raperda tersebut dengan mengundang instansi terkait seperti Badan Kesbangpol di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Kalsel, sejumlah perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat di Banua.

“Selanjutnya dijadwalkan uji publik Raperda tersebut pada 10 Mei 2023. Mudah-mudahan bisa rampung pada akhir bulan Mei ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Raperda tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Prekursor Narkotika dan Psikotropika merupakan inisiatif Komisi I DPRD Kalsel.

Usulan tersebut berkaitan dengan terbitnya beberapa regulasi baru diantaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2019 dan Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2020 dimana ada 11 poin dalam Perda Nomor 17 Tahun 2018 yang akan dilakukan revisi diantaranya terkait dengan upaya rehabilitasi, tim-tim yang ada di daerah dan program desa bersinar. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version